
"Begini saja, jika aku menang maka kau harus menjadi milikku dan jika aku kalah aku tidak akan mengganggumu lagi" Kata Angelia
"Baiklah itu taruhan yang adil" Kata Aris tersenyum
"Tentu saja syaratnya kau tidak boleh menggunakan sihirmu" Kata Angelia tersenyum
"Kau gila, bagaimana aku menahan serangan sihir tingkat SS darimu" Kata Aris teriak
"Kalau begitu aku anggap kau kalah, bagaimana?" Tanya Angelia sambil tersenyum
"Baiklah, aku terima tantangan mu" Kata Aris terpaksa
"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan kita akan bertanding di arena dengan disaksikan oleh para penonton" Kata Angelia
"Mau sampai kapan kau akan mengerjai diriku?" Tanya Aris
"Baiklah sayang hari ini aku yang traktir" Kata Angelia sambil pergi ke cafe itu
"Apa yang dia pikirkan?" Tanya Aris dalam hati
Saat Aris keluar dari cafe Angelia langsung menarik tangan Aris untuk pergi ke tempat bermain.
"Hoy... lepaskan aku" Kata Aris
"Tidak karena mulai hari ini kau adalah milikku" Kata Angelia sambil menyilang kan tangannya
Setelah bermain seharian mereka berdua pulang ke asramanya masing-masing, sebelum berpisah mereka berbincang-bincang dulu.
"Baiklah sayang, jangan lupa waktunya seminggu lagi" Kata Angelia
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Kata Aris
Angelia berlari menuju Aris dan memberikan ciuman yang manis.
"Kau, apa yang kau lakukan?" Tanya Aris sambil kaget dan kebingungan
"Aku harap aku menang" Kata Angelia sambil mengedipkan sebelah matanya
Angelia pun pergi ke asramanya sedangkan Aris bingung terdiam di tempatnya.
Besoknya di sekolah, Aris dipanggil oleh Angelia untuk ke ruangan OSIS.
"Permisi" Kata Aris sambil mengetuk pintu dan membukanya
"Masuklah sayang" Kata Angelia
"Kau ini ya" Kata Aris sambil menghela nafas
"Baiklah debi.." Kata Angelia sambil memanggil Debi
"Baik ketua.." Kata Debi
Debi membawa surat-surat untuk dilihat oleh Aris.
"Apa ini?" Tanya Aris sambil melihat-lihat suratnya
"Ini adalah tugas dari guild di kota, mereka ingin meminta bantuan dari sekolah.
"Baiklah.. aku akan segera kesana" Kata Aris
Saat Aris menuju ke kelas ia bertemu dengan Dedi.
"Yo.. mau ke kantin?" Tanya Dedi
__ADS_1
"Tidak sekarang.. aku ada beberapa pekerjaan" Kata Aris
"Kau hebat ya masih kelas 1 sudah punya pekerjaan bahkan pekerjaannya dari guild" Kata Dedi memuji
"Yah tidak juga.. aku hanya disuruh oleh ketua OSIS" Kata Aris
"Aku curiga .. belakangan ini kau selalu dekat dengan ketua OSIS, sebenarnya kalian ada hubungan apa?" Tanya Dedi
"Hubungan? Tidak ada.. lagian dia kan putri di sekolah mana mungkin denganku yang tidak bisa menggunakan sihir, kan?" Tanya Aris sambil tersenyum
"Mungkin kau ada benarnya. Tapi Aris cinta itu kan tidak dipandang dari dia bangsawan atau memiliki sihir atas, aku rasa kau cocok dengan dia" Kata Dedi
"Sudahlah aku mau siap-siap" Kata Aris
Aris pergi meninggalkan Dedi sendirian. Saat malam hari, Aris pergi ke toko untuk belanja beberapa barang yang dibutuhkan untuk pergi melaksanakan tugas. Dan datang Arina dan Resti yang juga sedang belanja.
"Aku rasa ini saja" Kata Aris sambil melihat kotak sereal
"Hai.. Aris, sedang belanja?" Tanya Arina
"Iya.. besok ada misi" Kata Aris
"Wah hebat ya, kau sudah bisa mendapatkan pekerjaan di guild" Kata Arina
"Yah.. tidak juga" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya, kalau kau masih belanja aku akan tunggu diluar" Kata Arina berbicara dengan Resti
"Baik.. terimakasih. Ngomong-ngomong Aris bolehkah aku ikut denganmu?" Tanya Resti
"Tentu saja.. aku juga bosan sendirian" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, ya" Kata Resti sambil pergi meninggalkan Aris sendirian
Besoknya di pagi hari, Resti menunggu di luar sekolah.
