Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Cerita Masa Lalu Keluarga


__ADS_3

Aris dan yang lainnya langsung merayakan kemenangannya di bar milik Nia. Banyak orang yang ikut meriahkan kemenangan Aris.


"Kau hebat bisa mengalahkan anggota pembasmi monster" Kata salah satu pengunjung


"Ah tidak, biasa saja" Kata Aris


"Sudahlah, jangan merendah. Kau itu kuat. Aku berani bertaruh pasti kau akan menang saat di final nanti" Kata salah satu pengunjung lainnya


"Aku juga yakin kau pasti menang. Maka dari itu, maukah kau menikahi anakku?" Tanya ayahnya Nia


"Ayah.." Kata Nia memukul ayahnya


Mendengar itu Angelia dan yang lainnya pun kaget.


"Me-menikah? Aku tidak percaya ini" Kata Angelia kaget


"Woy, apakah kau keberatan dengan itu?" Tanya Resti


"Ah, itu tidak masalah. Seorang pria bisa memiliki lebih dari 5 selir" Jawab Dinda


"Itu benar-benar tidak masuk akal" Kata Resti


"Jika kau ingin menjadi salah satunya. aku tidak apa-apa kok. Menurutku itu normal" Kata Dinda


"Normal? Kerajaan ini benar-benar aneh" Kata Resti


"Tapi, jika kak Aris menikah. Bagaimana pernikahannya, ya?" Tanya Melani


"Menurutku itu pasti mewah" Jawab Tasya


"Aku ingin makanan" Kata Yuni


"Aku juga" Kata Yuli


"Aku akan menjaga pernikahannya agar tidak ada penyusup" Kata Riana


"Baiklah semuanya, silahkan berpesta" Kata Ayahnya Nia


"Ya!!!" Kata semua orang serentak


"Sepertinya aku akan istirahat" Kata Aris


"Kalau begitu, biarkan aku yang mengantarnya" Kata Nia


"Tunggu dulu, karena dia adalah temanku maka aku yang harus mengantarnya" Kata Angelia sambil berdiri


"Teman-teman karena aku adalah tunangannya, maka biarkan aku saja yang mengantarkannya ke kamarnya" Kata Dinda

__ADS_1


"Aku tidak setuju, biarkan aku dan Melani yang mengantarnya" Kata Tasya


Semuanya pun berdebat ingin mengantarkan Aris ke kamarnya, tetapi pada saat ingin ditanya Aris langsung menghilang.


"Ah, kemana dia?" Tanya Angelia


"Aris, kau dimana?" Tanya Nia


"Kak Aris, dimana kau?" Tanya Tasya


Ternyata Aris sudah sampai dikamarnya dengan diantar oleh Resti.


"Terimakasih telah mengantarkan aku" Kata Aris


"Ya, tidak apa-apa" Kata Resti


"Ada apa?" Tanya Aris yang melihatnya tidak pergi dari kamarnya


"Ada yang ingin aku tanyakan" Kata Resti


"Apa itu" Kata Aris dengan wajah kebingungan


"Sebenarnya siapa kau?" Tanya Resti


"Eh? Memangnya kenapa kau tanya itu?" Tanya Aris


"Kau bisa menggunakan teknik bulan sabit dan juga efek penyembuhanmu cepat sekali. Aku juga mendengar bahwa Dinda pernah bermimpi" Jawab Resti


"Ia melihat bahwa kau pernah mengeluarkan pedang Aurora Sword. Apa kau adalah kakakku yang selama ini aku cari?" Tanya Resti sambil berkaca-kaca


Mendengar itu Aris pun kaget dan mencari alasan untuk menutupi semua fakta yang ada.


"Itu hanyalah sebuah mimpi. Bagaimana kau bisa mempercayainya begitu saja?" Tanya Aris


"Kau mungkin benar" Jawab Resti


"Dengar, aku adalah Aris Darmayudha dan aku bukan kakakmu. Mungkin suatu hari nanti kau akan bertemu dengannya" Kata Aris


"Apa itu benar?" Tanya Resti


"Jika suatu saat kau bisa bertemu dengannya. Maka pada saat itu jugalah kau akhirnya menemukan apa yang kau cari selama ini" Jawab Aris


"Baiklah, aku akan mempercayaimu. Kalau begitu aku pergi dulu. Terimakasih" Kata Resti


"Baiklah" Kata Aris sambil menutup pintunya


"Dia benar, yang aku butuhkan adalah hanya kesabaran saja" Kata Resti dalam hati

__ADS_1


Pada saat Resti pergi, Aris meneteskan air matanya karena ia tidak sanggup menahannya bahwa rasa sayang adiknya begitu besar kepada kakaknya.


