Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Liburan Yang Mengerikan


__ADS_3

Keesokan paginya saat libur. Aris hanya berdiam sendiri di kamarnya. Karena semua temannya sedang belajar untuk menghadapi ujian sekolah.


"Aku jadi bingung. Aku tidak tahu harus kemana. Yang lainnya sedang belajar" Kata Aris mengeluh


"Sabar, Tuan. Bagaimana, jika kita mengunjungi Tasya dan yang lainnya?" Tanya Quester


"Boleh juga tuh idemu. Baiklah, mari kita berangkat" Kata Aris


"Iya" Kata Quester


Aris pun bersiap-siap untuk berteleport ke hutan Ecber. Tidak berapa lama muncul cahaya dibawah kakinya Aris dan ia pun menghilang. Setelah menghilang, ia muncul disamping rumahnya. Aris melihat sekitarnya ternyata ada Melani yang sedang menjemur bajunya.


"Melani!!!" Kata Aris teriak


"Kak Aris!!" Kata Melani sambil membalikkan badannya


Melani pun berlari ke arahnya dan memeluknya.


"Kapan Kak Aris sampai?" Tanya Melani


"Aku baru saja tiba. Dimana yang lainnya?" Tanya Aris


"Mereka sedang didalam. Dan juga Tasya dan Kak Ririn sedang berada di kebun" Jawab Melani


"Begitu, iya. Baiklah. Aku akan pergi ke dalam. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu" Kata Aris


"Baik" Kata Melani


Aris pun pergi kedalam rumah dan Melani melanjutkan pekerjaannya.


"Permisi" Kata Aris


Riana dan juga yang lainnya menoleh ke arahnya. Mereka pun terkejut dan berlari ke arahnya.


"Kak Aris" Kata Septi


"Oh, manisnya" Kata Aris kagum


"Kapan kau kembali?" Tanya Riana


"Aku baru saja sampai" Jawab Aris sambil mengelus rambutnya Septi


"Yuni dan Yuli, kemana mereka?" Tanya Aris


"Mereka berdua sedang di dapur" Kata Riana


"Begitu, ya. Mungkin aku juga akan menyapa mereka" Kata Aris


"Sebenarnya tidak perlu, karena mereka hanya mencuci piring setelah makan tadi pagi" Kata Riana


"Baiklah, akan aku tunggu disini saja" Kata Aris


"Jadi, Kak Aris ada keperluan apa sampai datang kesini?" Tanya Riana


"Tidak ada, sekolahku sedang ada ujian mendadak makanya semua teman-temanku belajar dengan giat" Jawab Aris


"Jadi, kenapa Kak Aris tidak belajar juga?" Tanya Riana


"Aku tidak tahu. Apakah aku bisa paham atau tidak" Jawab Aris


"Bisa paham? Apa maksudnya?" Tanya Riana yang kebingungan


"Iya itu.." Kata Aris terpotong


Tiba-tiba muncul Yuli dan juga Yuni. Mereka yang melihat Aris terkejut dan berlari ke arahnya.


"Kak Aris!!" Kata Yuni dan Yuli serentak


"Kalian..." Kata Aris sambil memeluknya


"Kak Aris, Yuni kangen" Kata Yuni


"Aku juga" Kata Yuli


"Padahal baru kutinggal sebentar kalian sudah kangen" Kata Aris tersenyum


"Habisnya.. Kak Aris itu.." Kata Yuni


"Ya, ya. Aku paham" Kata Aris


"Kak Aris tahu, aku dan Yuli sudah bisa mencuci piring sendiri" Kata Yuni


"Benarkah? Kalau begitu baguslah" Kata Aris


"Kak Aris, ada apa datang kemari?" Tanya Yuli


"Teman-teman Kakak sedang belajar untuk ujian besok. Jadi, Kakak tidak punya teman. Tapi ada Kak Quester yang baik hati menyuruh Kakak untuk bermain bersama kalian" Jawab Aris

