Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Rencana Penggulingan


__ADS_3

"Baiklah, tuan. Mari ikuti aku" Kata orang berkumis itu


"Ya" Kata Aris


Mereka berempat diajak ke sebuah ruangan yang terdapat meja dan sebuah mangkuk.


"Apa ini?" Tanya Aris


"Ini adalah segel budak, tuan. Jika budak tersebut memakainya maka budak yang melawan perintah anda akan langsung merasa kesakitan" Jawab orang berkumis itu


"Oh, begitu. Kalau begitu aku tanya mereka berdua dulu" Kata Aris


Aris pun menghampiri mereka berdua dan bertanya.


"Kalian dengar apa yang dikatakannya? Sekarang aku tanya, apa kalian ingin dipakai segel budak?" Tanya Aris


"Aku akan mengikuti apa yang tuan perintahkan saja" Jawab Ririn


"Begitu, ya. Yuni kau bagaimana?" Tanya Aris


"Jika Kak Aris ingin. Aku terima saja" Jawab Yuni


"Baiklah. Aku akan mengatakannya" Kata Aris pergi menuju ke orang berkumis itu


"Bagaimana, tuan?" Tanya orang berkumis itu


"Aku putuskan. Aku tidak akan menggunakan segel budak pada mereka" Jawab Aris


"Tapi tuan, jika budak itu pergi atau kabur maka mereka tidak akan merasakan kesakitan" Kata orang berkumis itu


"Tidak apa-apa. Aku percaya pada mereka" Kata Aris


"Baiklah, jika itu keinginan tuan. Silahkan pergi. Terimakasih telah membeli barang kami" Kata orang berkumis itu


Aris dan mereka bertiga pun keluar dari toko kue itu dan Aris mengatakan agar membawa mereka ke penginapan. Mendengar itu, Roy pun pamit dan meninggalkan mereka bertiga.


"Baiklah, karena kalian sudah selamat mari kita pergi" Kata Aris


"Anu.. Terimakasih" Kata Ririn


"Namamu Ririn, ya. Salam kenal, tuan putri" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Tu-tuan, angkat kepalamu. Seharusnya aku yang begitu. Karena tuan telah membeliku" Kata Ririn


"Memang harus begini seorang rakyat menghormati tuan putri" Kata Aris


"Tapi, aku sudah bukan tuan putri lagi. Tolong tuan, angkat kepalamu" Kata Ririn


"Baiklah, mari kita pergi" Kata Aris


"Terimakasih" Kata Ririn


"Kak Aris, bagaimana teman-teman yang lain?" Tanya Yuni


"Tenang saja, mereka semua berada di tempat yang aman" Jawab Aris


"Teman-teman? Apa maksudmu?" Tanya Ririn


"Kau tidak tahu, ya. Tersisa 6 ras manusia setengah hewan dan Yuni salah satunya" Jawab Ririn

__ADS_1


Mendengar itu, Ririn pun menghentikan langkahnya dan menangis.


"Apa kau bilang?" Tanya Ririn menangis


"Tenang saja, aku yang merawat mereka. Jadi, hentikan tangisanmu" Jawab Aris


"Baik" Kata Ririn mengusap air matanya


Tidak berapa lama akhirnya mereka berada di depan pintu penginapan Bela.


"Ada apa?" Tanya Aris melihat Ririn terdiam


"Apa mereka akan menerima kami? Atau malah sebaliknya?" Tanya Ririn


"Tenang saja, jika ada sesuatu maka aku yang akan melindungi kalian" Jawab Aris


Ririn yang mendengar itu langsung merasa lega. Dan mereka bertiga pun masuk ke penginapan Bela.


"Permisi" Kata Aris


"Ah, Aris. Kau sudah pulang. Jadi, bagaimana?" Tanya Bela


"Sudah selesai. Ngomong-ngomong kemana Nia?" Tanya Aris


"Dia sedang ada di kamarnya. Apa perlu aku panggilan kan?" Tanya Bela


"Ya, tolong. Kalian berdua, silahkan duduk. Tidak perlu sungkan. Anggap saja rumah sendiri" Kata Aris


Mereka berdua pun menuruti apa kata Aris. Tidak berapa lama, akhirnya Nia datang dan juga Bela. Melihat itu Nia terkejut.


