Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Petualangan #6


__ADS_3

Setelah menunggu akhirnya Mifta datang. Dan langsung memberi tahu Agus bahwa asosiasi sihir meminta bantuan untuk menangkap seseorang.


"Agus, kita diperintahkan untuk menangkap seseorang katanya sih dia telah membantu monster untuk melarikan diri" Kata Miftah


"Baiklah, ciri-cirinya bisa beri tahu?" Tanya Agus


"Aku tidak tahu, asosiasi sihir tidak memberikan ciri-cirinya" Jawab Mifta


"Jika tidak tahu bagaimana kita menangkapnya?" Tanya Agus


"Mungkin kita akan meminta petunjuk ke asosiasi sihir" kata Mifta


Mendengar hal itu Aris panik dan gemetaran tetapi Quester hanya tenang saja melihat tuannya panik.


"Tuan, kau kenapa?" Tanya Quester


"Tidak, tidak apa-apa" Jawab Aris


"Kalian, aku tadinya ingin menanyai beberapa informasi tapi sepertinya kami membutuhkan bantuan mu" Kata Mifta


"Tapi kenapa aku? Aku tidak bisa menggunakan sihir" Kata Aris


"Tapi kau pengguna pedang, di sini ada satu juga pendekar pedang dan belum ada yang bisa mengalahkannya. Aku harap kamu bisa mengalahkannya" Kata Mifta


"Tapi dia juga bisa menggunakan sihir, kan?" Tanya Aris


"Tentu saja sihir tingkat SS" Jawab Mifta


"Kau gila ya menyuruh aku untuk bertarung dengan pengguna pedang yang bisa menggunakan sihir. Berat sebelah loh" Kata Aris teriak


"Sudahlah jangan membantah nanti siang kau ikut kami ke kantor asosiasi sihir dan untuk sekarang aku akan mengantarkan kalian ke tempatnya" Kata Mifta


"Agus, siapkan semuanya" Kata Miftah


"Baik ma'am" Kata Agus


Setelah itu mereka bertiga pergi ke tempat pendekar pedang tersebut untuk menjalani latihan.


"Baik.. itu dia orangnya" Kata Miftah


"Dia perempuan?" Tanya Aris


"Tentu saja, di kota kami kebanyakan laki-laki bekerja sebagai petualang, kami juga tidak tahu mengapa mereka tidak mau menjadi pasukan kerajaan" Kata mifta


"Mungkin karena mereka lebih suka menikmati suasana pemandangan yang indah" Kata Aris dalam hati


Miftah pun memanggil perempuan itu dan perempuan itu menoleh ke arah Mifta. Perempuan itu pun langsung berlari ke arah Mifta sambil memberikan hormat kepadanya.


"Siap ketua!!" Kata perempuan itu sambil memberikan hormat


"Bagus, dia adalah Nadia. Dia merupakan pendekar pedang sekaligus penyihir di pasukan kerajaan ini" Kata Mifta


"Halo, namaku Aris Darmayudha senang berkenalan denganmu" Kata Aris


"halo juga namaku Nadia Finca, senang berkenalan denganmu juga" Kata Nadia


"Baiklah, ada apa ketua? Apa kita akan melakukan misi lagi?" Tanya Nadia

__ADS_1


"Tidak, aku hanya mengajaknya jalan-jalan dan dia juga sepertimu juga yaitu pengguna pedang hanya saja dia tidak bisa menggunakan sihir" Kata Mifta


"Tidak bisa menggunakan sihir ya? Baiklah kalau begitu maukah kau latihan pedang denganku?" Tanya Nadia


"Baiklah, sepertinya ini tidak akan lama" Kata Aris


Nadia mengeluarkan pedang dari sarungnya. Aris yang melihatnya kagum dan memuji bahwa pedangnya sangat indah.


"Pedangmu bagus" Kata Aris


"Terimakasih, tentu saja pedang ini dibuat oleh penempa ternama di kota ini" Kata Nadia


"Baiklah peraturannya sederhana Nadia karena lawanmu adalah seorang pengguna pedang dan tidak bisa menggunakan sihir aku harap kamu tidak menggunakan sihir saat kamu tersudut" Kata Mifta


"Tentu saja ketua, aku tidak akan melakukan hal-hal yang berlebihan" Kata Nadia


"Baiklah kalau begitu, mulai pertarungannya" Kata Mifta


"Keluarlah Ragras" Kata Aris sambil mengambil pedang dari sampingnya


"Kau, menyimpan pedangmu di dimensi lain?" Tanya Nadia


"Ketua, dia bisa menggunakan sihir buktinya dia bisa mengeluarkan pedang dari dimensi lain" Kata Nadia berteriak ke arah Mifta


"Itu bukan sihir namanya, kebanyakan memang pengguna pedang menyimpan pedangnya di situ" Kata Mifta


"Ah.. ternyata begitu. Baiklah kalau begitu mari kita lanjutkan" Kata Nadia


Mereka pun saling beradu pedang. Mifta yang melihatnya kagum dengan mereka berdua apalagi juga dengan Aris yang bisa mengimbangi permainan dari Nadia.