__ADS_1


"Kak Quester? Siapa dia?" Tanya Yuli yang kebingungan


"Kalian belum tahu, ya?" Tanya Aris


"Belum. Bahkan kami saja belum pernah melihatnya" Kata Yuni


"Begitu, ya. Baiklah, akan Kakak tunjukkan pada kalian siapa itu Kak Quester" Kata Aris


"Quester apa tidak apa-apa?" Tanya Aris lewat telepati


"Tidak apa-apa, Tuan. Lagipula aku tidak bisa selamanya disembunyikan olehmu" Jawab Quester


"Begitu, ya. Baiklah" Kata Aris


Tubuh Aris pun mengeluarkan cahaya yang bersinar terang sehingga membuat Riana dan juga sekitarnya sangat silau. Lalu muncullah sosok manusia yang sangat cantik.


"Cantiknya" Kata Yuli kagum


"Benar-benar indah" Kata Yuni terkejut


"Cantiknya dan juga bentuk tubuhnya yang kecil" Kata Riana


"Ayo, kenalkan dirimu" Kata Aris


"Baik. Namaku.." Kata Quester kata-katanya terpotong


Datanglah Melani yang juga terkejut.


"Eh, dia siapa?" Tanya Melani yang terkejut


"Akhirnya kau datang juga. Kemarilah, kau datang tepat waktu" Jawab Aris


"Baiklah" Kata Melani


"Apa sudah berkumpul semua?" Tanya Quester


"Masih ada dua lagi, kemungkinan mereka akan pulang nanti siang" Jawab Aris


"Baiklah. Sekali lagi, namaku Quester aku adalah hewan peliharaan Tuan Aris dan juga aku berasal dari ras naga" Kata Quester


"Hewan peliharaan?" Tanya Riana


"Ras naga?" Tanya Melani


"Ya, selama ini aku berada di dalam tubuhnya Tuan Aris, makanya aku jarang terlihat. Itu karena Tuan Aris ingin sendirian" Kata Quester


"Apa Kak Questerr bisa berubah menjadi naga?" Tanya Yuni


"Yuni, jangan mengatakan itu" Kata Yuli


"Tentu saja bisa. Bagaimana kalau kalian semua aku bawa terbang di sekitaran sini?" Tanya Quester


"Benarkah? Kami boleh menaikimu?" Tanya Yuni


"Tentu saja. Tapi, kalian harus mendapatkan izin dari tuanku" Kata Quester


"Kak Aris, Kak Aris. Izinkan kami menaikinya, ya?" Kata Yuni memohon


"Kak Aris aku sudah lama ingin merasakan terbang. Jadi, boleh, ya" Kata Yuli juga memohon


"Kakak, boleh, ya?" Kata Septi memohon


"Sial, kenapa selalu saja dia yang membuatku diabetes. Baiklah, kalian boleh menaikinya" Kata Aris


"Yey!!!" Kata mereka serentak bahagia


"Apa kau juga ingin menaikinya, Riana?" Tanya Aris


"Yah, karena kau memaksa, aku ikut saja" Jawab Riana


"Dia sebenarnya malu-malu, ya. Baiklah, setelah diatas. Kalian ikuti apa kata Kak Quester, ya" Kata Aris


"Ya" Kata mereka serentak


"Quester, tolong, ya" Kata Aris


"Serahkan padaku" Kata Quester


"Hati-hati disini adalah hutan terdalam. Monster disini sangat bahaya dan juga mereka tidak memandang kecil atau besar" Jawab Aris


"Baik. Terimakasih sarannya" Kata Quester


"Kalau kalian ingin naik naga, keluar sana. Jangan di dldalam rumah" Kata Aris


"Ya, Yuni, kita keluar yuk!" Kata Yuli


"Baik" Kata Yuni

__ADS_1


Semua orang pun keluar rumah yang tersisa hanya Aris dan juga Quester.


