Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Dalang Dalam Misi


__ADS_3

"Siapa kalian?" Tanya lelaki tua itu


"Maafkan kami. Kami hanya istirahat sebentar" Kata Aris membungkuk


"Mohon maafkan kami" Kata Quester


"Apa kalian sedang bersembunyi dari monster itu?" Tanya lelaki tua


"Yah.. kami bilang tidak bersembunyi melainkan hanya ingin istirahat sebentar" Jawab Aris


"Begitu ya. Baiklah" Kata lelaki itu


"Kalau begitu kami permisi dulu" Kata Aris


"Kenapa buru-buru sekali? Tenanglah" Kata lelaki tua itu


"Tapi.." Kata Aris


"Sudahlah, aku akan menyiapkan makanan, kalian duduklah" Kata lelaki tua itu


"Maaf merepotkan" Kata Aris


Setelah beberapa saat akhirnya makanan yang dimasak kakek tua itu selesai dan langsung ditaruh di atas meja.


"Kakek, maafkan kami karena masuk ke rumah tanpa izin. Kami kira kakek juga mengungsi ke tempat yang aman" Kata Aris


"Ah.. kalau itu aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini, karena tempat ini penuh kenangan oleh mendiang istriku" Kata kakek tua itu


"Namaku Aris Darmayudha dan ini adalah adikku namanya Alice" Kata Aris


"Begitu ya.. namaku Jeffri. Ini adalah tempat yang penuh kenangan. Aku dan istriku sudah lama tinggal ditempat ini" Kata Jeffri


"Tapi apa yang terjadi dengan istri anda?" Tanya Aris


"Beliau meninggal karena penyakit. Aku masih ingat kapan dan dimana dia meninggal. Maaf aku menceritakan cerita yang sangat membosankan" Kata Jeffri


"Ah tidak. Menurutku itu sangat menyentuh. Jadi.. bagaimana cara kakek melawan monster itu?" Tanya Aris


"Aku hanya bermodalkan sihir dan pengetahuan" Kata kakek itu


"Aku tidak tahu kakek bisa menggunakan sihir" Kata Aris


"Sudahlah habiskan makananmu" Kata kakek itu


Ditempat pengungsian Dinda terbangun dari pingsannya dia kaget ternyata sudah banyak orang yang berkumpul dan juga sangat ramai. Setelah itu datang lah Tika menghampiri dia mengajukan pertanyaan.


"Tenanglah kau sudah di tempat yang aman" Kata Tika


"Tapi dimana dia? Dimana Aris?" Tanya Dinda

__ADS_1


"Dia berkata bahwa kami hanya harus membawamu saja ke tempat pengungsian" Jawab Tika


"Kalau begitu aku akan pergi menemuinya" Kata Dinda terbangun dari tempat tidurnya


"Tunggu dulu, Putri. Itu tidak bisa karena wilayah itu sudah penuh dengan serigala yang bermutasi" Kata Tika


"Terus apa yang harus aku lakukan?" Tanya Dinda


"Yang perlu kau lakukan adalah hanya berdoa dan menunggu kedatangannya. Aku sudah memberi tahu lokasi pengungsiannya mungkin dia akan datang" Jawab Tika


"Begitu ya. Aku berharap" Kata Dinda


"Memangnya kau memiliki hubungan apa dengannya? Bukankah kau seorang putri dari kerajaan Ruhyus?" Tanya Tika


"Dia adalah tunanganku" Jawab Dinda bersuara kecil


"Tunangan? Jangan bercanda dia itu tidak bisa menggunakan sihir dan juga yang menyelamatkan dia adalah kamu. Lagipula mungkin dia hanya warga sekitar yang tinggal di desa itu" Kata Tika


"Tidak.. itu tidak mungkin. Pokoknya aku mau bertemu dengannya" Kata Dinda sambil berlari


"Putri tenanglah. Keamanan tahan dia!!" Kata Tika teriak


Para keamanan langsung menghentikan Dinda yang lari, Tika pun langsung memukul bagian belakang kepalanya hingga membuatnya pingsan. Aris yang sedang makan pun kaget.