"Ah, Yuni. Selamat datang. Jadi, sebelahnya siapa, kenapa dia juga memiliki telinga seperti Yuni?" Tanya Nia


"Salam kenal. Aku adalah budak dari tuan Aris" Kata Ririn


"Putri? Maafkan saya, tuan putri" Kata Nia menundukkan kepalanya


"Su-sudahlah, sekarang aku hanya seorang budak bukan sebagai putri dari ras manusia setengah hewan" Jawab Ririn


"Sekarang aku beritahu padamu. Kau sekarang adalah bagian dari kami. Jangan kau menganggap dirimu sekarang sebagai budak. Mengerti?" Tanya Aris


"Ta-Tapi.." Kata Ririn


"Ini perintah!!" Kata Aris


"Baiklah" Kata Ririn


"Bela, buatkan makanan untuk mereka. Aku tahu mereka sudah mulai kelaparan pada saat menuju kesini" Kata Aris


"Baik, akan saya laksanakan" Kata Bela


"Kalau begitu, biarkan aku membantu" Kata Ririn


"Aku juga" Kata Yuni


Mereka bertiga pun pergi ke dapur hanya tersisa Aris dan juga Nia.


"Jadi, bagaimana?" Tanya Nia


"Ternyata pemimpin mereka adalah penguasa yang ada di daerah sini" Jawab Aris

__ADS_1


"Apa dia orangnya?" Tanya Nia penasaran


"Ya, dia adalah Pak Karso. Sekaligus orang yang ingin menghancurkan tempat penginapan Bela" Jawab Aris


"Begitu, ya. Jadi, apa rencananya?" Tanya Nia


"Aku tidak tahu dimana letak tempatnya pemimpinnya. Dikarenakan dia suka berpindah-pindah" Jawab Aris


"Terus?" Tanya Nia


"Yang bisa kita lakukan adalah menghancurkan tempat usahanya terlebih dahulu" Jawab Aris


"Maksudmu, tempat pelelangan itu?" Tanya Nia


"Ya, disana ada orang yang yang berperan sebagai dekatnya pemimpin itu" Jawab Aris


"Dekat? Maksudmu kita bisa mencari informasi itu dari dia?" Tanya lagi Nia


"Benar. Tapi, penjaganya terlalu banyak" Jawab Aris


"Penjaganya? Siapa yang kau maksud?" Tanya Nia


"Mereka berasal dari anggota Assosiasi Sihir" Jawab Aris


"Apa kau yakin?" Tanya Nia terkejut


"Awalnya aku tidak percaya. Tapi, aku mendengarnya sendiri. Mereka mengatakan uang didapat dari misi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Jadi, mereka menggunakan kekuatan mereka untuk mencari uang dengan cara yang jahat" Jawab Aris


"Apa tidak ada yang menghentikan mereka?" Tanya lagi Nia"


"Aku dan temanku sebelumnya diserang oleh bangsawan lain dan juga ada pasukan pemberontak yang ingin menggulingkan acara itu. Tetapi, pasukan itu kalah dan mundur. Dikarenakan perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh" Jawab Aris


"Benar-benar cara yang jahat untuk mendapatkan uang" Kata Nia sambil memukul meja


"Tenanglah, hanya itu satu-satunya mencari informasi. Dan aku ingin kau mencari informasi itu" Kata Aris


"Apa kau yakin? Aku takut akan kalah karena perbedaan kekuatan" Kata Nia


"Aku tidak menyuruh mu untuk melawan mereka. Tetapi, mencari informasi tentang keberadaan pemimpin mereka. Bisakah?" Tanya Aris


"Sebenarnya aku agak.." Kata Nia ragu-ragu


"Sebenarnya jadwalku minggu ini kosong. Dan aku juga ingin berjalan-jalan dengan seseorang. Tapi, aku tidak menemukan orangnya" Kata Aris merayu


"Baiklah, serahkan padaku" Kata Nia bersemangat


Tidak berapa lama, akhirnya makanan mereka sampai. Aris yang melihatnya terkejut karena makanannya terlihat enak dan sedap. Mereka semua menaruh makanannya di atas meja. Tidak terasa waktu sudah malam. Ririn dan juga Yuni tidur bersama. Bela juga sudah tidur. Aris dan Nia membuat rencana di kamarnya Aris.


"Ini adalah tempat lokasi pelelangan itu" Kata Aris sambil memberikan secarik kertas


"Baiklah, aku akan ikuti semua instruksimu" Kata Nia


"Jika kau terancam lebih baik mundur. Mengerti?" Tanya Aris


"Baik" Kata Nia


"Bagus. Mari kita gulingkan acara itu" Kata Aris


...END...

__ADS_1


__ADS_2