
Tidak memakan waktu cukup lama, Aris pun tiba di rumah. Saat hendak membuka pintu, dia disambut oleh Tasya dan lainnya.
"Kamu akhirnya sudah pulang" Kata Melani
"Ya. Di sana sangat ramai seperti biasanya. Aku tidak bisa pulang cepat" Jawab Aris
"Apa kamu sudah membawa cemilannya?" Tanya Tasya
"Aku hanya bisa membawa potongan daging ayam, tidak ada yang lain" Jawab Aris
"Kalau untuk ku?" Tanya Septi
"Sudah kubelikan. Tapi, aku hanya bisa mendapatkan daging ayam tidak ada daging sapi" Jawab Aris
"Baik. Terima kasih banyak, Kak Aris" Kata septi sambil tersenyum
"Kau mau pergi ke mana, Kak Aris?" Tanya Melani
"Aku ingin mandi. Kalian mulai masaklah duluan, aku akan mencicipinya" Jawab Aris
"Baiklah. Kami akan memasak duluan, nanti cicipi masakan kami, ya. Kak Aris" Kata Tasya
"Tentu saja" Kata Aris
Setelah Aris mandi masakannya pun sudah matang Aris dan lainnya sudah berada di meja makan. Aris terkejut melihat makanan tersebut terlihat cukup enak.
"Wah, sepertinya enak" Kata Aris kagum
"Tentu saja. Ini semua aku yang masak" Kata Tasya tersenyum
"Apa maksudmu? Ini kita semua yang memasak" Kata melani kesal dengan perkataan Tasya
"Tahu nih, ada-ada saja" Kata Septi
"Berbangga sendiri tidak baik, loh" Kata Yuni
"Benar. Kita harus rendah diri dan tidak boleh sombong" Kata Yuli
"Kau ini.." Kata Riana
"Eh. Jadi, semuanya menyalahkanku?" Tanya Tasya yang terkejut
Semuanya pun tertawa.
"Jadi, bagaimana menurutmu, Ririn? Apa kau menyukai tempat ini?" Tanya Aris menoleh ke arah Ririn
Mendengar itu Ririn melihat semuanya menoleh ke arah dia.
"Aku rasa mereka sangat menyenangkan. Aku jadi ingin lebih lama tinggal di sini" Jawab Ririn
"Itu keputusan yang bagus" Kata Aris
"Tenang saja, Kak Ririn. Kak Aris pasti akan melindungi kita semua" Kata Septi
"Benar. Kak Aris pasti akan melindungi kita semua" Kata Tasya
__ADS_1
"Aku pun awalnya ragu. Tapi, lama kelamaan aku jadi percaya padanya" Kata Melani
"Kalian semua.. Baiklah, waktunya kita makan nanti keburu dingin dan setelah itu kita tidur" Kata Aris
"Baik" Kata mereka semua serentak
Setelah makanannya habis, mereka semua langsung pergi ke kamar tidur. Hanya Aris saja yang masih terjaga. Dia pun menunggu di luar rumah untuk memastikan bahwa tidak ada monster yang masuk ke wilayah mereka.
"Tuan, apa kamu sudah menemukan orang bisa dipercaya di kerajaan Ketral?" Tanya Quester
"Aku belum menemukan satupun. Niatku untuk mempekerjakan Ririn di penginapan Bela. Tapi, kemampuan dia masih kurang. Jadi, aku harus lebih sering melatihnya" Jawab Aris
"Jika itu Tuan, aku percaya pasti Tuan bisa melakukannya" Kata Quester
"Sudah lama aku tidak melihat pemandangan di sekitar sini" Kata Aris
"Terakhir Tuan ke sini 5 tahun lalu, ya? Itu pasti sudah cukup lama" Kata Quester
"Ya, benar. Aku juga rindu kepada orang tuaku, aku rasa mereka sudah melupakan rumah ini" Kata Aris
"Pasti mereka berpikir rumah ini sudah dihancurkan, padahal nyatanya tidak" Kata Quester
"Apa yang mereka berdua lakukan, ya. Di kantor asosiasi sihir" Tanya Aris
"Aku rasa mereka berdua cukup bahagia di sana" Kata Quester
"Tapi, kenapa mereka menganggapku telah meninggal, ya?" Tanya Aris
"Mungkin rumor itu telah tersebar saat 5 tahun lalu, dan sampai terdengar oleh orang tuamu" Jawab Quester
"Kau benar. Lagi pula itu sudah 5 tahun yang lalu" Kata Aris
"Aku sudah menyimpan lilinnya itu sama bertahun-tahun. Pada akhirnya mereka berhasil menemukannya" Kata Aris
"Kau menyimpan untuk apa?" Tanya Quester
"Mungkin saja suatu saat aku akan tinggal di sini selamanya" Jawab Aris
"Aku tidak tahu hutan ini banyak menyimpan monster tingkat tinggi" Kata Quester
"Sejujurnya kita berada di lapisan dalam hutan Ecber. Yang di luar lapisan hutan ini adalah hutan Bergilo" Kata Aris
"Jadi, di dalam lapisan hutan ini monsternya lebih tinggi daripada lapisan di luar, ya?" Tanya Quester
"Benar, maka dari itu aku tidak mengizinkan mereka untuk pergi ke manapun" Jawab Aris
"Aku sudah mulai mengantuk" Kata Quester sambil menguap
"Eh? Bukankah kau naga yang tidak bisa tidur?" Tanya Aris terkejut
"Tetap saja kita juga butuh tidur" Jawab Quester
"Baiklah. Kau masuk sekarang. Dan tidurlah dengan nyenyak" Kata Aris
"Baik. Tuan" Kata Quester
__ADS_1
Quester pun berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuh Aris.
