Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Awal Masalah


__ADS_3

Keesokan paginya Riska dan Delia pergi ke asrama lelaki untuk menemui Aris, disana mereka bertemu dengan penjaganya.


"Permisi.. apakah pemuda yang bernama Aris ada di kamarnya?" Tanya Riska


"Baik, tunggu sebentar" Kata penjaga itu


Setelah menunggu tidak terlalu lama akhirnya penjaga itu mengatakan bahwa Aris dari kemarin belum pulang. Mendengar jawaban itu mereka berdua langsung kembali ke asramanya.


"Terus apa yang harus kita lakukan? Jika tidak menemukan Aris maka ketua OSIS takutnya akan..." Kata Riska


"Tenanglah, kita hanya harus mencarinya, kan?" Tanya Delia


"Iya, tapi mencari kemana? Sebentar lagi kan pertandingannya dimulai. Pertandingan ini yang sangat dinanti-nantikan olehnya" Kata Riska


"Kau benar. Apa mungkin ketua OSIS menyukai Aris?" Tanya Delia berfikir


"Tidak mungkin. Dia kan tidak bisa menggunakan sihir mana mungkin ia menyukainya?" Tanya balik Riska


"Tapi kau lihat kan dia saja bahkan memanggil namanya" Jawab Delia


"Aku juga tidak begitu yakin tapi memang sepertinya dia menyukai Aris" Kata Riska


"Terus apa yang harus kita lakukan siang ini dia harus pergi ke kerajaan Ruhyus. Jika kita tidak membawanya maka dia tidak akan mendapatkan barang yang selalu ia inginkan" Kata Delia


"Kemana kita harus mencarinya?" Tanya Riska bersuara kecil


Tidak berapa lama akhirnya Aris muncul dan bertemu dengan mereka berdua. Mereka yang melihatnya kaget karena Aris tiba-tiba berada di sampingnya.


"Aris..." Kata Delia


"Aris, tolong ketua OSIS dia tidak bisa pergi tanpamu" Kata Riska


"Tanpaku? Memangnya kenapa dia? Dan apakah dia sudah pergi untuk pertandingan?" Tanya Aris


"Saat dia sedang tidur dia memanggil namamu" Kata Delia


"Namaku? Ya sudah aku akan membangunkannya" Kata Aris


"Tunggu, sebenarnya hubungan apa yang kalian miliki?" Tanya Riska


"Tidak ada, aku hanya guru pedangnya" Jawab Aris tersenyum


Saat memasuki kamarnya Aris membangunkan Angelia dan Angelia yang terbangun langsung memeluknya erat.


"Apa kau ini benar-benar Aris?" Tanya Angelia


"Ya.. aku Aris yang kau kenal" Jawab Aris


"Syukurlah. Aku senang" Kata Angelia


"Ayolah bangun, kita tidak takut terlambat untuk pertandingan, kan?" Tanya Aris


"Be-benar kita harus bergegas" Kata Angelia


Mereka berdua pun pergi ke kerajaan Ruhyus untuk pertandingan adu pedang.


"Terimakasih banyak karena kalian telah merawatku. Aku sangat senang sekali bisa memiliki kalian berdua" Kata Angelia


"Sudahlah, kalian pergilah. Nanti keburu telat" Kata Riska


"Jangan lupa bawa hadiahnya, ya" Kata Delia

__ADS_1


"Baiklah terimakasih" Kata Angelia sambil melambaikan tangannya


"Kita akan naik apa kesana?" Tanya Angelia


"Kita akan berteleportasi" Jawab Aris


"Berteleport? Memangnya kau bisa?" Tanya lagi Angelia


"Tentu saja tidak bisa, tapi kita akan menggunakan jasa orang ini" Jawab Aris sambil melihat ke arah pohon


"Yo..." Kata Ade


"(kagum).. Apa kau tuan Ade dari anggota asosiasi sihir yang bisa menggunakan teleport?" Tanya Angelia kagum


"Oh.. kau mengenalku, ya?" Tanya Ade


"Ya, tentu saja. Aku sangat mengagumi anda dan juga anak anda. Aku hampir memiliki semua barang pribadinya" Kata Angelia masih sangat senang


"Wah, apa kau segitunya?" Tanya Ade


"Bahkan aku juga bisa menggunakan sihirnya. Aku juga bisa menggunakan teknik pedang bulan sabit walaupun sedikit dan aku akan menggunakannya di pertandingan nanti" Kata Angelia


"Kalau begitu. Berjuanglah!" Kata Ade


"Sudahlah, bisa kita berangkat sekarang?" Tanya Aris


"Baiklah.." Kata Ade


Ade mengeluarkan sihirnya dan aura cahaya mengelilingi sekelilingnya dengan sekilas mereka langsung menghilang dan berada di depan gerbang kerajaan Ruhyus.


