Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Mendapatkan Surat Cinta


__ADS_3

Setelah sudah membaik, Aris langsung pulang ke asramanya dan langsung pergi tidur.


"Ah, aku lelah sekali. Aku tahu harga satu ramuan itu sangat mahal. Tapi, kenapa kepala sekolah sampai membelikannya untukku, ya?" Tanya Aris yang masih penasaran


"Apa dia itu guru yang selalu memperhatikan murid-muridnya?" Tanya balik Quester


"Aku rasa tidak. Aku pernah membantunya untuk misi guild. Tapi, kenapa dia memilih anak sekolahan? Padahal disana banyak petualang yang mencapai Rank A atau SSS" Kata Aris


"Apa dia berniat untuk menguji, Tuan?" Tanya lagi Quester


"Menguji? Yah, itu bisa saja terjadi" Kata Aris


"Tapi, aku masih penasaran saja, Tuan. Apa tujuan dia yang sebenarnya, ya?" Tanya Quester


"Sudahlah, tidak baik membicarakan orang. Ayo, mari kita tidur. Aku sudah lelah dengan ujian sekolah" Kata Aris


"Oh, baiklah. Dan besok adalah hari 3 ujian sekolah, ya. Kalau begitu, semangat!!" Kata Quester


"Ya, ya. Sekarang tidurlah" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester


Keesokan paginya, Aris bangun dengan tubuh yang sangat bugar.


"Ayo, Quester. Jangan bermalas-malasan" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester yang masih mengantuk


Setibanya di ruang kelas. Aris melihat semuanya dengan aura yang sangat pekat.


"Halo, semuanya. Apa kalian semua siap dengan ujiannya?" Tanya Aris bersemangat


Mendengar itu semua temannya termasuk Dedi, dan yang lainnya merasa aneh dengannya. Setelah itu bel berbunyi.


"Oke, mari kita selesaikan ini dengan cepat" Kata Aris


"Ya!!!" Kata Quester


Aris telah selesai mengerjakan ujiannya dan keluar dari kelasnya. Teman-temannya hanya bisa melihat keheranan.


"Baiklah, Tuan. Hari ini kita kemana?" Tanya Quester


"Entahlah, aku jadi bingung. Bagaimana kalau kita ke taman sampai ujian selesai? Aku belum sempat berterima kasih kepada guru pembimbing. Dan juga aku akan menanyakan namanya" Kata Aris tersenyum


"Baik, Tuan. Ayo kita pergi" Kata Quester dengan penuh semangat


Setelah sampai di taman, Aris langsung mencari bangku untuk ditiduri. Quester melihat ada satu bangku yang belakangnya terdapat pohon yang lebat.


"Disana, Tuan. Bangku itu juga dipenuhi oleh pohon yang lebat. Sepertinya disana bagus" Kata Quester


"Oh, beneran. Wah, asiknya bisa bersantai" Kata Aris


"Benarkah? Pilihanku memang selalu bagus. Jadi, apa Tuan menyukainya?" Tanya Quester

__ADS_1


Quester merasa sedikit kesal. Karena, ia melihat Aris yang sudah tertidur.


"Kau ini..!! Untung kesabaranku banyak. Jadi, aku maafkan kau, Tuan" Kata Quester teriak-teriak


"Ada apa? Kau berisik sekali. Cobalah sesekali istirahat dan nikmati angin yang sejuk" Kata Aris sedikit terbangun


"Ah, baik" Kata Quester terkejut


Setelah cukup tertidur, Aris dibangunkan oleh bel lonceng yang menandakan bahwa ujian terlah selesai.


"Tuan, sudah selesai" Kata Quester


"Ya, aku tahu. Setelah kita berterima kasih, kita akan pulang. Entah kenapa, belakangan ini aku sering ingin tidur. Apakah itu efek samping dari ramuan itu, ya?" Tanya Aris


"Apa kau tahu tentang ramuan, Tuan?" Tanya Quester


"Tahu, ramuan adalah salah satu obat untuk memulihkan kesehatan ataupun mana. Tapi, yang aku tahu. Ramuan itu tidak memiliki efek samping. Apa kemarin kepala sekolah beli di tempat salah, ya?" Tanya Aris


"Lebih baik kita tanyakan saja pada orangnya" Jawab Quester


"Kau benar. Kita harus pergi sekarang" Kata Aris


Saat melewati lorong-lorong, Aris menjadi pusat perhatian karena ia selalu menyelesaikan ujiannya dengan sangat cepat.