"Sekarang aku harus ngapain, ya? Aku jadi bingung" Tanya Aris sendirian
"Di sini terlalu gelap. Aku tidak yakin bisa mengalirkan listrik sampai ke rumah ini" Kata Aris tambahnya
Di lain tempat.
"Apa kau yakin menyerangnya sekarang? Ini malam hari, loh" Kata Vera
"Tentu saja, aku ingin cepat-cepat segera membangkitkan raja iblis" Kata Bekti
"Apa kamu akan membunuh para warga di desa itu?" Tanya Vera
"Tentu saja tidak. Aku akan menggunakan jiwa ke putus asaan dan ketakutan mereka" Jawab Bekti
"Memang benar raja iblis dapat dibangkitkan dengan jiwa-jiwa yang lemah" Kata Vera
"Vera bantu aku. Aku akan mengumpulkan tenagaku untuk membuka gerbang hewan pemanggilku" Kata Bekti
"Baiklah. Sejak kapan kamu berubah menjadi ini? Bukankah kamu anggota dari asosiasi sihir, dan satu-satunya penyihir yang bisa memanggil hewan" Tanya Vera
"Aku berubah sejak Darma menjadi The Master Academy. Aku ingin membalaskan dendamku padanya. Karena, yang seharusnya menjadi The Master Academy adalah Ronald" Jawab Bekti
"Tapi, bukankah sekarang Ronald menjabat sebagai The Master Academy" Tanya Vera
"Itu benar. Tapi, aku tidak suka kekalahannya dan jabatan sekarang hanyalah pengganti Darma. Saat ia kabur pada jadwal pelantikannya, ia membawa buah yang bisa berubah menjadi anak muda. Aku yakin The Master Academy Darma itu masih hidup sampai sekarang walaupun banyak yang mengatakan dia telah meninggal karena diserang oleh monster" Jawab Bekti
"Apa kamu sampai yakin bahwa dia masih hidup sampai sekarang?" Tanya lagi Vera
"Tentu saja dia itu sangat kuat. Tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para monster di dunia ini. Saking kuatnya, sampai-sampai aku ingin balas dendam kepadanya dengan menggunakan raja iblis sebagai lawannya" Jawab Bekti
"Pasti itu sakit sekali" Kata Vera
"Memang benar. Makanya aku memancing semua masalah agar dia datang, nyatanya hanya para pasukan kerajaan dan anggota asosiasi sihir saja yang melerai masalahku" Kata Bekti
"Apa tidak masalah mereka menghentikan rencanamu?"Tanya Vera
"Tidak masalah. Tapi, aku akan menyebabkan keributan di tempat lain" Jawab Bekti
"Apa di desa Afharza tempat rencanamu sudah dihentikan?" Tanya Vera
"Cepat atau lambat rencanaku di sana akan berakhir. Karena Ida dan Ade sedang melawan hewan-hewanku" Kata Bekti
"Apa dengan begitu kamu akan berdiam saja?" Tanya lagi Vera
"Tentu saja aku akan diam. Karena rencanaku, hanya untuk memancing agar dia keluar" Jawab Bekti
"Begitu, ya" Kata Vera
"Sepertinya sudah waktunya" Kata Bekti
"Apa kau sudah mengumpulkan tenagamu?" Tanya Vera
"Elemen Pemanggil - Gerbang" Rapalan Bekti
__ADS_1
Muncul gerbang di pojokan rumah warga. Para monster pun keluar dari gerbang itu dan menyerang warga sekitar. Hewan itu tidak mencelakai warga sekitar, mereka hanya membuat ketakutan para warga sekitar untuk mendapatkan jiwa ke putus asaan dan ketakutan.
...END...