Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Adik yang manis


__ADS_3

Setelah satu minggu, 5 sekolah datang ke Magic Academy untuk pertandingan. Sekolah tersebut The Magic Academy, Magic Golden, Rose School, Magical, dan Magic Excellent.


"Baiklah para penyihir untuk sekarang berkumpul di arena karena akan ada pidato yang dibawakan oleh kepala sekolah The Magic Academy" Kata penyiar


Seluruh perwakilan sekolah pergi ke arena.


"Baiklah semuanya terimakasih sudah datang ke acara The Master Academy. Saya sebagai kepala sekolah ingin memberikan apresiasi kepada tamu yang penting dan juga perwakilan-perwakilan sekolah untuk memperebutkan gelar The Master Academy. Maka dari itu kami juga mengundang tamu spesial yaitu adik dari Darma yaitu Resti Anjani" Kata Ibu kepala sekolah


Majulah Resti ke tengah arena untuk memberikan sambutan dan selamat kepada semua penyihir.


"Terimakasih ibu kepala sekolah dan saya juga berterimakasih kepada para penyihir yang berhasil lolos kualifikasi, saya harap para penyihir bisa memberikan yang terbaik untuk sekolahnya" Kata Resti


"Baiklah untuk pembukaan pertama mari kita lihat di layar" Kata penyiar


Layar pun memutar dengan cepat untuk menentukan siapa yang akan berlomba hari ini.


"Baiklah yang pertama dari sekolah The Magic Academy melawan Magic Golden dan perwakilannya ialah Aris Darmayudha melawan Heru Pramono" Kata penyiar


"Baiklah semua peserta yang namanya tidak disebutkan silahkan berkumpul di ruangan masing-masing" Kata penyiar


Seluruh perwakilan pun pergi ke ruangannya masing-masing.


"Tenang saja kau menang dengan mudah bila melawannya" Kata Sakira wanita berambut pink dengan seragam sekolah hijau hitam


"Mungkin kau ada benarnya Sakira. Tapi, pedangnya yang berbahaya" Kata Heru berambut cokelat bertumbuh sedang bermata coklat


"Jika dia pengguna pedang maka dia harus berduel jarak dekat, kan?" Kata Sakira


"Memang benar juga ya" Kata Heru


"Kalau begitu jangan sampai kalah ya di awal kualifikasi" Kata Sakira


Aris dan Heru sudah siap pada posisi masing-masing. Dan dimulailah pertandingannya.


"Aku bingung kenapa kau yang pengguna pedang bisa mengalahkan penyihir lainnya?" Tanya Heru


"Mungkin karena keberuntungan" Kata Aris


"Jangan bercanda, tapi ya sudah kalau begitu aku akan mengalahkan mu disini" Kata Heru


"Resti aku senang kau baik-baik saja" Kata Aris dalam hati sambil melihat ke arah kursi tamu


"Aduh .. sepertinya dia melihatmu. Apa jangan-jangan dia jatuh cinta padamu?" Tanya ibu kepala sekolah menggoda


"Tidak.. tidak mungkinlah" Kata Resti malu-malu


Heru menyerang dengan api yang besar dan Aris bisa menghindarinya dengan mudah.


"Elemen Api - Bola Api" Rapalan Heru


"Kalau begitu coba ini.. Teknik Pedang - Tebasan Angin" Kata Aris


"Sepertinya kau hebat juga ya" Kata Heru


"kau tahu sihirmu itu hebat tetapi kau belum bisa menguasainya" Kata Aris sambil menghina


"Kau menghinaku, ya? Kalau begitu Elemen Api - Hawa Api" Kata Heru


Seluruh arena menjadi panas karena hawa api. Dan Aris pun bingung dengan cara apa dia akan menghindari panasnya.

__ADS_1


"Bagaimana? Kau kepanasan, kan? Inilah akibat kalau kau menghinaku" Kata Heru


"Tunggu saja resti aku akan menyapamu setelah 5 tahun tidak bertemu denganmu" Kata Aris sambil melihat ke arah kursi tamu


"Bisa-bisanya dia melihatmu dengan panas yang menyengat itu" Kata ibu kepala sekolah


"Benar sekali. Apa yang ia pikirkan?" kata Resti dalam hati


"Kalau begitu Teknik Pedang - Penghapusan Energi" Kata Aris


Aris mengeluarkan tebasan pedang untuk menghapus seluruh api. Dan itu membuat semua orang kaget.


"Bukankah itu teknik pedang seperti kakak? Kenapa dia bisa menggunakannya? Apa dia kakakku?" Tanya Resti dalam hati


"Sepertinya dia hebat juga. Penghapusan energi adalah teknik pedang kuno dan aku tidak tahu dia bisa menggunakannya" Kata ibu kepala sekolah


"Aris kau hebat" Kata Arina dalam hati


"Guru kau hebat lahh" Kata Dedi dalam hati


"Resti.. apa kau ingat teknik pedang yang kuajarkan padamu?" Tanya Aris dalam hati


"Kau apa yang kau lakukan?" Tanya Heru


"Tidak ada, aku hanya mengeluarkan pedangku saja" Kata Aris


"Sialan kau terima ini Elemen Api - Tiupan Api" Kata Heru


Keluarlah api lewat tipuan mulut Heru dengan cepat. Tetapi, Aris bisa menghindarinya.


