
"Baiklah aku akan menyerang" Kata Angelia
"Baiklah kalau begitu aku akan menghindarinya" Kata Aris
Angelia mengeluarkan seluruh sihirnya tetapi Aris bisa menghindarinya.
"Bagus sekali.. sekarang giliranku" Kata Aris
"Elemen Api - Gelombang Api" Rapalan Aris
"Tidak buruk Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Angelia
"Hebat juga ya putri sekolah. Tetapi, Elemen Air - Naga Air" Rapalan Aris
"Ternyata sihir tingkat SS ya. Elemen Air - Naga Air" Rapalan Angelia
Naga air bertarung menyebabkan ledakan yang besar.
"Hebat hebat. Elemen Angin - Langkah Angin. Elemen Angin - Bola Angin" Rapalan Aris
Aris melempar bola angin yang cepat.
"Tiga elemen? Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Angelia
"Jangan kaget hanya melihat tiga elemen. Aku tambahin Elemen Tanah - Tanah Berguncang" Rapalan Aris
Seketika tanah berguncang hebat.
"Apa empat elemen? Elemen Tanah - Hentakan Tanah" Rapalan Angelia
"Masih belum Elemen Listrik - Sambaran Petir" Rapalan Aris
Muncul aliran listrik dari telapak tangan Aris dan langsung menyambar ke arah Angelia.
"Lima elemen? Elemen Tanah - Dinding Tanah" Rapalan Angelia
Angelia menahan serangan sambaran petir Aris tetapi Angelia terpental karena sambarannya lebih kuat daripada dindingnya.
"Si-siapa kau?" Tanya Angelia
"Siapa? Aku Aris Darmayudha panggilanku No Magic" Kata Aris sambil tersenyum
"Tidak mungkin kau bisa menggunakan lima elemen" Kata Angelia bangun dan kebingungan
"Kau sudah melihatnya kan, baiklah aku mau menagih hutangmu" Kata Angelia
"Baiklah mulai besok aku akan berkencan denganmu. Jadi persiapkan dirimu, ya" Kata Angelia sambil pergi keluar dari ruangan latihan sihir
"Akhirnya selesai juga. Aku ingin benar-benar pulang" kata Aris
Saat di asrama, Dedi mengirimi bekal untuk Aris.
"Permisi" Dedi sambil mengetuk pintu kamar Aris
"Ada apa?" Tanya Aris sambil membukakan pintunya
"Nih aku ada makanan untuk mu" Kata Dedi
"Wah serius?" Tanya Aris
"Tentu saja" Jawab Dedi
"Terimakasih Dedi, mari masuk dulu" Kata Aris
"Baiklah kalau begitu, permisi" Kata Dedi
"Tidak usah sungkan begitu" Kata Aris
"Baiklah-baiklah" Kata Dedi
__ADS_1
Saat di kamar Aris dan Dedi berbincang-bincang. Dan ia bertanya apakah mau Aris diajak untuk latihan sihir dengannya.
"Aris, apa kau besok ada luang?" Tanya Dedi
"Ada, memangnya kenapa?" Tanya lagi Aris
"Maukah kau ikut denganku ke latihan sihir di sekolah?" Tanya lagi Dedi
"Maaf mungkin lain kali karena besok aku harus ke kampung halamanku" Kata Aris sambil berbohong
"Begitu ya .. baiklah. Kalau begitu aku pulang" Kata Dedi
"Baiklah hati-hati dijalan" Kata Aris
Saat Aris ingin tidur ia mendapatkan pesan dari seekor burung. Dan pesan itu dari Angelia dan Aris bergegas untuk membacanya
"Hy, aku sedang mencoba menulis pesan, bagaimana cara membalasnya?" Tanya Angelia saat Aris membaca suratnya
"Tinggal kirim saja, kan?" Tanya Aris
"Benarkah?" Tanya Angelia sambil bercanda
"Jangan bercanda, aku mulai ngantuk" Kata Aris
"Apa jangan-jangan kau sudah tidak sabar ingin berkencan denganku?" Tanya Angelia sambil bercanda
"Sudahlah, jika tidak ada apa-apa akan aku hentikan" Kata Aris
"Dingin sekali, besok kau ingin ketemuan dimana?" Tanya Angelia
"Bagaimana depan alun-alun?" Kata Aris
"Baiklah sayang, akan kutunggu jam 10" Kata Angelia membalas surat terakhirnya
Mereka berdua cukup lama saling membalas pesan dan tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan tanpa pikir panjang Aris langsung segera tidur. Besoknya, Aris tiba duluan dan menunggu Angelia. Beberapa saat kemudian Angelia datang dengan pakaian yang berwarna kuning dengan celana panjang hitam.
