
"Apa kau bilang?" Tanya Aris kesal
"Keluarga kami sangat membutuhkan uang untuk membayar hutang ke para bangsawan lain. Maka dari itu, kami terpaksa melakukannya" Jawab orang itu
"Sebenarnya aku ingin sekali membunuh kalian. Tetapi, mendengar cerita itu. Aku jadi sedikit iba pada kalian. Baiklah, aku akan pergi dan jangan lupa kalian membersihkan tempat ini" Kata Aris
"Baik, terimakasih. Tapi, apa benar kau adalah The Master Academy yang menghilang itu?" Tanya orang itu
"Menurutmu?" Tanya balik Aris
"Menurutku kau adalah The Master Academy yang hilang itu" Jawab orang itu
"Kalau kau berkata begitu, maka jawabanmu tepat" Kata Aris
"Benarkah?" Tanya orang itu meyakinkan
"Benar, aku adalah The Master Academy. Tapi, aku tidak mau orang lain tahu tentang identitasku" Jawab Aris
"Jadi, kau sungguhan The Master Academy itu?" Tanya orang tua itu
"Benar sekali. Tapi maaf, aku harus mendapatkan temanku kembali. Karena, teman-temanku sedang menungguku" Kata Aris
"Kalau begitu, kami punya satu permintaanmu" Kata orang itu
"Apa itu?" Tanya Aris
"Maukah kau memaafkan kami? Karena kami tidak tahu bahwa dia adalah milikmu?" Tanya orang itu
"Tentu saja, aku memaafkan kalian. Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu" Kata Aris
"Baiklah, hati-hati. The Master Academy" Kata orang itu
"Ah, aku lupa" Kata Aris sambil memberikan sihir penghilang ingatan
Setelah keluar dari rumah itu, Aris langsung pergi ke bar milik Nia. Sebelum itu, ia telah menghilangkan jubah emasnya dan bergegas pergi. Dan tidak beberapa lama, akhirnya Aris sampai di bar milik Nia. Karena pada saat sampainya malam, ia disambut oleh ayahnya Nia.
"Selamat datang, wahai nak Aris" Kata ayahnya Nia
"Ya, selamat malam. Ayahanda" Kata Aris
"Kau memanggilku "Ayahanda" Itu membuatku senang" Kata ayahnya Nia sambil menangis
"Sudahlah, aku disini hanya sebentar" Kata Aris
"Kalau begitu, biar kupanggilkan Nia, ya" Kata Ayahnya Nia
"Ah itu tidak perlu, dia sekarang sedang istirahat, kan? Sudahlah biarkan saja" Kata Aris
"Tapi, ini ada kamu. Aku yakin dia akan merasa senang" Kata ayahnya Nia
"Itu tidak perlu, aku sebentar lagi pulang kok" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati, ya" Kata Aris
Tidak beberapa lama, akhirnya Aris keluar dari bar dan pulang ke asramanya laki-laki yang berada di kerajaan Ayus. Aris pulang melewati jalan besar, pos keamanan dan juga melewati hutan-hutan. Pada saat melewati jalan setapak datang seorang pria dewasa menggunakan kereta kuda, pria itu bertubuh sedang memakai kemeja berwarna coklat dan menggunakan celana panjang, rambutnya pendek dan berkumis. Pria itu menawarinya tumpangan, mendengar itu Aris langsung menerima tawarannya. Di perjalanan ia mengobrol dengan pria itu.
"Terimakasih, paman" Kata Aris
"Panggil saja, Yatno" Kata Pria itu
"Baiklah, pak Yatno" Kata Aris
"Jadi, siapa namamu? Dan kemana tujuannya?" Tanya Yatno
"Namaku Aris Darmayudha. Aku sedang ingin pulang" Jawab Aris
"Kemana tujuanmu?" Tanya lagi Yatno
"Ke kerajaan Ayus" Jawab Aris
"Jadi, kau berasal dari kerajaan Ayus, ya" Kata Yatno
"Memangnya ada apa dengan kerajaan Ayus?" Tanya Aris
"Tidak, hanya saja itu tempat yang sangat indah. Dulu aku pernah tinggal disana, tempat itu benar-benar sangat damai" Jawab Yatno
"Berapa lama kau tinggal disana?" Tanya Aris penasaran
"Mungkin 2 tahun" Jawab Yatno
"Itu adalah waktu yang sangat cepat bagiku" Kata Yatno tertawa
"Orang ini terlalu damai hidupnya" Kata Aris dalam hati
"Tapi, menurutmu apa The Master Academy sekarang lebih hebat dari The Master Academy dulu?" Tanya Yatno
"Menurutku, siapapun The Master Academy sekarang dia merupakan orang yang sangat hebat" Jawab Aris
Mendengar jawaban itu, pak Yatno pun tertawa. Dan tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di wilayah kekuasaan kerajaan Ayus. Aris yang sudah tiba tujuannya langsung turun dari kereta kudanya dan berterimakasih padanya.
