Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Kembali Ke Asrama


__ADS_3

Di sekolah Magic Academy.


"Hei, bagaimana kabar dia, ya?" Tanya Arina


"Aku tidak tahu, selama ini aku belum ke kamarnya sama sekali" Jawab Dedi


"begitu, ya. Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya" Kata Arina


Pada saat jam istirahat Angela sedang latihan di ruang latihan sihir. Datanglah Debi untuk sekedar memberikan minuman.


"Itu hebat ketua, sebaiknya istirahat sejenak jangan terlalu memaksakan diri" Kata Debi sambil memberikan minuman kaleng


"Terima kasih, sejujurnya aku sedang menunggu kedatangan Aris. Maka dari itu aku selalu menunggu kedatangannya dengan belajar sihir di sini" Kata Angela


"Ketua, apa kamu sangat menyukai Aris?" Tanya Debi


"Sebenarnya, aku benar-benar mencintai dia" Jawab Angela dengan wajah yang malu-malu


"Begitu, ya" Kata Debi


"Eh, memangnya kenapa?" Tanya Angela yang kebingungan


"Tidak. Tidak ada" Kata Debi tersenyum


"Apa sih?" Kata Angela kesal


"Apa kau yakin benar-benar mencintai dia? Dia itu tidak bisa menggunakan sihir hanya bisa menggunakan pedang" Tanya Debi


"Kau salah, dia juga bisa menggunakan sihir. Aku pernah melihatnya pada saat turnamen kemarin" Kata Angela


"Begitu, ya. Sesekali Aku ingin melawan dia" Kata Debi


"Kau ingin melawannya? Kuperingatkan kau dia itu kuat loh" Kata Angela


"Terima kasih atas peringatannya. Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dulu. Ingat, jangan memaksakan dirimu" Kata Debi


"Terima kasih" Kata Angela


Di tempat Aris.


"Kak Aris, apa yang akan kita lakukan hari ini?" Tanya Melani


"Ah benar. Melani, panggil semua kemari. Ada yang ingin ku bicarakan" Kata Aris


Tidak berapa lama, mereka semua pun berkumpul di luar rumah.


"Baiklah, pertama-tama adalah aku ingin Ririn sebagai ketua ras setengah manusia yang tersisa menjadi orang yang bertanggung jawab. Maksudnya adalah aku ingin dia yang mengambil alih komando di sini dan juga aku ingin dia menjadi pelindung bagi kalian semua" Kata Aris


"Kenapa aku?" Tanya Ririn yang terkejut


"Dan untuk Riana, maafkan aku. Bukannya aku tidak ingin melatihmu. Tapi, aku ingin membuat Ririn menjadi orang bertanggung jawab karena suatu saat dia akan menjadi ratu di ras setengah manusia" Kata Aris


"Aku paham. Tapi, apakah kami tidak bisa melindungi diri kami sendiri?" Tanya Riana


"Kalau itu tenang saja. Kalian tidak perlu khawatir. Karena, aku akan datang menyelamatkan kalian semua" Kata Aris


"Kalau begitu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena aku percaya padamu, Kak Aris" Kata Riana


"Baiklah, itu saja yang disampaikan. Apa ada pertanyaan?" Tanya Aris

__ADS_1


"Aku" Jawab Tasya yang mengangkat tangan


"Ada apa, Tasya?" Tanya Aris


"Untuk masalah hasil panen, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Tasya


"Untuk itu, aku belum menemukan solusinya. Tunggu saja. Untuk sekarang kalian di rumah saja jangan berkebun dulu. Apa ada pertanyaan lain?" Tanya Aris


Semuanya terdiam.


"Baiklah, kalau begitu. Terima kasih untuk waktunya. Kalian boleh pergi" Kata Aris


Mereka semua pun pergi.


"Kau bisa menjadi pemimpin yang hebat, Tuan" Kata Quester


"Aku hanya mengatakan apa yang ingin kulakukan. Dan juga, mereka itu adalah ras setengah manusia. Jadi, setiap ras pasti memiliki raja atau ratu dan juga pasti mereka memiliki keturunan. Maka keturunan itulah yang akan menjadi penerus ras tersebut" Kata Aris


"Jadi begitu. Aku baru tahu" Kata Quester


"Bukankah kamu ras naga? Apakah ras naga juga memiliki keturunan?" Tanya Aris


"Tentu saja kami punya. Hanya saja kami yang paling suci maka dari itu jika ingin membuat keturunan maka juga harus menggunakan ras yang suci juga" Jawab Quester


