
Resti yang melihatnya langsung bertanya kepada Aris.
"Aris itu apa?" Tanya resti
"Oh ini.. ini adalah roh dari hutan ini. Mereka baik pada manusia dan tidak pernah menyerang" Jawab Aris
"Wah indahnya" Kata Resti sambil memegang roh berwarna putih
"Sepertinya dia menyukaimu" Kata Aris
"(tertawa).. Tapi kenapa lebih banyak punyamu?" Tanya Resti
"Entahlah.. kau tau roh ini tidak dapat diserang karena dia bersifat transparan dan mereka juga dapat di jadikan teman" Kata Aris
"Apa benar? Jadi aku bisa bawa pulang salah satu dari roh ini?" Tanya Resti
"Ya tentu saja. Tapi untuk menjadikannya teman dia membutuhkan kapasitas sihir yang besar karena saat ia menjadi teman maka hampir seperempat dari kapasitas sihirmu terkuras" Kata Aris
"Berarti itu sama saja membuat kita menjadi lelah, ya?" Tanya Resti
"Tapi serangannya juga hebat" Kata Aris
"Dia bisa menyerang? Tadi katamu dia tidak menyerang manusia?" Tanya Resti
"Banyak dari para penyihir yang ingin menemukan roh ini untuk dijadikan sebagai pertahanan diri atau menyerang. Tetapi keberadaan mereka sulit sekali ditemukan dan kita termasuk yang beruntung bisa melihatnya" Kata Aris
"Tapi apa saja yang dibutuhkan dia saat kita sudah menjadi teman?" Tanya Resti
"Tidak ada.. saat kau memanggil dia dan menyuruh untuk melakukan serangan maka seperempat dari kapasitas sihir mu terkuras, itu saja" Jawab Aris
"Tapi roh ini memiliki kelemahan" Kata Aris tambahnya
"Apa itu?" Tanya Resti
"Saat dia sudah menguras sihir mu maka ia akan kembali langsung ke hutan. Jadi sebisa mungkin kau sisakan sihirmu agar dia tidak kembali ke tempat asalnya" Kata Aris
"Kau tahu begitu banyak tentang roh, ya?" Tanya Resti
"Yah aku hanya menebaknya saja" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu mari pulang sepertinya monster itu sudah jauh" Kata Aris
"Baiklah" kata Resti
Saat ingin menuju pulang tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari langit yang menandakan akan turun hujan. Mereka ingat dengan rumah kakek tua itu dan memutuskan untuk pergi ke rumah tersebut. Dan tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah kakek tua itu.
"Bagaimana ini?" Tanya Resti
"Mau bagaimana lagi kita akan berteduh disini untuk sementara" Kata Aris
"Anak muda makanan kalian sudah siap" Kata kakek tua
"Ah siap.. sudahlah makan dulu nanti kita pikirkan" Kata Aris
"Baiklah" kata Resti sambil beranjak bangun dari tempat tidurnya
Setelah makan malam Resti dan Aris langsung menuju ke kamarnya untuk tidur. Tetapi Aris tidak bisa tidur sedangkan Resti sudah tidur duluan dan saat Aris keluar dari kamarnya ia melihat kakek tua itu sedang berada di luar melihat pemandangan malam yang indah.
"Kakek, apa yang kakek lakukan disini? Dan mengapa kau belum tidur?" Tanya Aris
"Ah anak muda kenapa kau belum tidur?" Tanya balik kakek itu
"Aku hanya tidak tenang saja, lagipula sejak kecil aku selalu berjaga tiap malam karena kita tidak akan tahu bahaya yang akan mengancam" Kata Aris
"Seperti itu ya.. memang bagus untuk berjaga tapi kalau kesehatan kurang baik bagaimana cara melawan bahaya tersebut?" Tanya kakek itu
"Sebisa mungkin aku akan melawannya" Kata Aris
__ADS_1
"(tersenyum).. menurutmu bagaimana malam ini?" Tanya kakek itu
"Indah dan menakjubkan" Jawab Aris
"Benar.. aku dan istriku sering melihat pemandangan malam hari sebelum tidur dan terkadang istriku sudah mulai mengantuk ia akan pergi tidur dan aku terkadang juga masih harus berjaga sepertimu. Kau hebat mempunyai kekasih sepertinya jagalah dia" Kata kakek itu
"Iya terimakasih kek .. (dia itu bukan kekasihku kek)" Kata Aris dalam hati
"Oh iya kek terimakasih telah membiarkan kami menumpang sehari disini" Kata Aris
"Tentu saja lagian saat kalian pergi aku benar-benar kesepian" Kata kakek tua itu sambil tertawa keras
"Baiklah, kalau begitu aku masuk duluan. Selamat malam kek" Kata Aris
"Ya.. selamat malam" Kata kakek itu
Saat besoknya Aris dan Resti langsung pamit untuk pulang dan Aris langsung berterimakasih padanya.