"Tuan, kenapa kau tuan?" Tanya Quester


"Maaf, maaf jika aku masih terus menyembunyikan identitas asliku" Kata Aris sambil meneteskan air matanya


"Sudahlah tuan, aku yakin ia masih kuat menahannya" Kata Quester


"Kau benar, dia adalah adikku. Dulu pada saat aku bertemu dengannya ia sangat payah dan juga sangat lusuh" Kata Aris


"Tapi, kenapa ia bisa sampai sehebat sekarang?" Tanya Quester


"Orangtuaku mengatakan bahwa dia akan menjadi bagian dari keluargaku. Kata pertama yang ia keluarkan adalah kakak pada saat itu. Dan pada saat ia sudah tumbuh dewasa, aku melihatnya ia selalu gagal dalam tes. Aku pernah berpikir mungkin ini saatnya aku menjadi seorang kakak kataku. Tapi pada saat itu dialah yang datang padaku duluan bahwa dia ingin aku mengajarinya semua tentang sihir" Jawab Aris


"Jadi begitu, pantas saja kau bersedih" Kata Quester


"Yah, inilah aku hanya manusia biasa" Kata Aris


"Tapi yang aku lihat, dia sepertinya tegar dan tidak sedih, ya?" Tanya Quester


"Pada saat ia dewasa, orangtuaku menceritakan semuanya tentang kematian orangtuanya dan pada saat itu ia menangis. Tetapi, orangtuaku tidak bisa melakukan apapun padanya. Pada akhirnya aku datang dan memeluknya dan mengatakan sudahlah, orangtuamu sudah tenang disana dan biarkan kakakmu ini membalaskannya, jika salah satu dari kami ada yang tewas tetaplah tegar dan jangan sedih, karena jika orang yang mati itu ditangisi maka dia tidak akan tenang disana" Jawab Aris


"Oh jadi begitu ceritanya. Tuan kau menceritakan cerita yang sangat menyentuh" Kata Quester


"Benarkah? Aku tidak sadar" Kata Aris sambil mengusap sisa air matanya


"Jika dilihat kenapa dia selalu menggunakan elemen sihir es, ya? Apa itu tuan juga yang menyarankan?" Tanya Quester


"Ya tentu saja, karena pada saat aku mengajari semua elemen ia sangat tertarik dengan elemen es. Maka dari itu aku menyarankannya dan juga mengajari semua tekniknya dan juga dasar-dasarnya" Jawab Aris


"Sepertinya tuan menyayangi adiknya, ya?" Tanya Quester sambil tersenyum


"Tentu saja, kan. Lagipula aku kakaknya" Jawab Aris


"Ya itu benar, terus kenapa sekarang orangtuamu banyak yang pindah tugas?" Tanya Quester


"Pindah tugas bagaimana?" Tanya Aris yang masih kebingungan


"Resti pernah berkata bahwa ayahmu bekerja di kantor Asosiasi sihir dan ibumu sebagai pengajar disalah satu sekolah terkenal. Bagaimana menurutmu?" Tanya Quester


"Terakhir aku melihat orangtuaku pada saat aku memenangkan lomba The Master Academy. Jadi pada saat aku kabur membawa buah itu aku tidak tahu lagi bagaimana kehidupan orangtuaku" Jawab Aris


"Ayahmu benar-benar sangat hebat, ya? Ia bisa menguasai teknik teleportasi dengan sangat cepat dan bahkan ibumu juga menjadi kapten disalah satu regu penyelamatan. Benar-benar keluarga yang sangat hebat" Kata Quester


"Yah, aku bersyukur memiliki orangtua yang hebat padahal pada jaman dulu ayahku sangat kasar mengajariku berbagai jenis sihir dan juga ibuku yang sangat menekankanku untuk selalu bisa merapalkan berbagai banyak sihir. Tapi bagiku mereka adalah orangtua yang hebat dan juga memiliki anak yang hebat" Kata Aris


"Aku masih penasaran kenapa tuan menyembunyikan identitas asli tuan?" Tanya Quester

__ADS_1


"Kenapa, ya?" Tanya Aris kebingungan


...END...


__ADS_2