"Kau tau aku bosan sendirian" Jawab Aris dengan santainya
"Tapi jangan yang lain kau bisa mengajak Debi atau diriku, kan?" Kata Angelia
"Kau tau dia sendiri yang ikut denganku" Kata Aris
"Begitu ya.. tapi tetap saja uang hasilnya akan untukmu semua" Kata Angelia
"Tenang saja aku akan berbagi 2 dengannya dan juga setengah darinya aku akan bagi 2 denganmu, bagaimana? Ini taruhan yang adil, kan?" Tanya Aris menyakinkan
"Baiklah karena kau pacarku maka kau boleh" Kata Angelia ngambek
"Kau sudah berpacaran dengan No Magic?" Tanya Debi
"Tentu saja, dia adalah pacar pertamaku" Jawab Angelia
"Kau jangan berbohong sejak kapan kita berpacaran?" Tanya Aris
"Kau tidak ingat saat kencan kemarin itu adalah ciuman pertamaku" Kata Angelia mukanya memerah
"Kau ..!! Aku pergi saja dari sini" Kata Aris sambil pergi
"Hati-hati sayang" Kata Angelia sambil tersenyum
Saat di depan gerbang sekolah.
"Maaf apakah lama?" Tanya Aris
__ADS_1
"Tidak.. aku juga baru disini" Jawab Resti
"Baiklah kalau begitu kita berangkat" Kata Aris
"Oke.." Kata Resti dengan semangat
Saat di bus, mereka berdua melewati kantor asosiasi sihir.
"Aku ingat saat masa ku dengan kakakku di kantor itu. Waktu itu kakakku sedang latihan sihir dengan sahabatnya tetapi kakakku selalu menang padahal sahabatnya itu selalu berusaha keras untuk mengalahkan dia. Terkadang aku sendiri bingung mengapa kakakku begitu kuat padahal dia sama sekali tidak pernah berlatih" Kata Resti sambil bersandar di pundak Aris
"Mungkin dia memang paling kuat dan cocok menjadi kakakmu.. suatu hari nanti aku juga ingin bertarung dengannya" Kata Aris
"Kalau begitu aku akan mendukung kalian berdua" Kata Resti
Saat sampai di tujuan mereka melihat rumah tua dan menghampirinya. Saat mereka mengetuk pintu yang keluar adalah seorang lelaki tua dengan menggunakan tongkatnya.
"Permisi" Kata Aris sambil mengetuk pintu
"Iya.. silahkan tunggu.. ada yang bisa saya bantu?" Tanya lelaki tua itu
"Anu maaf apakah kami bisa tinggal disini sebentar, kami memiliki misi dari guild untuk mencari batu merah pepaya" Kata Aris sambil menunjukkan surat misinya
"Oh baiklah silahkan masuk.. maaf jika kamarnya kurang nyaman tapi ini cocok untuk kalian berdua yang sepasang kekasih" Kata lelaki tua itu
"Pa-pasangan.. kami bukan.." Kata Aris berbicaranya dipotong oleh Resti
"Tentu saja.. kami sepasang kekasih" Kata Resti
"Begitu ya.. kalau begitu aku akan pergi kebawah" Kata lelaki tua itu
"Baik.. terimakasih kakek" Kata Resti sambil tersenyum
"Kau ini .." Kata Aris
"Memangnya kenapa? Apa kau ingin berpacaran denganku?" Tanya Resti sambil menggoda Aris
"Kalau begitu aku pergi ke bawah kau rapi-rapi saja disini, ya" Kata Aris sambil kesal
"Baik sayang" Kata Resti
Saat dibawah Aris bertemu dengan kakek itu di dapur. Kakek itu sedang memasak daging sehingga membuat Aris tergoda akan bau harumnya.
"Kakek apa yang sedang kau masak?" Tanya Aris
"Ah anak muda.. kakek sedang memasak daging ikan" Kata kakek itu
"Maaf.. namaku Aris Darmayudha" Kata Aris
"Oh Aris ya.. selamat kenal" Kata kakek tua itu
"Kakek bagaimana kau bisa hidup disini.. apakah kau sendirian?" Tanya Aris
"Ha.. memang benar kakek hidup sendirian tapi kakek merasa senang karena dulu disini adalah kakek dan cucuku tinggal" Jawab kakek tua
"Terus kemana cucumu, kek?" Tanya lagi Aris
"Dia sudah meninggal.. dia meninggal dimakan oleh monster serigala disini.. ini adalah salahku sendiri karena pada saat itu kekuatan sihir ku terbatas jadi saat diriku pingsan aku melihat ada seorang laki-laki muda yang menyelamatkanku dari serangan serigala itu, dia memakai topeng dan membawa pedang dan saat aku terbangun aku sudah ada di depan pintu dan cucuku sudah tinggal kepala dan badannya" Kata kakek tua itu
"Bertopeng? Apa kakek kenal dengan dia?" Tanya Aris
"Tidak.. kakek tidak pernah melihat lelaki muda itu" Jawab kakek itu
"Aku tau pria bertopeng itu!!!" Kata Resti sambil turun dari atas
__ADS_1
"Kau?" Tanya Aris dan kakek itu
...END...