
Tidak berapa lama, akhirnya Aris sampai di bar milik Nia. Dan Aris pun masuk dan bertemu dengan ayahnya Nia.
"Oh, nak Aris. Apa kau sudah membaca suratku?" Tanya ayahnya Nia
"Jadi, anda yang memberikanku surat ini?" Tanya balik Aris
"Tentu saja. Jadi, apa kau berpikir surat ini Nia yang menulisnya?" Tanya ayahnya Nia
"Tentu saja, makanya aku langsung datang kesini" Jawab Aris
"Itu bagus, kalau begitu aku akan panggilkan dia. Tunggu disini" Kata ayahnya Nia sambil pergi
"Kau jahat sekali, ayahanda" Kata Aris
Tidak beberapa lama akhirnya Nia datang. Dia menggunakan kaos berwarna merah dan memakai celana panjang berwarna hitam. Menjadikan ia sangat cantik, bahkan pengunjung bar pun kaget dan terpesona akan kecantikannya. Aris pun hanya bisa terdiam karena pesonanya yang sangat indah.
"Ada apa?" Tanya Nia
"Aku baru sadar, ternyata kau sangat cantik" Jawab Aris
"Benarkah? Aku menggunakan ini karena kita akan pergi jauh" Kata Nia
"Apa maksudmu?" Tanya Aris kebingungan
"Bukankah kamu yang mengajakku?" Tanya balik Nia
"Dasar, berarti ini akal-akalannya ayahnya saja. Ah benar, aku yang mengajakmu, karena aku tidak bisa mengajak yang lain selain dirimu" Kata Aris mencari alasan lain
"Oh begitu, baiklah. Aku akan ikut denganmu" Kata Nia
"Aku tidak bisa bilang ini rencana ayahnya. Tapi, terimakasih ayahanda" Kata Aris dalam hati
"Baiklah, kita akan kemana?" Tanya Nia
"Sebenarnya ini sebuah misi" Jawab Aris
"Benarkah? Apakah misi ini cukup berbahaya?" Tanya Nia
"Misi ini berbahaya, aku tidak yakin bisa mengajakmu dalam misi ini" Jawab Aris
"Tidak apa-apa, aku akan menjaga diriku sendiri" Kata Nia
"Ba-Baiklah, terserah kau saja" Kata Aris
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang. Ayah aku pergi dulu" Kata Nia sambil pergi
Mereka berdua pun berangkat melewati jalan-jalan, pos penjagaan. Yang memimpin jalan adalah Nia. Dia mengatakan untuk sampai di kerajaan Ketral dengan cepat adalah melewati hutan Oplef.
"Kenapa kita harus melewati hutan itu?" Tanya Aris
"Itu, karena.." Jawab Nia panik
"Apa kau pernah kesana?" Tanya lagi Aris
"Tidak juga, aku hanya menduganya saja" Jawab Nia
"Kau kenapa?" Tanya Aris yang kebingungan
"Tidak apa-apa. Aku tidak bisa bilang padanya bahwa aku pernah kesana" Kata Nia dalam hati
Saat perjalanan sampai pertengahan, tiba-tiba Nia teringat dengan hutan ini. Disini adalah hutan para bandit yang suka merampok para pedagang.
"Aris, hati-hati. Disini adalah hutan para bandit. Aku takutnya mereka akan merampok kita" Kata Nia waspada
"Bandit? Jadi disini mereka bersembunyi" Kata Aris
"Jadi, tenang saja. Aku akan melindungimu" Kata Nia
__ADS_1
"Nia.." Kata Aris bersuara pelan
Saat diperjalanan, mereka dicegat oleh para bandit.
"Bos, kita tidak menemukan pedagang. melainkan, hanya orang lewat saja" Kata salah satu bandit
"Dan ada wanitanya bos, wanita itu cantik sekali bos" Kata bandit lainnya
"Aku juga ingin bermain dengan wanitanya bos" Kata bandit yang satunya
"Tapi, bagaimana dengan pria itu bos?" Tanya bandit itu
"Pria itu sepertinya lemah, kita akan cepat mengalahkannya disini" Jawab bos bandit
"Baiklah, aku siap mengalahkannya" Kata bandit lainnya
"Semuanya, serang!!!" Kata bos bandit itu
Semua bandit itu pun menyerang Aris dan juga Nia..
"Aris, tetaplah dibelakangku" Kata Nia
"Baik" Kata Aris
"Asik, kita akan bersenang-senang disini" Kata bandit itu
"aku yang akan pertama kali mencobanya" Kata bandit itu
"Bagaimana ini? Kita kalah jumlah" Kata Aris
"Tenanglah, aku akan melindungimu" Kata Nia
Nia pun juga menyerang menggunakan sihirnya.
