Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Desa Afharza


__ADS_3

"Kau adalah.." Kata Aris kaget


"Yo.. kita ketemu lagi Aris" kata orang itu


"Ayah.." Kata Aris dalam hati


"Ah.. kalian pernah bertemu, ya?" Tanya Raja


"Ah iya kami bertemu pada saat di kantor asosiasi sihir" Jawab Ade


"Begitu ya.. aku senang dan juga aku mau minta tolong padamu" Kata Raja


"Katakan saja, Yang Mulia" Kata Ade


"Tolong antar kan penyelamat kami ke desa Afharza" Kata Raja


"Penyelamat? Apa kau berhasil mengangkat kutukan Raja, Aris?" Tanya Ade


"Yah seperti begitu" Jawab Aris


"Wah.. hebat juga. Kalau begitu aku tidak akan segan. Baiklah ayo kita pergi sekarang" Kata Ade


"Tunggu, aku juga ikut" Kata Dinda


"Untuk apa tuan putri ikut dia?" Tanya Ade


"Aku adalah tunangannya" Jawab Dinda


"Kau? Bagaimana kau bisa mendapatkan hati tuan putri?" Tanya Ade


"Entahlah.." Jawab Aris


"Kalau begitu Aris, permintaanmu akan kami kirimkan secepatnya dan juga terimakasih telah menyelamatkan keluarga dan kerajaan ini" Kata Raja


"Baiklah terimakasih banyak atas bantuannya. Kalau begitu, saya permisi dulu" Kata Aris


"Ingat ya Dinda jangan pernah menjadi penghambat nak Aris" Kata Ratu


"Baik ibunda. Kalau begitu kami pergi dulu" Kata Dinda sambil melambaikan tangan


Ade pun melakukan ritual teleport nya dan membawa Aris dan juga Dinda. Saat setelah melakukan teleport mereka langsung berada di depan pintu masuk desa Afharza. Tampaknya desa tersebut sudah hancur oleh serangan monster beberapa waktu yang lalu.


"Baiklah, aku hanya bisa mengantarkan sampai sini" Kata Ade


"Terimakasih banyak atas bantuannya" Kata Aris


"Tuan Ade adalah ahli dimensi yang hebat dan juga berbakat" Kata Dinda


"Tidak perlu sampai memuji segitunya, saya membantu keluarga kerajaan saja sudah senang. Kalau begitu putri, saya permisi dulu" Kata Ade


Ade pun kembali menggunakan teleport dan meninggalkan mereka berdua.


"Disini gelap sekali" Kata Dinda


"Tentu saja karena disini waktunya sudah malam" Kata Aris


"Malam? Padahal kita baru saja berteleport siang hari" Kata Dinda


"Karena ini di ujung mungkin memakan waktu sampai malam atau lebih" Kata Aris


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Dinda

__ADS_1


"Untuk sekarang kita pastikan apa yang terjadi disini" Jawab Aris


"Baiklah" Kata Dinda


"Quester, apa ada tanda-tanda monster?" Tanya Aris lewat telepati


"Tidak ada tuan, tapi ada energi yang tidak terlalu besar di sebelah rumah besar itu" Jawab Quester lewat telepati


"Tapi, berapa banyak?" Tanya Aris


"Tidak terlalu banyak tuan mungkin 2-3 monster" Jawab Quester lewat telepati


"Baiklah terimakasih" Kata Aris


"Kau berbicara dengan siapa?" Tanya Dinda


"Ah.. tidak.. tidak dengan siapa-siapa" Jawab Aris


Mendengar itu Dinda kebingungan dan terus mengikuti Aris berjalan menuju rumah yang besar. Saat di depan rumah yang besar muncul suara monster yang menandakan bahwa dia merasa tidak nyaman. Dan monster itu keluar dari kegelapan rumah yang hancur. Wujudnya adalah seekor serigala bermata merah berwarna hitam.


"Gawat itu adalah monster tingkat S" Kata Dinda kaget dan panik


"Tingkat S? Kenapa dia bisa ada disini?" Tanya Aris masih bingung


"Mungkin karena kejadian kemarin" Jawab Dinda


Ditempat lain di kerajaan Ruhyus. Ade sudah tiba di tempat kerajaan dan langsung melaporkan ke Raja.


"Jadi bagaimana? Apa sudah sampai?" Tanya Raja


"Sudah Yang Mulia. Tapi disana sangat gelap ada kemungkinan disana waktunya sudah malam" Jawab Ade


"Begitu ya.. apa mereka akan baik-baik saja?" Tanya Raja


"Yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa, ya" Kata Raja


Di desa Afharza Aris dan Dinda masih kebingungan dan panik.


