
Setelah mengikuti arahan dari Elsa, mereka semua akhirnya duduk di meja yang sesuai dengan kapasitas pengunjung.
"Silakan duduk dulu nanti aku akan ambilkan menunya" Kata Elsa
"Hei, bagaimana kau bisa kenal dengan dia?" Tanya Arina
"Dia adalah pelayan di sini. Aku sering ke sini sejak SMP. Dan setelah masuk SMA, aku tidak pernah ke sini lagi dikarenakan aku tidak memiliki waktu" Jawab Angelia
"Begitu, ya. Hebatnya kau mempunyai teman yang dewasa" Kata Dinda
"Aku sering kesini karena makanan enak-enak. Dan juga pada saat aku masih SMP, dia masih sekolah SMA" Kata Angelia
"Setelah ini, langsung, ya" Kata Dedi
"Boleh saja. Lagipula aku juga ingin cepat-cepat agar mempunyai dapur sendiri" Kata Aris
Setelah itu, datanglah Elsa membawa menu dan juga buku tulis.
"Sudahkah anda memutuskan?" Tanya Elsa
"Ya. Aku biasa, ya" Kata Angelia
"Aku kue dengan taburan stroberi diatasnya dan juga jus jeruk" Kata Arina
"Aku ingin pasta dengan sambal extra dan juga jus jeruk" Kata Dinda
"Aku roti panggang dengan saus tomat dan tentu saja minumannya biasa seperti yang lainnya" Kata Resti
"Aku hanya ingin pasta saja" Kata Aris
"Itu saja? Baiklah. Aku juga seperti dia" Kata Dedi tersenyum
"Baiklah. Akan saya siapkan. Anu.. Apa kau Resti? Adik dari Darma?" Tanya Elsa
"Ah, itu benar. Aku adalah adiknya. Tapi, kakakku sudah tiada" Jawab Resti
"Begitu, ya. Maafkan aku. Aku hanya kagum pada kakakmu pada saat pertandingan final kemarin" Kata Elsa
"Tidak apa-apa. Sekarang aku sudah terbiasa hidup tanpanya" Kata Resti
"Kalau begitu, akan saya buatkan pesanannya. Tunggu sebentar, ya" Kata Elsa
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesanan mereka pun telah tiba.
"Maaf menunggu" Kata Elsa
"Wah, sepertinya enak" Kata Arina
"Wangi sekali baunya" Kata Resti
"Bagaimana? Bagus kan, cafe pilihanku?" Tanya Angelia
"Memang benar. Ketua OSIS kita memang hebat" Jawab Dedi
"Aku jadi ingin kesini lagi" Kata Arina
"Benar-benar enak" Kata Dinda
Setelah mereka selesai, mereka kembali ke posisi awal dan menunggu kedatangan dari pak Aryo.
"Aku kenyang sekali" Kata Arina
"Memang enak. Jadi, tidak sabar ingin mencicipi masakannya Aris" Kata Resti
"Sabar, ya. Aku juga masih bingung untuk membuat apa untuk kalian" Kata Aris
"Aku sih apa saja. Asalkan itu buatanmu" Kata Dinda
__ADS_1
"Aku rasa, aku akan membuat yang mudah saja" Kata Aris
"Ya. Aku akan mencicipinya" Kata Angelia
Tidak lama, pak Aryo datang dan mengatakan bahwa semua barang-barangnya sudah ditaruh di dekat pos penjaga asrama.
"Begitu, ya. Terimakasih banyak atas bantuannya. Ini" Kata Aris sambil memberikan uang kepingan emas
"Terimakasih banyak. Kalau begitu aku pergi dulu. Sekali lagi terimakasih" Kata Aryo
"Ya, hati-hati dijalan" Kata Aris
"Cepat sekali mengerjakannya, ya" Kata Dedi
"Itulah kehebatan pak Aryo" Kata Aris
"Kalau begitu, mari kita kembali" Kata Arina
"Ayo!!!" Kata mereka semua
Mereka semua sudah ditunggu oleh penyewa kereta kuda. Dan masuk semua untuk kembali ke asrama. Dan setelah tiba, mereka langsung pergi ke kamarnya Aris dengan membawa barang-barang yang dibeli sebelumnya.
