
"Jadi, bagaimana? Apa kau bisa mengalahkannya, Claire?" Tanya Anjali
"Kalau kau bagaimana, Anjali?" Tanya Claire
"Aku.." Kata Anjali terpotong kata-katanya
"Kalian berdua memang sangat akur, ya" Kata Zeta
"Zeta? Yah, karena perintah dari Yang Mulia apa boleh buat" Kata Claire
"Kita yakin bisa mengalahkannya" Kata Aulia
"Kau benar, Aulia. Mari kita kalahkan para monster bodoh itu. Karena kita adalah Penari Perang" Kata Hana
"Keluarlah - Zay Afkal" Rapalan Anjali yang mengeluarkan pusaran angin dengan tombaknya
"Mengamuklah - Hiy Rotle" Rapalan Claire dengan tebasan dari pedangnya
"Terbakar lah hingga menjadi debu - Gia Seroh" Rapalan Zeta mengeluarkan sihir api dari tangannya
"Aku tidak akan kalah dari kalian semua. Datanglah wahai petir yang meluluh lantakan tanah - Brey Zeo" Rapalan Aulia sambil melepaskan anak panah
"Sepertinya kalian bersenang-senang, ya. Potong semua yang ada dihadapanmu. Saeryo Wasgah" Rapalan Hana sambil mengayunkan dua belatinya
Seketika para monster itu langsung menghilang.
"Kerja bagus, semuanya" Kata Zeta
"Kita adalah kelompok yang hebat, ya" Kata Aulia
"Lagipula kita adalah Penari Pedang. Sudah seharusnya, kan" Kata Claire
"Baiklah. Waktunya kita kembali dan memberikan laporannya" Kata Anjali
"Waktu sudah hampir sore. Seharusnya tidak ada monster lagi, ya 'kan?" Tanya Hana
"Kenapa? Apa ada yang kau takutkan? Tenang saja, pertahanan di ibukota sangat kuat. Kita hanya membasmi para monster yang berada jauh dari jangkauannya pertahanan" Kata Zeta
"Bisa tidak kita pulang sekarang? Perutku sudah lapar" Tanya Aulia
"Baiklah. Kita harus kembali" Kata Zeta
"Ayo!!" Kata mereka serentak
Mereka berlima pun kembali ke ibukota Kerajaan Eurlars. Sesampainya disana, mereka langsung pergi ke istana untuk melaporkan kejadian ini. Setelah melaporkan kejadian tersebut, mereka berlima kembali ke rumahnya.
"Aduh, aku kangen banget dengan sofa ini" Kata Hana
"Hana, lebih baik mandi dulu. Kau mengotori semua sofa disini" Kata Aulia
"Eh? Benarkah? Baiklah, kalau begitu aku duluan" Kata Hana berlari ke arah mandi
"Sepertinya giliranku untuk masak, ya" Kata Anjali
"Masak yang enak, ya" Kata Zeta
__ADS_1
"Tenang saja. Aduh, sepertinya kita kehabisan daging" Kata Anjali sambil membuka lemari pendingin
"Ada apa?" Tanya Zeta
"Kita kehabisan daging. Aku tidak bisa masak jika tidak ada daging" Jawab Anjali
"Kalau begitu, biar aku yang belanja" Kata Claire
"Biar aku temani, ya" Kata Aulia
"Terimakasih banyak" Kata Claire
Mereka berdua pun pergi untuk berbelanja. Setibanya di sebuah supermarket, mereka langsung mengambil kebutuhan yang dibutuhkan dan setelah barang terakhir, tangan Claire bersama dengan tangan orang lain sama-sama memegang sebuah daging.
"Ah, maaf. Silahkan ambil" Kata Claire
"Tidak, silahkan. Aku akan ambil yang lain" Kata Ratna
"Sepertinya kita sama-sama membutuhkan bahan ini, ya?" Kata Aulia
"Ya, kau benar. Siapa namamu?" Tanya Claire
"Ah, namaku Ratna Antika Sari. Salam kenal" Jawab Ratna
"Begitu, ya. Namaku Claire Karima dan ini adalah Aulia Rabia kami berdua adalah Penari Perang" Kata Claire
"Oi, apa tidak apa-apa memberitahukan identitas kita pada orang lain?" Tanya Aulia
"Tidak apa-apa. Memang begitu kenyataannya, kan?" Jawab Claire
"Sudahlah" Kata Aulia
"Eh? Apa benar tidak apa-apa? Aku merasa tidak enak" Jawab Ratna
"Tidak apa-apa. Lebih banyak lebih bagus, kan?" Kata Claire sambil tersenyum
Ratna pun melihat ke arah Aulia.
