
Saat pagi hari, Aris dan yang lainnya berangkat ke sekolah seperti biasa. Ia dibuat terkejut dengan kemunculan Resti di ruangan kelasnya.
"Baiklah semuanya hari ini kita akan kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu" Kata guru kelas
"Baik.. hay semuanya namaku Resti Anjani untuk hari ini aku akan menjadi murid disini jadi semoga kita bisa akrab" Kata Resti
Seluruh ruangan kelas pun bersorak.
"Aku tidak percaya dia akan menjadi murid disini" Kata Dedi
"Aku kalah saing dalam kecantikan dan sihir" Kata Arina
"Apa yang dia pikirkan?" Tanya Aris dalam hati
Saat jam istirahat, Dedi mengajak Aris untuk makan di kantin tetapi ia juga didatangi oleh Resti.
"Hey Aris, maukah kau pergi ke kantin?" Tanya Dedi
"Baiklah. Ayo pergi" Jawab Aris
"Anu.. maaf. Apakah kau Aris Darmayudha?" Tanya Resti
"Iya, ada apa?" Tanya Aris
"Aku mau mengucapkan terima kasih padamu karena telah menyelamatkan nyawaku" Jawab Resti
"Iya, lagipula itu tidak apa-apa" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu aku duluan" Kata Dedi
"Iya, ada apa?" Tanya Aris sambil melihat muka Resti
"Anu.. apakah aku boleh disisi mu?" Tanya Resti
"Disisi? Apa maksudnya? Untuk apa?" Tanya Aris
"Aku hanya ingin membalas kejadian yang kemarin" Jawab Resti
"Aku bilang tidak apa-apa" Kata Aris
"Tidak bisa.. aku tidak akan bisa menepati janjiku pada kakakku" Kata Resti
"Memangnya kau berjanji apa padanya" Tanya Aris
"Adikku berjanjilah padaku jadilah pribadi yang kuat jika ada yang menyelamatkanmu maka balaslah" Jawab Resti sambil mengingat janjinya
"Begitu ya, tapi aku tidak memiliki sihir rank-ku saja paling bawah" Kata Aris
"Tidak apa-apa, kita bisa saling menjaga" Kata Resti
Resti terus meyakinkan bahwa ia ingin tetap berada disisi Aris. Saat senja seluruh siswa pulang menuju asramanya masing-masing.
"Baiklah sampai jumpa" Kata Resti
"Ehm... sepertinya kau mendapatkan keberuntungan, ya?" Tanya satpam penjaga asrama
"Yah.. tidak juga" Jawab Aris sambil tertawa
"Cepatlah masuk dan tidur" Kata penjaga asrama
"Baiklah" Kata Aris ketakutan
Di kamar Resti, Ia mencari informasi tentang Aris Darmayudha tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa.
"Sebenarnya siapa dia?" Tanya Resti
Saat pagi hari, cuacanya cerah dan seluruh siswa berangkat ke sekolah. Saat jam istirahat, Aris pergi ke kantin bersama Dedi. Setelah itu Aris tidak sengaja bertemu dengan Resti di depan pintu ruang kepala sekolah.
"Yo.. Resti, ada apa?" Tanya Aris
"Tidak ada, aku hanya dipanggil dengannya" Kata Resti
"Begitu ya, kalau begitu ya sudah" Kata Aris
__ADS_1
"Tunggu, katamu kakakku tidak tewas dan dia masih hidup, Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Resti dengan aura yang menyeramkan
"Yah.. aku hanya menebak-nebak saja aku sungguh tidak tahu keberadaan kakakmu" Jawab Aris sambil ketakutan
"Begitu ya" Kata Resti tenang
"Aku tidak menyangka ia memiliki aura yang menyeramkan" Kata Aris dalam hati
"Kalau begitu antarkan aku ke kantin" Kata Resti sambil menarik tangan Aris
"Oy .. tunggu, aku baru saja dari tempat itu" Kata Aris
"Sudahlah temani saja aku" Kata Resti sambil tertawa
"TIDAK MUNGKIN!!" Kata Aris teriak
Saat sore hari. Aris terlihat lesu dan ia ingin cepat pulang dan tidur.
"Sepertinya kau kelelahan" Tanya Dedi
"Ah aku lelah sekali, aku benar-benar tidak kuat dengannya" Kata Aris
"mungkin dia menyukaimu" Kata Dedi
"Jangan bodoh, dia kan ahli sihir di kerajaan pasti sihirnya besar mana mungkin dengan ku yang tidak bisa menggunakan sihir" Kata Aris
"hm.. aku tidak berpikir begitu, mungkin cintanya tulus padamu" Kata Aris
"Kau tahu entah mengapa aku benar-benar ingin pulang cepat dan meninggalkan mu disini" Kata Aris
"Cuma bercanda" Kata Aris sambil tertawa
Saat pulang aris dipanggil oleh kepala sekolah dan menyuruhnya ke ruangannya.