"Eh? Dia orangnya" Kata siswa perempuan


"Bukankah dia tidak bisa menggunakan sihir? Apa dia pintar di keterampilan lain?" Tanya siswa perempuan satunya


"Jangan ganggu aku, aku sedang pusing" Kata Aris lewat telepati


Akhirnya Aris tiba di ruang guru. Di ruang guru pun, Aris dilihat sebagai orang yang mencurigakan.


"Oh, coba tebak siapa yang datang? Si paling cepat mengerjakan ujian sekolah" Kata guru pembimbing


"Anu, guru. Aku datang kemari untuk berterima kasih karena pada saat itu kau datang dan memberikan ramuan itu" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Oh, jadi obatnya bekerja?" Tanya guru pembimbing


"Ya. Tapi, ada satu yang ingin kutanyakan. Apa ramuan itu menyebabkan efek samping? Karena belakangan ini, aku jadi sering mengantuk dan ingin segera tidur" Tanya Aris


"Itu aneh, seharusnya semua ramuan itu tidak memiliki efek samping. Sudah berapa hari kau mengalaminya?" Tanya guru pembimbing


"2 hari dan ini" Jawab Aris


"Coba kau tanyakan pada kepala sekolah. Aku ingin dia mengetahui" Kata guru pembimbing


"Baik. Sekali lagi terimakasih guru.." Kata Aris kebingungan


"Namaku Ika Putri. Kau bisa memanggilku Ika" Kata Ika


"Baik. Sekali lagi terimakasih banyak guru Ika" Kata Aris


Setelah itu Aris pun pergi ke ruangan kepala sekolah. Disana, ia disambut dengan baik oleh kepala sekolah.

__ADS_1


"Ada apa, Aris Dharmayudha?" Tanya kepala sekolah


"Begini, tentang ramuannya. Apa kepala sekolah membeli di tempat yang salah?" Tanya Aris


"Apa maksudmu? Bukankah semua ramuan itu tidak memiliki efek samping?" Tanya kepala sekolah


"Tapi, aku sudah mengalami selama 3 hari dan semenjak aku meminum ramuan itu sampai sekarang aku jadi sering mengantuk dan ingin tidur. Apa kau tahu sesuatu, kepala sekolah?" Tanya lagi Aris


"Baiklah, aku akan menanyakan tentang ramuan itu. Jadi, kau boleh pergi" Jawab kepala sekolah


"Baik, kepala sekolah. Aku akan menunggu kabar baik darimu" Kata Aris sambil pergi


"Pada akhirnya, kita tidak menemukan petunjuk apapun" Kata Quester


"Yah, mau bagaimana lagi. Sebaiknya kita pulang saja" Kata Aris


Saat ingin pulang, Aris sedang berjalan di lorong tiba-tiba ia dipanggil oleh Angelia.


"Aris?" Kata Angelia berlari menghampiri Aris


"Aduh, masalah lagi. Ada apa, Angelia?" Tanya Aris dengan senyuman palsu


"Aku dengar kau cepat sekali mengerjakan ujiannya. Apa kau tahu semua jawabannya?" Tanya balik Angelia


"Ah, itu.. Aku hanya terburu-buru. Itu saja" Jawab Aris


"Eh? Apa cuma itu?" Tanya Angelia kurang yakin


"Sungguh" Jawab Aris yang sedikit panik


"Baiklah. Aku percaya padamu" Kata Angelia


"Jadi, sekarang kau akan kemana?" Tanya Angelia


"Anu, maaf. Angelia. Belakangan ini aku sering mengantuk. Jadi, aku ingin segera buru-buru pulang dan tidur" Kata Aris sambil membuka loker sepatunya


Saat membuka loker itu, Aris menemukan surat berwarna merah muda dengan pengunci berbentuk cinta.


"Apa ini?" Tanya Aris


"Ah, surat. Apa ada yang sedang jatuh cinta padamu, ya?" Tanya Angelia


"Aku tidak tahu" Kata Aris sambil mengantungi surat itu


"Eh? Kau tidak membacanya?" Tanya lagi Angelia


"Nanti saja. Di kamar" Jawab Aris


"Begitu, ya. Tentang kau sering mengantuk, apa kau sedang sakit?" Tanya lagi Angelia


"Aku tidak tahu. Tapi, mungkin saja. Kalau begitu, aku duluan, ya. Sampai besok" Kata Aris meninggalkan Angelia


...END...

__ADS_1


__ADS_2