
"Ketua, apa yang harus kita lakukan? Hari sudah menjelang malam" Kata anggota asosiasi sihir
"Aku sarankan besok saja kita mencarinya" Kata Fera
"Baiklah, semuanya kita sudahi pencarian ini besok akan kita lanjutkan" Kata ketua asosiasi sihir teriak
"Baik!!" Kata para anggota asosiasi sihir serentak
Ditempat lain, kantor asosiasi sihir The Master Academy Ronald pergi untuk mengecek tentang perkembangan terhadap manusia berdosa.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Ronald
"Belum ada kejelasan master" Kata asistennya
"Begitu ya.. sepertinya aku harus turun tangan" Kata Ronald
"Baik" Kata asistennya
"Dimana, dimana kau darma?" Tanya Ronald dalam hati kesal
Di tempat penginapan Aris dan Quester dibangunkan oleh Nia, dia menyuruh mereka untuk sarapan.
"Aris, waktunya bangun sarapannya sudah siap" Kata Nia sambil mengetuk pintu
"Baiklah aku akan pergi" Kata Aris masih mengantuk
"Tuan apa kita akan pergi lagi?" Tanya Quester
"Tentu saja tapi bila kau masih mengantuk kau bisa kembali ke wujud naga mu dan masuk kedalam tubuhku" Kata Aris
"Aku malas disana tuan lebih baik disini. Disini sangat nyaman" Kata Quester
"Baiklah kalau begitu kita siap-siap untuk pergi" Kata Aris
"Baiklah.." Kata Quester sambil mengantuk
Setelah rapi-rapi mereka langsung menuju kebawah untuk sarapan pagi.
"Ah.. silahkan cuci tanganmu dan habiskan makananmu" Kata Nia
"Seperti biasa ya tempatmu ramai sekali padahal baru buka" Kata Aris
"Ya.. tentu saja karena tempat ini terkenal akan makanan dan minumannya" Kata Nia
"Pantas saja ikan bakar mu enak sekali" Kata Aris
"Yah.. aku jadi malu" Kata Nia
"Adikku apa kau perlu yang lain?" Tanya Aris
"Tidak tuan, ayo kita pergi" Kata Quester
"Baiklah.. anu.. mba Nia berapa semuanya?" Tanya Aris
"Semuanya jadi 2 keping emas tuan" Kata Nia
"Baiklah.. ini" Kata Aris sambil memberikan uangnya
"Terimakasih tuan silahkan datang lagi" Kata Nia
Setelah pergi beberapa langkah tiba-tiba pintu toko Nia di dobrak oleh bandit. Mendengar hal itu Aris sontak langsung menoleh kebelakang melihat apa yang terjadi. Dan ternyata toko Nia sedang di mintain uang oleh para bandit tersebut.
"Woy.. serahkan uangmu!!" Kata bandit tersebut dengan nada tinggi
"Tapi tuan uang yang kemarin sudah.." Kata Nia
"Sudah kapan? Sama siapa?" Tanya bandit tersebut masih bernada tinggi
__ADS_1
"Sama yang satunya" Jawab Nia
"Jangan bohong kamu.. cepat serahkan semua uangnya atau ku bakar tempat ini" Kata bandit itu sambil mengeluarkan sihir apinya
Melihat sihir itu Nia langsung panik dan pasrah pengunjung yang lain pun hanya bisa berdiam diri ketakutan. Aris yang melihatnya langsung menghentikan bandit tersebut.
"Maaf tuan-tuan ada apa ini?" Tanya Aris
"Bukan urusanmu pergi dari sini" Jawab bandit tersebut
"Tentu saja ini urusanku akan bahaya kalau kalian sampai membakar toko favoritku" Kata Aris
"Kau bocah ingin melawan?" Tanya bandit satunya
"Jika itu keinginan kalian aku akan melayaninya" Jawab Aris
"Jangan tuan.. jangan biarkan saja" Kata Nia
"Tenang saja mba Nia.. siapkan susu esnya aku akan menyelesaikan ini secepatnya" Kata Aris
"Sombong sekali kau" Kata bandit itu
"Tunggu.. lebih baik kita bertarung diluar disini hanya akan merusak semuanya" Kata Aris tersenyum
"Baik aku terima tantanganmu" Kata bandit itu
"Oh.. kalian berdua juga tidak apa-apa melawanku" Kata Aris
"Sombong sekali kau" Kata bandit itu sambil pergi keluar
"Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?" Tanya Nia panik
"Aku sudah tidak tahan apabila mereka menghancurkan apa yang aku sukai" Kata Aris
"Kau suka? Kepada ku?" Kata Nia terkejut
"Ti-tidak, tidak apa-apa" Jawab Nia tersenyum dan mukanya memerah
"Tunggu disini aku akan memberi mereka pelajaran" Kata Aris sambil pergi
"Baik, sayang" Kata Nia tersenyum
"Kau sepertinya tidak lari ya bocah?" Kata bandit itu
"Dua lawan satu.. benar-benar membosankan" Kata Aris
"Apa? Kau meledek kami, ya?" Tanya bandit satunya
"Aku harap kau bisa menghiburku, lawanku kebanyakan sangat lemah" Kata Aris
"Dasar kau kurang ajar" Kata bandit itu
Akhirnya pertarungan pun terjadi. Para bandit mengeluarkan sihir api dan anginnya sedangkan Aris hanya bisa menghindar tanpa melawan sedikitpun.
