
Keesokan paginya.
"Dimana aku?" Tanya Aris baru bangun
"Kak Aris!" Kata Tasya langsung memeluknya
"Eh? Tasya. Sejak kapan kamu disini?" Tanya Aris
"Semalaman" Jawab Tasya
"Ah, begitu. Sepertinya kambuh lagi penyakitku" Kata Aris
"Iya. Tolong, jangan tinggalkan kami. Kami tidak mau" Kata Tasya
"Sudah, sudah. Aku tidak akan meninggalkan kalian semua. Ayo, kita keluar" Kata Aris
"Ya" Kata Tasya
Aris pun keluar. Ia pun disambut dengan rasa haru.
"Kak Aris!!" Kata mereka semua berlari ke arahnya
"Ah, sudah, sudah. Aku sudah mendingan. Terimakasih karena sudah menghawatirkan aku" Kata Aris
"Jadi, apa benar efek ramuannya sudah mulai bekerja?" Tanya Quester
"Sepertinya sudah. Dan juga, aku lupa kemarin untuk kembali ke rumahnya kepala desa" Kata Aris
"Kau ini, malah memikirkan yang lain, ya" Kata Quester
"Tentu saja, kan. Aku melakukan ini untuk mereka semua. Lagipula ras setengah hewan, hanya tersisa mereka ini. Aku akan melindunginya agar tidak punah" Kata Aris
"Begitu, ya. Yah, itulah Tuanku" Kata Quester
"Riana, bagaimana dengan hasil panen kita?" Tanya Aris
"Baik, semuanya masih bagus. Apa Kak Aris mau membawa semuanya?" Tanya balik Riana
"Ya, tolong. Dan juga, Melani. Apa kamu sudah menanam semua bibit yang kuberikan?" Tanya Aris
"Sudah semuanya. Kemungkinan 2 hari lagi akan terlihat daunnya saja" Jawab Melani
"Baguslah, kalau begitu. Baiklah, semuanya. Tolong sekali lagi" Kata Aris
"Baik!!" Kata mereka serentak
Aris pun keluar untuk mencari angin segar. Ia terkejut, karena suasananya sangat sunyi dan terdengar suara-suara monster dibalik pepohonan.
"Aku harus mengeceknya. Apa penghalangku masih bekerja atau tidak" Kata Aris pergi
"Kak Aris, dimana kau?" Tanya Tasya sambil keluar
Tasya yang melihatnya, hanya bisa terkejut karena Aris tidak ada diluar.
"Akhirnya, sampai juga. Sepertinya masih cukup" Kata Aris
Setelah itu, Aris pun kembali ke rumahnya.
"Kak Aris, darimana saja?" Tanya Tasya
"Eh? Ada apa?" Tanya Aris sambil mengusap kepalanya
"Ti-Tidak ada" Jawab Tasya
"Kalau begitu, aku mau makan sesuatu. Aku belum sarapan pagi ini" Kata Aris
"Ya, silahkan" Kata Tasya
Setelah didalam, Aris melihat Ririn dan juga Riana yang sedang memasak. Aris pun menghampiri mereka berdua.
"Kalian" Kata Aris
__ADS_1
"Kak Aris" Kata Riana
"Tuan. Ada apa?" Tanya Ririn
"Sepertinya aku harus melatih kalian. Kau tahu, untuk pertahanan diri. Nanti siang, temui aku di belakang rumah" Kata Aris
"Baik. Tapi, bagaimana dengan panen sebelumnya? Bukankah kau tadi menyuruhku untuk memasukkan semuanya?" Tanya Riana
"Tenang saja. Aku bisa melakukan itu keduanya" Jawab Aris sambil mengedipkan matanya
"Baiklah. Aku senang" Kata Riana
"Sekarang, berikan aku makanan. Aku lapar sekali" Kata Aris yang sudah lemas
"Kau belum sarapan, ya" Kata Ririn
"Ya. Setelah aku bangun, aku langsung memeriksa penghalang dan setelah kesini aku sudah sangat lemas" Kata Aris
"Penghalang?" Tanya Ririn
"Ya, aku memasang penghalang yang kuat agar para monster tidak ada masuk ke daerah sini. Jadi, kita sudah pasti aman. Soalnya kita sedang berada di tengah-tengah hutan yang penuh dengan monster-monster berbahaya" Jawab Aris
Mendengar itu, Ririn sangat terkejut.