"Kakek terimakasih atas bantuannya selama ini" Kata Aris
"Tidak perlu sungkan anak muda sering-sering berkunjunglah" Kata Kakek
"Baiklah kita pergi dulu kek" Kata Resti sambil melambaikan tangannya
"Kakek itu baik sekali ya" Kata resti
Saat mereka di perjalanan mereka berdua tiba-tiba diserang oleh para perampok.
"Hei anak muda serahkan semua barangmu" Kata perampok itu
"Hei ada anak manis disini. Bagaimana kalau kita main dulu sebentar?" tanya perampok yang satunya
"Tidak terima kasih" kata Resti sambil memegang erat bajunya Aris
"Anu tuan-tuan bisakah kalian memberi kami jalan kami tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada tuan" Kata Aris
"Padahal sudah kuberi tahu.. apa kalian ingin cara kekerasan?" Tanya Aris sambil tersenyum
"Oh sepertinya kau meremehkan kami anak kecil" Kata perampok itu
"Elemen Api - Bola Api" Rapalan perampok itu
Keluarlah api berbentuk bola menyerang ke arah Aris tapi Aris dan Resti bisa menghindarinya.
"(Dia bisa menggunakan sihir).. kau tenanglah jangan mengeluarkan sihir sedikit pun biar aku yang akan melawannya" Kata Aris
"Baiklah" Kata Resti sambil memegang erat bajunya
"Ada apa anak kecil? Kau tidak bisa menandingi kekuatanku kan" Kata perampok satunya
"Sihir mu kecil sekali bahkan aku pun geli jika terkena seranganmu" Kata Aris
"Kau meremehkan kami, ya" Kata perampok itu
"Baiklah Elemen Tanah - Tanah Guncang" Rapalan perampok satunya
Tanah pun berguncang dan Resti langsung pindah ke dahan pohon dan Aris masih berguncang di tanah.
"Bagaimana dengan ini Elemen Api - Bola Api" Rapalan perampok yang satunya
"Aris!!!" Resti teriak
"Sudah kubilang rasanya geli sekali bahkan aku ingin tertawa terkena rasa sakitnya" Kata Aris
"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya perampok itu
"Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanya perampok satunya
__ADS_1
"Dia kuat.. lebih baik kita pergi dulu" Kata perampok itu
"Mau kabur? Maaf saja tapi coba tahan serangan ini" Kata Aris
"Elemen Pemanggil - Army Of Spirit" Rapalan Aris sambil tangannya menempelkan ke tanah
Muncul 10 roh berwarna putih yang langsung menyerang kedua perampok itu. Resti yang melihatnya kaget
"Apa? Bagaimana bisa sampai 10?" Tanya Resti dalam hati
"(tersenyum).. Kau sudah aman Resti turun lah" Kata Aris sambil berbalik dan melihat ke atas
"Sejak kapan kau membuat kontrak dengan roh hutan itu?" Tanya resti
"Baru ini" Jawab Aris
"Tapi kau tidak merasakan kelelahan?" Tanya lagi Resti
"Tidak" Jawab Aris
"Sepertinya ada yang aneh dengan tubuhmu?" Kata Resti curiga
"Sudahlah mari kita lihat roh itu" Kata Aris
Tidak berapa lama perampok itu pingsan karena serangannya itu dan roh itu langsung membawa mereka berdua ke depan hadapan Aris.
"Terus apa yang akan kita lakukan padanya?" Tanya Resti
"Mereka akan dipenjara di kota lagian kota sedikit lagi sampai" Kata Aris
"Bagaimana cara membawanya?" Tanya Resti
"Begini gampang, kan?" Jawab Aris sambil mengangkat kedua perampok ke bahunya
Saat mereka menuju ke kota penjaga gerbang sudah menunggu kedatangannya.
"Sini biar kami yang urus" Kata penjaga
"Baik" Kata Aris sambil menurunkan kedua perampok tersebut
"Baiklah kalau begitu kami banyak terimakasih" Kata penjaga
"Baiklah sekarang yang kita lakukan adalah menuju ke sekolah saja" Kata Aris
"Aris kau jangan lupa dengan janjimu, ya" Kata resti
"Kau ini.." Kata Aris
"(tersenyum).. Kalau begitu mari kita pergi" Kata Resti sambil menyilangkan tangannya
"Tuan ada yang tidak beres di hutan Hergurol" kata Quester lewat telepati
"Baiklah kita akan berangkat" Jawab Aris lewat telepati
"Resti kau pergilah dulu ke sekolah aku akan menunggu mu" Kata Aris
"Tidak mau.. bagaimana dengan janjimu?" Tanya Resti
"Aku janji akan mentraktirmu 2X lipat" Jawab Aris
"Benarkah?" Tanya Resti
"Benar" Jawab Aris
"Baiklah" Kata Resti sambil tersenyum
Aris pun pergi meninggalkan Resti dan langsung menuju hutan Hergurol.
__ADS_1
...END...