Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Efeknya Kambuh


__ADS_3

Tidak lama, datanglah Quester membawa 2 tas penuh berisi berbagai macam buah dan sayur.


"Quester, bantu aku ambilkan lagi, ya. Aku yakin pasti masih ramai sampai sore" Kata Aris


"Ya, Tuan. Lagipula aku juga bosan di asrama" Kata Quester


"Setelah itu, bawa ini" Kata Aris memberikan 2 kantung tas penuh bibit


"Apa ini?" Tanya Quester


"Itu adalah bibit untuk tanaman. Berikan pada Melani dan suruhlah untuk langsung menanamnya" Jawab Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester pergi


"Silahkan, semuanya. Harganya hanya 5 keping perunggu" Kata Aris teriak-teriak


Di pelabuhan, kerajaan Liman.


"Dimana ini, ya?" Kata wanita bersabit besar sambil berjalan


"Ada apa, nona muda?" Tanya seorang penjual sekitar situ


"Maaf, aku sedang mencari kekasihku" Jawab wanita bersabit


"Kekasihmu? Sepertinya cukup sulit, apalagi di daratan Restafa. Apa ada seseorang yang kau kenal?" Tanya lagi penjual itu


"Orangtuanya bernama Ade dan Ida" Jawab wanita itu


"Apa mereka bekerja di kantor asosiasi sihir?" Tanya penjual


"Ya" Jawab wanita itu


"Kalau begitu, coba tanya di kantor asosiasi sihir. Di tengah kota, setiap kerajaan punya kantor asosiasi sihir. Mungkin kau akan menemukannya disana" Kata penjual itu


"Baiklah. Terimakasih banyak. Dan itu, tolong satu daging gilingnya" Kata wanita itu


"Baik. Nona muda" Kata penjual itu


Setelah melewati berbagai jalan. Akhirnya, wanita itu tiba di kantor asosiasi sihir. Dia pun pergi bertanya ke resepsionis yang ada disana.


"Ada yang bisa dibantu, nona?" Tanya resepsionis


"Ya, apa kau kenal dengan seseorang yang bernama Ade dan Ida?" Tanya balik wanita itu


"Apa mereka anggota asosiasi sihir?" Tanya lagi resepsionis


"Ya, apakah dia ada disini?" Tanya wanita itu


"Sebentar, aku cari dulu" Kata resepsionis


Setelah lama mencari. Akhirnya, resepsionis itu menemukannya.


"Ketemu. Tapi, mereka bukan dari asosiasi sihir kerajaan Liman. Mereka berdua dari asosiasi sihir kerajaan Ayus" Kata resepsionis itu


"Kerajaan Ayus? Maaf, apa kau punya peta. Soalnya aku bukan dari daratan sini. Aku dari daratan sebelah" Kata wanita itu


"Oh, baik. Kami memiliki peta untuk membantu para pengunjung yang ingin berlibur di daratan Restafa. Selamat datang di kota pelabuhan" Kata resepsionis itu


Setelah keluar dari kantor asosiasi sihir. Wanita itu langsung pergi ke kerajaan Ayus.


Di rumah.


"Aku pulang" Kata Quester


"Kak Quester, sekarang ada apa lagi?" Tanya Riana


"Tuan menyuruhku untuk membawanya lagi" Jawab Quester sambil pergi

__ADS_1


"Mau kemana kau?" Tanya Riana


"Aku titipkan ini pada Melani. Soalnya ini dari Kak Aris" Jawab Quester


Setelah masuk ke rumah. Quester menemukan Melani yang sedang membuat makanan. Disana banyak juga orang yang berkumpul.


"Melani, ini titipan dari Tuan. Ia mengatakan untuk langsung menanamnya" Kata Quester


"Apa ini?" Tanya Melani


"Katanya bibit. Sepertinya rencana Tuan untuk mencapai tujuannya sudah dimulai" Kata Quester


"Kalau begitu, semuanya. Mari kita lakukan untuk Kak Aris!!!" Kata Melani memberikan semangat


"Ya!!!" Kata mereka serentak


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan" Kata Quester


"Baiklah. Sampai jumpa" Kata Tasya


Dipasar.


"Hari ini ramai sekali. Dimana kau Quester?" Tanya Aris


"Kakak!!" Kata Quester


"Akhirnya, Cepat! Bantu aku merapikan semuanya" Kata Aris


"Baik" Kata Quester


"Bagaimana dengan sisa hasilnya?" Tanya Aris


"Hampir sedikit lagi Tuan. Jika terus begini, sebelum sore hari mungkin sudah habis" Jawab Quester


"Baguslah. Uangku juga cukup banyak. Mereka harus dibelikan apa, ya" Kata Aris


" Kalian semuanya sangat suka sekali dengan daging, ya?" Tanya Aris


"Iya. Apalagi daging yang baru matang. Rasanya masih baru dan juga aromanya" Jawab Quester


"Kau, ini" Kata Aris


"Tolong, cabainya sekilo dan juga jeruknya 5 buah" Kata pria paruh baya


"Iya. Tunggu sebentar. Ini dia. Semuanya 35 keping perunggu" Kata Aris


"Ini dia uangnya" Kata pria itu


"Terimakasih banyak. Datang lagi, ya" Kata Aris


"Terimakasih" Kata pria itu


Setelah hari mulai sore, Aris dan Quester langsung merapikan tempatnya dan pulang. Sebelum pulang, mereka membeli beberapa daging dan juga jajanan.