"Kau terkejut, ya. Yah, tidak heran. Mereka disini sudah tahu. Lama-lama kau juga akan biasa" Kata Aris
"Begitu, ya. A-Aku agak takut mendengarnya" Kata Ririn
"Tenang saja. Aku akan melindungi kalian semua" Kata Aris
"Ini dia. Daging dengan pinggiran sayuran" Kata Riana
"Wah, sepertinya enak. Jadi, tidak sabar" Kata Aris
"Makannya pelan-pelan, ya" Kata Riana
"Ya, aku tahu itu" Kata Aris cemberut
"Dimana Kak Aris?" Tanya Yuni
"Kakak di belakang" Jawab Septi
"Apa yang ia lakukan disana?" Tanya Yuli
"Sedang latihan" Jawab lagi Septi
"Latihan? Mau lihat?" Tanya Yuni
"Ayo" Jawab Yuli
Yuni dan Yuli pun melihat Aris yang sedang melatih Riana dan Ririn.
"Dengar, Ririn. Aku akan melatihmu dengan tegas. Jadi, aku harap kamu kuat" Kata Aris
"Baik, Master" Kata Ririn
"Master, ya? Dan untuk Riana, kita terhenti sebentar karena sedikit masalah. Aku harap kamu tidak lupa dengan kuda-kudanya" Kata Aris
"Baik. Tenang saja. Aku tidak akan lupa" Kata Riana
Saat sedang menjelaskan, datanglah Melani.
"Kak Aris, Kak Quester dimana?" Tanya Melani
"Dia sedang ke pasar. Memangnya ada apa?" Tanya balik Aris
"Dia sendirian?" Tanya Riana
"Tidak, dia bersamaku. Aku menggunakan diriku yang satunya" Jawab Aris
"Tunggu, apa itu sihir bayangan?" Tanya Ririn
__ADS_1
"Kau tahu? Itu juga adalah salah satu sihir andalanku" Jawab Aris
"Tentu saja. Hanya orang terpilih saja yang bisa menggunakan sihir bayangan tersebut. Yang aku dengar, sihir itu termasuk sihir langka" Kata Ririn
"Begitu, ya. Jadi, kau ingin membuktikannya. Baiklah. Kau tahu, dipasar ada diriku satunya. Sekarang, karena kita latihan pedang dan sihir maka aku akan mengajarkan Ririn dan untuk Riana.." Kata Aris terpotong
"Menunggu, kan?" Tanya Riana
"Aku tidak bilang begitu. Kau juga akan kulatih secara bersamaan" Kata Aris
"Bagaimana caranya?" Tanya Riana yang kebingungan
Dibelakang tubuh Aris muncul bayangan yang mirip dengannya.
"Kau akan latihan dengannya. Tenang saja. Aku bisa berbicara berdua ataupun bertiga sekaligus" Kata Aris
"Wah, hebatnya" Kata Ririn takjub
"Kalau mau, aku bisa mengajarkan kalian berdua sihir ini" Kata Aris
"Mau, mau. Aku mau. Ya, kan. Riana" Kata Ririn
"Ya, aku yakin akan berguna" Kata Riana
"Baiklah. Karena Yuni dan Yuli masih belum cukup umur. Nanti saja ya" Kata Aris tersenyum
"Ya" Kata Yuni terkejut karena senyumannya
"Baik" Kata Yuli
"Baiklah. Aku akan memasang penghalang. Karena sepertinya akan kuat tekanan sihirnya" Kata Aris
"Yuni, ada apa?" Tanya Yuli
"Entahlah, aku merasa aneh dengan perasaan ini" Jawab Yuni
"He.. Jangan-jangan kau jatuh cinta pada Kak Aris?" Tanya Yuli
"Ah, tidak. Bukan itu, aku hanya .. " Kata Yuni
"Hanya ..? Aku suka sama Kak Aris" Kata Yuli
"Ah? Kau kenapa mengatakan?" Tanya Yuni
"Sepertinya mereka sangat akrab" Kata Aris
"Baiklah. Ririn, tunjukkan padaku sihirmu" Kata Aris
Ririn pun menunjukkan sihir tingkat S dan juga ia hanya menguasai elemen api saja.
"Kau hanya bisa menggunakan elemen api, ya?" Tanya Aris
"Ya, maaf" Jawab Ririn
"Tidak apa-apa. Aku akan membuatmu menggunakan semua elemen. Apa ada yang ingin kau pelajari selain elemen api?" Tanya Aris
"Aku ingin mempelajari elemen angin" Jawab Ririn
"Elemen angin? Baiklah. Kalau begitu, mari kita mulai latihannya" Kata Aris
Disamping itu.
"Apa kau masih ingat dengan kuda-kudanya?" Tanya Aris
"Seperti ini?" Kata Riana
"Iya. Sekarang aku akan mengajarkan teknik menangkis saja. Setelah itu baru teknik menyerang" Kata Aris
"Baik. Aku siap" Kata Riana
...END...
__ADS_1