Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Sisi Lain Quester


__ADS_3

Saat tiba di asrama, Aris menyapa penjaga asrama dan penjaga asrama pun membalas sapaannya. Setelah itu, Aris masuk ke kamarnya. Di sepanjang jalan, ia tidak pernah melihat lagi penghuninya berkeliaran kesana-kemari.


"Baiklah, aku mau masak nasi dulu. Kau masak air panas saja. Nanti setelah selesai, aku akan bantu" Kata Aris pergi ke belakang


"Ya, Tuan" Kata Quester


Aris dan Quester mengerjakan tugasnya masing-masing. Setelah menunggu lama, akhirnya Quester memanggil Aris yang sedang berada di belakang.


"Tuan, air panasnya sudah selesai" Kata Quester


"Baiklah, aku akan kesana. Kau tunggu saja disamping sofa" Kata Aris


"Baik" Kata Quester


Setelah selesai dengan pekerjaannya. Aris langsung mengerjakan tugas milik Quester. Setelah selesai, ia menaruh mie cupnya di atas meja kecil.


"Sekarang tinggal tunggu" Kata Aris


"Baik, Tuan. Setelah ini apa yang akan Tuan lakukan?" Tanya Quester


"Setelah ini aku harus menunggu nasi. Jika tidak, nasi itu akan menjadi gosong" Jawab Aris


"Oh, begitu. Tuan, ceritakan tentang kerajaan yang ada di sini dong" Kata Quester


"Cerita, ya? Aku tidak terlalu paham dengan semua kerajaan. Dulu saja, aku hanya berlatih dengan orangtuaku dan setelah cukup mahir, aku bersekolah di Magic Academy. Setelah mendapatkan 2 tahun, sekolah mengadakan kegiatan The Master Academy. Kami disuruh melawan satu sekolah. Jika berhasil, maka kita akan dilawan oleh sekolah lain dan jika masih bertahan, maka finalnya kita akan melawan The Master Academy tersebut. Jika kita menang, maka kita bisa menggantikan posisinya tersebut dan jika kita kalah maka posisi The Master Academy akan bertahan dan kita akan dikembalikan ke sekolah" Kata Aris


"Lalu Ronald itu The Master Academy yang sebelumnya?" Tanya Quester


"Tidak. Master Academy sebelumnya sudah tidak kuat menjabat. Jadi, setelah 2,5 tahun ia pensiun dini. Alasannya sungguh tidak ada yang tahu. Jadi, pada saat aku melawan Ronald, itu bisa dikatakan kita sedang memperebutkan gelar The Master Academy" Jawab Aris


"Begitu, ya. Apa Tuan tahu The Master Academy sebelumnya?" Tanya lagi Quester


"Tidak tahu. Yang aku tahu pada saat mendaftar ia melewati sekolah. Bisa dikatakan ia tidak sekolah disitu tapi hanya ikut serta dalam kegiatan The Master Academy" Jawab Aris


"Aku jadi mengerti. Apa kegiatan The Master Academy sekarang hanya ingin mencari penerusnya lewat sekolah?" Tanya Quester


"Mungkin saja mereka akan mengadakan juga untuk masyarakat sekitar. Jika itu terjadi, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencari penerus The Master Academy akan sangat lama. Lagipula keputusan itu ditentukan oleh para asosiasi sihir" Jawab Aris


"Tuan, sudah selesai belum?" Tanya Quester melihat mie cupnya


"Coba kulihat, sepertinya sudah. Kalau begitu, aku mau cek nasinya dulu. Kau makan saja duluan" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester membuka bungkus atasnya mie cup


Quester pun langsung memakan mie cupnya sedangkan Aris mengangkat nasi yang sudah matang ke atas meja makan.


"Kau tahu, Quester. Alangkah baiknya makan mie tuh pakai nasi" Kata Aris


"Pakai nasi? Memangnya kenapa?" Tanya Quester

__ADS_1


"Aku hanya merasa lebih baik saja. Dan tentu juga agar cepat kenyang" Jawab Aris


"Baiklah. Kalau begitu, berikan padaku nasinya. Tapi, jangan banyak-banyak" Kata Quester


"Baiklah. Tunggu sebentar, aku ambilkan piring terlebih dahulu" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester


Setelah kembali, Aris memberikan nasi dengan jumlah yang cukup.


