
Beberapa waktu setelahnya, Aris dan Alan pulang ke kediaman Frasiska. Disana ia disambut dengan baik oleh orang tuanya Angelia.
"Jadi, bagaimana? " Tanya ayahanda Angelia
"Semuanya berjalan sesuai rencana. Alan berhasil masuk ke final melawan Rafi. Cepat atau lambat pasti yang dia inginkan hanya diriku" Jawab Aris
"Begitu, ya" Kata ayahanda Angelia
"Sudahlah, lebih baik kita masuk. Jangan di depan pintu. Mari masuk, biar ibu yang akan memasak makan malam untuk kalian" Kata ibunda Angelia
"Terimakasih banyak" Kata Aris
Mereka semuanya pun masuk dan duduk di meja makan. Setelah menunggu tidak terlalu lama, akhirnya ibunda angelia datang membawa masakannya.
"Nak Aris, bisa bantu ibu bawakan makanan yang lain? " Tanya ibunda Angelia
"Baik, ibu" Kata Aris
Aris pun berdiri dari meja makannya dan pergi ke dapur untuk membawa masakan yang lainnya. Setelah itu, Aris menaruh makanannya di atas meja makan.
"Baiklah, semuanya. Hari ini kita merayakan keberhasilan Tuan Alan. Semoga besok hari adalah hari kemenangan kita" Kata ayahanda Angelia
"Dan juga setelah ini kami akan banyak-banyak berterima kasih kepada Nak Aris dan juga Tuan Alan karena sudah menerima permintaan egois dari anak kami. Kakaknya saja tidak bisa membantu permasalahan adiknya. Aku harap dia bisa sedikit membantu adiknya yang sedang dalam masalah" Kata ibunda Angelia
"Kakak? Apa Angelia memiliki seorang kakak?" Tanya Aris
"Apa kami belum memberitahukannya padamu?" Tanya ibunda Angelia
"Sama sekali belum. Bahkan mendengarnya saja dari dia aku belum tahu sama sekali" Jawab Aris
"Namanya Angelica Frasiska. Namanya sangat indah. Dia adalah sosok kakak yang bisa menjadi panutan bagi semua orang. Pernah ada seorang bangsawan dari Kerajaan Eurlars datang ke sini untuk meminangnya tetapi ia menolak lamaran tersebut dengan alasan ingin tidak menikah dulu. Kami yang mendengar itu hanya bisa menerima semua keputusannya. Dan untuk masalah ini, mungkin ia juga tidak tahu. Bahwa sebenarnya kami sudah mengirim surat kepadanya. Tapi, sampai saat ini kami belum menerima jawabannya sama sekali" Kata ibunda Angelia
"Sekarang ada dimana dia?" Tanya Aris
"Ia sekarang bersekolah di Kerajaan Eurlars sebagai ketua OSIS. Tidak sulit untuk menemukannya apalagi dia memiliki jabatan di sekolah tersebut" Jawab ibunda Angelia
"Sebenarnya Angelica hanya memiliki satu saudara, ya? Yaitu Angelia" Tanya Aris
__ADS_1
"Ya. Itu benar. Kami hanya bisa mendukung dan menerima semua keputusannya apapun itu baik angelia maupun Angelica" Kata ibunda Angelia
"Aku juga pernah cuek kepada orangtuaku. Hanya karena mereka terus-terusan menyuruhku untuk belajar sihir. Tapi sekarang aku sadar, bahwa orang tua memang memberikan yang terbaik untuk anaknya dan menyadari bahwa betapa kerasnya kehidupan ini. Aku sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka" Kata Aris dalam hati
"Tapi, jika Angelia dapat membatalkan pernikahan ini maka dia akan pulang untuk bertemu dengan kami. Itulah pesan yang diberikan oleh Angelica kepada angelia dan Angelia hanya sebagai pembawa pesan. Aku mengerti kenapa angelia mengirim kalian kesini" Kata ibunda Angelia
"Permisi, apa kau ingin makan itu?" Tanya ayahanda Angelia
"Sayang, seperti biasa, ya. Kau kalau makan selalu cepat sekali" Jawab ayahanda Angelia
"Kau juga, Tuan. Aku lihat kau belum mencolek satu pun makananmu" Kata Alan
"Kau, ini. Baiklah, akan aku makan" Kata Aris sambil mengambil satu sendoknya
"Aku senang. Ternyata begini rasanya memiliki anak laki-laki" Kata ibunda Angelia bersuara pelan
"Tuan, makan juga sayuranmu" Kata Alan
"Aku mengerti. Jangan anggap aku seperti anak kecil" Kata Aris teriak
"Nampak nya pekerjaan kita lancar, ya" Kata Riana
"Kau benar. Ini semua gara-gara dia. Aku bersyukur bertemu dengan orang yang baik seperti dirinya" Kata Ririn
"Aku senang Tuan Putri ada disini. Rasanya seperti ada yang masih tersisa dari ras kita" Kata Riana
"Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu. Sekarang kita seumuran dan juga kita tidak sedang di tanah kita" Kata Ririn
"Kira-kira apa yang sedang dilakukannya, ya? Aku harap dia cepat kembali kesini" Kata Riana
Tiba-tiba angin kencang lewat di sekitarnya. Angin itu menggoyangkan pohon dan membuat suara daun dari pohon-pohon tersebut.
