Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Guru


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita mulai saja?" Tanya Dani


"*Cih.. sepertinya aku bakalan kalah*" Kata Dedi dalam hati


"PRIT!!" suara pluit wasit


"Baiklah aku menyerang, ya" Kata Dani


Dani mengeluarkan sihir anginnya.


"Apa!!!!" Kata Dedi


"Elemen Angin - Pusaran Angin" tambahnya


"Elemen Angin - Pusaran Angin" Rapalan Dedi


Dua elemen angin beradu menciptakan ledakan yang besar


"(Kelelahan).. Aku hanya bisa mengimbanginya kalau dia menggunakan sihir tingkat S. Setelah ini apa yang akan aku lakukan?" Tanya Dedi dalam hati


"Kenapa? Hanya segini saja kekuatan mu? Tidak seru" Kata Dani sombongnya


"Cepatlah keluarkan kekuatan mu aku ingin sekali melawan mu" Tambahnya


"Dasar keluarga tidak tahu diri ya.. mentang-mentang keluarga terkenal" Kata salah satu penonton


"Woy lemah cepatlah keluarkan kekuatan mu kalau tidak kamu akan kuhabisi" Lata Dani


"(terengah-engah) Aku.." Kata Dedi


"Kalau begitu terima ini Elemen Angin - Peluru Angin" Kata Dani


Muncul peluru angin yang sangat cepat. Dedi pun terkena peluru angin dan membuat ia kesakitan


"Ah..!!" Dedi yang tampak kesakitan


"Hahaha.. lemah, kau seharusnya tidak usah menggunakan sihir angin, dasar lemah" Kata Dani sombongnya


"aku tidak mungkin menyerah dalam pertarungan ini karena aku memiliki janji dengan temanku untuk pergi ke Kontes The Magic Academy" Kata Dedi sambil bangun


"Sepertinya kau sudah banyak omong ya... terima ini Elemen Angin - Badai Angin" Kata Dani


"Bukankah itu Sihir tingkat SS ya?" Kata penonton


"iya memang benar itu sihir tingkat SS" Kata penonton lain


Keluarlah badai angin yang sangat kencang menuju Dedi.


"Sudah kubilang aku tidak akan kalah dalam pertarungan ini karena selama ini aku sudah latihan dengan keras" Kata Dedi sambil semangat


Saat badai angin tersebut datang dengan cepat. Dedi bisa menghindarinya dengan sangat cepat.


"Elemen Angin - Langkah Angin" Kata Dedi


"Apa.. kenapa...?" Dani kebingungan


"Bagaimana kamu bisa menggunakan sihir tingkat SS?" tambahnya


"Itu jawaban yang simpel yaitu berlatih keras" Jawab Dedi


"Tidak.. tidak mungkin.. Elemen Angin - Pusaran Angin" Kata Dani


Dani mengeluarkan sihir tingkat S berulang ulang kali. Dan Dedi pun dapat menghindari setiap sihir miliknya. Ia pun sampai dibelakang Dani.


"Kenapa.. kenapa aku tidak bisa mengalahkan penyihir tingkat S lemah itu" Tanya Dani


"Itu mudah saja jangan pernah meremehkan lawan mu" Jawab Dedi


Dedi pun mengeluarkan sihir anginnya yang ia latih sendiri.


"Elemen Angin - Tinju Angin" Rapalan Dedi


Dani pun terpukul hingga mengenai tembok. Ia pun berhasil masuk ke persepuluh final.


"Baiklah semuanya pemenang adalah Dedi. Baiklah semuanya hari ini kita istirahat dulu, kita akan kembali dalam 30 menit" Kata Penyiar


Di kantin.

__ADS_1


"Wah kamu hebat ya Dedi bisa mengalahkan keluarga Alves" Kata Arina


"Yah itu hanya kebetulan saja kok" Kata Dedi


"Itu hebat Dedi bisa memiliki sihir tingkat SS 1 saja sudah bangga, ohh ya kalau kamu mau bagaimana kalo aku ajarkan sihir angin tingkat SS yang lain?" Tanya Aris


"Hah?.. kau saja tidak bisa menggunakan sihir memang apa yang mau kau ajari padaku?" Tanya Dedi


"Ohh iya ya... hehehehe" Aris tertawa


"Tapi jika kau memang bisa tolong ajari aku ya, guru?" Tanya Dedi


Semuanya pun tertawa.


Acaranya pun dilanjutkan.


"Baiklah semuanya waktunya pertandingan selanjutnya yaitu The No Magic melawan Dika Ananto si shuriken hitam" Kata penyiar


"Bisakah dia melawan Dika?" Tanya Arina


"Kau tau dia memang pengguna pedang dan teman sekelas ku tapi tetap saja dia guruku" Kata Dedi


"Kau masih menganggap nya guru?" Tanya arina


"Hehehe agar dia senang saja" Jawab Dedi


"PRIT!!" suara pluit wasit


"Kau tau pemenangnya sudah ditentukan?" Tanya Dika


"Ya.. aku sudah tau.. tapi tetap saja aku yang akan menang" Jawab Aris


"Jangan sombong kau!!!" kata Dika sambil kesal


Dika mengeluarkan shuriken nya sebanyak 3.


