
"Tuan, di depan ada 2 monster" Kata Quester
"Baik" Kata Aris
Aris dan Quester berhasil mengalahkan kedua monster tersebut. Tetapi, semakin pagi banyak monster yang keluar.
"Elemen Listrik - Thunder Lighting" Rapalan Aris
"Elemen Api - Cairan Api" Rapalan Quester mengeluarkan api dari mulutnya
Setelah agak siang Aris dan Quester bertemu dengan seorang wanita cantik berpakaian merah dan hitam di kepalanya terdapat ikat rambut kupu-kupu.
"Permisi, siapa kamu biarkan kami lewat" kata Aris
"tuan, hati-hati" kata Quester
"Elemen Tanah - Lumpur Tanah" Rapalan wanita itu
Seketika tanah menjadi lumpur Aris dan Quester langsung melompat ke batang pohon. Dan nampaknya Aris dan Quester ditekan habis-habisan oleh wanita itu.
"Elemen Tanah - Ular Tanah" Rapalan wanita itu
Muncul ular dari lumpur itu dan langsung menyerang Aris dan Quester. Yang bisa dilakukan Aris hanyalah menghindar dan menghindar.
"Wanita ini, tidak memberikan kita kesempatan untuk menyerang" Kata Aris
"Tenang saja tuan aku akan memberikanmu celah. Elemen Api - Cairan Api" Rapalan Quester mengeluarkan api dari mulutnya
Seketika ular lumpur tersebut menjadi keras karena pemanasan.
"Sekarang tuan" Kata Quester
"Baiklah" Kata Aris langsung menyerang
"(tersenyum).. Elemen Air - Pecut Air" Rapalan wanita itu
"Awas tuan!!" Kata Quester
Aris langsung menghindar dan berdiri di batang pohon.
"Hampir saja" Kata Aris
Di tempat pengungsian Ida dan kawanannya mencari Aris dengan bertanya kepada para lelaki yang ngobrol dengannya. Lelaki itu menjawab bahwa ia pergi ke hutan bersama adiknya. Mendengar itu Ida dan kawanannya langsung pergi ke hutan.
"Apa yang dilakukan anak bodoh itu?" Tanya Ida dalam hati
Sedangkan di hutan Aris masih tertekan oleh wanita itu.
"Ayolah apa hanya segini kekuatan mu?" Tanya wanita itu
"Bagaimana aku bisa menyerangmu jika kau terus-terusan menyerang ku?" Tanya balik Aris
"Ayolah hibur aku lagi" Kata wanita itu
"Sepertinya tidak ada pilihan lain" Kata Aris
"Baiklah tuan" Kata Quester
"Apa? Apa kalian sudah berani berhadapan denganku?" Tanya wanita itu
__ADS_1
"Quester apa kau siap?" Tanya Aris
"Sudah tuan" Jawab Quester
Aris dan Quester langsung menyerang mereka secara bersamaan dengan sangat cepat. Bahkan wanita itu saja tidak bisa menandingi kecepatannya mereka berdua. Akhirnya Aris bisa melawan wanita itu hingga terpental.
"Bagaimana? Apa kau masih lanjut?" Tanya Aris
"Elemen Tanah - Lumpur Tanah" Rapalan wanita itu
"Aku sudah bosan Elemen Air - Gelombang Air" Rapalan Aris
Muncul gelombang air yang besar sehingga membuat hutan itu tergenang air. Ida dan kawanannya hampir sampai tetapi mereka juga terkena gelombang airnya Aris.
"Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Ida
Muncul dinding tanah yang besar menghadang gelombang air.
"Apa-apaan gelombang itu?" Tanya salah satu temannya Ida
"Tidak salah lagi ada pertarungan disana" Jawab temannya
"Ketua, apa kita harus kesana? Atau mencari anak muda itu?" Tanya Hoz
"Prioritas kita adalah memastikan keselamatan dia. Kita cari di tempat lain dan hindari pertarungan apapun" Jawab Ida
"Baik!!" Kata temannya Ida serentak
"Perasaanku mengatakan dia yang bertarung disana. Tetapi aku juga tidak bisa yakin begitu saja" Kata Ida dalam hati
Aris dan Quester masih sanggup bertarung tetapi wanita itu sudah lemah karena kelelahan. Dan wanita itu memutuskan untuk kabur. Tetapi saat ingin di kejar oleh Aris, Quester menyarankan untuk melanjutkan tujuan kita dan Aris pun langsung menuruti apa kata Quester.