"Sudahlah, ikut saja. Aku juga tidak ingin dia jadi sedih hanya gara-gara ini" Kata Aulia
"Baiklah. Sudah diputuskan, ya. Ayo kita pergi" Kata Claire
Ratna hanya bisa tersenyum. Mereka bertiga langsung menuju ke rumahnya Claire dan yang lainnya. Sesampainya disana, mereka semua terkejut.
"Kalian, dia siapa?" Tanya Zeta
"Salam kenal, aku Ratna Antika Sari. Mereka yang mengundangku kesini" Jawab Ratna sambil menundukkan kepalanya
"Begitu, ya. Masuklah, sebentar lagi kita akan mengadakan makan malam" Kata Zeta
"Wah, ada tamu" Kata Hana yang baru keluar dari kamar mandi
"Claire, mana dagingnya. Eh? kita kedatangan tamu. Kenapa kalian tidak bilang" Kata Anjali menengok dari dapur
"Maafkan aku karena sudah membuat kalian heboh" Kata Ratna
__ADS_1
"Sudahlah. Mari kita duduk, kita akan makan malam saat ini" Kata Zeta
Tidak lama, masakannya selesai. Anjali memanggil Claire untuk membantunya membawakan makanan. Setelah itu, mereka semua pun makan masakan Anjali.
"Enak banget. Dagingnya yang empuk dan juga sausnya yang berwarna menjadikannya lebih terasa" Kata Ratna
"Benarkan? Masakannya tidak ada yang bisa mengalahkannya" Kata Hana
"Memang benar. Tapi, kalian belum pernah merasakan masakan dari Tuanku, ya? Masakannya benar-benar pas di mulut. Kapan-kapan kalian harus mencobanya" Kata Ratna
"Eh? Benarkah? Aku jadi tidak sabar" Kata Aulia
"Jika memang masakannya lebih enak dari punya ku. Maka aku harus belajar dari orang itu" Kata Anjali
"Memangnya siapa Tuanmu?" Tanya Zeta
Ratna teringat pesan dari kakeknya untuk tidak mengungkapkan identitas aslinya.
"Ada apa?" Tanya Zeta
"Ah, namanya Aris Dharmayudha. Dia adalah Tuanku dengan kemampuannya yang bisa segalanya" Jawab Ratna
"Aris, ya? Apa kalian pernah mendengar nama itu?" Tanya Zeta
"Tidak pernah" Jawab Hana
"Memangnya ada?" Jawab Aulia
"Aku tidak tahu" Jawab Claire
"Jika dia orangnya, aku harus belajar cara dia membuat masakannya terasa enak daripada punyaku" Jawab Anjali
"Ah, sekarang aku sedang mencari keberadaannya. Dulu kami terpisah sebentar" Kata Ratna
"Begitu, ya. Aku yakin Tuanmu pasti juga kangen padamu" Kata Zeta
"Terimakasih banyak. Ngomong-ngomong, kata Claire kalian semua adalah Penari Perang. Apa itu benar?" Tanya Ratna
"Benar. Kami adalah Penari Perang. Kami disini untuk mengalahkan para monster yang mulai menyerang kerajaan ini. Karena biarpun pertahanan Kerajaan ini sangat kuat tetap saja jika jumlahnya banyak maka pertahanan itu tidak akan mampu menahannya" Jawab Zeta
"Anu, jika boleh. Apa aku boleh ikut dengan kalian?" Tanya Ratna
"Eh?" Kata Zeta terkejut
"Mohon maaf, yang kami lihat kau hanyalah rakyat biasa" Kata Zeta
"Aku bisa menggunakan sihir. Tolong, aku ingin sekali ada kegiatan. Di penginapan, aku hanya berdiam diri mencari petunjuk agar bisa bertemu dengan Tuanku. Tapi, jika aku ikut bersama kalian. Aku rasa aku bisa mendapatkan petunjuk yang kuinginkan" Kata Ratna
Mereka semua pun menatap Zeta.
"Baiklah. Jangan menatapku seperti itu. Jika kalian menatapku begitu, aku juga jadi merasa bersalah padanya" Kata Zeta
"Syukurlah. Kau boleh ikut, tenang saja. Aku akan melindungimu" Kata Claire memeluk Ratna
Setelah makan, semuanya pun tertidur. Ratna melihat keluar lewat jendela yang dibuka.
__ADS_1
"Tuan, aku akan menemuimu apapun yang terjadi" Kata Ratna bersuara pelan.
...END...