
Tidak lama terdengar bel berbunyi yang menandakan bahwa ujian telah selesai.
"Tuan, bel sudah berbunyi. Ayo kita pergi ke atap sekolah" Kata Quester
"Baiklah. Ayo kita pergi" Kata Aris
Aris dan Quester pun pergi ke atap sekolah. Dan saat membuka pintu, mereka menemukan seorang wanita dengan kacamata yang sangat cantik.
"Permisi, apa kamu yang mengirim surat ini kepadaku? Tanya Aris
"Iya itu benar. Terima kasih sudah datang saat ini. Padahal saat ini kau sedang sibuk" Jawab wanita berkacamata itu
"Tidak masalah. Jadi, apa yang ingin kau sampaikan? Tanya Aris
"Apa kau sudah membaca suratku?" Tanya balik wanita berkacamata
"Sudah. Jadi?" Kata Aris
"Sebenarnya aku menyukaimu. Jadilah pacarku!!!" Kata wanita berkacamata itu
"Terimakasih. Tapi, maaf. Aku tidak bisa menjadi pacarmu" Kata Aris
"Eh? Kenapa? Apa aku kurang tertarik di matamu?" Tanya wanita itu
"Tidak. Bukan itu. Hanya saja aku belum tertarik dengan yang namanya cinta" Jawab Aris
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berteman?" Tanya lagi wanita itu
"Menurutku itu boleh. Jadi, siapa namamu?" Tanya Aris
"Ah, maaf. Namaku Ira. Ira Maya. Kau bisa memanggilku Ira" Kata Ira
"Baiklah, Ira. Aku harap kamu tahu jawabannya, kan" Kata Aris
"Iya. Maaf, kalau mengganggu waktumu" Kata Ira
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan" Kata Aris
"Baik. Silahkan" Kata Ira melambaikan tangan
Setelah Aris pergi, Ira menangis sejadi-jadinya.
"Tuan, dia sudah menangis" Kata Quester bersedih
"Aku tahu. Tapi, memang begitu seharusnya" Kata Aris ikut bersedih juga
"Apa menurut Tuan ini adalah yang terbaik?" Tanya Quester
"Tentu saja. Lagipula dia juga ingin menjadi temanku" Jawab Aris
"Begitu, ya" Kata Quester
"Ya. Baiklah. Karena sudah selesai, bagaimana kalau kita pulang dan istirahat?" Tanya Aris
"Baiklah. Tapi, sebelum itu, bagaimana kalau kita pergi ke supermarket?" Tanya Quester
"Memangnya apa yang ingin kau beli?" Tanya Aris
"Aku ingin mie cup" Jawab Quester
"Jarang sekali, kau ingin makan mie?" Tanya Aris
"Aku hanya ingin saja" Jawab Quester
__ADS_1
"Baiklah. Kita pergi ke supermarket terlebih dahulu" Kata Aris
"Ya!!!" Kata Quester semangat
Setelah sampai di depan supermarket, Aris masuk dan terkejut karena baru pertama kali ia memasuki supermarket yang ada di sekolahnya.
"Wah, aku baru tahu isinya seperti ini" Kata Aris
"Betul, Tuan. Rapi sekali, dan juga banyak siswa-siswi yang kemari" Kata Quester
"Jadi, kita perlu mie cup saja, ya?" Kata Aris
"Eh? Tuan, tidak mau?" Tanya Quester
"Aku mungkin makan nanti sore saja" Jawab Aris
"Baiklah. Kalau begitu, aku pilih, ya" Kata Quester
"Bawakan beras dan juga minuman zola, ya. Aku akan tunggu di luar. Ini uangnya" Kata Aris sambil memberikan uang kepingan perunggu
"30 perunggu? Apa cukup, Tuan?" Tanya Quester
"Mungkin saja. Jika tidak cukup, kau temui aku di luar" Jawab Aris
"Baiklah. Akan saya laksanakan" Kata Quester
"Kalau begitu, aku tunggu di luar, ya" Kata Aris
"Baik" Kata Quester melambaikan tangan
Setelah ditinggal Aris, Quester belanja sendiri. Pertama-tama ia memilih beras dan zola untuk Aris. Setelah itu, ia mengambil beberapa mie cup dengan aneka macam rasa. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan, Quester langsung pergi ke meja kasir untuk membayar semua belanjaannya.