"Baiklah sedikit lagi kita akan mencapai gunung itu dan waktu juga masih siang" Kata Aris
"Sepertinya aku sudah lapar, memangnya kita mau makan apa?" Tanya Aris
"Disana ada buah yang bisa dimakan" Jawab Quester sambil menoleh ke arah pohon
"Kalau begitu biar aku yang petik dan kau cari sesuatu untuk dijadikan alas" Kata Aris
"Baik tuan" Kata Quester
Setelah Aris mengumpulkan makanan dan Quester mencari alas mereka langsung membuat tempat untuk memakan makanannya. Tiba-tiba terdengar suara di balik semak-semak. Aris diberitahu oleh Quester untuk tidak menyerangnya dikarenakan takutnya ada hewan liar.
"Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanya Aris
"biarkan saja jika memang dia berbahaya barulah kita menyerangnya" Jawab Quester
Aris dan Quester bersiap-siap untuk menyerang tetapi yang keluar hanyalah seekor rusa. Akhirnya kegelisahan mereka telah hilang. Dan tampaknya rusa itu kelaparan, ia hanya bisa melihat buah-buahan yang dibawa Aris. Dan Aris memutuskan untuk memberikan sedikit makanannya.
"Sepertinya dia lapar" Kata Aris
"Kalau begitu berikan dia buah ini" Kata Quester sambil memberikan buah ke arah Aris
Dan benar saja ia langsung memakannya dan mengeluarkan suara seperti kesenangan.
"Aku rasa dia senang" Kata Aris
"Ya" Kata Quester
__ADS_1
"Sudah waktunya kita berjalan lagi" Kata Aris
"Ya tuan" Kata Quester
Setelah berjalan cukup lama Aris melihat gua dan tampaknya gua itu sepi. Aris dan Quester memutuskan untuk masuk tetapi saat hendak masuk tiba-tiba keluar monster serigala.
"Tuan dia masih tingkat S kita harus mengalahkan secepatnya agar dia tidak bisa bermutasi" Kata Quester
"Baiklah, aku mengerti" Kata Aris
Aris dan Quester langsung mengalahkan monster itu sebelum bermutasi.
"Ternyata memang benar disini itu sarangnya" Kata Aris
"Apa kita akan terus masuk?" Tanya Quester
"Ada apa?" Tanya Aris
"Aku merasakan ada sesuatu didalam sana" Jawab Quester
"Kalau kau bilang begitu apa lebih baik kita mencari lagi?" Tanya Aris
"Tidak perlu. Aku rasa disini titiknya" Jawab Quester
"Baiklah kalau begitu. Aku akan masuk dan kau diluar saja" Kata Aris
"Tidak. Aku akan ikut denganmu" Kata Quester
"Baiklah kalau kau bilang begitu" Kata Aris
Saat Aris dan Quester masuk mereka berdua melihat seseorang sedang menggunakan sihir pemanggil. Dan saat Aris ingin melihatnya lebih dekat muncul wanita yang tadi.
"Jadi bagaimana kelanjutannya?" Tanya wanita itu
"Seperti biasa aku selalu saja maju tidak seperti dirimu yang dikalahkan oleh anak muda" Jawab pria itu
"Bagaimana kau tahu aku dikalahkan oleh anak kecil?" Tanya wanita itu
"Terlihat jelas dari wajahmu, Vera" Kata pria itu
"Aku sering lelah mungkin gara-gara kebanyakan menggunakan sihir. Tapi kau tetap tidak bisa membantuku kan, Bekti?" Tanya Vera
"Jika kau sedikit berlatih mungkin kau bisa mengatasi kekuranganmu" Kata Bekti
"Aku harus istirahat dulu untuk memulihkan kondisiku" Kata Vera
"Kalau begitu selamat malam. Elemen Pemanggil - Wolfburg" Rapalan Bekti
"Tuan, yang satunya pergi akankah kita menyerangnya?" Tanya Quester
"Baiklah kita kalahkan pengguna pemanggilnya" Jawab Aris
Saat ingin bersiap-siap Aris dikejutkan dengan suaranya ternyata dia bisa mendeteksi keberadaan Aris dan Quester.
"Tidak perlu sampai segitunya" Kata Bekti
"apa? Bagaimana kau tahu aku bersembunyi?" Tanya Aris
"Keberadaanmu sudah terlihat saat kau masuk ke gua ini" Jawab Bekti
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Aris
...END...