"Wah, aku kaget karena kita bisa sampai disini dengan sangat cepat" Kata Angelia kagum


"Baiklah, sekarang kita masuk dan daftarkan dirimu" Kata Aris


"Sudahlah, semangat, ya!" Kata Ade sambil pergi menghilang


"Baik, sekarang kita akan masuk ke tempatnya dan makan yang enak" Kata Aris


Saat memasuki tempatnya Aris dan Angelia kaget karena tempatnya seperti stadion yang besar dan tidak beberapa lama akhirnya mereka bertemu dengan Miftah dan juga Nadia yang sedang melihat-lihat acaranya.


"Aris!!" Kata seorang perempuan meneriakinya


"(menoleh).. Ada Nadia dan juga Miftah, ya?" Tanya Aris


"Yah aku tidak percaya bisa bertemu denganmu lagi disini" Kata Nadia


"Kau!!!" Kata Angelia


"Oh.. ternyata kau, ya? Apa kau akan menerima kekalahan lagi kali ini?" Tanya Nadia


"Tenang saja, aku yang akan memenangkan pertandingan ini dan juga hadiahnya" Kata Angelia


"Oh, bagaimana kau bisa seyakin itu?" Tanya Nadia


"Karena aku memiliki dia. Dia adalah guru pedangku dan sekarang aku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya" Kata Angelia


"Gawat, gurunya adalah dia" Kata Nadia


"Ada apa, rivalku?" Tanya Angelia


"Dia adalah teman latihan pedangku. Yah, itu juga tidak akan membuatnya kuat sepertinya" Kata Nadia

__ADS_1


"Apa kau bilang?" Tanya Angelia kesal


"Jadi, apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Aris


"Kami hanya melihat-lihat saja sebelum acaranya dimulai" Kata Miftah


"Apa kau ikut serta juga?" Tanya Aris


"Tidak, aku hanya berpatroli di sekitar sini" Jawab Miftah


"Begitu ya" Kata Aris


"Jadi, apa kau sudah mendaftar?" Tanya Miftah


"Belum, memangnya dimana aku harus mendaftarnya?" Tanya balik Aris


"Kau bisa pergi kesana untuk mendaftarnya. Tetapi, lawannya sekarang lebih banyak dari sebelumnya aku rasa ini bisa memakan waktu yang cukup lama" Jawab Miftah sambil menunjukkan tempatnya


"Begitu ya. Terimakasih. Angelia, ayo kita pergi mendaftar" Kata Aris melihat Angelia masih berkelahi dengan Nadia


"Baik. Kau lihat saja aku akan mengalahkanmu secepatnya" Kata Angelia


"Jangan kau berpikir semudah itu bisa mengalahkanku hanya kau menjadi muridnya" Kata Nadia


"Apa kau bilang?" Tanya Angelia semakin kesal


"Mau ngajak berkelahi, hah?" Tanya balik Nadia kesal "Sudahlah hentikan kalian berdua" Kata Aris


"Nadia, sudah waktunya" Kata Miftah


"Baiklah" Kata Angelia


Saat mengantri untuk mendaftar tiba-tiba Aris disenggol oleh pemuda dan pemuda itu tampaknya kesal.


"Woy, mengantrilah" Kata Aris


"Hah? Apa masalahmu?" Tanya pemuda itu berpakaian kuning dan hitam berambut pendek coklat


"Kau harusnya mengantri dibelakang dan bukannya di depan" Kata Aris


"Kau tidak tahu? Aku adalah Iwan Setiawan dan aku adalah seorang bangsawan sekaligus pendekar pedang di akademi" Kata Iwan


"Tidak tahu" Kata Aris


"Kau mengejekku, ya?" Tanya Iwan


"Aku sedang tidak mengejekmu, lagipula kau yang salah berada didepan ku" Kata Aris


"Oh, kau ingin mengadu pedang, ya? Baiklah, aku sebagai keluarga Setiawan akan melayanimu" Kata Iwan


"Aris, kenapa kau beradu pedang padanya?" Tanya Miftah


"Memangnya kenapa? Dia tidak terlalu kuat kok" Jawab Aris


"Dia itu kan bagian dari keluarga bangsawan dan juga orang terhormat di akademi. Lebih baik kau meminta maaf padanya" Kata Nadia


"Percuma saja, keluarga bangsawan tidak akan menerima permintaan maaf dari rakyat biasa, kan?" Tanya Aris


"Benar juga katamu" Kata Nadia


"Tenang saja, aku akan mengajarinya sopan santun" Kata Aris

__ADS_1


"Baiklah" Kata Nadia sedih


...END...


__ADS_2