Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Angelia, Masalah Keluarga


__ADS_3

Aris berjualan hingga malam dan tiba saatnya untuk pulang.


"Tuan, aku lelah sekali" Kata Quester


"Lelah? Padahal kau hanya melayani bukan memasak, loh" Kata Aris


"Tapi, tetap saja" Kata Quester


"Iya, iya. Aku paham. Quester, hitung berapa penghasilan kita hari ini. Aku mau bersih-bersih terlebih dahulu" Kata Aris


"Baik" Kata Quester


Quester pun menghitung semua uang hasil penjualan hari ini.


"Lumayan banyak, Tuan" Kata Quester


"Bagus. Ayo, kita pergi ke berbelanja. Besok sudah waktunya kita untuk sekolah. Aku yakin, para siswa yang lainnya sudah pulang ke asrama" Kata Aris


"Lebih baik kita pulang sekolah saja belanja nya" Kata Quester memberikan saran


"Ide yang bagus. Aku juga harus memasak untuk yang lainnya sebagai balasan karena membantuku tempo dulu" Kata Aris


"Kalau begitu, biar aku bantu dorong gerobak ini. Mau dibawa kemana gerobak ini?" Tanya Quester


"Kita bawa pulang ke asrama saja. Sejujurnya, aku juga takut bila ketahuan oleh penjaga asrama" Jawab Aris


"Kita bisa bicarakan baik-baik dengannya" Kata Quester


"Baiklah. Mari kita pergi" Kata Aris.


Mereka berdua pun pergi ke asrama untuk menaruh gerobak dan istirahat. Untungnya, mereka tidak melihat penjaga asrama disana.


"Sepertinya dia tidak ada" Kata Quester


"Kau benar. Mari kita masuk. Aku sudah sangat lelah" Kata Aris


Mereka pun sudah berada di dalam kamar. Aris memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi, giliran Quester yang mandi. Setelah mereka berdua selesai mandi, mereka rebahan di sekitaran kasur.


"Tidak terasa besok sudah mulai masuk sekolah, ya. Aku ingin tahu apa ada hal baru yang terjadi" Kata Quester


"Kau bukan siswa disana tapi kau sangat menyukainya, ya" Kata Aris


"Ya. Aku suka sekolah. Disana banyak sekali teman-teman dan bisa bermain dengan siapa saja. Makanya aku sangat suka sekali dengan yang namanya sekolah" Kata Quester


"Sudah waktunya tidur. Agar besok pagi-pagi bisa pergi ke sekolah" Kata Aris


"Ya" Kata Quester semangat


Tidak berapa lama, Quester sudah tertidur.


"Dia cepat sekali tidurnya. Sepertinya aku juga harus tidur" Kata Aris sambil menutup matanya dan tertidur


Keesokan paginya, Quester sudah bangun pagi-pagi sekali. Ia pun langsung membangunkan Aris yang masih tertidur.

__ADS_1


"Oi, Tuan. Sudah pagi. Buru, nanti keburu telat sekolahnya" Kata Quester sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya Aris


Aris pun terbangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Setelah itu, mereka berdua berangkat ke sekolah dengan perasaan yang sangat senang. Sesampainya di sekolah, sudah banyak siswa-siswi yang berkumpul di dalam kelas. Mereka saling membicarakan tentang liburannya masing-masing.


"Yo, kawanku. Bagaimana kabarmu?" Tanya Dedi


"Baik-baik saja" Jawab Aris


"Padahal kau tidak kemana-mana tapi kau senang sekali berada di dalam kamar. Sebenarnya apa yang kau lakukan?" Tanya Dedi


"Aku bingung tentang masakan apa yang harus kubuat" Jawab Aris


"Begitu, ya. Yah, aku sih apapun itu" Kata Dedi


"Aku jadi tidak sabar ingin mencicipinya" Kata Arina yang tiba-tiba datang


"Hei, Aris. Cepatlah buatkan sesuatu. Aku jadi ingin mencobanya" Kata Dinda yang tiba-tiba juga datang


"Buat yang enak, ya" Kata Resti


"Kau pun juga?" Tanya Aris


"Tentu saja. Aku jadi ingin tahu apa masakanmu seenak apa kata orang" Kata Resti


"Baiklah. Aku akan tunjukkan pada kalian keahlian memasakku" Kata Aris


Bel bunyi pun terdengar, menandakan bahwa pelajaran sudah dimulai. Dan tibalah waktunya saat istirahat.


"Aku mau ke toilet" Jawab Aris


"Kalau begitu, temui aku di kantin, ya. Aku akan menunggumu disana" Kata Dedi pergi duluan


"Baiklah" Kata Aris


Aris pun keluar dari kelasnya dan pergi ke arah toilet. Belum sampai setengah jalan, ia bertemu dengan Angelia yang sudah menunggunya di ujung lorong.


