
"Master!!" Kata Rehan teriak
Ronald mendengar teriakkan itu langsung kaget dan bergegas pergi dari rumah itu sambil meninggalkan kalung.
"Ada apa?" Tanya Ronald
"Kau lama sekali, ada apa disana?" Tanya Rehan
"Apa kau pernah mendengar Legenda The Master Academy?" Tanya Ronald
"Legenda? Aku pernah mendengar Legenda itu. Memangnya ada apa?" Jawab Rehan
"Disana ada sebuah peninggalan miliknya yaitu kalung yang sudah sangat lama. Aku yakin itu pasti milik mendiang istrinya" Kata Ronald
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Rehan
"Karena saat pertandingannya aku melihat wanita yang menggunakan kalung yang sama. Dan setelah itu mereka sepertinya menikah, pada saat waktu pernikahan mereka menginjak 4 tahun beliau dan istrinya menghilang" Jawab Ronald
"Bagaimana kau yakin?" Tanya Rehan lagi
"Karena aku orang lama" Kata Ronald
Di lain tempat.
"Tuan Ade, saya sangat berterimakasih karena menyelamatkan nyawaku dan adikku. Jika tidak ada anda aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada kami berdua" Kata Aris
"Baiklah, aku tidak percaya adikmu bisa berubah menjadi naga" Kata Ade
"Yah mungkin.. karena dia adalah ras setengah naga dan manusia. Aku menemukannya dia sendirian di sebuah desa dan karena itu aku membawanya ke rumahku dan mengangkatnya menjadi adikku. Hehehehe" Kata Aris sambil tertawa
"Begitu ya, baiklah aku harus pergi" Kata Ade
"Baik, sekali lagi terimakasih" Kata Aris
Mereka tahu bahwa para anggota asosiasi sihir akan datang maka dari itu mereka semua bergegas meninggalkan tempat itu.
"Dia adalah Ade, ya? Kemampuannya teleport" Kata Hadi
"Kau mengenalnya?" Tanya Aris
"Dia orang baru disini. Tapi, kemampuannya itu yang sangat langka" Kata Hadi
"Aku tidak tahu bahwa anda suka memuji seseorang" Kata Aris
"Memang, ya? Kalau begitu kita harus bergegas aku yakin mereka akan datang kesini" Kata Hadi
"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa. Dan terimakasih atas bantuannya" Kata Aris sambil memberikan tangannya
"Aku juga aku sangat senang bisa bertemu dengan The Master Academy" Kata Hadi sambil membalas tangannya
Tidak beberapa lama akhirnya para anggota asosiasi sihir datang dan langsung mengecek sekitaran.
"Apa yang terjadi di sini?" Tanya Tika
"Pertarungannya pasti sangat hebat" Kata Nurul
"Semuanya cari apa ada yang selamat atau terluka!!" Kata Ronald teriak
"Baik!!" Kata mereka serentak
"Mereka sudah pergi, ya" Kata Bekti dalam hati sambil melihat ke arah hutan
"Bekti, aku perhatikan kau tampak aneh sejak tadi. Apa yang mengganggu mu?" Tanya Ronald sambil menghampiri Bekti
"Maaf" Jawab Bekti
"Apa kau sakit?" Tanya Ronald
__ADS_1
"Tidak, aku hanya kepikiran saja. Jika mereka yang mengalahkan semua ini? Lantas mengapa mereka memilih lari?" Tanya Bekti
"Mungkin dia tidak ingin menjadi pahlawan" Jawab Ronald
"Jawaban yang tidak masuk akal" Kata Bekti
"Kalau begitu aku pergi mengeceknya" Kata Bekti tambahnya
"Baiklah" Kata Ronald yang tampak kebingungan
Setelah beberapa waktu mengecek sekitaran mereka tidak menemukan petunjuk satupun.
"Sepertinya mereka pintar menghilangkan jejak" Kata Nurul
"Aku juga berpikir begitu" Kata Tika
"Bekti, ada apa?" Tanya Ronald
"Dulunya disini ada gua dan saat aku mengeceknya gua tersebut hancur, aku yakin pasti ada monster yang sangat besar" Kata Bekti
"Kenapa kau mengetahui hal itu?" Tanya Nurul
"Seorang penyihir tidak mungkin bisa menghancurkan gua tersebut dalam beberapa jam, kan?" Tanya Bekti
"Kau mungkin ada benarnya" Kata Tika
"Jadi kesimpulannya pasti monster berukuran besar yang bisa menghancurkannya" Kata Bekti
"Jadi menurutmu, monster tersebutlah yang menyebabkan semuanya terjadi?" Tanya Tika
"Ya" Kata Bekti
"Baiklah kalau begitu kita kembali ke kantor, aku akan melaporkan ini pada atasan" Kata Ronald
"Baik!!!" Kata mereka serentak
Di sekolah Arina dan Dedi sedang menunggu kedatangan Aris. Mereka berdua pun saling membicarakan tentang Aris.