"Ternyata lawan kita bukan sembarangan, kita harus mundur bos" Kata bandit satunya
Tiba-tiba ada suara di balik semak-semak.
"Kalian ingin lari, ya?" Tanya seseorang dibalik semak-semak
"Tapi maaf, aku tidak akan membuat lawanku lari begitu saja. Rasakan ini" Kata orang tersebut melempar batang pohon ke seluruh para bandit itu
Seketika para bandit itu pun pingsan.
"Sudah kuduga, pasti itu dirimu. Izo" Kata Nia
"Yah, sudah lama sekali, ya. Nia. Kau masih cantik sekali seperti biasanya" Jawab Izo
"Terima kasih atas pujiannya. Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya Nia
"apa maksudmu tempat ini? Ini adalah tempatku" Jawab Izo
"Aduh, aku lupa mengatakan ini. Di hutan ini ada bandit dan juga Izo. Izo dan aku adalah pelayan The Master Academy" Kata Nia
"Orang ini seram sekali. Pelayan The Master Academy. Kenapa kalian berada disini?" Tanya Aris
"Kami memang pelayan The Master Academy. Tapi, yang kami layani bukan The Master Academy yang sesungguhnya. Kami ingin melayani The Master Academy yang sesungguhnya yaitu Darma" Jawab Nia
"Sebenarnya kalian ada berapa?" Tanya Aris
"Kami ada empat. Aku, Izo dan dua yang lainnya terpisah. Tapi, kami memiliki satu misi yaitu menjadi pedang dan juga tameng bagi The Master Academy" Jawab Nia
"Siapa orang ini? Dia lemah sekali. Sampai harus bersembunyi dibelakangmu" Tanya Izo
"Ah, dia adalah Aris. Aku yang menyuruhnya untuk berada dibelakangku" Jawab Nia
"Oh, kau yang menyuruhnya? Apa dia kekasihmu?" Tanya Izo
__ADS_1
"Tentu saja, dia adalah kekasihku" Jawab Nia
"Eh? Aku bukan kekasihmu" Kata Aris
"Memang bukan untuk sekarang, tapi nanti?" Kata Nia meledek
"Kau ini..." Kata Aris marah
"Jadi, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Izo
"Aku ingin pergi ke kerajaan Ketral" Jawab Nia
"Kerajaan Ketral? Memangnya ada urusan apa?" Tanya lagi Izo
"Dia ingin mencari informasi tentang temannya yang diculik. Makanya aku disuruh ikut mancarinya" Jawab Nia
"Begitu, ya" Kata Izo
"Jadi, bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Nia
"Tidak, masih belum" Jawab Izo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Ternyata sulit sekali menemukannya" Kata Nia
"Aku juga dapat informasi dari asosiasi sihir, mereka mengatakan belum juga menemukannya" Kata Izo
"Pantau terus, ya" Kata Nia
"Baik" Kata Izo
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu. Sampai bertemu lagi" Kata Nia
"Baiklah, sampai jumpa lagi" Kata Izo
Saat pergi, baju Aris ditarik oleh Izo dan membuat Aris ketakutan.
"Beruntung sekali kau, bisa menjadi pasangannya. Jika kau tidak bisa melindunginya maka aku akan membunuhmu" Kata Izo
"Baik.." Kata Aris ketakutan
"Karena seharusnya Ketua itu bersama dengan The Master Academy. Habisnya ia begitu mencintai sosok The Master Academy" Kata Izo
"Baik.." Kata Aris masih ketakutan
Aris dan Nia pun pergi melanjutkan perjalanan. Hingga saatnya sampai di depan gerbang kerajaan Ketral, mereka langsung ditanyai maksud kedatangannya.
"Hey, apa kalian kemari?" Tanya penjaga itu
"Kami seorang petualang, ingin mencari pekerjaan. Itu saja" Jawab Nia
"Oh, baiklah. Silahkan masuk" Kata penjaga itu
Mereka berdua pun masuk dan melihat seluruh ibukota kerajaan Ketral.
"Kemana kita hari ini?" Tanya Nia
"Pertama, kita harus mencari penginapan dulu. Baru setelahnya kita memikirkan hal lain" Jawab Aris
"Baiklah, kita akan mencari penginapan" Kata Nia
Tidak beberapa lama, akhirnya mereka menemukan penginapan. Tempatnya bagus dan rapi.
"Disini bagus" Kata Nia
"Baiklah, aku akan kekasirnya" Kata Aris
Tiba -tiba Nia melihat ke arah jendela seperti ada yang memperhatikannya.
__ADS_1
...END...