Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Sahabat Sekaligus Musuh


__ADS_3

Siang harinya mereka semua berkumpul di lapangan yang tidak jauh dari kerajaan Ruhyus.


"Baiklah pertama-tama, aku ingin Riana yang menggunakan pedang. Dan kalian perhatikan saja" Kata Aris


"Baik" Kata mereka serentak


"Jadi Riana, apa kau tahu cara menggunakan pedang?" Tanya Aris


"Tidak tahu, aku belum pernah menggunakannya. Lagipula orang tuaku hanya bisa menggunakan tangan kosong saat berkelahi" Jawab Riana


"Begitu ya. Baiklah kita akan mulai dari dasarnya saja. Karena sebentar lagi kak Angelia akan bertanding" Kata Aris


"Benarkah? Baiklah aku juga ingin menontonnya" Kata Riana


"Baiklah, pertama-tama kau lakukan kuda-kuda" Kata Aris


"Seperti ini?" Tanya Arina membuka kakinya


"(berpikir).. Kau harus sedikit membukanya lagi" Kata Aris sambil membenarkan kuda-kudanya


"Jadi begitu" Kata Riana


"Baiklah, sekarang coba serang aku" Kata Aris


"Serang? Tapi bagaimana jika terkena sungguhan?" Tanya Riana panik


"Tidak apa-apa, aku bisa menahannya" Jawab Aris


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan menyerang" Kata Riana


Riana menyerang Aris dengan semangat tetapi pergerakannya sangat tidak karuan. Aris yang melihatnya mengerti jadi dia akan mengajaknya ke tempat yang cocok untuk belajar teknik pedangnya.


"Semangat dia sangat hebat, tetapi pergerakannya sangat tidak karuan. Jika dia bisa menggunakan pedang maka pergerakannya tidak akan seperti ini. Baiklah, cukup sampai disini" Kata Aris


"Eh? Padahal kan kita belum ada 5 menit disini?" Tanya Riana


"Aku melatihmu untuk melihat pergerakanmu saja" Jawab Aris


"Begitu, baiklah. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Riana


"Kalian semua pulanglah, mandi dan juga gunakan baju yang indah. Kita akan melihat kak Angelia bertanding" Kata Aris


"Baik!!" Kata mereka serentak


Semua anak-anak pada pulang, Aris masih sendirian di lapangan yang luas.


"Tuan, ada apa?" Tanya Quester lewat telepati


"Tidak terasa aku hanya sebagai orang biasa saat ini, Padahal dulu aku selalu saja sibuk dengan orang-orang yang ingin melihatku. Rasanya aku seperti berbeda dari yang dulu" Kata Aris sambil memandangi lapangan yang sangat luas


"Tuan..?" Tanya Quester lewat telepati bersuara kecil


"Tapi yah sudah, lagipula aku juga tidak ingin orang-orang mengetahui bahwa aku seorang The Master Academy" Kata Aris


"Tuan, memang kamu bukanlah The Master Academy lagi tapi aku akan tetap menjadi hewan peliharaanmu" Kata Quester

__ADS_1


"(tersenyum).. Baiklah, waktunya kita menyaksikan murid ku" Kata Aris bersemangat


Saat di arena semuanya sedang menunggu kedatangan Aris.


"Kemana kak aris?" Tanya Angelia


"Dia berkata kita disuruh pergi duluan" Jawab Tasya


"Aris.." Kata Angelia dalam hati


"Baiklah semuanya kita lanjutkan pertandingan selanjutnya. Yaitu murid dari kerajaan Ayus dia bersekolah di sekolah The Magic Academy, mari kita sambut Angelia Frasiska" Kata pembawa acara


Angelia muncul dari kubu sebelah kanan dan penonton banyak juga bertepuk tangan.


"Selanjutnya adalah dia merupakan seorang bangsawan dari kerajaan Ruhyus dan juga anggota keluarga pertama. Yaitu Budi Cahbore" Kata pembawa acara


Budi datang dari kubu sebelah kiri dan ada juga penonton juga banyak yang bertepuk tangan.


"Ayo semangat, kalahkan dia" kata penonton laki-laki


"Kau tahu, aku mengikuti kontes ini untuk mendapatkan pedang itu dan juga kehormatan dari keluargaku" Kata Budi


"Alasan yang bagus, kalau aku hanya ingin menjadi dekorasi yang indah" Kata Angelia


"(tertawa).. Apa itu hanya alasanmu saja" Kata Budi


Wasit meniup peluit menandakan bahwa pertandingan dimulai dan yang mulai menyerang duluan adalah Budi.


"Rasakan ini!!!" Kata Budi sambil berlari


Angelia menghindari semua serangannya dan langsung mulai menyerang balik tapi budi juga bisa menghindari serangannya.