"Berarti jika dengan makhluk lain tidak bisa?" Tanya Aris


"Bisa saja. Tetapi keturunannya bisa dari makhluk suci ataupun tidak" Jawab Quester


"Begitu, ya. Baiklah, sekarang waktunya kita pulang, Quester" Kata Aris


"Baik Tuan" Kata Quester


"Ingat, ya. Kalian jangan berkebun dan jangan keluar rumah. Karena di sekitaran sini banyak sekali monster yang berbahaya. Kalian cukup di rumah saja dan untuk makanan, kalian bisa menggunakan hasil panen tersebut dan pada saat aku sampai di sana aku akan memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa menjual hasil panen kita" Kata Aris


"Baik Kak Aris" Kata Tasya


"Kalau begitu. Aku pergi, selamat tinggal" Kata Aris


"Dadah" Kata Tasya sambil melambaikan tangannya


"Sampai jumpa" Kata Melani sambil melambaikan tangannya


"Hati-hati di jalan" Kata Ririn sambil melambaikan tangannya


"Cepatlah kembali" Kata Riana sambil melambaikan tangannya


"Kami akan menunggumu" Kata Yuli sambil melambaikan tangannya


"Aku ingin makan bersama lagi. Jadi, cepatlah pulang" Kata Yuni sambil melambaikan tangannya


"Kalian juga, ya. Jaga diri kalian masing-masing" Kata Aris sambil melambaikan tangannya juga


Tidak berapa lama Aris sampai di luar hutan Bergilo.


"Baiklah, sekarang kita akan gunakan itu" Kata Aris


"Baik Tuan" Kata Quester


Muncul lingkaran sihir di bawah Aris dan dalam sekejap ia pun menghilang. Dan muncul di depan gerbang kerajaan Ayus.

__ADS_1


"Kenapa kita hanya berteleport di sini, Tuan? Bukankah kita bisa berteleport lebih dalam?" Tanya Quester


"Jika aku berteleport ke dalam akan bahaya. Jika mereka tahu bahwa aku tiba-tiba berada disana" Jawab Aris


"Begitu, ya. Aku paham sekarang" Kata Quester


Aris pun berjalan dengan santainya memasuki gerbang kerajaan dan ia pun menyapa para penjaga dengan senyuman.


"Baiklah, sebelum kita kembali ke akademi. Apa kau ingin membeli sesuatu?" Tanya Aris


"Aku ingin daging" Jawab Quester


"Kau dari dulu suka daging, ya. Kalau begitu baiklah" Kata Aris


"Ya, mau gimana lagi. Aku kan ras naga" Kata Quester


"Baik. Baik. Kita akan membelinya" Kata Aris


"Ya!!!" Kata Quester bersemangat


Setelah membeli beberapa daging, akhirnya Aris dan Quester kembali ke asrama. Di asrama, Aris bertemu dengan penjaga asrama.


"Oh, kau sudah pulang ternyata?" kata penjaga tersebut


"Iya. Belakangan ini aku selalu sibuk dengan misi yang diberikan oleh kepala sekolah. Padahal aku ini masih pelajar loh, ya" Kata Aris


"Kalau begitu, pasti kamu hebat" Kata penjaga tersebut


"Tidak juga. Kalau begitu aku masuk dulu, ya" Kata Aris


"Ya.. Oh, iya. Aku lupa, di mana adikmu?" Tanya penjaga tersebut


"Oh.. dia itu sudah kembali bersama orang tuanya" Kata Aris sedikit gugup


"Begitu, ya. Baiklah kalau begitu. Silahkan masuk ke kamarmu dan besok kau akan pergi ke sekolah" Kata penjaga tersebut


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi" Kata Aris pergi


Aris pun pergi ke kamarnya dan ternyata kamarnya sangat kotor.


"Kamarku memang rapi sebelum aku pergi pada saat itu. Setelah kembali, sampai di sini ternyata semuanya sudah berdebu" Kata Aris sedih


"Kalau begitu mari kita bersihkan, Tuan" Kata Quester


"Apa kau bisa bersih-bersih?" Tanya Aris


"Tentu saja aku bisa, Tuan. Jangan pernah meremehkan ras naga" Kata Quester


"Baiklah kalau begitu. Mari kita bersihkan" Kata Aris memberi semangat


"Ya!!!" Kata Quester bersemangat juga


Mereka pun bersih-bersih. Dan setelah melakukannya cukup lama, akhirnya tempat itu bersih kembali.


"Ah lelah sekali" Kata Quester


"baiklah, kau istirahat di sini. Aku akan mandi" Kata Aris


"Baik!!" Kata Quester yang sudah kelelahan

__ADS_1


...END...


__ADS_2