"Eh? Kamu siapa? Imut sekali" Kata kasir wanita
"Oh, si paling cepat mengerjakan ujian sekolah itu, ya?" Kata kasir wanita
"Ya, aku tidak tahu rumor itu sampai ke sini" Kata Quester
"Jadi, bagaimana kabar Kakakmu? Apa dia ikut belanja kesini?" Tanya kasir wanita itu
"Iya, dia ikut. Dia sedang di luar. Aku tidak tahu kenapa ia tidak mau masuk kedalam" Jawab Quester
"Eh? Serius? Padahal aku ingin menanyakan bagaimana caranya dia bisa begitu cepat mengerjakan ujian tersebut" Kata kasir wanita
"Mungkin itu juga alasannya ia tidak mau masuk kedalam sini" Kata Quester
"Begitu, ya. Baiklah, semuanya 45 perunggu" Kata wanita kasir itu
"Aduh, maaf. Aku mau keluar dulu. Uangku kurang. Aku hanya membawa 30 perunggu" Kata Quester
"Baiklah, aku pisahkan dulu belanjaannya, ya" Kata wanita kasir
"Terimakasih" Kata Quester pergi ke luar
Quester pun keluar dari supermarket dan menemui Aris yang sedang duduk di luar supermarket.
"Tuan, uangnya kurang" Kata Quester
"Benarkah? Aku kira pas. Berapa kekurangannya?" Tanya Aris
"Sedikit. Hanya 15 perunggu" Jawab Quester
"Baiklah. Tunggu sebentar, ini" Kata Aris memberikan uang 15 perunggu
__ADS_1
"Terimakasih, Tuan" Kata Quester berlari masuk kedalam supermarket
Saat didalam supermarket, Quester langsung pergi ke depan kasir dan memberikan kekurangan uangnya.
"Ini" Kata Quester sambil memberikan uangnya
"Terimakasih banyak. Ah, kau imut sekali. Tunggu sebentar, ya" Kata wanita kasir itu
Wanita kasir itu pergi ke arah lemari pendingin dan mengambil satu es krim.
"Ini" Kata wanita kasir itu
"Apa ini? Aku tidak memiliki uang lagi" Kata Quester
"Tidak apa-apa. Ini aku yang traktir" Kata wanita kasir itu
"Benarkah? Terimakasih" Kata Quester
"Tapi kau harus memenuhi syarat dulu" Kata wanita itu
"Syarat? Apa itu?" Tanya Quester yang kebingungan
"Izinkan aku memegang pipimu" Jawab wanita itu
"Boleh saja. Tapi, jangan lama-lama. Aku tidak mau membuat kakakku menunggu" Kata Quester
"Benarkah? Kalau begitu, akan aku lakukan" Kata wanita itu
Wanita itu pun memegang pipinya Quester yang kelihatan kecil dan imut.
"Baik, terimakasih. Sungguh, kau benar-benar imut. Aku jadi ingin bermain denganmu lebih lama" Kata wanita itu
"Kalau begitu, aku pergi dulu, ya. Terimakasih untuk es krimnya, Kakak" Kata Quester sambil pergi
"Ah, imut sekali saat dia memanggilku Kakak" Kata wanita itu sangat senang
Quester pun pergi ke luar dan menemui Aris.
"Lama sekali, ada apa?" Tanya Aris
"Wanita kasir itu ingin memegang pipiku. Dia mengatakan aku imut. Setelah itu, ia memberikanku es krim ini" Kata Quester sambil menunjukkan es krimnya
"Begitu, ya. Baiklah. Ayo kita pulang. Aku ingin segera memasak nasi dan juga mie" Kata Aris
"Eh? Kau ingin memakan mienya juga?" Tanya Quester yang terkejut
"Memangnya tidak boleh?" Tanya balik Aris
"Katanya Tuan ingin makan nanti sore. Kenapa jadi hari ini" Jawab Quester
"Eh? Apa memang aku mengatakan itu?" Tanya lagi Aris
"Kau mengatakannya tadi!!" Jawab Quester
Aris pun berpikir.
"Aku tidak ingat" Kata Aris
"Ah Tuan!!!" Kata Quester cemberut
"Ya, ya. Aku akan masak nasi saja hari ini. Memang benar apa yang dikatakan kasir tersebut. Kau benar-benar imut. Apalagi saat cemberut" Kata Aris sambil tertawa
"Kau ini, Tuan. Dasar bodoh" Kata Quester bersuara pelan
__ADS_1
...END...