"Jika, ada sesuatu yang aneh di dalam hutan, pergilah. Aku sudah lama tidak kembali ke tempat ini. Aku juga yakin pasti para monster sudah kuat sekarang" Kata Aris


"Baiklah, aku akan mengikuti apa kata, Tuan" Kata Quester


"Terimakasih, sekarang pergilah. Buat mereka terhibur" Kata Aris


"Ya" Kata Quester


Setelah diluar, Quester berubah menjadi naga besar. Mereka yang melihatnya sangat terkejut.


"Wah, besarnya" Kata Yuli


"Ya, aku tidak habis pikir" Kata Yuni


"Baiklah, semua naik" Kata Quester sambil membungkukkan badannya


Semuanya naik keatas Quester.


"Kalian, hati-hati, ya. Ikuti apa kata Kak Quester" Kata Aris


"Baik, Kak Aris" Kata Yuni


"Kakak, apa tidak apa-apa?" Tanya Septi yang agak ketakutan


"Tenang saja, De Septi jangan nakal ikuti apa kata Kak Quester, ya" Kata Aris menenangkan hatinya sambil mengusap kepalanya


"Baik" Kata Septi sambil tersenyum


"Kalau begitu, Quester. Aku serahkan padamu" Kata Aris


"Baiklah semuanya, pegangan yang kuat. Karena kita akan terbang" Kata Quester mulai terbang


Mereka pun mulai terbang tingin dan semakin tinggi. Saat terbang, Ririn dan juga Tasya melihat seekor naga besar lewat di atas kebunnya. Sontak mereka berdua kaget dan juga langsung pergi meninggalkan kebunnya. Mereka berdua berlari ke arah rumah sambil membawa perasaan panik. Setelah mereka meihat ke arah halaman rumah dan tidak menemukan ada satupun yang berada di halaman. Mereka pun langsung berlari menuju ke dalam rumah. Pada saat membuka pintu, mereka berdua terkejut karena melihat Aris yang sedang duduk.


"Kak, Aris?" Tanya Tasya


"Ya, Tasya. Sudah lama, ya. Kau juga Ririn, bagaimana perkerjaan kebunmu?" Tanya Aris


"Ya, aku baik-baik saja" Jawab Ririn


"Kak Aris, dimana yang lainnya?" Tanya Tasya yang sedikit panik


"Oh, mereka sedang menaiki naga" Jawab Aris


"Naga? Maksudmu yang lewat di atas kebun kami?" Tanya Tasya yang terkejut


"Lewat kebun? Mungkin saja mereka tidak sengaja lewat diatas kalian" Jawab Aris


"Jika, dia sedang menaiki naga, lalu siapa naga itu?" Tanya Ririn yang masih kepikiran


"Kalian tidak perlu khawatir, naga itu temanku" Jawab Aris


"Teman?" Kata mereka berdua terkejut


"Yah pokoknya, kalian tunggu saja. Nanti dia kembali" Kata Aris


"Baiklah" Kata Tasya


"Bagaimana, jika kalian minum teh dulu? Melani tadi memberikan padaku, jujur saja teh buatannya enak. Aku jadi ingin minum teh buatannya terus" Kata Aris


"Baiklah, aku terima" Kata Ririn


"Eh? Kak Ririn?" Kata Tasya kaget


"Sesekali kita istirahat. Lagipula disini kita, kan kedatangan tamu" Kata Ririn


"Baiklah, sepertinya aku juga tidak bisa berbuat apa-apa" Kata Tasya pergi duduk di bangku


"Kak Quester, disana ada apa?" Tanya Yuni


"Sepertinya mereka sedang bertarung" Jawab Quester


Salah satu monster melihat Quester, monster tersebut mengisi sihir apinya dengan mulutnya dan saat penuh langsung menembakkan ke arah Quester.


"Awas!!!" Kata Riana


Quester terkena serangannya dibagian sayapnya. Dan dia merasa kesakitan.


"Kak Quester!!!" Kata Yuli teriak


"Aku, tidak apa-apa. Lebih baik kita kembali" Kata Quester memutar balik


"Ya" Kata mereka berempat serentak


...END...

__ADS_1


__ADS_2