Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Ada apa di gunung?


__ADS_3

Saat dihadang oleh monster serigala tiba-tiba terdengar seseorang sedang mengeluarkan rapalan sihir. Dan ledakannya membuat monster itu terpental jauh, muncul 5 orang yang menjaga mereka.


"Elemen Api - Ledakan Api" Kata seseorang wanita sedang merapalkan sihirnya


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya wanita itu


"Ya.. terimakasih" Kata Quester


Saat wanita itu menoleh ke belakang ia merasa sedang melihat anaknya yang telah meninggal.


"Apa dia Darma? Anakku?" Tanya wanita itu dalam hati


"Maaf.. nona mohon maafkan kami tapi teman kami sedang butuh pertolongan" Kata Dinda


"Begitu ya.. Hoz cepat bawa dia ke pengungsian" Kata wanita itu


"Baik.. ma'am" Kata Hoz


"Kalian larilah biar aku yang menahannya" Kata wanita itu


"Apa tidak apa-apa kau sendirian?" Tanya Dinda


"Tidak apa-apa. Ketua kami sangat hebat dalam ilmu bela diri dan juga sihir. Kalau begitu ayo kita pergi" Kata wanita berambut biru menggunakan tongkat sihir


"Baiklah.. kalau begitu maaf merepotkanmu" Kata Dinda


Mereka semua pun pergi meninggalkan wanita itu sendirian untuk melawan monster serigala.


"Sayang sekali ya. Lawanmu adalah aku" Kata wanita itu


Serigala itu hanya bisa mengaum dan mengamuk.


"Maju sini monster lemah" Kata wanita itu


Mendengar itu monster serigala langsung mengamuk dan menyerang wanita itu. Tetapi wanita itu selalu menang dan akhirnya membunuh monster serigala itu.


"Dasar, cepat sekali dia bermutasi" Kata wanita itu


Di kamp pengungsian. Aris masih dirawat oleh beberapa tim medis. Tetapi, mereka bingung karena semua tim medis tidak bisa menyembuhkannya.


"Ada apa?" Tanya Dinda


"Dia tidak bisa disembuhkan" Kata wanita medis


"Apa maksudnya" Tanya Dinda panik


"Tenanglah, sudah kubilang kan tuanku itu memiliki sihir penyembuhan" Kata Quester


"Apa? Tapi dia tidak sadarkan diri. Aku belum pernah melihat orang yang menggunakan sihir penyembuh pada dirinya sendiri saat dia tidak sadarkan diri" Kata wanita medis


"Lebih baik tinggalkan dia beristirahat tidak beberapa lama dia akan siuman juga" Kata Quester


"Baiklah kalau begitu kuserahkan dia padamu" Kata wanita medis


"Tenang saja selama dia ada disisiku dia akan aman" Kata Quester

__ADS_1


"Apa kau yakin?" Tanya Dinda


"Sepertinya kau masih tidak mempercayaiku, ya" Kata Quester


"Bukan begitu.. hanya saja ini pertemuan pertama kita makanya.." Kata Dinda


"Apa kau lapar? Aku akan mengambilkan makanan" Kata Quester pergi


"Kalau begitu aku ikut juga" Kata Dinda


Setelah beberapa saat akhirnya Aris sudah siuman dan saat terbangun ia kebingungan.


"Apa dia sudah bangun?" Tanya wanita itu


"Tidak nona sepertinya dia masih tertidur tetapi.." Kata wanita medis


"Tetapi apa?" Tanya wanita itu


"Segala penyembuhan yang kami lakukan tidak bisa. Dan juga kata anak kecil dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri" Kata wanita medis


"Menyembuhkan diri sendiri? Jangan bercanda kita harus segera menyelamatkannya" Tanya wanita itu kebingungan


"Tidak ada yang bisa kita lakukan nona, untuk sekarang kita hanya harus percaya padanya" Kata wanita medis


"Kalau begitu biarkan aku melihat kondisinya. Dimana dia?" Tanya wanita itu


"Baik.. dia ada sebelah sana" Kata wanita medis itu menunjukkan ke arah depan


"Baik kalau begitu saya permisi dulu terimakasih" Kata wanita itu


Saat wanita itu pergi untuk melihat kondisinya ia terkejut karena dia sudah bangun dan lukanya sudah hilang.


"Kau sudah bangun?" Tanya wanita itu


"Ibu?.. Ini dimana?" Tanya balik Aris


"Kau ada di pengungsian. Mereka membawamu untuk di obati" Jawab wanita itu


"Begitu ya.. sekarang aku ingat" Kata Aris sambil memegang bahunya


"Oh.. namaku Maidah Sari. Panggil saja Ida" Kata Maidah


"Namaku Aris Darmayudha" Kata Aris


"Aris? Nama belakangnya seperti anakku" Kata wanita itu dalam hati


Saat itu juga Quester dan Dinda juga sudah kembali dari mengambil makanannya. Dan mereka juga kaget melihat seorang wanita cantik mengobrol dengan Aris.


