
"Sudah berapa lama kejadian ini?" Tanya Aris
"Sudah hampir setengah tahun" Jawab pemimpin ras kelinci
"Jika tidak diselamatkan apa yang akan terjadi dengan kelinci itu?" Tanya Aris
"Dia akan ditangkap dan dijual di perdagangan ilegal" Jawab pemimpin ras kelinci
"Tapi pemimpin.. untuk apa mereka melakukan itu?" Tanya Aris
"Maaf jika aku belum memperkenalkan diri, namaku Rabbit Regar, aku pemimpin ras kelinci. Kau bisa memanggilku Regar. Kami dari dulu memang selalu diperjualbelikan. Maka dari itu kami sebisa mungkin menghindari manusia" Kata Regar
"Tapi kenapa Hole dan ketua tidak menghindari aku?" Tanya Aris
"Jika salah satu dari kami sudah akrab dengan salah satu manusia maka kami juga akan akrab dengannya" Jawab regar
"Begitu ya.. kalau begitu aku pergi dulu untuk mengeceknya" Kata Aris
"Iya silakan.. terimakasih" Kata Regar
Saat mengecek hutan tersebut Aris melihat banyak sekali jebakan yang tersusun rapi.
"Tuan, dia memasang jebakannya sangat rapi bahkan warga biasa saja tidak bisa membedakan mana tanah mana yang sudah di pasang jebakan" Kata Quester
"Kau benar dia sangat ahli dalam memasang jebakan. Kalau begitu, mari kita hancurkan jebakannya" Kata Aris
"Iya tuan" Kata Quester
Setelah beberapa jam akhirnya mereka selesai membersihkan jebakannya. Tiba-tiba ia diserang oleh seseorang yang menggunakan sihir dari balik semak-semak, untungnya Aris dan Quester bisa menghindarinya.
"Siapa kau?" Tanya Aris teriak
"Serang!!!" Kata seseorang dalam semak-semak
Lagi-lagi Aris bisa menghindari semua serangannya. Tetapi, Aris terkepung oleh para anggota dari asosiasi sihir.
"Mau apa kalian? Kenapa kalian menyerang kami?" Tanya Aris
"Karena kau adalah manusia berdosa yang menyelamatkan monster" Kata seseorang keluar dari semak-semak
"Kau? Bagaimana kau tahu? Padahal kan aku tidak bisa menggunakan sihir" Kata Aris
"kami hanya menduga-duga. Soalnya saat aku pergi ke asrama hanya dirimu yang datang terlambat jadi aku mencurigaimu" Kata pemimpin asosiasi sihir
"Bagaimana ini tuan?" Tanya Quester
"Menyerahlah" Kata pemimpin asosiasi sihir
Tiba-tiba ada seseorang yang melempar shuriken bom ke arah tanah dan menyebabkan ledakan yang besar. Dan saat itu juga Aris langsung ditarik oleh orang melempar shuriken tersebut.
"Kau? Bagaimana?" Tanya Aris
"Ada seseorang yang mengganggu wilayahku maka dari itu aku harus mengeceknya dan ternyata musuhku" Jawab Dika
"Kau kan Dika Ananto Si Shuriken Hitam. Terimakasih telah menyelamatkanku" Kata Aris
"Tenang saja, yang lebih penting kenapa mereka mengincarmu?" Tanya Dika
"Kau tahu berita akhir-akhir ini? Katanya aku pelakunya" Kata Aris
"Begitu ya? Tapi kau tidak melakukannya, kan?" Tanya Dika
"Tentu saja tidak lagipula aku tidak bisa menggunakan sihir" Kata Aris
"Benar juga katamu" Kata Dika
__ADS_1
"Sekarang kita pergi kemana?" Tanya Aris
"Ke tempatku, tempatnya tidak jauh dari sini" Jawab Dika
"Baiklah" Kata Aris
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di tempatnya Dika, Aris dan Quester memutuskan untuk beristirahat sejenak.