"Ada apa?" Tanya Aris
"Maaf jika ini mendadak tapi bisakah kau menolongku" Kata kepala sekolah
"Dari guild petualang mereka kekurangan orang dan meminta dari murid sekolah kita untuk mengambil tugas yang diberikan oleh orang lain" Kata kepala sekolah
"Begitu ya.. apa misinya?" Tanya Aris
"kalian disuruh menelusuri ruangan bawah tanah yang ada di hutan Frizala dan mengalahkan monster yang menyebabkan pertanian mereka terganggu. Kalian diharuskan berkelompok 4 orang. Maka dari itu aris tolong cari 3 lainnya karena besok kalian akan pergi dan tentu saja kalian sudah dapat cek absen selama 1 Minggu" Kata kepala sekolah
"Apa ada imbalannya?" Tanya Aris
"Tentu saja dan dari pihak sekolah akan menambahkan juga" Kata kepala sekolah
"Baiklah. Tapi mengapa aku?" Tanya Aris
"Resti, dia mengatakan kau bisa menggunakan sihir. Apa itu benar?" Tanya Ibu kepala sekolah
"Sial, aku lupa menghapus ingatannya. Ah.. aku kira dia mengada-ada jika ingin menuduh orang harus ada buktinya, kan?" Tanya Aris sambil tertawa kecil
"Baiklah, kalau begitu. Jangan lupa!!" Kata Ibu kepala sekolah
Saat pulang dari sekolah Aris pergi ke asrama perempuan untuk meminta bantuan kepada Resti dan Arina. Tidak berapa lama akhirnya mereka berdua setuju dan sisanya adalah Dedi.
"Dedi" Kata Aris sambil mengetuk pintu kamarnya
"Ada apa?" Tanya Dedi sambil membukakan pintunya
"Bisakah kau menolongku?" Tanya Aris
"Tentu saja aku akan menolongmu" Jawab Dedi
"Baiklah besok jam 6 pagi didepan gerbang sekolah, ya" Kata Aris
"Besok pagi? Bukankah besok bukan hari libur?" Tanya Dedi
"Jika kau ingin menolongku datanglah itu saja" Jawab Aris
"Baiklah" Kata Dedi
__ADS_1
Besok pagi di depan gerbang sekolah. Dedi, Arina dan Resti sudah berkumpul di depan gerbang tetapi Aris masih belum sampai.
"Oy.. kenapa dia lama sekali" Tanya Arina ke arah Dedi
"Aku tidak tahu saat aku pergi dia tidak menjawab apa-apa" Kata Dedi
"Mungkin dia sedang dijalan" kata Resti sambil tersenyum
Tiba-tiba Aris datang dari dalam gerbang sekolah.
"Oh kalian sudah disini, baiklah ayo kita berangkat" Kata Aris
"Tunggu sebentar, kau darimana datangnya?" Tanya Arina
"Aku datang jam 4 pagi dikarenakan untuk mengambil barang-barang yang perlu" Kata Aris
"Begitu ya" Kata Arina
Saat berangkat Aris memberitahu tugas apa yang harus dikerjakan dan waspada apa yang bisa membahayakan keselamatan timnya. Dan, tidak berapa lama mereka sudah sampai hutan Frizala dan menemukan ruangan bawah tanahnya.
"Baiklah mari kita bekerja" Kata Aris
Saat masuk ke dalam suasananya menyeramkan dan terasa dingin.
"Tempat ini menyeramkan" Kata Resti
"Dan juga sangat dingin" Kata Arina
Tiba-tiba mereka mendengar suara sekelompok monster yang berlari ke arahnya dengan cepat.
"Sepertinya aku mendengar suara, mereka berkelompok dan juga menuju kemari" Kata Aris
"Itu kan.." Kata Dedi
"Yah benar.. monster" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu kita akan menyerangnya" Kata Arina
"Baiklah semuanya serang" Kata Aris dengan semangat
Setelah selesai mereka juga didatangi oleh monster berkepala dua dan juga kuat.
"Aku lelah sekali" Kata Aris yang sudah kelelahan
"Sepertinya aku kehabisan mana" Kata Arina
"Aku.. juga" Kata Resti
"Jadi.. bagaimana ini Aris?" Tanya Dedi
"Aku mendengar suara lagi dia sendiri tetapi sangat kuat" Kata Aris
"1 orang ya... kalau begitu kita kalahkan saja" Kata Dedi
"Tunggu.. sepertinya dia bisa merasakan hawa keberadaan kita jadi hati-hati" Kata Aris
Tiba-tiba monster itu menyerang Aris yang membuat dirinya terluka.
"Aris!!!" Kata Dedi
"Aris" Kata Arina
"Semuanya ayo pergi" Kata Aris
Mereka pun pergi secepatnya tetapi monster itu lebih cepat dari mereka berempat.
"Apa?" Kata Dedi
"Cepatnya" Kata Resti
Mereka berempat pun dibuat terpojok oleh monster itu dan tidak bisa berbuat apa-apa.
...END...
__ADS_1