Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Perayaan Kedatangan


__ADS_3

Saat turun dari kereta tarik, Aris dan Quester disambut oleh Debi. Debi menyuruh mereka untuk pergi ke ruangan OSIS. Di perjalanan menuju ruangan OSIS Arina dan Dedi melihat Aris yang sedang berjalan menuju ke dalam sekolah. Melihat itu Dedi langsung teriak memanggil namanya dengan sangat keras bahkan mengganggu waktu pelajaran gurunya, Mendengar namanya dipanggil Aris pun langsung menoleh ke arahnya dan melambaikan tangannya. Saat di ruangan OSIS Aris disambut oleh kepala sekolah dan juga ketua OSIS.


"Selamat datang Aris, bagaimana liburanmu?" Tanya Angelia sambil tersenyum


"Tentu saja liburanku sangat menyenangkan" Jawab Aris


"Baguslah kalau begitu. Nah, sekarang mumpung kamu sudah disini bagaimana kalau kita kencan setelah ini?" Tanya Angelia sambil menghampiri Aris dan menggodanya


"Kau ini ya, aku masih butuh istirahat" Jawab Aris


"Bercanda.." Kata Angelia sambil tertawa


"Tidak asik ah.." Kata Aris


"Kalau begitu Aris, pertama-tama ini hadiah mu" Kata kepala sekolah sambil memberikan sekantong uang


"Baik terimakasih" Kata Aris


"Jaga uang itu, dan kedua bagaimana laporan mu disana?" Tanya kepala sekolah


"Aku anggap misi ini telah tuntas. Saat pertama kali aku kesana seluruh warga desa tersebut sudah dievakuasi karena masih banyak monster yang ada di desa tersebut. Dan juga penyebab adanya monster adalah adanya segel pemanggil yang terletak di dalam gua sekitaran lereng gunung" Jawab Aris


"Segel pemanggil? Apa pelakunya menggunakan elemen pemanggil?" Tanya kepala sekolah


"Untuk sekarang pelakunya belum tertangkap tetapi aku bisa menyimpulkan bahwa pelakunya memanglah pengguna elemen pemanggil" Kata Aris


"Jadi, bagaimana kabar desa itu?" Tanya kepala sekolah


"Desa itu sedang dalam pembangunan kembali" Kata Aris


"Begitu ya. Tapi apa ada pihak lain yang turun tangan?" Tanya kepala sekolah


"Ada, yaitu para anggota asosiasi sihir dan juga The Master Academy" Jawab Aris


"The Master Academy? Dan juga anggota asosiasi sihir? Berarti masalah ini sudah tingkat SSS, ya?" Kata kepala sekolah


"Kalau begitu para petualang saja tidak sampai bisa mengatasi masalah tersebut, ya?" Tanya Angelia


"Ya, tapi aku heran kau sampai bisa selamat dari masalah itu" Kata kepala sekolah


"Yah.. mungkin keberuntungan" Kata Aris sambil tertawa kecil


"Setelah ini apa yang akan kau lakukan?" Tanya kepala sekolah


"Aku ingin istirahat dulu dan menjalani kehidupan sekolah seperti layaknya orang lain" Kata Aris


"Begitu ya, baiklah kalau kau berkata begitu. Kita sudah saja sampai disini" Kata kepala sekolah sambil pergi meninggalkan ruangan OSIS


"Nah, sekarang hanya kita berdua apa yang akan kau lakukan?" Tanya Angelia masih terus menggoda


"Kita lihat dulu hmm.." Kata Aris sambil memperhatikan tubuh angelia


"Cepatlah katakan kau membuatku malu" Kata Angelia mukanya memerah


"Kalau begitu.." Kata Aris sambil menyentil dahinya Angelia


"aduh.. sakit. Jahatnya" Kata Angelia


"Aku ingin istirahat dulu jangan ganggu aku. Ayo pergi Alice" Kata Aris sambil pergi

__ADS_1


"Baik tuan" Kata Quester pergi juga


"Ternyata susah, ya" Kata Angelia senyum-senyum sendiri


Setelah meninggalkan ruangan OSIS Aris dan Quester langsung menuju ke asrama lelaki untuk beristirahat dan saat berjalan menuju asrama ia dihentikan oleh Veronica.