"Dimana? Dimana dia?" Tanya pemimpin asosiasi sihir
"Mereka menghilang ketua" Kata salah satu anggota asosiasi sihir
"Sialan, cepat panggil Fera" Kata pemimpin asosiasi sihir
"baiklah ketua" Kata anggota asosiasi sihir sambil pergi
"Akan kutemukan kau manusia berdosa" Kata pemimpin asosiasi sihir kesal
"Terimakasih telah menyelamatkanku" Kata Aris
"Aku benci mengatakan ini tapi baiklah" Kata Dika
"Setelah ini kau kemana?" Tanya Aris
"Aku akan tetap disini karena ini adalah rumah dan wilayahku, kalau kau?" Tanya Dika
"Aku tidak bisa kembali lagi" Jawab Aris
"Ngomong-ngomong dia ini siapa? Aku belum pernah melihatnya" Tanya Dika
"Ah.. dia adalah adikku namanya Alice" Jawab Aris
"Adikmu ya.. ternyata manis juga" Kata Dika
"Sialan bagaimana dia tahu keberadaanku?" Tanya Dika sambil melihat ke arah jendela
"Ada apa?" Tanya balik Aris
"Mereka tahu tempat persembunyianku" Kata Dika
"Terus kita harus apa?" Tanya Aris
"Kita harus lari" Jawab Dika
"Dia, dia kan Fera. Dia bisa mendeteksi sihir dan melacak keberadaan musuh. Tempat asosiasi sihir memang menyeramkan" Kata Aris
"Kau mengenalnya?" Tanya Dika
"Dia pernah mengecek sihirku dan juga dia adalah perempuan termuda yang bisa melacak dan mengecek sihir seseorang" Kata Aris
"Terus kita harus apa?" Tanya Dika sambil kepanikan
"Tuan, aku punya ide" Kata Quester
"Baiklah akan aku dengarkan" Kata Aris
Setelah beberapa saat akhirnya salah satu anggota asosiasi sihir pergi untuk mengecek keadaan di dalam rumah. Tapi, ia tidak menemukan siapa-siapa di dalam rumah tersebut.
"Mereka tidak ada ketua" Kata salah satu anggota asosiasi sihir
"Sialan, Fera!!" Kata ketua asosiasi sihir
"Baik" Kata Fera
Fera langsung melacak keberadaan mereka bertiga tetapi tidak dapat menemukannya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya ketua
"Maaf ketua saya tidak bisa menemukan mereka" Jawab Fera
"Tidak seperti biasanya apa kau kurang sehat?" Tanya pemimpin asosiasi sihir
"Tidak ketua aku baik-baik saja. Mungkin mereka sudah menjauh dari jangkauan ku" Kata Fera
"Begitu ya.. baiklah cari mereka aku yakin mereka tidak jauh dari sini" Kata pemimpin asosiasi sihir
"Baik!!!" Kata anggota asosiasi sihir serentak
Semua anggota asosiasi sihir langsung pergi meninggalkan tempat kediaman Dika. Tanpa sadar bahwa mereka bertiga berkamuflase di pohon.
"Ide yang bagus adikku" Kata Aris
"Iya tuan" Kata Quester
"Aris, terimakasih telah menyelamatkanku" Kata Dika
"Sekarang kita impas. Baiklah selanjutnya mencari penyebab kenapa banyak jebakan kelinci disini?" Aris bertanya-tanya
"Jebakan kelinci? Oh.. memang ada orang yang sering memasang jebakan tapi kukira dia untuk menangkap rusa atau yang lainnya" Kata Dika
"Kau tidak menyadarinya?" Tanya Aris
"Aku hanya melihat jebakannya seperti untuk menangkap rusa" Jawab Dika
"Apa kau tahu orangnya?" Tanya Aris
"Dia sering datang kesini pada waktu malam" Jawab Dika
"Kalau begitu kita tunggu disini" Kata Aris
"Kau ingin menunggunya?" Tanya lagi Dika
"Tentu saja. Aku masih memiliki hubungan dengan ras kelinci yang ada di kerajaan Ruhyus" Kata Aris
"Aku tidak percaya kau bisa berteman dengan ras kelinci" Kata Dika
"Memangnya kenapa?" Tanya Aris
"Kudengar mereka tidak suka dengan manusia makanya mereka lebih baik menjauh dan mengasingkan diri ke ujung kerajaan" Kata Dika
"Tapi katanya jika salah satu anggota ras akrab dengan manusia maka seluruh ras akan akrab juga dengannya" Kata Aris
"Kalau kau sampai mengetahui informasi tersebut berarti ada benarnya" Kata Dika
"Baiklah sebentar lagi waktu sore aku akan ke tempat pemandian umum di kerajaan. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Dika
"Mungkin aku akan menetap disini menunggu pelakunya" Jawab Aris
"Baiklah kalau begitu aku duluan ya dan terimakasih sebelumnya" Kata Dika sambil pergi
"Tuan apa kita akan menunggunya?" Tanya Quester
"Tentu saja, kita harus menangkapnya" Kata Aris
Setelah menunggu sampai malam akhirnya pelakunya datang ke tempat tersebut untuk melihat jebakannya. Betapa kagetnya ia melihat semua jebakannya hancur.
"Jadi kau pelakunya" Kata Aris
"Kau? Siapa kau?" Tanya seorang dalam pakaian tertutup
...END...
__ADS_1