"Kenapa kalian kesini semua?" Tanya Aris
"Bersiap, Tiga. Aris, kami ingin memberikan ini untukmu" Kata para gadis-gadis
"Eh? Kenapa?" Tanya Aris yang kebingungan
"Tentu saja untuk kau masak. Kami bertiga sudah sepakat untuk membelikan perlengkapan memasak untukmu" Kata Dinda
"Begitu, ya. Baiklah. Sepertinya aku berhutang pada kalian. Tapi, aku tidak bisa janji, ya. Jika masakanku tidak enak" Kata Aris
"Tenang saja. Kami hanya ingin mencicipi masakanmu saja, kok" Kata Arina
"Begitu, ya. Oh, iya. Kapan kita mulai mengerjakannya?" Tanya Aris
"Terserah kamu saja. Aku siap kapanpun" Jawab Dedi
"Kalau itu keputusanmu. Baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu. Terimakasih, ya" Kata Dedi
"Sepertinya aku juga ingin pulang. Mari kita pulang?" Tanya Arina
"Ya" Jawab Resti
"Aku juga ingin istirahat dulu" Jawab Dinda
"Aku setuju. Aku juga ingin mandi" Jawab Angelia
"Kalau begitu, kita sepakat. Aris, kami duluan, ya" Kata Arina
"Baiklah. Terimakasih banyak atas bantuannya. Aku janji, akan memasakkan sesuatu untuk kalian" Kata Aris
"kalau begitu, aku tunggu. Dadah" Kata Arina
"Selamat tinggal" Kata Dinda
"Sampai jumpa" Kata Resti
"Selamat malam, sayangku" Kata Angelia memberikan ciuman tangan
"Dasar kau.." Kata Aris
"Bercanda" Kata Angelia bersuara kecil
Semua orang sudah pada pulang. Tinggal Aris sendirian di kamarnya. Sebagian para siswa yang tinggal di asrama banyak juga yang pulang untuk bertemu dengan kedua orangtuanya. Dan tidak banyak orang yang masih berada di asrama.
"Sendirian lagi" Kata Aris berbaring dikasur
__ADS_1
"Kau tidak sendirian, Tuan. Ada aku yang ada disampingmu" Kata Quester
"Kau benar" Kata Aris
"Waktu sudah hampir malam, aku mau mandi dulu. Kau keluarlah. Atau aku akan mengeluarkanmu secara paksa" Kata Aris Tambahnya
"Baik, Tuan" Kata Quester
Quester pun keluar dari tubuhnya Aris dan duduk di kasur yang empuk. Sementara itu, Aris pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, Aris langsung pergi ke luar untuk membeli makanan.
"Quester, kau ingin nitip beli apa?" Tanya Aris
"Aku mie cup aja" Jawab Quester
"Baiklah" Kata Aris
Aris pun pergi ke kantin di dekat pintu luar asrama.
"Permisi, aku ingin membeli mie cup dan juga ayam goreng" Kata Aris
"Baik, tunggu sebentar. Ini. Semuanya 20 keping perunggu" Kata penjual
"Baik. Ini dia" Kata Aris memberikan uangnya
"Terimakasih banyak" Kata penjual
Setelah itu, Aris kembali ke kamarnya dan saat kembali ke asrama, Aris bertemu dengan Dedi yang juga sehabis belanja.
"Apa kau juga habis belanja?" Tanya Aris
"Ya, aku juga tidak ada makanan" Jawab Dedi
"Kalau begitu, aku kembali dulu" Kata Aris
"Baiklah. Oh, iya. Untuk pekerjaannya aku akan ke kamarmu. Aku rasa lebih bagus sekarang mengerjakannya" Kata Dedi
"Apa kau yakin? Apa tidak menggangu siswa yang lain?" Tanya Aris
"Aku rasa tidak apa-apa" Jawab Dedi
"Lebih baik besok aja" Kata Aris
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar" Kata Dedi
"Baiklah" Kata Aris
Setelah itu mereka berdua berpisah di lorong asrama dan kembali ke kamarnya.
"Baik, ini dia" Kata Aris
"Terimakasih, Tuan" Kata Quester
Setelah itu mereka langsung memasak air panas dan juga menunggu mie cupnya matang.
"Hei, Tuan. Apa kita akan pergi ke kerajaan yang lainnya?" Tanya Quester
"Eh? Kenapa kau tanya begitu?" Tanya balik Aris
"Tidak. Aku hanya senang jika pergi ke seluruh dunia. Soalnya selama ini aku hanya tidur di dalam hutan itu dan tidak kemana-mana. Pada saat Tuan membawaku, aku sangat senang" Jawab Quester
"Begitu, ya. Coba kupikir, Masih ada tiga lagi yang harus dikunjungi yaitu, Kerajaan Eurlars, Kerajaan perempuan Zhena, dan Kerajaan pelabuhan Liman" Jawab Aris
"Wah, sepertinya menyenangkan. Aku jadi ingin kesana" Kata Quester kagum
"Begitu. Baiklah, kalau dapat kesempatan, ya" Kata Aris
"Baik" Kata Quester
__ADS_1
"Sudah, waktunya makan. Mienya sudah matang" Kata Aris
...END...