"Apa segini cukup?" Tanya Aris


"Cukup" Jawab Quester mengambil piringnya


"Hati-hati makannya. Soalnya masih panas" Kata Aris


"Ya. Selamat makan" Kata Quester memakan dengan perasaan senang


"Lelah sekali. Padahal sudah mau sore. Aku mau mandi dulu" Kata Aris pergi meninggalkan Quester yang sedang makan


"Ya" Kata Quester


Aris pun mandi dan Quester masih makan mie cupnya dengan nasi. Setelah selesai mandi, Aris melihat Quester yang sedang tidur.


"Dasar, kau ini. Woy Quester, bangun. Sudah giliran kau untuk mandi" Kata Aris sambil membangunkan Quester


"Ya, sebentar lagi" Kata Quester yang mengigau


"Baik" Kata Quester bangun dari tidurnya


"Bawa piringnya dan cuci sana" Kata Aris


"Baik" Kata Quester masih lemas


Quester pun pergi ke dapur sambil membawa piring kotornya untuk dicuci. Setelah itu, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai, Quester masih memakai pakaian itu. Aris yang melihatnya sedikit terkejut.


"Hey, apa pakaianmu hanya itu saja?" Tanya Aris


"Tentu saja, ini kan Tuan yang membelinya" Jawab Quester


"Begitu, ya. Setelah ujian selesai, kita akan pergi untuk membelikan pakaian untukmu, Kau mau?" Tanya Aris


"Ya, mau Tuan" Jawab Quester semangat


Suasana sudah hampir malam dan cuaca juga lumayan mendung. Angin lumayan kencang sehingga membuat jendela di dekat dapur bergoyang.


"Aduh, sepertinya bakalan turun hujan" Kata Aris sambil menutup jendelanya yang kecil


"Ada apa, Tuan?" Tanya Quester yang sedang mengelap rambutnya

__ADS_1


"Hujan akan turun, kemungkinan besar hujannya deras. Kau sedang apa?" Tanya Aris


"Ah, aku sedang mengelap rambutku. Tuan, bantu aku dong" Kata Quester


"Baiklah. Biar ku bantu" Kata Aris


Aris pun duduk di atas ranjang dan Quester di pangkuannya Aris.


"Rambutmu wangi sekali. Apa kau membeli shampo pada saat di supermarket?" Tanya Aris


"Ya, aku menemukan uang 5 keping perunggu di taman tadi. Jadi, aku tidak sengaja mengambilnya. Makanya tadi aku mengajak Tuan untuk ke supermarket" Jawab Quester


"Begitu, ya. Dan juga rambutmu halus sekali, ya" Kata Aris


"Apa Tuan suka?" Tanya Quester


"Ya, suka sekali. Dan juga rambutmu tidak rontok sama sekali. Oh iya, kenapa pas berubah menjadi naga rambutmu tidak kelihatan, ya?" Tanya Aris


"Itu karena perubahan wujud kita sebagai manusia. Jadi, kami ras naga harus bisa berubah seperti layaknya manusia. Mulai dari rambut hingga ujung kaki" Jawab Quester


"Begitu, ya. Sudah selesai" Kata Aris


"Terimakasih, Tuan. Aku suka" Kata Quester


"Ya, ya. Besok hari terakhir, ya?" Kata Aris


"Ya. Yang semangat, Tuan. Aku yakin pasti Tuan bisa" Kata Quester


"Ya, jadi bisakah kau turun dari pangkuanku?" Tanya Aris


"Tidak mau. Aku ingin disini" Jawab Quester


"Heh? Kok begitu. Sudah turun saja, bukankah saat ini kau masih mengantuk?" Tanya Aris


"Tidak, setelah disisiri oleh Tuan. Aku jadi bersemangat lagi" Jawab Quester


"Kau tunggu disini. Aku mau melihat ke jendela dulu, apakah hujannya sudah turun atau belum" Kata Aris sambil mengangkat Quester dari pangkuannya


"Baiklah" Kata Quester


Aris melihat ke jendela dan seperti baru gerimis dengan kilat yang menyambar. Tiba-tiba terdengar kilat yang kuat dengan suara yang keras. Quester pun ketakutan dan menutup dirinya dengan selimut.


"Apa kau takut?" Tanya Aris sambil tersenyum dan tertawa kecil


"Ya. Dan juga kenapa Tuan tertawa?" Tanya Quester kesal


"Tidak. Hanya saja kau benar-benar imut saat ketakutan" Jawab Aris tertawa


"Dasar Tuan bodoh" Kata Quester semakin kesal

__ADS_1


Aris hanya bisa menertawainya dengan pelan.


...END...


__ADS_2