
Di malam hari, mereka semua makan bersama layaknya keluarga. Dan setelah agak malaman, Maya keluar rumah menemui Aris yang sedang menatap hutan.
"Darma, ada apa?" Tanya Maya
"Kumohon. Jangan panggil nama itu lagi. Mulai sekarang panggil aku Aris" Jawab Aris
"Memangnya kenapa? Kau sudah benar-benar ingin memulai hidup baru?" Tanya lagi Maya
"Ya, aku ingin menjadi orang biasa. Aku tidak suka menjadi orang yang diatas orang biasa. Aku ingin setara dengan yang lainnya" Jawab Aris
"Baiklah. Kalau kau yang meminta. Aris" Kata Maya
"Jadi, bagaimana mereka menurutmu?" Tanya Aris
"Setelah kulihat untuk pertama kalinya. Ririn dan Riana adalah manusia setengah hewan yang sangat gigih untuk melindungi apa yang ingin dilindungi. Dan untuk Tasya dan Melani, mereka sepertinya teman masa kecil. Soalnya, keakrabannya sangat berbeda dengan yang namanya teman. Dan terakhir, Yuni, Yuli dan juga Septi. Mereka masih polos, aku suka anak seperti mereka. Setelah aku bacakan dongeng, mereka langsung tertidur. Aku jadi ingin benar-benar melindungi senyuman mereka" Jawab Maya
"Aku senang mendengarnya. Kau tahu, mereka adalah ras terakhir" Kata Aris
"Apa kau bilang? Apa itu benar? Kemana yang lainnya?" Tanya Maya yang terkejut
"Mereka diserang oleh para pasukan kerajaan. Tidak sedikit dari mereka yang dijual untuk dijadikan budak. Aku bertemu dengan mereka pada saat turnamen pedang di kerajaan Ruhyus. Saat aku mulai istirahat, aku menemukan Tasya yang sedang meminta uang. Aku menanyakan dimana tinggalnya. Tasya memberitahukannya. Mereka tinggal di gang yang sangat sempit. Awalnya, Melani menolakku karena aku manusia. Tapi, Tasya rela pergi bersamaku karena hanya dia yang percaya padaku. Tapi, setelah musyawarah. Aku membawa mereka ke penginapan di salah satu kenalanku. Alasanku membawanya kesini adalah Yuni pernah ditangkap oleh salah satu bangsawan dan aku hanya membawa mereka yang selamat. Dan Ririn, dia adalah putri dari kepala desa ras setengah hewan. Dia ditangkap pada saat kembali ke desanya. Aku membeli mereka hampir 500 ribu keping emas" Kata Aris
"500 ribu keping emas? Bukankah itu sangat banyak" Kata Maya terkejut
"Kau tahu harga manusia setengah hewan itu berapa? Mereka sangat mahal. Satu manusia saja seperti Septi itu bisa dihargai 20 ribu keping emas. Dan untuk seperti Ririn atau Riana, mereka dihargai 150 ribu keping emas. Bukankah itu sangat mahal. Banyak dari para bangsawan mencarinya dan menangkap mereka" Kata Aris
"Mendengar ceritamu, aku jadi ingin melindunginya juga. Aku akan mengikuti apapun yang kau katakan. Karena aku adalah calon istrimu di masa depan" Kata Maya memegang tangannya Aris
"Setelah panen, aku akan membawa Riana dan juga Ririn untuk menjadi pengawal ku. Jadi, aku ingin tahu reaksi warga melihat manusia setengah hewan masih ada. Dan juga aku akan mengatakan kalau mereka tinggal didalam hutan Ecber" Kata Aris
"Kenapa kau katakan itu? Bukankah, itu sama sama kau tidak melindunginya?" Tanya Maya
"Belakangan ini, para monster sangat agresif. Apalagi saat malam hari. Terutama di bagian luar hutan Ecber. Bergilo, disana terdapat ratusan monster dari berbagai jenis. Aku yakin mereka tidak akan bisa masuk ke dalam hutan lebih dalam lagi" Kata Aris
"Katamu monster sekarang menjadi agresif. Bagaimana kau tahu?" Tanya Maya
"Belum lama ini, aku mengecek penghalang yang aku buat. Dan hasilnya, sudah cukup parah. Aku yakin mereka pasti memaksa masuk ke kawasan ini. Maka dari itu, sebelum penghalangnya hancur. Aku juga ingin kau melindungi mereka. Terutama senyumannya" Jawab Aris