"Seharusnya hari ini, kan?" Tanya balik Dedi
"Ya, sudah seminggu. Saat pulang nanti aku akan mengajaknya jalan-jalan" Kata Arina
"kau berani sekali, ya? Aku juga berharap dia akan pulang cepat" Kata Dedi
"Aku harus siap-siap untuk tampil cantik didepannya" Kata Arina
"Nanti saja, sekarang masih jam sekolah. Mungkin dia akan pulang nanti siang" Kata Dedi
"Kalau begitu mari kita rayakan kedatangannya di kamarnya" Kata Aris
"Wah, boleh juga tuh. Aku akan beli bahan-bahannya untuk makan malam" Kata Dedi
"Aku juga akan mengajak Resti dan yang lainnya" Kata Arina
"Kalian berdua jangan berisik!!" Kata guru yang sedang mengajar
"Maaf" Kata mereka berdua bernada kecil dan sambil tersenyum
Di tengah hutan Aris dan Hadi berpisah. Aris yang sedang melihat para anggota asosiasi sihir langsung pergi.
"Kita kemana tuan?" Tanya Quester
"Aku harus kembali, jika tidak aku akan mendapatkan hukuman" Jawab Aris
"Sudah 1 minggu, ya" Kata Quester
"Ya tentu saja. Jadi, aku menyatakan misi ini telah selesai" Kata Aris
__ADS_1
"Baik tuan" Kata Quester
Di perjalanan mereka akhirnya keluar dari hutan, mereka melihat kota tidak jauh dari hutan tersebut dan memutuskan untuk berkunjung di kota tersebut. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di gerbang kota tersebut dan mereka langsung ditanyai oleh dua orang penjaga apa maksud tujuannya.
"Permisi, ada keperluan apa datang di kota ini?" Tanya penjaga itu
"Ah.. aku dan adikku seorang petualang. jika berkenan kami ingin tinggal disini beberapa waktu" Kata Aris
"Begitu ya, siapa namamu?" Tanya penjaga itu
"Namaku Aris Darmayudha dan ini adalah adikku namanya Alice" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu silahkan masuk dan selamat datang di kota Nerharah kerajaan Juro" Kata penjaga satunya
"Baik terimakasih" Kata Aris sambil masuk ke kota tersebut
"Jadi ini kerajaan Juro, ya? Berarti butuh waktu 5 jam untuk sampai ke kerajaan Ayus jika berjalan kaki" Kata Aris
"Tuan, aku ingin ice cream yang disana" Kata Quester sambil menunjukkan jarinya
"Baiklah kalau itu maumu" Kata Aris
Setelah beberapa waktu akhirnya mereka menghabiskan ice creamnya dan langsung pergi menuju ke kerajaan Ayus.
"Tuan, apa kita akan jalan kaki?" Tanya Quester
"Kau tidak suka? Kalau begitu kita bisa menyewa kuda tarik" Jawab Aris
"Ya" Kata Quester sambil tersenyum
"Ternyata kau juga bisa lelah, ya" Kata Aris
Dan saat mereka berjalan mereka menemukan kuda tarik dan langsung menyewanya menuju ke kerajaan Ayus.
"Selamat datang tuan. Ada yang bisa dibantu?" Tanya penjual tersebut
"Ya. Tolong antarkan kami ke kerajaan Ayus" Jawab Aris
"Kerajaan Ayus, ya. Baiklah, semuanya 1 keping perak dan 20 perunggu" Kata penjual tersebut
"Baiklah, ini uangnya" Kata Aris sambil memberikan uangnya
"Terimakasih tuan, silahkan naik duluan nanti saya akan kesana" Kata penjual tersebut
"Ok, akan aku tunggu" Kata Aris
Setelah menunggu akhirnya penjual itu datang dan langsung menghampiri kudanya, Aris kaget karena penjual tersebut tidak menaiki kudanya melainkan menyuruh kuda tersebut.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Aris teriak
"Oh, apa tuan orang baru disini? Kuda ini khusus yaitu bisa mengantar mereka ke tempat tujuannya hanya dengan memberikan lokasinya" Jawab penjual itu
"Kuda khusus?" Tanya Aris kebingungan
"Ya, intinya mereka itu kuda sihir" Jawab penjual itu
"Lalu saat mereka sudah sampai tujuan?" Tanya lagi Aris
"Mereka akan kembali dengan sendirinya" Kata penjual itu sambil tersenyum
"Hebatnya" Kata Aris
"Anu tuan, apa bisa kita mulai? Kata penjual itu
"Baiklah, mohon maaf atas segalanya" Kata Aris
"Ya.. tidak perlu dipikirkan tuan. Hati-hati selamat jalan" Kata penjual itu sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan gerbang kerajaan Ayus dan mereka sudah di tunggu oleh Debi. Melihat hal itu Aris hanya bisa terdiam.
...END...