"Apa ada lagi?" Tanya Aris


"Sudah cukup, Tuan" Jawab Quester


"Baguslah kalau begitu. Baiklah. Waktunya kita pulang" Kata Aris


"Ya" Kata Quester


Setelah pulang dan melewati hutan maupun mengalahkan monster. Tibalah mereka di rumah.


"Permisi, kami pulang" Kata Aris


"Kak Aris, selamat datang" Kata Tasya

__ADS_1


"Selamat datang Kak Quester" Kata Melani


"Ya, aku pulang. Melani" Kata Quester


"Quester, masaklah sesuatu di dapur. Ngomong-ngomong, dimana Septi? Aku belum melihatnya" Kata Aris


"Dia ada di dapur" Jawab Tasya


"Kalau begitu, aku masuk duluan. Aku harus mengisi tenagaku. Woy, Septi. Kak Aris pulang" Kata Aris teriak


Setelah masakan selesai semua. Meraka semuanya pun duduk di meja dengan hanya lilin sebagai penerangnya.


"Wah, masakan kalian memang enak. Aku suka sekali dengan daging gorengnya" Kata Aris


"Kalau begitu, kami juga senang" Kata Ririn


"Jadi, bagaimana dengan penjualannya?" Tanya Riana


"Kau tahu sendiri, kan? Quester sampai harus bolak-balik ke sini" Jawab Aris


"Jika terus begini, aku yakin sampai sore bakalan habis" Kata Quester


"Sepertinya aku harus memasang listrik, ya" Kata Aris


"Untuk apa? Begini saja sudah cukup, kan?" Kata Tasya


"Apa kalian tidak merasa nyaman jika tidak ada listrik?" Tanya lagi Aris


"Sebenarnya kami nyaman dengan begini saja. Jika boleh, kita harus merenovasi ulang rumah kita agar membuatnya semakin nyaman" Kata Tasya


"Dan juga, untuk gudangnya. Gudang penyimpanannya terlalu kecil dan juga banyak atap yang bocor. Hasil panen yang busuk itu gara-gara hujan. Kemarin-kemarin ini hujannya juga sangat deras" Kata Riana


"Sepertinya PR-ku banyak juga, ya?" Kata Aris


"Tenang saja, selagi itu Tuan-ku. Dia pasti bisa melakukan dengan baik" Kata Quester


"Quester, semuanya" Kata Aris terharu


"Kami juga akan mendukungmu, Tuan" Kata mereka serentak


"Sudah lama, aku tidak merasakan ini. Kebanyakan aku bermain bersama orang-orang kelas atas. Tapi pada akhirnya, aku mengerti perasaan mereka. Mereka hanya hidup dengan sederhana tapi bisa bahagia. Aku merasa sangat senang. Akan ku lindungi senyuman mereka" Kata Aris dalam hati


"Tuan, Tuan?" Tanya Quester


"Ah, iya. Maaf, aku melamun" Jawab Aris


"Kalau kau mau melamun, habiskan dulu makananmu" Kata Quester


"Ah, maaf. Maaf" Kata Aris


Setelah semuanya sarapan. Aris keluar untuk mencari angin segar. Saat sedang asyik-asyiknya duduk, Aris merasa kesakitan dan membuatnya jatuh. Yuni yang sedang ingin keluar, melihat Aris sudah berada di tanah tak sadarkan diri. Yuni pun teriak dan semuanya langsung keluar untuk melihat apakah yang sebenarnya terjadi. Setelah mereka semua melihat kejadian itu, Aris langsung dibawa ke kamarnya untuk beristirahat.


"Ada apa ini?" Tanya Tasya


"Apa jangan-jangan efeknya sudah mulai berpengaruh" Kata Quester


"Efek? Apa maksudmu?" Tanya Melani


"Tuan, pernah meminum ramuan palsu. Efeknya sampai 3 hari ia kesakitan. Dan guru pembimbing kami mengatakan bahwa terdapat sihir kegelapan yang berada ditubuh nya. Ia juga pernah memanggil salah satu pahlawan, tapi saat ini dia belum kunjung datang. Jadi, guru kami mengatakan untuk bersabar" Kata Quester


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita saja tidak tahu ini dimana" Kata Ririn


"Tidak ada pilihan lain, kita harus menunggu sampai besok pagi" Kata Riana


"Baiklah" Kata Quester


...END...

__ADS_1


__ADS_2