Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Bersiap-siap


__ADS_3

Saat Aris sudah mulai kepanikan, terdengar suara Bela memanggil dari bawah tangga. Mendengar teriakan Bela, Aris langsung pergi ke bawah dengan sangat cepat.


"Cih, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu, Aris" Kata Nia


Saat tiba di meja makan, Bela melihat Aris kelelahan seperti dikejar oleh sesuatu.


"Aris, ada apa?" Tanya Bela


"Tidak, tidak ada apa-apa" Jawab Aris yang masih mengatur nafasnya


"Benarkah?" Tanya Bela lagi yang masih penasaran


"Sungguh, aku tidak apa-apa" Jawab lagi Aris yang masih kepanikan


Tidak berapa lama, akhirnya Nia turun dari tangga. Ia melihat Aris dengan penuh senyuman. Dan Aris merasa ketakutan. Melihat itu Bela semakin tidak mengerti apa yang terjadi di antara keduanya.


"Kalian berdua, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Bela yang masih penasaran


"Eh? Tidak. Tidak ada apa-apa. Benarkan, Aris?" Tanya Nia kepada Aris


"I-Iya. Tidak ada apa-apa" Jawab Aris yang masih ketakutan sambil menundukkan kepalanya


"Begitu, ya sudah. Waktunya makan" Kata Bela


Tanpa sengaja Aris menatap wajahnya Nia. Wajahnya penuh dengan senyuman seakan-akan dia ingin membunuhnya.


"Tolong aku, Bela" Kata Aris dalam hati yang semakin ketakutan


Keesokan paginya, Aris berpamitan dengan Bela dan juga Nia.


"Baiklah, aku akan pergi" Kata Aris


"Selamat jalan. Hati-hati, ya" Kata Bela


"Aku akan selalu menunggumu. Saat kamu kembali aku akan memberikan sesuatu yang sangat bagus" Kata Nia sambil tersenyum jahat


"Aku sudah tahu apa yang kau rencanakan" Kata Aris dalam hati


"Kalau begitu, dadah" Kata Bela melambaikan tangannya


"Cepatlah kembali" Kata Nia masih memberikan senyum jahatnya


"Aku akan kembali secepatnya" Kata Aris sambil memberikan lambaian tangannya juga


"Sepertinya kau memiliki banyak wanita, tuan" Kata Quester


"Apa dia bisa disebut sebagai wanita?" Tanya Aris mengarah kepada Nia


"Wajar saja, wanita memang begitu sifatnya" Jawab Quester


"Apa wajar wanita mempunyai sifat seperti psikopat?" Tanya Aris


"Itu adalah wujud dari kekuatan cinta, tuan" Kata Quester


"Aku merasa dirimu seperti dirinya" Kata Aris


"Jahatnya, tuan. Mengatakan aku seperti orang lain. Padahal, aku adalah aku sendiri" Kata Quester


"Apa maksudmu?" Tanya Aris

__ADS_1


"Maksudku adalah aku juga bisa berubah menjadi wanita yang seumuran dengannya" Jawab Quester


"Sebenarnya kau ini makhluk apa, sih?" Tanya Aris


"Tentu saja, aku adalah naga suci" Jawab Quester


"Eh? Yang benar. Bukan seperti anak kecil lagi?" Tanya Aris kurang yakin


"Apa aku harus membuktikannya?" Tanya Quester


"Tunggu dulu, aku yakin saat ini kau pasti belum memiliki pakaiannya, benar kataku?" Tanya Aris


"Tuan, kau mesum" Kata Quester


"Aku tidak berpikir begitu!!!" Kata Aris teriak


"Tuan, kau aneh" Kata Quester


"Sudahlah, aku lelah" Kata Aris


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Aris tiba di toko milik bang Roy. Disana hanya ada Roy seorang.


"Ijas, belum sampai?" Tanya Aris


"Sepertinya ia masih dalam perjalanan" Jawab Roy


"Begitu, ya. Apa kau pernah kesana sebelumnya?" Tanya Aris


"Aku pernah sekali. Pada saat itu tempat perdagangannya masih di hutan. Banyak hewan-hewan yang diperjualbelikan. Ada yang dari biasa saja sampai ke hewan yang sangat dilindungi" Jawab Roy


"Apa sekarang tempatnya masih sama di hutan juga?" Tanya lagi Aris yang penasaran


"Jika sebelumnya di hutan, mengapa mereka pindah ke ruangan, ya? Dan juga kenapa mereka sembunyi-sembunyi?" Tanya lagi Aris


