Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Pahlawan


__ADS_3

Setelah sampai di kamarnya, Aris langsung membaca surat yang diberikan oleh orang asing tersebut.


"Ayo cepatlah, Tuan. Aku juga ingin membacanya. Aku jadi penasaran apa isinya?" Kata Quester penasaran


"Kepada Aris, sudah lama aku melihatmu dari kejauhan dan memperhatikanmu. Rasa ini sudah tidak dapat ditahan lagi. Jadi, aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Temui aku besok setelah ujian selesai di atap sekolah" Kata Aris membaca surat itu


"Bukankah itu hebat, Tuan? Ternyata ada yang menyukai Tuan selama ini" Kata Quester senang


"Besok siang, aku akan menolaknya secara halus. Sebenarnya aku tidak mau berurusan dengan cinta. Tujuanku adalah ingin hidup normal setelah memakan buah itu" Kata Aris


"Eh? Ta-Tapi Tuan. Jika kau menolaknya, bagaimana dengan perasaannya?" Tanya Quester terkejut dengan kata Aris


"Mungkin suatu saat, dia akan menemukan cinta sejatinya" Jawab Aris


"Baiklah" Kata Quester bersedih


"Sudahlah, aku ingin segera tidur. Aku sudah cukup lelah hari ini" Kata Aris


Keesokan paginya, Aris bangun seperti biasa.


"Baiklah, mari kita kerjakan ujian sekolahnya" Kata Aris bersemangat


Seperti biasa, saat memasuki ruang kelas. Teman-temannya hanya bisa pasrah memikirkan tentang ujiannya. Setelah bersantai cukup lama, tiba saatnya bel berbunyi.


"Mari kita selesaikan semua ini" Kata Aris bersemangat


Setelah mengerjakan ujiannya, Aris keluar dari kelas. Ia pun bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Bagaimana, kalau kita ke kantin?" Tanya Quester


"Apa kau lapar?" Tanya Aris


"Sedikit. Tapi, aku benar-benar ingin memakan sesuatu di kantin" Jawab Quester


"Baiklah. Lagipula kita masih ada waktu sampai pertemuan dengan wanita itu" Kata Aris


Setelah sampai di kantin, Aris melihat sekitaran ternyata sangat sepi.


"Apa ada yang ingin kau makan?" Tanya Aris


"Aku ingin Mie dengan daging sapi" Jawab Quester


"Baiklah, baiklah. Aku juga ingin memakannya" Kata Aris


Mereka berdua pun memesan makanannya dan duduk di bangku saling berhadapan. Setelah menunggu cukup lama, tiba saatnya makanannya mereka sampai.


"Silahkan" Kata pelayan itu


"Iya. Terimakasih" Kata Aris


"Anu.. apa mungkin kamu Aris? Yang cepat mengerjakan ujian sekolah saat ini?" Tanya pelayan itu


"Ah, benar. Itu aku. Ada apa emangnya?" Tanya Aris

__ADS_1


"Ti-Tidak. Aku hanya terkejut saja bisa melihatmu saat ini" Kata pelayan itu


"Begitu, ya" Kata Aris


"Hei, beritahu aku bagaimana caranya bisa mengerjakan ujian tersebut dengan cepat? Jika aku belajar dari ahlinya maka ada kemungkinan aku juga bisa" Kata pelayan itu


"Ah, itu.. Quester tolong aku!!" Kata Aris memohon


Quester hanya bisa melihatnya dan melanjutkan makannya.


"Tega sekali kau, Quester. Aku hanya belajar seharian dan juga latihan mengerjakan tugasku" Kata Aris tersenyum


"Jadi begitu, ya. Seandainya aku bisa seperti itu" Kata pelayan itu


"Kau akan bisa seperti itu. Jika rajin membaca buku dan juga bertanya kepada yang lebih pintar" Kata Aris


"Begitu, ya" Kata pelayan itu


"Jadi, apa aku boleh memakannya? Dari tadi kau hanya bertanya terus padaku. Sampai-sampai aku tidak bisa memakan walaupun hanya sesendok" Tanya Aris


"Ah, maaf. Maafkan aku. Silahkan dinikmati makanannya" Kata pelayan itu panik dan pergi meninggalkan Aris


"Tuan, sepertinya kau benar-benar populer, ya" Kata Quester


"Itu tidak benar" Kata Aris


"Ah, sudah habis. Boleh aku memesannya lagi, Tuan?" Tanya Quester memohon dengan wajah yang imut


"Terimakasih, Tuan. Aku menyukaimu. Anu.. pesan satu lagi" Kata Quester teriak


"Baik!!" Kata pelayan


Setelah makan, Aris dan Quester berjalan di lorong.