"Aduh, ada dia. Aku paling malas jika berurusan dengannya. Apa yang harus kulakukan, ya?" Tanya Aris dalam hati


"Aris!!" Kata Angelia sambil melambaikan tangannya


"Ujung-ujungnya dia bisa menemukanku" Kata Aris


"Hei, hei, sayang. Kamu kemana saja? Kenapa tidak datang menemuiku pada saat liburan kemarin? Aku jadi kesepian" Tanya Angelia


"Yah, itu... Aku banyak menghabiskan waktuku dengan tidur sepanjang hari" Jawab Aris


"Dengan tidur selama seminggu?" Tanya Angelia terkejut


"Tentu saja. Makanya aku tidak bisa datang untuk menemuimu. Mohon maafkan aku" Kata Aris


"Baiklah. Kalau begitu, temani aku ke kantin. Ada yang ingin aku beli" Kata Angelia


"Tunggu sebentar, aku harus pergi ke toilet terlebih dahulu" Kata Aris

__ADS_1


Aris pergi ke toilet meninggalkan Angelia yang berada di lorong.


"Aku lelah dengan semua ini. Seandainya hidupku tidak banyak masalah, pasti aku akan punya banyak waktu" Kata Aris sambil mencuci tangannya


Setelah keluar dari toilet, muncul Angelia yang tiba-tiba datang dan mengagetkan Aris.


"Kau ini" Kata Aris


"Senang sekali. Aku melihatmu terkejut. Ayo, kita pergi temani aku. Selama seminggu tanpamu rasanya sangat kesepian" Kata Angelia menarik tangan Aris


"Hoi, tunggu. Jangan tarik-tarik aku" Kata Aris


Setelah itu, mereka tiba di kantin. Banyak sekali orang yang makan disini.


"Tumben ramai sekali" Kata Aris sedikit terkejut


"Aku juga terkejut. Ada apa, ya?" Tanya Angelia


"Aku rasa banyak dari mereka yang tidak membawa bekal. Kau tahu, dampak setelah hari liburan. Banyak orang yang malas membuat makanan makanya mereka lebih baik membelinya untuk makan siang" Kata Aris


"Kau benar. Mari kita cari tempat duduk. Takutnya, kita tidak kebagian" Kata Angelia


Mereka berdua mencari tempat duduk. Dan akhirnya mereka menemukannya.


"Hei, Angelia. Bisa lepaskan tanganmu tidak? Aku malu. Dari tadi kita dilihatin terus" Kata Aris merasa tidak nyaman


"Bilang saja mereka cemburu dengan hubungan kita. Apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan tanganku darimu" Kata Angelia


Aris hanya bisa pasrah menerima keadaan. Kemudian datanglah pelayan yang akan melayani Aris dan juga Angelia.


"Apa kalian sudah memesan?" Tanya pelayan itu


"Yah, tentu saja. Buatkan aku mie instan dengan telur diatasnya dan juga minumannya aku ingin buah jeruk. Kalau kau apa, Aris?" Tanya Angelia


"Aku sama saja denganmu. Lagipula, aku tidak tahu apa-apa tentang menu kantin ini" Kata Aris


"Kalau begitu 2, ya. Silahkan tunggu sebentar" Kata pelayan itu


"Jadi, apa kau lakukan selama liburan kemarin?" Tanya Aris


"Aku pulang ke rumah orangtuaku. Mereka menyuruhku untuk dijodohkan dengan pemilik sawah yang berada di desaku. Aku sempat menolaknya. Tapi, mereka bersikeras untuk menjodohkan aku dengannya. Hei, Aris. Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Angelia


"Seharusnya aku tidak bertanya itu. Dan sekarang aku harus masuk lingkaran masalah baru. Aku tidak tahu. Itu sih, keputusanmu. Jika kau masih menolak maka orangtuamu tetap akan memaksamu untuk bertunangan dengannya. Tunggu sebentar, apa kau kenal dengan orangnya?" Tanya Aris


"Aku kenal dengannya. Dia adalah ahli pedang aliran mata air. Kemampuannya diatas rata-rata. Dia bahkan menjuarai semua pertandingan adu pedang. Sihirnya juga sangat hebat bisa dikatakan dia sangat jago dalam penggunaan mananya" Jawab Angelia


"Calonmu ternyata orang yang terpandang, ya. Tapi, kenapa kau menolaknya? Pasti banyak wanita yang mendekatinya sekarang" Kata Aris


"Justru itu yang aku tidak suka. Dia suka sekali main dengan wanita, sampai-sampai ia pernah pulang larut malam karena terlalu sering bermain di tempat remang-remang" Kata Angelia


"Begitu, ya. Sayang sekali, ya. Justru malah kebalikannya dari diriku" Kata Aris


...END...

__ADS_1


__ADS_2