Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Anak Yang Malang


__ADS_3

"Dulu aku mempunyai anak bernama Yami. Dia meninggal karena penyakit yang dideritanya" Kata Bekti


"Papa, suatu hari nanti aku ingin menjadi seperti papa" Kata Yami


"Oh, benarkah? Kalau begitu, rajinlah berlatih, ya?" Kata Bekti


"Baik, papa" Kata Yami


"Mendengar hal itu, aku pun berinisiatif untuk mengajarinya semua sihir yang aku bisa" Kata Bekti


"Aku pun mengajari semua dasar-dasar sihir dan juga cara menggunakan sihir. Tapi, setelah 2 tahun, ia menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan aku pun membawanya ke dokter asosiasi sihir. mereka pun bilang bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Tapi, hanya ada satu cara yaitu dengan mendapatkan bunga Altarreza. Katanya bunga itu dapat menyembuhkan semua jenis penyakit. Dan ia berkata, bahwa harganya sangat mahal jadi aku pun mengumpulkan niatku untuk mendapatkan bunga tersebut. Karena gajiku di asosiasi sihir sangat kurang, aku pun mencari cara lain walaupun itu cara yang bukan halal. Aku mengikuti taruhan, karena pada saat itu lomba The Master Academy sedang diadakan. Aku pun selalu menang di setiap pertandingan. Akhirnya setelah memenangkan pertandingan sampai semifinal uangku cukup banyak. Tetapi, saat final aku mempertaruhkan segalanya dan akhirnya kalah. Padahal pada saat itu, itu adalah pertandingan terakhir agar aku bisa mendapatkan bunga Altarreza. Setelah kalah saat final, aku pun berlari ke rumah sakit asosiasi sihir. Dokter mengatakan, bahwa anakku sudah meninggal. Jika saja aku bisa mendapatkan waktu lebih dan menang pada saat itu. Mungkin nyawa anakku bisa tertolong" Kata Bekti tambahnya


"Itu adalah cerita yang menyedihkan" Kata Vera


"Pada saat itu, aku pun berniat membalaskan dendamku padanya. Dengan cara memanggil raja iblis. Aku pun menyusun rencana, desa yang pertama kali untuk kukacaukan adalah desa yang berada di wilayah kerajaan Ayus. Aku pikir dengan hanya satu desa saja sudah cukup untuk memanggil raja iblis. Nyatanya adalah dirimu yang ku panggil, Vera" Kata Bekti


"Tapi, bagaimana kau tahu cara untuk membangkitkan raja iblis?" Tanya Vera


"Sihirku adalah sihir pemanggil. Tentu saja aku bisa" Jawab Bekti


"Bagaimana caramu bisa membangkitkan raja iblis?" Tanya lagi Vera


"Dengan mengumpulkan jiwa-jiwa yang putus asa dan menaruhnya di guci suci ini" Jawab Bekti sambil menunjukkan gucinya


"Oh begitu, pantas saja kau bisa memanggilku. Apakah kau mempunyai sesuatu rapalan untuk membangkitkan raja iblis?" Tanya lagi Vera


"Tentu saja. Aku menggunakan lingkaran sihir dan rapalan. Contohnya yaitu memanggilmu. Tetapi, untuk memanggil raja iblis aku membutuhkan lebih banyak jiwa-jiwa lagi" Jawab Bekti


"Baik. Karena kau sudah memanggilku. Aku akan membantumu" Kata Vera


Tidak lama pasukan dari kerajaan Ketral datang untuk mengalahkan monster yang keluar dari gerbang. Pasukan kerajaan dan para monster pun satu sama lain saling mengalahkan.


"Apa kamu akan diam saja?" Tanya Vera


"Tentu saja. Seperti yang kau lihat, guci ini hampir terlihat penuh" Jawab Bekti


"Kau benar" Kata Vera melihat isi guci tersebut naik


"Baiklah. Kita akan beristirahat untuk beberapa hari karena kerajaan ketral pasti akan menyelidiki kasus ini dan bagusnya aku tidak mencelakai warga desa tersebut" kata Bekti


"Niat mu jahat tapi hatimu masih sangat peduli pada manusia, ya?" Kata Vera

__ADS_1


"Ini adalah urusanku dengannya, aku tidak ingin melibatkan manusia yang tidak berdosa" Kata bekti


"Kita akan tinggal di mana?" Tanya Vera


"Sebenarnya kita bisa tinggal di mana saja. Kita akan melakukan penyamaran" Jawab Bekti