"Ah, kenyang sekali. Jadi, ingin tidur" Kata Quester


"Itu sih sudah jelas. Kau sampai memakannya 3 mangkok" Kata Aris


"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan, Tuan?" Tanya Quester


"Kita ke taman. Kita tunggu sampai bel berbunyi" Jawab Aris


"Baik" Kata Quester


Di ruang kelas.


"Sebenarnya dia itu kenapa?" Tanya Arina


"Mana kutahu. Dia itu seperti sudah pernah melaksanakan ujian ini" Jawab Dinda


"Ah, irinya. Aku juga ingin mempunyai ingatan yang cerdas" Kata Resti


"Apa menurut kalian, Aris itu mendapatkan kisi-kisi dari guru?" Tanya Dedi

__ADS_1


"Ya, aku rasa itu tidak mungkin. Memangnya dia siapa? Dia juga jarang mendekati para guru-guru" Jawab Arina


"Apa kita harus menanyakan langsung padanya?" Tanya Resti


"Sepertinya itu tidak mungkin" Kata Dinda


"Kalian berempat, jangan saling bertanya!!" Kata guru KausaRatna


"Baik!!!" Kata mereka berempat serentak


Di ruang kelas lainnya.


"Aku jadi tidak sabar ingin melihat Aris saat ada orang yang mengungkapkan perasaan padanya. Sejujurnya, aku tidak terima. Aku tidak bisa menerima ini semua!!!" Kata Angelia teriak


Semua siswa-siswi yang berada dikelasnya Angelia sangat terkejut karena Angelia tiba-tiba teriak.


"Dia kenapa?" Tanya Debi dalam hati


Saat tiba di taman, Aris mendengar suara yang keras dari salah satu ruang kelas.


"Bukankah itu kelasnya Angelia? Kenapa ramai sekali?" Tanya Aris


"Mungkin ada yang ketahuan mencontek. Jadi, apa kita akan tiduran?" Tanya Quester


"Yah, mau bagaimana lagi" Kata Aris


Aris sedang tertidur pulas sedangkan Quester melihat pemandangan langit yang biru.


"Hei Tuan, menurutmu siapa yang lebih kuat dirimu dengan keempat pahlawan itu?" Tanya Quester penasaran


"Aku tidak tahu. Menurutku gelar The Master Academy dan gelar pahlawan sama-sama membuat mereka terkenal. Tapi, untuk menguji kekuatannya masing-masing itu adalah hal yang mustahil" Jawab Aris


"Mustahil?" Tanya Quester


"Ya, lagipula untuk apa mereka mengadu kekuatan mereka hanya untuk mengujinya? Itu adalah permintaan paling tidak masuk akal" Jawab Aris


"Tapi, apa mereka pernah bertarung satu sama lain?" Tanya lagi Quester


"Entahlah, aku tidak tahu. Mungkin The Master Academy lalu pernah. Tapi untuk sekarang sepertinya itu tidak akan terjadi. Karena mereka sama-sama memiliki tugas yaitu mengalahkan pasukan iblis" Jawab Aris


"Apa kau tahu senjata para pahlawan, Tuan?" Tanya Quester


"Aku tahu. Yang pertama pemimpin mereka, aku tidak tahu namanya tapi senjata yang digunakan adalah pedang. Dia adalah pengguna dua pedang pertama di antara para pahlawan yang lainnya. Dan kedua, aku juga tidak tahu namanya dan juga ia merupakan seorang perempuan. Yang pasti dia adalah pengguna sihir dengan 4 elemen. Ia bisa menggunakan sihir sampai tingkat SSS. Ketiga, yang kutahu dia adalah seorang dengan zirah yang kuat dan kokoh senjatanya juga pedang tapi ini lebih besar. Dan yang terakhir, ia merupakan perempuan dari ras elf. Menurutku ras elf adalah ras terlangka. Ia tidak menggunakan senjata, ia hanya sebagai pendukung. Tugasnya adalah memberikan bantuan kepada teman-temannya sepertinya kekuatan, kecepatan dan juga healing yang sangat cepat. Sejujurnya, yang harus dikalahkan terlebih dahulu adalah si elf ini. Tapi, teman-temannya bisa melindunginya dengan sangat cekatan" Jawab Aris


"Hebat, Tuan. Bisa tahu mereka semua" Kata Quester kagum


"Tapi, tetap saja aku tidak pernah bertemu mereka sebelumnya. Bahkan, pada saat aku menjadi The Master Academy" Kata Aris


"Aku jadi ingin bertarung dengan mereka, Tuan" Kata Quester bersemangat


"Dasar kau ini" Kata Aris mengusap kepalanya Quester


...END...

__ADS_1


__ADS_2