"Aris, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Dinda


"Maaf, sebenarnya aku tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, aku akan menahannya untuk sementara waktu maka dari itu larilah" Kata Aris


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan tunangan ku. Aku akan mati bersamanya hidup bersamanya dan bahagia bersamanya" Kata Dinda


"Dinda.." Kata Aris perlahan


"Maka dari itu walaupun pertemuan kita sebentar tapi aku senang bisa bersama penyelamatku. Aku dan keluargaku sudah cukup lama menderita kutukan itu. Dan aku masih berharap bahwa pasti akan ada penyelamat yang akan menyelamatkan aku dan keluargaku. Maka dari itu aku sangat senang dan aku tidak takut mati jika bersama penyelamatku" Kata Dinda tersenyum


"Dinda.. Mundur lah, biar aku yang mengalahkannya" Kata Aris


"Kau yakin bisa?" Tanya Dinda


"Tentu saja" Jawab Aris


"Tapi kau tidak bisa menggunakan sihir" Kata Dinda


"Tenang saja. Maka dari itu mundurlah" Kata Aris


"Baiklah, aku akan menuruti apa kata tunanganku" Kata Dinda sambil tersenyum


"Keluarlah Basdar" Kata Aris

__ADS_1


Muncul dimensi dari samping Aris dan Aris langsung mengambil pedangnya. Pedang Basdar mengeluarkan aura berwarna hijau pekat dan sangat tajam.


"Dinda, lindungi aku" Kata Aris


"Baik" Kata Dinda


Aris langsung menyerang monster serigala tetapi monster itu masih bisa menahan serangannya. Saat Aris ingin menyerangnya tiba-tiba dengan cepat monster itu langsung menggigit bahu Aris hingga mengeluarkan banyak darah.


"Aris!!" Kata Dinda teriak


"Mundurlah, sepertinya dia sudah menjadi lebih kuat. Ada apa ini?" Tanya Aris sambil memegang bahunya


"Tuan!! kau tidak apa-apa?" Tanya Quester lewat telepati


"Aku hanya berdarah sedikit" Jawab Aris


Monster itu langsung menyerang dinda dengan cepat saat mendekati Dinda monster itu terpukul keras hingga terpental ke pohon.


"Waktu yang tepat" Kata Aris


"Tidak ada yang boleh menyentuh tuanku" Kata Quester


"Anak kecil? Siapa? He.. siapa?" Tanya Dinda kebingungan


"Dia adalah adikku namanya Alice" Kata Aris


"Datang darimana dia? Aku tidak melihatnya dari tadi" Kata Dinda bingung


"Dia dari tadi mengikuti kita" Kata Aris


"Maksudmu dari kerajaan? Tapi tadi kan kita berdua saja" Kata Dinda


"Iya, tapi dia sempat memegang bajuku makanya dia ikut berteleport" Kata Aris sambil batuk


"Bertahanlah Aris, jangan mati. Jika kamu mati aku tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk dicintai" Kata Dinda sambil mengeluarkan air mata


"Alice, kakakmu.. kakakmu" Kata Dinda memanggil Quester


"Tenang saja. Tuanku tidak akan mati semudah itu" Kata Quester sambil bertarung melawan monster serigala


"Kenapa bisa?" Tanya Dinda


"Karena dia bisa menggunakan sihir penyembuhan" Kata Quester sambil bertarung melawan monster serigala


"Penyembuh? Tapi kan dia dalam keadaan tidak sadar" Kata Dinda


"Percayalah. Jika kau memang tunangannya maka percayalah. Hubungan yang indah karena saling percaya satu sama lain" Kata Quester sambil menendang monster serigala


"Aku tidak bisa menahannya lebih lama. Kita harus lari" Kata Quester


"Tapi bagaimana dengan dia?" Tanya Dinda


"Biar aku saja yang bawa" Kata Quester sambil mengangkat Aris yang sudah pingsan


"Dengan tubuhmu yang kecil kau bisa mengangkatnya, ya?" Tanya Dinda kebingungan


"Sudah jelas melindungi tuannya dari bahaya apapun adalah tugasnya pelayan, kan?" Kata Quester


"Ah.. iya" Kata Dinda


"Sudahlah kita harus bergegas monster itu kuat sekali" Kata Quester

__ADS_1


Saat lari monster itu sudah terbangun dari tendangannya Quester dan sekilat sudah sampai di depan mereka bertiga. Mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa.


...END...


__ADS_2