"Baiklah, sampai jumpa lagi" Kata Aris
Saat sampai di depan gerbang kerajaan Ayus, Aris langsung ditunggu oleh Angelia. Melihat itu Aris langsung tersenyum menyapa.
"Sudah berapa lama kau disini?" Tanya Aris
"A-Aku baru sampai" Jawab Angelia
Melihat Angelia sedang berbohong, Aris pun lantas mengajaknya makan berdua. Tidak lama, mereka berdua sampai di salah satu tempat makan yang cukup terkenal. Mereka berdua pun langsung masuk dan duduk di meja.
"Jadi, bagaimana?" Tanya Angelia
"Aku sudah dapat informasi. Aku mungkin akan pergi besok pagi" Jawab Aris
__ADS_1
"Kemana kau akan pergi?" Tanya Angelia
"Yuni berada di kerajaan Ketral. Dia dijual oleh orang yang menangkapnya" Jawab Aris
"Jahat sekali mereka" Kata Angelia
"Kalau kita mengambilnya secara paksa, aku yakin disana banyak penyihir tingkat SSS yang menjaganya" Kata Aris
"Kenapa kau bisa tahu?" Tanya Angelia
"Sekarang pekerjaan menjadi penyihir itu mulai sedikit, jadi aku yakin pasti dia berani menjual keahliannya untuk mendapatkan uang" Jawab Aris
"Memang benar pekerjaan sebagai penyihir itu sangat sedikit. Tapi bagaimana mereka bisa menyewa penyihir-penyihir itu?" Tanya Angelia
"Aku yakin para pedagang itu pergi ke Asosiasi sihir dan menawarkan sebuah pekerjaan" Jawab Aris
"Jadi, apa kau punya rencana?" Tanya Angelia
"Tentu saja, aku akan membelinya" Jawab Aris
"Membelinya? Apa kau tahu harganya?" Tanya lagi Angelia
"Untuk manusia setengah hewan mungkin bisa sampai 5000 keping emas" Jawab Aris
"5000? Darimana kita bisa mendapatkan uang sebanyak itu?" Tanya lagi Angelia
"mungkin aku punya sedikit tabungan di kantongku" Jawab Aris
Dan tidak berapa lama datang makanan yang sudah mereka pesan.
"Untuk sekarang kita makan dulu, masalah uang aku yakin bisa mendapatkan" Kata Aris
"Ya" Kata Angelia
Setelah makan, Angelia langsung pamit pulang duluan karena ada urusan. Jadi, ia meninggalkan Aris seorang diri. Aris pun langsung pulang menuju ke asramanya. Pada saat di gerbang pintu asrama, Aris dihentikan oleh penjaga asrama. Penjaga itu mengatakan bahwa ia mendapatkan pesan dari seorang yang bernama Nia. Mendengar itu Aris langsung mengambilnya dan membacanya di tempat ia berdiri.
"Aris, aku mendengar dari ayahku bahwa kau akan pergi ke suatu. Jika iya, tolong biarkan aku ikut bersamamu" Kata Aris dalam hati membaca surat itu
"Dasar, baiklah. Aku akan membawamu juga" Kata Aris
Aris langsung bersiap-siap untuk pergi, saat ingin pergi. Aris bertemu dengan Dedi.
"Yo, temanku" Kata Dedi
"Oh, Dedi. Maaf, aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus aku lakukan. Nanti setelah aku pulang, kita akan bermain bersama" Kata Aris
"Baiklah, temanku. Aku akan menunggunya" Kata Dedi
Tidak berapa lama akhirnya, Aris meninggalkan Dedi di asrama laki-laki.
"Selamat tinggal, temanku" Kata Dedi dalam hati
__ADS_1
...END...