"Huf.. huff" Aris menghindar-hindar


"Bagaimana? Masih ingin menghinaku?" Tanya Heru


"Kau menghinaku, ya? Kalau begitu Elemen Api - Pembakaran" Kata Heru kesal


Heru menggunakan kedua tangan nya kedepan untuk mengeluarkan sihir api yang besar. Dan Aris tiba-tiba ada di belakang Heru.


"Matilah kau" Kata Heru kesal dan kehilangan kontrol


"Berisiklah kau. Kenapa kau tidak tidur saja" Kata Aris sambil menyerang dari belakang menggunakan sarung pedangnya


Heru pun tumbang di arena. Dan pemenangnya adalah Aris Darmayudha dari sekolah The Magic Academy, Ibu kepala sekolah tertawa dan Resti kaget. Semua penonton bersorak gembira.


"Pemenangnya ialah Aris Darmayudha dari sekolah The Magic Academy. Baiklah semuanya hari ini kita akan istirahat dulu" Kata Penyiar


"Wo...." Kata penonton kecewa


"Aku tidak menyangka bahwa dia bisa mengalahkan penyihir" Kata ibu kepala sekolah


"Dia selalu melihatku dan tiba-tiba saat ia menggunakan pembakaran dia langsung berpindah ke belakang lawannya? Siapakah dia?" Tanya Resti dalam hati


Saat di ruangan peserta, Aris disambut baik oleh para ketua OSIS dan wakilnya bahkan teman-temannya. Tidak berapa lama dia didatangi oleh Resti di ruangannya.


"Permisi, apa ada aris disini?" Tanya Resti


"Tentu, ada apa?" Jawab Aris


"Bisakah kita berdua berbicara sebentar?" Kata Resti

__ADS_1


"Tentu saja" Kata Aris tersenyum sambil berdiri dan berjalan keluar


"Jangan cemburu ya.. tingkatkan mereka jauh loh" Kata Dedi meledek


Saat di arena Resti menanyakan banyak hal tentang dia. Dan ia juga takut akan ditangkap oleh monster untuk diambil sihirnya.


"Siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau memandangiku terus?" Tanya Resti


"Tidak ada.. aku hanya mengingat orang yang sangat kusayangi" Jawab Aris


"Begitu ya" Kata Resti


"Apa hanya itu doang?" Tanya Aris


"Apa kau musuh?" Tanya balik Resti


"Musuh? Bagaimana kau bisa menyimpulkan begitu?" Tanya lagi Aris


"Jangan mengelak kau Elemen Es - Pembekuan" Kata Resti


Seketika Aris terbeku dalam es yang sangat keras.


"Kenapa kau sangat mencurigai orang?" Tanya Aris


"Aku.. aku sudah kehilangan kakakku. Ia tewas ditangan monster dan tubuhnya diambil untuk dijadikan wadah tumbal. Itulah mengapa semenjak kakakku meninggal banyak monster yang datang kepadaku untuk dijadikan seperti kakakku" kata Resti sambil nangis


"Begitu ya? Kalau begitu biarkan aku yang akan melindungimu" Kata Aris tersenyum


"Tidak mungkin.. kau pasti nantinya bisa tewas juga. Orang yang melindungi ku banyak yang tewas" Kata Resti tersedu-sedu


"Kalau begitu bagaimana kalau kita bertarung?" Tanya Aris


"Kau yakin bisa mengalahkan ku? Padahal kau hanya pengguna pedang" Kata Resti sambil mengusap air matanya


"Percayalah aku akan mengalahkan mu" Kata Aris


"Terserahlah" kata Resti


Resti melepaskan es beku yang ada di tubuh Aris dan mereka berdua pergi menuju ruangan sihir.


"Cepatlah resti" Kata Aris


"Baiklah.. Dimension - Ilusion" Resti menggunakan rapalan agar dunia nyata tidak hancur


"Kau tidak menggunakan pedangmu?" Tanya Resti


"Akan kutunjukan kekuatanku sebenernya" Kata Aris sambil pasang kuda-kuda


"Benarkah kalau begitu kita buktikan apa kau memang bisa melindungi ku" Kata Resti


"Silahkan serang aku sepenuhnya" Kata Aris


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan Elemen Es - Hawa Es, Hawa Es - Pembekuan" Rapalan Resti


Seketika ruangannya menjadi dingin dan membekukan tubuh Aris sampai leher tetapi saat Resti ingin menyerang ia terpental oleh sihirnya Aris.


"Sepertinya kau tidak bisa bergerak ya kalau begitu tamatlah" Kata Resti sambil mengeluarkan pedang esnya


"(tersenyum).. Sudah kubilang aku akan tunjukkan kekuatanku sebenernya" Kata Aris

__ADS_1


"Ah.. bagaimana? Bagaimana dia bisa menggunakannya sihir?" Tanya Resti


...END...


__ADS_2