"Kau juga.. tapi kemenanganku sudah terlihat" Jawab Angelia


"Kita lihat saja" Kata Budi


Mereka berdua pun sama-sama mengumpulkan kekuatan untuk melakukan satu tebasan. Dan kemenangan dimenangkan oleh Angelia.


"A..aku menang" Kata Angelia sudah mulai kelelahan


Dan saat hampir pingsan ia dipegangi oleh aris.


"A..aris?" Tanya Angelia mulai hampir pingsan


"Beristirahatlah, kau sepertinya sudah kelelahan" Jawab Aris


"Ah.. baiklah" Kata Angelia bersuara kecil dan pingsan


"Baiklah semuanya kita lanjutkan saja ke pertandingan selanjutnya.." Kata pembawa acara


Aris membawa Angelia ke ruang kesehatan untuk mendapatkan penyembuhan. Dan tidak berapa lama akhirnya ia terbangun dari pingsannya.


"A..aku ada dimana?" Tanya Angelia


"Kau sedang ada di ruangan kesehatan, tadi kau pingsan saat pertandingan" Jawab Aris

__ADS_1


"Begitu, ya. Rasanya seperti baru bangun saja" Kata Angelia


"Apa kau ingin minum sesuatu?" Tanya Aris


"Mungkin aku ingin meminum minuman yang ringan saja" Jawab Angelia


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar" Kata Aris sambil meninggalkan angelia sendirian


"Satu tebasannya itu.. seperti.." Kata Aris berhenti sejenak


Tidak berapa lama akhirnya aris membawakan minuman dingin dan memberikanku ke angelia yang sedang duduk di kasur.


"Bagaimana? Apa sudah lebih baik?" Tanya Aris sambil tersenyum


"Sepertinya aku menghabiskan banyak mana. Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Angelia kebingungan


"Darimana kau bisa menggunakan teknik pedang itu?" Tanya balik Aris


"Aku hanya melihat darma melakukannya. Pada saat itu dia melawan salah satu anggota keluarga bangsawan, dan pada saat-saat terakhir ia menggunakan teknik pedang itu. Jadi aku mencoba menirukannya tetapi aku tidak tahu akan menguras banyak mana" Jawab Angelia


"Kau ini, ya. Tidak salah sih menggunakan teknik itu, tetapi jika kau tidak bisa menguasainya maka itu akan berdampak buruk pada tubuhmu" Kata Aris


"Jadi yang aku lakukan salah?" Tanya Angelia


"Tidak salah sih, cuma jika kau terus menggunakannya maka tubuhmu mungkin tidak bisa digerakkan lagi. Jadi aku sarankan untuk tidak menggunakan teknik itu lagi" Kata Aris


"Baiklah" Kata Angelia


"Baguslah kalau kau sudah mengerti. Jadi kita harus kembali ke bangku penonton mungkin mereka masih menunggu kita" Kata Aris


"baiklah" Kata Angelia


Setelah keluar dari ruangan kesehatan aris dan Angelia berjalan-jalan sebentar di sekitaran arena. Dan mereka berdua membeli beberapa makanan dan juga minuman. Tidak berapa lama akhirnya mereka berdua pergi ke bangku penonton untuk melihat pertandingan selanjutnya.


"Dia sepertinya hebat, ya?" Tanya Angelia


"Ya, aku rasa dia sangat hebat" Jawab Aris


Tidak berapa lama terdengar pembawa acara memanggil nama Aris. Dan ia pun langsung pergi menuju ke dalam arena.


"Kau ikut pertandingan ini?" Tanya Angelia


"Tentu saja, tugasku hanya mengalahkan siapapun yang menghalangimu" Jawab Aris


"Aris.." Kata Angelia bersuara kecil


"Baiklah, kita akan melanjutkan pertandingan ini. Dari sebelah kiri seorang pria yang bernama Aris. Dia merupakan seorang pemuda yang siap mengalahkan siapapun" Kata pembawa acara


Datanglah Aris dari sebelah kiri.


"Dan lawannya adalah seorang sahabat dari Darma yaitu Rendi si No Open Sword. Dia adalah seorang sahabat terdekat dari Darma yang sebelumnya memenangkan pertandingan The Master Academy. Lawannya sudah kebanyakan menyerah dikarenakan hanya mendengar namanya saja. Akankah ini juga akan menjadi kemenangan beruntun untuk Rendi?" Tanya pembawa acara


Muncul Rendi dari kubu sebelah kanan.


"Kau.." Kata Rendi

__ADS_1


"Kita bertemu lagi, Rendi" Kata Aris


...END...


__ADS_2