"Mati kau!!!" Kata Dika


Dika melempar shuriken nya. Tetapi, Aris hanya bisa menghindari 2 shuriken nya. Dan shuriken ke 3 mengenai bahunya.


"Hoy... kau terluka tuhh" Kata Dika sambil menunjuk ke arah bahunya


"Kni bukan apa-apa.. ini hanya luka kecil" Kata Aris


"Baiklah bagaimana kau menghindari ini" Kata Dika


Dika mengeluarkan 3 shuriken.


"Terima ini.." Kata Dika sambil melempar shuriken nya


"Di arah yang sama.. baiklah" Kata Aris dalam hati


Aris bisa menghindari semua shuriken. Tetapi, ia terkejut.


"Mudah sekali menghindari nya" Kata Aris dengan sombongnya


"Benarkah? Bagaimana kalau ini.. Shuriken - Hedar Brus" Kata Dika


"Apa..!!" Kata Aris kaget


"Lambat" Kata Dika


Akhirnya aris terkena semua shuriken nya dibagian punggung.


"ah..!!" Kata Aris teriak


"Guru..." Kata Dedi sambil berdiri dibangku penonton


"Aris..." Kata Arina


"oy.. oy .. hanya segini kah kemampuan mu?" Tanya Dika


"Guru bangunlah.. aku membutuhkanmu untuk latihan dengan mu" Kata Dedi


"Cih berisiklah.. seandainya kau adalah lawan ku akan kuhabisi kau" Kata Dika


"Jangan.. jangan kau coba-coba menghabisi temanku" Kata Aris sambil berdiri

__ADS_1


"Cih.. orang yang lemah tidak perlu mengaku-ngaku mempunyai teman" Kata Dika


"Baiklah kalau begitu akan kutunjukkan seni pedang ku padamu" Kata Aris


"Benarkah? Akhirnya kau serius juga ya" Kata Dika


Dika mengeluarkan 3 shuriken nya.


"Rasakan ini" Kata Dika sambil melemparkan shuriken nya


"Penguatan tubuh - Vision Perfect" Kata Aris sambil menutup mata


Aris pun bisa menghindari semua serangannya.


"Tidak semudah itu.. Shuriken - Hedar Brus" Kata Dika


Sekali lagi Aris bisa menghindari serangannya tanpa melihat.


"Kenapa? Kenapa dia bisa menghindari nya padahal tanpa melihat ke belakang?" Tanya Dika dalam hati


"Aliran Pedang - Satu Tebasan" Kata Aris


Dika pun terpental ke arah tembok dan tak sadarkan diri.


"Pemenangnya ialah No Magic. Baiklah dengan ini No Magic masuk ke persepuluh final bersama Dedi" Kata penyiar


"Baiklah semuanya hari ini kita sampai di sini dulu dan sampai jumpa besok lagi" Kata Penyiar


Di asrama. Aris langsung menuju ke kamarnya, ia terkejut tiba-tiba ada menaruh kotak makan di depan pintu kamarnya.


"Sepertinya biasa ya.. baiklah kalau begitu" Kata Aris


Aris mengeluarkan sihir dengan radius 30 meter dari ia berdiri dan tidak menemukan orang yang mencurigakan.


"Tidak ada? Baiklah kalau begitu aku makan saja" Kata Aris


Setelah selesai ia mandi dan menuju tempat tidur. Dan tidak berapa lama Dedi mengunjungi kamarnya.


"Kau hebat sekali guru" Kata Dedi


"hmp.. (tersenyum).. kalau kau tidak senang jangan panggil aku guru" Kata Aris


"Eh kenapa... kenapa guru? Padahal aku ingin sekali diajari oleh mu" Kata Dedi


"Aku tidak memiliki sihir apa yang kau inginkan dariku" Kata Aris


"Hehehe.. tidak ada tapi kau bisa mengajariku teknik pedangmu" Kata Dedi


"Gini ya.. seharusnya kau berlatih keras dengan sihir anginmu" Kata Aris


"Hehehe tapi aku sudah tidak bisa naik lagi" Kata Dedi


"Tidak bisa naik lagi?" Tanya Aris kebingungan


"Sepertinya langkah angin sudah menjadi teknik andalan ku" Kata Dedi


"Begitu ya.. tapi besok kan tidak ada pertandingan dan sekolah libur mau kah kau ke ruang latihan sihir?" Tanya Aris


"Benarkah apakah guru akan mengajariku sihir angin yang lainnya?" Tanya Dedi sambil tersenyum


"iya" kata Aris


"Tapi kan kau tidak bisa menggunakan sihir?" Tanya Dedi


"Benarkah.. gini aja kau mau datang atau tidak?" Tanya Aris


"Tentu saja guru" Kata Dedi dengan penuh semangat


"Baiklah kalau begitu tidurlah kita akan berkumpul pagi-pagi sangat" Kata Aris


"Emang tidak bisa siangan guru?" Tanya Dedi


"TIDAK BISA !!!" Kata Aris


"Baiklah" Jawab Dedi


...END...

__ADS_1


__ADS_2