"Ada apa tuan?" Tanya Quester


"Tidak ada apa-apa. Apa yang terjadi pada Dinda?" Jawab Aris


"Ada apa?" Tanya Aris


"Aku harus ke gunung untuk mencari buah-buahan yang bisa dimakan" Jawab Jeffri


"Bukankah lebih mudah bila anda pergi ke pengungsian?" Tanya Aris


"Sudah kukatakan aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini" Jawab Jeffri


"Kalau begitu terimakasih atas makanannya. Saya akan pergi sekarang dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi" Kata Aris


"Bagus. Kalau begitu sampai jumpa" Kata Jeffri meninggalkan mereka berdua


"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Quester


"Kita kembali ke pengungsian" Jawab Aris


"Baiklah" Kata Quester


Mereka berdua pun meninggalkan rumah tersebut dan berjalan menuju ke arah tenggara untuk ketempat pengungsian. Setelah beberapa lama berjalan akhirnya mereka sampai di tempat pengungsian, Aris kaget karena tempat pengungsiannya sangat jauh dari desa tersebut. Dan saat memasuki pengungsian itu Aris dikagetkan dengan seseorang yang memanggil namanya, dan ternyata yang memanggil namanya adalah lelaki yang ngobrol dengannya pada saat malam hari.


"Ah.. anda adalah lelaki yang ngobrol denganku waktu itu" Kata Aris

__ADS_1


"Ternyata kau ingat, ya? Baguslah marilah kita duduk disini seperti waktu itu" Kata lelaki itu tertawa


"Mohon maaf saya sedang terburu-buru mungkin lain kali" Kata Aris


"Oke lah kalau begitu. Kami semua senang kau kembali dengan selamat" Kata lelaki itu


"Baiklah aku pergi dulu" Kata Aris tersenyum sambil pergi


Aris dan Quester langsung pergi ke tempatnya Dinda, dan akhirnya mereka berdua pun menemukan tempatnya. Aris terkejut karena Dinda masih istirahat ia pun langsung bergegas menemui Tika dan yang lainnya. Setelah ketempat yang dikira sebagai informasi Aris langsung bertanya tentang keberadaan seseorang anggota asosiasi sihir yang bernama Tika. Dan orang yang bertugas sebagai informasi langsung memberitahukan bahwa Tika sedang ada di perkumpulan para anggota asosiasi sihir, mendengar itu Aris langsung pergi ke tempatnya Dinda untuk memastikan keadaannya.


"Dia hanya pingsan, mungkin mereka melakukan ini terpaksa" Kata Aris


"Apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Quester


"Tentu saja dia akan baik-baik saja" Jawab Aris sambil mengusap kepala Quester


Tidak beberapa lama akhirnya Dinda terbangun dan saat dia melihat Aris ia langsung memeluknya dengan erat.


"Ada apa, Tuan Putri?" Tanya Aris


"Bodoh!! Kenapa kau meninggalkanku sendiri?" Tanya Dinda sambil menangis kecil


"Tenang saja aku baik-baik saja" Kata Aris


"Mengatakan pada mereka bahwa aku yang menyelamatkanmu, apa yang kau pikirkan?" Tanya Dinda masih menangis


"Maafkan aku, sudahlah lepaskan" Kata Aris


"Tidak mau!!" Kata Dinda sambil mempererat pelukannya


"kau tahu aku tidak bisa bernafas" Kata Aris terengah-engah


Setelah itu Aris bertanya kepada Dinda tentang anggota asosiasi sihir.


"Aku tidak tahu, saat aku ingin melarikan diri aku dihentikan oleh para keamanan dan aku ingat Tika memukulku dibagian belakang kepalaku sehingga membuatku pingsan" Kata Dinda


"Melarikan diri? Untuk apa kau melakukan itu?" Tanya Aris


"Tentu saja aku ingin bertemu denganmu" Jawab Dinda


"Kau ini ya.. kenapa melakukan itu?" Tanya lagi Aris


"Tentu saja aku akan selalu berada disampingmu" Jawab Dinda


"Aduh.. kau ya benar-benar.." Kata Aris


Saat mengobrol tiba-tiba terdengar suara pengumuman bahwa anggota asosiasi sihir akan membantu untuk membasmi monster yang ada di desa Afharza. Mendengar itu Aris, Quester dan Dinda pergi ke luar kamar untuk melihat para anggota asosiasi sihir. Dan saat melihat semua anggota asosiasi sihir Aris langsung terkejut karena salah satu anggota asosiasi sihir adalah dalang dalam bencana ini.


"Kau..!!" kata Aris kesal sambil menggenggam tangannya

__ADS_1


...END...


__ADS_2