"Tidak, masih lebih hebat kau daripada aku" Kata Aris


"Seandainya aku bisa menggunakan sihir mungkin aku akan menang" Kata Nadia


"Kalau begitu silahkan saja" Kata Aris


"Ketua, apa tidak apa-apa?" Tanya Nadia


"Aris bagaimana menurutmu?" Tanya balik ke Aris


"Tidak masalah, gunakan semua sihirmu" Kata Aris


"Baiklah kalau begitu aku tidak akan segan" Kata Nadia


"Apa tidak apa-apa?" Tanya Mifta ke Quester


"Tentu saja tuanku adalah pengguna pedang dan sihir terhebat" Kata Quester


"Pengguna Sihir?" Tanya Miftah dalam hati


Aris dan Nadia pun saling serang karena perbedaan antara dua kekuatan Aris pun semakin terpojok.


"Dengan ini selesai sudah, Elemen Angin - Tebasan Angin" Rapalan Nadia


"Aris!!" Kata Miftah panik


"Kena kau" Kata Aris tersenyum

__ADS_1


Nadia pun mengeluarkan tebasan sehingga membuat Aris terbelah menjadi dua tetapi tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi asap dan ternyata itu adalah teknik kloningan. Dan yang aslinya sudah dibelakang Nadia.


"Dengan ini selesai sudah" Kata Aris sambil bersiap menusuk tulang punggung nadia


"Baiklah, aku kalah. Aku tidak melihat kau menggunakan teknik kloningan. Lain kali aku pasti tidak akan lengah" Kata Nadia


"Baiklah dengan ini sudah berakhir kan ketua?" Tanya Aris sambil terengah-engah


"Ya.. dan pemenangnya adalah kau Aris" Kata Mifta


"Hey.. kenapa kau tidak masuk ke pasukan kerajaan?" Tanya Nadia


"Sebenarnya aku masih sekolah dan aku sudah diberi misi" Kata Aris


"Kau masih sekolah?" Tanya Miftah


"Kau tidak bohong, kan?" Tanya Nadia


"Tentu saja aku tidak bohong" Jawab Aris


"Terus misimu apa saat ini?" Tanya Mifta


"Aku ingin pergi ke desa afharza" Jawab Aris


"Desa Afharza? Itu kan sangat jauh" Kata Nadia


"Ya.. tetapi salah satu kenalanku harus memberikan surat ini ke raja" Kata Aris


"Surat? Mungkinkah kau ingin meminta bantuan ke raja agar dia mau mengantarkanmu ke desa tersebut?" Tanya Mifta


"Mungkin saja. Yang terpenting aku belum baca sama sekali isi surat ini" Kata Aris


"Begitu ya, mungkin aku bisa mengantarkanmu ke istana" Kata Mifta


"Benarkah? Terimakasih terimakasih" Kata Aris sambil memegang keduanya tangannya Mifta


Miftah yang dipegang kedua tangannya langsung shock dan kaget.


"Sudahlah lepaskan aku, tapi aku akan mengantarkan kalian setelah kita pergi ke asosiasi sihir" Kata Miftah


"Baiklah, tidak masalah. Kalau begitu aku dan adikku akan mencari makan dulu" Kata Aris sambil pergi


"Kau tidak apa-apa, ketua?" Tanya Nadia


"Ah.. dia memegang tanganku. Bagaimana ini, sebelumnya tidak ada yang pernah memegang tanganku" Kata Mifta dalam hati


"Ketua, apa mungkin kau sedang jatuh cinta?" Tanya Nadia


"Ah.. tidak. Tidak mungkin aku jatuh cinta, kan? Aku kan pemimpin pasukan kerajaan mana mungkin aku bisa jatuh cinta" Kata Miftah panik dan mukanya memerah


"Mencurigakan" Kata Nadia


"Ah.. sudahlah aku mau siap-siap" Kata Miftah sambil pergi meninggalkan Nadia


"Kau imut sekali ketua" Kata Nadia


...END...

__ADS_1


__ADS_2