"Lebih baik kita masuk ke dalam. Seperti cuaca sudah mulai dingin" Kata Ririn
"Kau benar. Lagipula kita besok masih harus menyelesaikan pekerjaannya kita" Kata Riana
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dan tidur. Di rumah para penari perang, Aulia terbangun dari tidurnya dan tidak sengaja melihat Ratna yang masih bangun memandangi pemandangan ibukota.
__ADS_1
"Kau belum tidur?" Tanya Aulia
"Kau sepertinya terbangun, ya. Ada apa?" Tanya balik Ratna
"Tidak. Tidak ada, aku hanya ingin pergi ke toilet sebentar. Lebih baik kau tidur. Kita akan pergi besok pagi-pagi sekali" Kata Aulia
"Sepertinya jadwal kalian tidak ada liburnya, ya?" Tanya Ratna
"Tentu saja. Semenjak The Master Academy sebelumnya menghilang banyak sekali monster yang menyerang. Tidak heran, juga sih" Kata Aulia
"Benarkah? Kalau begitu, sepertinya aku harus tidur. Agar tidak merepotkan kalian semua" Kata Ratna
"Baiklah. Aku pergi dulu" Kata Aulia melambaikan tangan
"Ya" Kata Ratna membalas lambaian tangannya
Di dalam kegelapan hutan Bergilo, terdapat pria elf yang sedang menyerang beberapa monster. Setelah mengalahkan monster itu, ia lari makin ke dalam hutan. Setelah mengalahkan banyak monster, pria elf itu berhasil memasuki wilayah yang dikiranya aman. Setelah itu, ia pun pingsan tak sadarkan diri di dekat perbatasan wilayah rumah Aris. Aris yang sedang tidur, merasa ada hawa seperti Elfiza memasuki batas wilayah yang dibuat olehnya. Tetapi karena mengantuk, Aris mengabaikan hal itu dan melanjutkan tidurnya. Keesokan paginya, Aris dan Alan berada di meja makan dan hari ini adalah final antara Alan melawan Rafi. Setelah sarapan, mereka berdua pun pergi menuju arena. Disana mereka berdua disambut meriah oleh para penonton dan juga para peserta yang sebelumnya. Datanglah Hadi di hadapan mereka berdua.
"Kau, 'kan?" Kata Alan
"Maafkan aku atas ketidak sopanan diriku. Aku harap kalian menang di acara final itu" Kata Hadi sambil menundukkan kepalanya
"Angkat, Nak. Aku senang kau sadar atas perbuatanmu. Aku harap itu akan menjadi contoh bagi masa depanmu" Kata Alan
"Terimakasih banyak. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sekali lagi, terimakasih banyak" Kata Hadi pergi
"Sepertinya kau banyak berkontribusi dalam misi ini, ya?" Kata Aris
"Tidak. Lagipula ini juga berkat Tuan yang selalu memberikan dukungan kepadaku. Terimakasih banyak" Kata Alan sambil menundukkan kepalanya
"Sudahlah. Mari kita masuk" Kata Aris
Mereka berdua pun masuk ke dalam arena. Disana sudah banyak penonton yang ingin melihat acara final ini. Dan juga mereka ditunggu oleh Rafi selaku pemimpin acara turnamen ini.
"Lihat saja. Akan ku hancurkan orang yang bernama Aris itu. Agar dia sadar, siapa pemilik Angelia yang sesungguhnya" Kata Rafi sambil tertawa sangat keras
...END...
__ADS_1