"Karena pada saat itu, mereka ketahuan telah menjual hewan milik kerajaan. Melihat hewan kerajaan itu, salah satu pembeli melaporkan ke kerajaan dan kerajaan langsung berangkat untuk memastikan apa benar yang dikatakan pembeli itu dan benar saja, mereka ketahuan menjual hewan milik kerajaan. Para pasukan kerajaan langsung menangkap penjual hewan tersebut. Penjual itu menolak dan melakukan serangan kepada pasukan kerajaan dan akhirnya para bangsawan yang ada disana saling serang untuk mendapatkan hewan-hewan yang dijual oleh pedagang itu" Jawab Roy


"Apa penjual itu masih ada sampai sekarang?" Tanya lagi Aris


"Aku rasa penjual itu yang sekarang masih menjual para budak tersebut" Jawab Aris


"Aku terkejut mereka dia bisa selamat dari kejadian itu" Kata Aris


"Yang terpenting untuk sekarang adalah jangan terlibat dalam kejadian-kejadian yang ada. Aku percaya pasti akan pemberontakan lagi disana" Kata Roy


"Pemberontakan? Apa nanti akan terjadi penyerangan?" Tanya Aris ketakutan


"Aku percaya. Mereka akan menyerang orang yang memegang kartu" Jawab Roy


"Kartu? Untuk apa kartu itu?" Tanya lagi Aris yang kebingungan


"Setiap orang yang membeli budak mereka akan diberi kartu. Kartu itu berguna untuk menebus budak yang telah dibeli. Kartu itu berlaku di saat pelelangan telah berakhir" Jawab Roy


"Begitu, ya" Kata Aris


"Ngomong-ngomong, apa kau membawa uang untuk membeli temanmu?" Tanya Roy


"Aku sudah membawanya" Jawab Aris


"Syukurlah, aku pikir dia tidak akan mengerti. Aku juga lupa bilang, bahwa ini pertama kalinya ada yang menjual manusia. Dan aku berpikir mungkin itu adalah temanmu" Kata Roy

__ADS_1


"Kau benar. Oh, iya. Ijas kemana? Aku tidak berpikir ia akan terlambat disaat ini" Kata Aris yang kebingungan


"Kau benar, ini juga sudah sangat lama" Kata Roy


"Terus, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Aris


"Entahlah. Oh, benar. Pacarmu dimana?" Tanya Roy


"Dia.. aku tidak mengajaknya" Jawab Aris


"Apa kalian sedang bertengkar?" Tanya lagi Roy yang penasaran


"Aku dan dia tidak memiliki hubungan. Dia sengaja ikut denganku dalam misi ini" Kata Aris


Tidak beberapa lama akhirnya Ijas datang.


"Kau ini, darimana saja?" Tanya Roy


"Maaf, maaf. Aku ketiduran" Jawab Ijas sambil tertawa kecil


"Kalau begitu, apa kita sudah bisa berangkat sekarang?" Tanya Aris


"Baiklah, mari kita pergi" Jawab Roy


"Tunggu, sebelum itu ada yang mau aku berikan pada kalian" Kata Aris


"Apa itu?" Tanya Roy


Aris mengeluarkan kantung hitam dari kantungnya dan memberikan pada mereka berdua.


"Apa ini?" Tanya Roy


"Didalam itu berisi 100 keping emas" Jawab Aris


"Apa kau bilang? 100 keping emas? Untuk apa?" Tanya lagi Roy


"Ini adalah upah kalian karena membantuku. Dan juga untuk bagian Roy aku sedikit menambahkannya karena kemarin aku belum membayar ramuan dan juga pisau kecil itu" Jawab Aris


"Kalau begitu, baiklah. Aku terima. Terimakasih" Kata Roy tersenyum


"Baiklah, ini akan menjadi petualangan yang menyenangkan" Kata Ijas


"Aris, aku ingatkan sekali lagi. Jangan pernah terlibat dalam hal apapun" Kata Roy memperingati


"Baiklah, aku akan mengikuti apa kata-katamu" Kata Aris


Mereka berdua pun berjala ke arah ibukota. Melihat itu Aris kaget dan bertanya-tanya.


"Apa kau yakin disekitaran sini tempatnya? Bukankah ini terlalu mencolok?" Tanya Aris yang keheranan


"Mereka pintar. Justru itulah mereka menempatkannya di ibukota. Karena untuk apa pasukan kerajaan berpatroli di sekitaran ibukota. Sekarang mereka berpatroli di sekitaran hutan. Takutnya ada tempat yang mencurigakan" Jawab Roy


"Begitu, ya" Kata Aris sedikit terkejut


"Tapi, aku yakin pasti mereka bergerak" Kata Roy


"Apa maksudmu mereka?" Tanya Aris yang kebingungan


"Nanti kau juga akan tahu" Jawab Roy

__ADS_1


...END...


__ADS_2