"Tidak apa-apa aku juga baru sampai" Kata Aris
"Bagaimana?" Kata Angelia sambil menunjukkan pakaiannya
"Ya.. itu bagus kau keliatan cantik" Kata Aris sambil memerah mukanya
"Apa kau sekarang sudah jatuh cinta denganku?" Tanya Angelia sambil bercanda
"Jatuh cinta? Jangan bodoh" Kata Aris
"Kau keliatan bohong" Kata Angelia terus menggoda Aris
"Ayolah kita jalan kesana" Kata Aris
"Kau berbohong, ya" Kata Angelia terus menggoda Aris
Saat mereka berjalan menuju toko, mereka merasakan ada yang tidak beres disekitar situ.
"Apa kau merasakan?" Tanya Angelia
"Merasakan apa?" Tanya balik Aris sambil berpura-pura tidak tahu
"Begitu ya.. kalau begitu pergilah cari tempat aman aku akan menyusul mu dan tolong hubungi asosiasi sihir" Kata Angelia sambil meninggalkan Aris sendirian
"Baiklah tuan putri, aku akan bersantai di cafe itu saja" Kata Aris sambil berbicara sendiri
"Dimana dia?" Tanya Angelia sambil berlarian ke setiap gang
Tiba-tiba terdengar suara ledakan di dekat toko. Angelia pun langsung menghampiri monster.
"Berhenti lah kau dasar monster" Kata Angelia
"Wah ada mangsa nih" Kata monster berwujud sedang dengan warna hitam
__ADS_1
"Pergilah dari sini atau kau kuhabisi" Kata Angelia
"Wah sepertinya kau sendirian nona muda" Kata monster tersebut
"Tenang saja aku bisa menghabisi kau dalam sekejap" Kata Angelia
"Wah takutnya, Tapi.." Kata monster
Tiba-tiba monster keluar dari tanah.
"Dia pengguna pedang, ya" Kata Angelia dalam hati
"Kenapa nona muda? Apa kau takut?" Kata monster sambil tertawa
"Takut? Kita lihat saja" Kata Angelia
Para monster langsung menyerang tetapi Angelia dapat menghindari semuanya.
"Bagaimana tuan monster? Apa kau yang mulai takut?" Tanya Angelia
"Kita kabur.. kau beruntung" Kata monster
"Mau kabur ya? Tunggu..." Kata Angelia sambil mengejarnya tetapi dihalangi oleh para anggota asosiasi sihir
"Hentikan.. serahkan hal ini pada asosiasi sihir" Kata ketua asosiasi sihir
"Baiklah" kata Angelia sambil pergi
"Tunggu.. namaku Bagas Purnama. Aku ketua asosiasi sihir. Aku melihat potensi luar biasa dari dirimu maukah kau bergabung dengan ku?" Tanya Bagas dengan berambut biru berseragam biru bergaris putih
"Mohon maaf pacarku sedang menunggu mungkin lain kali" Kata Angelia
"Baiklah kalau begitu hati-hati dan terimakasih sebelumnya" Kata Bagas
"Dia sudah punya pacar ya? Aku ingin tahu siapa saingannya" Kata Bagas dalam hati
Saat pergi menuju cafe, ia melihat Aris sedang bersama wanita lain. Dan tidak berapa lama wanita itu pun pergi meninggalkan Aris yang sendirian.
"Hai.. pahlawan. Sudah selesai aksinya?" Tanya Aris sambil tersenyum
"Kau sialan.. saat aku selesai kamu malah selingkuh dariku ya? Cepat katakan siapa wanita itu?" Tanya Angelia sambil mencubit pipinya
"Aduh aduh... sakit. Kau jahat sekali, dia hanya ingin bertanya. Dia melihatku seperti orang asing yang baru pertama kali di sini. Dan juga, kenapa kau malah marah?" tanya Aris
"Tentu saja, kau itu selingkuh dariku padahal kau sudah punya diriku" kata Angelia
"Begini, sejak kapan kita itu berpacaran?" Tanya Aris
"Apa kau tidak mau denganku?" Tanya Angelia sedih
"Kenapa kau ingin sekali denganku? Kau tau kan aku tidak menggunakan sihir?" tanya Aris
"Tidak bisa menggunakan sihir? Lalu yang kemarin?" Tanya Angelia
"Yah itu.." Kata Aris bingung
"Kau tahu cinta itu tidak pandang apakah mereka bisa menggunakan sihir atau dari keluarga terpandang. Yang aku lihat adalah kau hanya harus menjadi kekasihku, Bagaimana? Apa kau tertarik?" Tanya Angelia
"Kau tau aku sangat berterimakasih tapi maaf aku tidak bisa melindungi mu dari ancaman apapun" Kata Aris
"Bagaimana kalau kita taruhan? Jika aku menang maka kau harus jadi milikku? Dan jika aku kalah maka kau juga harus menjadi milikku" tanya Angelia
"Kau gila ya itu sama aja kau yang mendapatkan keduanya" kata Aris
"Itu kesepakatan yang adil, kan?" Kata Angelia sambil tertawa
"Jangan tertawa!!!!" Kata Aris
...END...
__ADS_1