"Apa kamu tidak ingin pulang ke kantor asosiasi?" Tanya Vera


"Sebenarnya aku tidak punya tempat untuk pulang" Jawab Bekti


"Jadi sebenarnya kita ini apa buronan atau sebagai petualang?" Tanya lagi Vera


"Jika dibilang sebagai buronan tidak bisa tetapi disebut sebagai petualang juga tidak bisa. Bisa dikatakan kita ini seperti perantauan" Jawab Bekti


"Sepertinya kita akan melakukan perjalanan panjang, ya?" Kata Vera


"Ya, menurutku raja iblis bisa dibangkitkan dengan 50 guci suci tersebut" Kata Bekti


"50? Apa kau bercanda?" Tanya Vera


"Kan sudah kubilang mungkin saja. Jika tidak, kemungkinan aku akan memanggil salah satu petinggi dari raja iblis" Kata Bekti


"Petinggi? Maksudmu komandan salah satu divisi?"Tanya lagi Vera


"Apa ada kemungkinan jika salah satu komandan yang kamu panggil akan berbalik melawan mu?" Tanya Vera


"Jika mereka melawanku aku tidak akan segan-segan untuk mengembalikannya ke dunia asalnya" Jawab Bekti


"Begitu, ya. Aku harus berhati-hati untuk berurusan dengannya" Kata Vera dalam hati


"Baiklah, waktunya kita pergi. Apa kau lapar?" Tanya Bekti


"Ya, aku mulai sedikit kelaparan" Jawab Vera


"Baik. Kita akan makan di desa selanjutnya" Kata Bekti


Tidak lama pertarungan itu dimenangkan oleh pasukan kerajaan Ketral. Tetapi tetap saja para monster itu masih banyak yang keluar.


"Dari mana datangnya monster ini?" Tanya salah satu komandan pasukan


"Lapor, monster itu keluar dari gerbang sihir pemanggil" Jawab salah satu pasukan

__ADS_1


"Di mana itu tempatnya?" Tanya lagi komandan pasukan


"Gerbang itu muncul di pojokan salah satu rumah warga" Jawab pasukan itu


"Baiklah, kirimkan segera pasukan penyegel" Kata komandan tersebut


"Baik!!!" Kata pasukan tersebut


"Siapa yang bisa memanggil gerbang itu. Aku harus mengeceknya?" Tanya komandan tersebut dalam hati


Tidak lama komandan pasukan tersebut sampai di tempat gerbang sihir. Dia melihat pasukan penyegel sedang melaksanakan tugasnya. Dan tidak lama penyegelan pun berhasil dan gerbang tersebut berhasil ditutup.


"Aku jadi bertanya-tanya siapa yang melakukan ini semua? Setahuku yang bisa menggunakan sihir pemanggil adalah salah satu anggota asosiasi sihir" Kata komandan tersebut dalam hati


"Biarlah. Yang penting kita sudah menyelesaikan masalah ini" Tambahnya


Di tempat lain di rumah Aris.


"Sepertinya aku sudah mulai mengantuk. Aku tidur saja deh" Kata Aris


Aris pun masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya. Ia sadar bahwa kamarnya sudah penuh oleh Tasya dan teman-temannya. Jadi ia pun memutuskan untuk tidur di kamar tamu.


"Kamar tamu adalah tempat tidur terbaik yang pernah ada" Kata Aris


Keesokan paginya. Aris sudah dibangunkan dengan aroma yang sangat sedap. Melani pun datang untuk membangunkannya.


"Kak Aris bangun sudah pagi ayo kita makan sarapan, nih" Kata Melani


"Kau tidak perlu membangunkan ku. Karena aromanya saja sudah membuatku terbangun" Kata Aris


"Begitu, ya. Baiklah, jangan lupa cuci muka, ya?" Kata Melani pergi


"Aromanya sangat menggoda siapa yang pintar memasak ini, ya?" Tanya Aris


"Itu aku" Kata Ririn


"Wah, Aku tidak tahu kamu bisa memasak makanan seenak ini" Kata Aris


"Terima kasih. Pada saat latihan aku juga sering belajar memasak. Agar nantinya aku tidak hanya bisa menggunakan sihir melainkan aku juga bisa mengurus pekerjaan rumah tangga" Kata Ririn


"Begitu ya. Aku rasa dia yang paling cocok untuk menjaga teman satu rasnya" Kata Aris dalam hati

__ADS_1


...END...


__ADS_2