"Baik. Serahkan saja padaku. Eh? Jika benar-benar mereka masuk ke sini. Kemana kita akan membawanya?" Tanya Maya
"Aku akan membawanya ke asramaku" Jawab Aris
"Asrama? Apa kau bersekolah?" Tanya lagi Maya
"Iya. Aku lupa memberitahumu, ya" Kata Aris
"Tidak diberitahu" Kata Maya
"Yah, pokoknya. Aku sudah memberitahumu apa yang sedang terjadi disini dan mengapa aku ingin memulai hidup baru. Apa kau siap menerimanya? Jika kau membocorkan rahasiaku. Maka aku akan memutuskan hubunganku denganmu dan membencimu selamanya" Kata Aris mengancam
__ADS_1
"Tidak. Aku mohon jangan lakukan itu. Aku berjanji padamu akan menjaga rahasia mu" Kata Maya panik
"Begitu, ya. Syukurlah. Dah, waktunya kita tidur" Kata Aris
"Tunggu, ada satu hal ingin aku tanyakan" Kata Maya
"Apa itu?" Tanya Aris
"Kenapa kau tidak memasang listrik" Jawab Maya
"Aku pernah menyarankan. Tapi, mereka lebih suka menggunakan lilin" Kata Aris
"Be-Begitu, ya" Kata Maya
"Kenapa? Apa kau kepanasan? Gunakan saja selimut dan tidurlah di luar. Anginnya lumayan kencang disini" Kata Aris
"Tidak perlu. Aku bisa tidur tanpa listrik" Kata Maya sambil masuk kedalam
Aris pun ikutan masuk dan tidur di kamarnya. Keesokan paginya, Aris dibangunkan oleh Melani.
"Kak Aris, bangun" Kata Melani
"Ada apa?" Tanya Aris yang masih setengah sadar
"Tanaman. Tanaman kita sudah panen" Jawab Melani
"Benarkah? Kalian pergi dulu, nanti aku akan menyusul ke ladang" Kata Aris
Setelah merapikan diri. Aris langsung pergi ke ladang. Sesampainya di sana, ia terkejut karena hasilnya sangat banyak.
"Baiklah. Kalian semua. Bantu panen, ya" Kata Aris
"Baik" Kata mereka serentak
Mereka semuanya pun memanen buah dan sayur. Mereka semuanya tampak gembira. Setelah memanen, mereka istirahat sebentar karena masih ada beberapa lagi yang harus dipanen.
"Semuanya, silahkan" Kata Maya
"Wah, daging dengan pinggiran sayur" Kata Aris
"Selamat makan" Kata Yuni
"Dih, curang kamu duluan yang makan" Kata Yuli
"Sudah, sudah. Mari kita makan, setelah itu kita lanjutkan lagi" Kata Aris
"Ya" Kata mereka serentak
Setelah itu akhirnya mereka semua selesai memanen. Tak terasa waktu sudah sore hari.
__ADS_1
"Baiklah. Besok kita akan pergi" Kata Aris
"Tapi, ini kan belum 5 hari" Kata Riana
"Itu tidak perlu. Yang terpenting kita harus menyerahkan sampelnya terlebih dahulu" Kata Aris
"Begitu, ya" Kata Ririn
"Baiklah semuanya. Hari ini kita akan merayakan hasil panen kita" Kata Aris
"Ya!!" Kata mereka semua serentak
"Maya, buatkan yang enak, ya" Kata Aris
"Baik. Serahkan padaku" Kata Maya
"Aku juga ingin membantu" Kata Tasya
"Wah, kau baik sekali. Terimakasih" Kata Maya
"Tidak apa-apa" Kata Tasya
Singkat cerita, mereka semua pun makan malam. Setelah makan malam, mereka pun tertidur di atas meja makan
"Dasar, bisa-bisanya mereka tidur di atas meja" Kata Aris
"Ah, dagingnya enak" Kata Melani mengigau
"Baiklah. Ini pekerjaanku juga. Aku harus memindahkannya" Kata Aris
Aris pun memindahkan semuanya dengan bantuan bayangannya.
"Akhirnya, selesai. Badanku bau, sepertinya aku harus mandi" Kata Aris
Aris pun mandi pada malam hari. Setelah selesai mandi, ia langsung pergi ke kamarnya.
"Ah, segarnya. Memang nikmat mandi pada malam hari" Kata Aris
"Tuan, apa kau masih bangun?" Tanya Quester dibalik pintu kamarnya
"Ada apa? Masuklah" Kata Aris
"Baik" Kata Quester membukakan pintunya
"Jadi, ada apa?" Tanya Aris
"Aku tidak bisa tidur. Bolehkah aku menginap disini?" Tanya Quester
"Kau ini, cepatlah tidur. Aku sudah mulai mengantuk" Jawab Aris
__ADS_1
"Baik" Kata Quester senang
...END...