"Aris!!" Kata Veronica


"Ada apa, Veronica?" Tanya Aris


"Jadi kau sudah kembali, ya? Ternyata lama juga kau berada di desa itu, ya?" Kata Veronica


"Tidak lama aku hanya.. (menguap)" Kata Aris


"Kau pasti lelah, ya" kata Aris


"Ya, aku ingin sekali istirahat" Kata Aris


"Jadi, dia ini siapa?" Tanya Veronica melihat ke arah Quester


"Ah.. dia ini adikku namanya Alice. Sudah ya aku ingin sekali istirahat" Kata Aris


"Ah.. baiklah maaf mengganggu" Kata Veronica


"Ayo Alice, jangan lupa memberi salam padanya" Kata Aris


Quester pun memberikan salam sambil pergi meninggalkan Veronica yang sendirian. Akhirnya mereka berdua sampai di asrama lelaki, saat memasuki asrama ia dihentikan oleh penjaga asrama ia mengira bahwa Aris telah bolos sekolah dan kabur ke asramanya. Mendengar itu Aris langsung mengelak dan penjaga itupun menelpon kepala sekolah. Setelah mendengar itu penjaga asrama langsung meminta maaf kepadanya dan membiarkan dia masuk. Saat di kamar Aris hanya bisa mengeluh.


"Dasar, kenapa orang-orang selalu membuatku lelah" Kata Aris


"Tuan, aku ingin istirahat" Kata Quester


Setelah tidur cukup lama. Ia dibangunkan oleh suara ketukan pintu yang sangat keras.


"Siapa sih, mengganggu orang tidur saja" Kata Aris sambil berjalan menuju pintu


Dan saat membuka pintunya ia melihat Dedi yang sedang membawa banyak bahan makanan. Dan Aris yang masih mengantuk hanya bisa terdiam.


"Ah.. apa aku mengganggu mu?" Tanya Dedi


"Tidak, ada apa?" Tanya balik Aris


"Aku hanya ingin merayakan kedatanganmu saja" Kata Dedi


"Masuklah" Kata Aris masih mengantuk


"Kalau begitu apa boleh aku bawa yang lain?" Tanya Dedi


"Memangnya siapa lagi yang mau kau bawa?" Tanya balik Aris


"Bolehkah?" Tanya Dedi memohon


"Baiklah, baiklah. Silahkan saja" Jawab Aris


"Semuanya silahkan masuk Aris mengizinkan" Kata Dedi


Mendengar itu para wanita pun datang dari pintu belakang karena asrama laki-laki tidak boleh dimasuki selain laki-laki.


"Kau gila ya. Membawa mereka semua" Kata Aris sambil memarahi Dedi

__ADS_1


"Yah.. sebenarnya aku menyuruh mereka untuk tidak datang tapi mereka terus memaksaku" Kata Aris


"Yah mau bagaimana lagi" Kata Dedi


"Baiklah kalau begitu silahkan saja, masuklah. Dan juga masak yang enak, ya" Kata Aris


"Kalau begitu aku dan Arina yang masak" Kata Angelia


"Kalau begitu biar aku saja yang menyajikan minumannya" Kata Dedi


"Berarti hanya ada aku dan resti, ya" Kata Aris


Mereka pun semuanya menjalankan tugasnya masing-masing dan yang tersisa hanya Aris dan Resti.


"Anu.. aku senang kamu kembali" Kata Resti sambil malu-malu


"Ya.. perjalanannya cukup menyenangkan dan menegangkan" Kata Aris


"Anu.. Aku.. aku.." Kata Resti terpotong-potong


"Aku apa?" Tanya Aris


"Tidak ada apa-apa" Kata Resti mukanya memerah


"(kebingungan)... Oh iya.. bagaimana pelajaran mu?" Tanya Aris


"Ah.. itu. aku bisa kok" Jawab Resti


"Baguslah aku senang" Kata Aris


"ah iya" Kata Resti


"Kenapa jadi canggung begini ya. Ah.. Mereka lama sekali ya. Aku akan mengeceknya" Kata Aris sambil pergi ke dapur


"Baiklah" Kata Resti


"Kamu apa benar-benar adiknya? Kok kelihatan tidak mirip sama sekali, ya?" Tanya Resti


"Ya.. aku adik angkatnya. Makanya muka kami tidak mirip. Tapi karena aku adik angkatnya jadi aku bisa mencintainya sepenuh hati" Kata Quester


"(kaget).. Aku.. aku.. juga mencintainya. Aku tidak akan kalah darimu!!" Kata Resti teriak-teriak


"Eh.. tapi bukannya kau memiliki kakakmu" Kata Quester meledek


"Dia.. dia.. sudah meninggal" Kata Resti sambil sedih


"Tidak.. tidak. Dia belum meninggal" Kata Quester


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Resti


"Tentu saja belum.. bagaimana seorang The Master Academy yang sesungguhnya bisa mati begitu saja, kan?" Tanya Quester


"Kau benar.." Kata Resti


"Dan mungkin tuanku bisa mengantarkannya" Kata Quester


"Benarkah?" Tanya Resti


...END...

__ADS_1


__ADS_2