"Maafkan kami yang mengganggu waktu kalian" Kata Quester


"Ah.. tidak. Tenang saja aku hanya ingin melihat kondisinya" Kata Ida


"Kami juga terimakasih telah menyelamatkan kami dari serangan monster itu" Kata Dinda sambil menundukkan kepala


"Ah.. dia adalah Ida. Dan mereka adalah adikku dan juga.. temanku. Dinda dan alice" Kata Aris

__ADS_1


Mendengar itu Dinda langsung cemberut karena dia hanya dianggap sebagai temannya saja bukan tunangannya.


"Sepertinya disini aku mengganggu, kalau begitu saya permisi dulu" Kata Ida


"Baik sampai ketemu nanti. Ibu" Kata Aris tersenyum


"Wajahmu memasang ekspresi aneh apa kau menyukai ibu-ibu?" Tanya Dinda ngambek


"Ah.. tidak.. tidak. Aku seperti mengingatkan pada seseorang yang kukenal" Jawab Aris


"Begitu ya.. kalau begitu karena kami sudah disini kami membawakan makanan untukmu" Kata Dinda


"Wah.. terimakasih banyak" Kata Aris


Setelah makan Aris dan lainnya langsung istirahat karena waktu sudah semakin larut. Tidak sengaja Aris terbangun dari tidurnya dan memutuskan untuk pergi ke luar sebentar. Ternyata, pengungsiannya masih ramai dikarenakan banyak orang-orang yang tidak bisa tidur atau sekedar mengobrol.


"Permisi, apa aku boleh duduk?" Tanya Aris kepada para warga yang duduk di pinggiran mengelilingi api unggun


"Silahkan anak muda, semakin ramai semakin bagus" Jawab lelaki itu


Aris yang mendengar langsung duduk dan mulai mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para lelaki-lelaki itu.


"Permisi, aku adalah seorang petualang bisa beritahu aku apa yang terjadi disini?" Tanya Aris


Para lelaki-lelaki itu saling menatap satu sama lain dan salah satunya mulai menjawab.


"Desa kami dulunya sangat damai tapi setelah seminggu lalu pada waktu malam terdengar suara yang sangat keras dari arah gunung tanpa persiapan yang matang segerombolan monster langsung menyerang desa kami. Banyak dari keluarga kami yang dimangsa oleh para monster itu" Kata lelaki itu


"Apa kalian tahu apa yang terjadi sebelumnya?" Tanya Aris


"Sepertinya desa kami tidak memiliki masalah dengan desa lain" Jawab lelaki itu


"Ini aneh.. mereka juga bermutasi. Mereka dari monster tingkat S langsung naik menjadi tingkat SS. Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Aris dalam hati


"Sebenernya kami merasa ada keanehan di gunung tetapi kami sudah memberitahu pada mereka sayangnya mereka tidak percaya pada kami" Kata salah satu lelaki


"Gunung? Sepertinya aku akan pergi menyelidikinya" Kata Aris dalam hati


"Baiklah kalau begitu terimakasih informasinya. Saya akan coba untuk pergi ke gunung itu" Kata Aris tambahnya


"Anu.. sepertinya kau tidak bisa pergi ke gunung itu karena aku yakin para anggota asosiasi sihir mencoba untuk menghentikan mu" Kata lelaki satunya


"Besok aku akan pergi pagi-pagi buta" Kata Aris


"Aku harap kau selalu selamat dari bahaya" Kata lelaki itu


Saat paginya Aris dan Quester pergi ke gunung untuk memastikan apa yang terjadi pada desa itu. Dan ia melihat para anggota asosiasi sihir menjaga semua pintu keluar. Tetapi Aris tidak kehabisan akal, Aris mencoba untuk memancingnya ke arahnya dengan menggunakan batu kecil dan benar saja anggota itu langsung mendatangi sesuatu yang ada di semak-semak. Spontan Aris langsung membuatnya pingsan dan menyembunyikan orang itu di dalam semak-semak.


"Tuan, apa kita yakin akan pergi ke gunung itu?" Tanya Quester


"Iya tentu saja. Aku penasaran ada sesuatu di gunung itu" Jawab Aris


Saat berlari ada seekor kupu-kupu yang melihatnya dan langsung pergi ke pemiliknya. Kupu-kupu itu menempel ke rambut pemiliknya dan berubah menjadi ikat rambut. Dan pemilik kupu-kupu itu tersenyum.


"Aku tunggu kedatangan mu" Kata wanita itu

__ADS_1


...END...


__ADS_2