"Kenapa bocah? Kau hanya bisa menghindar? Ucapanmu tidak sama seperti kemampuanmu" Kata bandit
"Oh.. jadi aku boleh menyerang kalian?" Tanya Aris
"Kau benar-benar.." Kata bandit
Saat mereka ingin menyerang ditengah-tengah pertarungan muncul suara yang sangat keras dibarengi dengan ledakan yang besar, keduanya pun terpental karena efek ledakan.
"Elemen Api - Meteor Api" Rapalan perempuan itu
"Siapa kau? mengganggu kami saja" Tanya bandit itu
"Aku adalah pemimpin pasukan kerajaan namaku Mifta Rahayu" Kata perempuan berambut pirang panjang
__ADS_1
"Sepertinya aku tahu siapa yang memulainya" Kata Mifta sambil melihat kedua sisi
"Elemen Tanah - Akar Tanah" Rapalan Miftah
Muncul akar-akar tanah menjerat para bandit tersebut. Dan Mifta langsung menyuruh Aris dan Quester untuk ikut dengannya.
"Kalian ikutlah denganku" Kata Mifta
"Woy lepaskan kami!!" Kata bandit itu
"Diamlah dasar sampah" Kata Mifta
"Baiklah" Kata Aris
"Aris kau baik-baik saja?" Tanya Nia
"Ya.. tapi aku disuruh untuk ikut dengannya, mungkin aku akan ditanyai beberapa pertanyaan" Jawab Aris
"Baiklah.. jika sudah selesai mampirlah aku akan menyediakan beberapa makanan dan minuman" Kata Nia
"Baik terimakasih.. kau memang baik" Kata Aris
"Tidak juga" Kata Nia mukanya memerah dan berlari masuk ke tokonya
Setelah dibawa oleh pemimpin pasukan kerajaan. Aris dan Quester disuruh untuk tunggu di kantor pasukan kerajaan.
"Kau tunggulah didalam aku akan membawa bandit ini ke keamanan sihir. Jangan kau coba-coba lari dariku" Kata Miftah
"Baik ma'am" Kata Aris
Setelah Mifta pergi Aris dan Quester masuk ke kantor pasukan kerajaan, mereka disana bertemu dengan laki-laki tampan dan menyuruh mereka untuk duduk di kursi.
"Silakan duduk disana, pemimpin kami akan segera datang" Kata laki-laki itu
"Baik terimakasih.." Kata Aris
"Namaku Agus aku wakil pemimpin pasukan kerajaan" Kata Agus
"Namaku Aris Darmayudha dan ini adalah adikku namanya Alice" Kata Aris
"Begitu ya.. baiklah duduk saja aku akan menyiapkan teh untuk kalian" Kata Agus
"Terimakasih banyak" Kata Aris
Setelah Agus pergi Aris dan Quester langsung duduk menunggu pemimpin mereka. Dan tidak berapa lama akhirnya Agus datang membawa tehnya.
"Ini silahkan" Kata Agus sambil memberikan teh
"Baik terimakasih banyak.. oh iya apakah pasukan kerajaan bisa membantuku untuk menemui raja?" Tanya Aris
"Menemui raja? Itu hanya dilakukan oleh penjaga-penjaga di istana. Memangnya kau ada keperluan apa sampai ingin bertemu dengan raja?" Tanya balik Agus
"Aku disuruh mengantar ini surat ini ke raja" Jawab Aris
"Dari siapa?" Tanya Agus
"Dari Regar pemimpin ras kelinci" Jawab Aris
"Pemimpin ras kelinci? Untuk apa dia mengirim surat itu?" Tanya Agus
"Katanya pemimpin itu bisa membantuku dengan mengirimkan surat ini ke dia" Jawab Aris
"Kalau begitu mungkin mba Mifta bisa membantu kalian" Kata Agus
"Baiklah terimakasih.. aku akan menunggu" Kata Aris
...END...
__ADS_1