Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Hal Kecil Yang Mengganggu


__ADS_3

Melihat itu Aris langsung kaget dan berlari ke jendela yang pecah tersebut. Aris melihat orang itu tetapi ia tidak mengejarnya. Dia hanya melihat Bela yang sedang nunduk dan bersedih.


"Kau tidak mengejar orang itu?" Tanya Aris


"Percuma, dia akan selalu datang kesini" Jawab Bela agak menangis kecil


"Kenapa? Apa dia punya dendam padamu?" Tanya Aris


"Ya, namanya pak Karso. Dia merupakan penguasa di daerah sini. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menjual penginapan ini dan juga dia mencoba untuk menjadikanku sebagai istrinya" Jawab Bela


"Jahat sekali orang itu" kata Aris


"Jika tidak, maka dia akan terus menyerang kami" Kata Bela


"Apa kau sudah melapor ke raja?" Tanya Aris


"Percuma, ini adalah daerah kekuasaannya. Kerajaan tidak akan ikut campur" Jawab Bela


"Sepertinya aku yang harus turun tangan" Kata Aris sambil berdiri


"Kau mau kemana?" Tanya Bela sambil memegang tangannya Aris


"Aku akan menjaga penginapan ini" Kata Aris


"Tapi, apa kau bisa? Kau hanyalah seorang petualang" Kata Bela


"Aku tidak bisa diam jika seseorang dalam kesusahan" Kata Aris


"Aris.." Kata Bela bersuara kecil


"Kau tunggu disini" Kata Aris


"Kau yakin ingin berangkat malam-malam?" Tanya Bela


"Aku akan secepatnya kembali" Kata Aris sambil pergi


Saat akan pergi, Aris mengatakan untuk tidak khawatir terhadap penginapannya.


"Baiklah, aku percaya padamu" Kata Bela


Melihat Bela yang tersenyum, Aris pun ikut tersenyum. Aris pun pergi meninggalkan penginapannya.


"Quester, dimana dia?" Tanya Aris


"Dia berada di pinggiran hutan, disana ada temannya yang sedang berkumpul" Jawab Quester


"Baiklah, kita kesana" Kata Aris


"Bagaimana?" Tanya orang itu


"Berhasil, tapi ada satu yang menginap disana" Jawab orang yang melempar batu


"Bagus, sekarang kita tinggal melapor ke bos" Kata orang satunya


Saat ingin pergi, langkah mereka terhenti karena mendengar suara.


"Kalian ingin pergi?" Tanya Aris


"Siapa kau?" Tanya balik orang itu


"Aku adalah salah satu penginap yang ada disana" Jawab Aris


"Terus kau mau apa?" Tanya orang itu


"Tujuan kalian apa? Sampai merusak penginapan itu?" Tanya balik Aris

__ADS_1


"Orang luar tidak perlu ikut campur. Nikmati saja penginapan itu" Jawab orang itu sambil pergi


"Mau kemana kalian, dasar pengecut?" Tanya Aris meledek


"Apa kau ingin mencari gara-gara dengan kami?" Tanya orang itu


"Aku tidak takut dengan kalian" Jawab Aris


"Sudahlah, biar aku yang urus orang ini" Kata orang satunya


"Tapi.." Kata orang itu


"Sudahlah, ini akan berlangsung dengan cepat" Kata orang itu


"Kau tahu, anak muda. Aku ini pengguna elemen api. Apa kau tidak takut dengan api?" Tanya orang itu


"Aku tidak takut dengan elemen pengguna apapun. Kalau berani, sini hadapi aku" Jawab Aris


"Padahal sudah kubuat agar kau bisa kabur. Tapi, malah begini akhirnya. Baiklah, aku akan melawanmu" Kata orang itu


"Jika perlu kalian bertiga hadapi aku" Kata Aris


Orang yang satunya pun kesal dan ikut melawan Aris. Begitupun yang satunya.


"Kau tahu, aku tidak akan kasar padamu" Kata orang itu


"Aku tidak perlu rasa kasian. Aku hanya tidak suka apa yang orang lakukan terhadap tempatku" Kata Aris


"Dia benar-benar membuatku kesal. Rasakan ini. Elemen Api - Bola Api" Rapalan orang itu


Orang itu pun menembakkan bola api ke arah Aris. Aris pun bisa menghentikannya hanya dengan satu tangan.


"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya orang itu


"Ya, aku pengguna elemen api" Jawab Aris


"Kalau begitu.." Kata orang itu sambil menyerang Aris dengan sangat cepat


Orang itu menyerang dengan menggunakan teknik bela diri. Dan Aris bisa menghindari maupun menangkis semua tekniknya.


"Cara menangkis dan menghindarmu cukup bagus. Apa kau belajar teknik bela diri?" Tanya orang itu


"Tidak, aku tidak belajar dari siapapun. Aku hanya menghindari semua serangan yang kau berikan padaku" Jawab Aris


"Begitu ya. Elemen Api - Teknik Api" Rapalan orang itu


"Bela diri elemen, hebatnya kau bisa menguasainya" Kata Aris


"Apa kau meledekku?" Tanya orang itu


"Tidak, aku hanya memujimu saja, bagaimana kalau kita bertarung?" Tanya Aris


"Itu ide yang bagus, akan kubuktikan siapa yang paling hebat" Kata orang itu


"Jika kau sudah tersudut, kau boleh memanggil temanmu" Kata orang itu


"I-Itu hanya untuk orang lemah saja, kan? Aku tidak akan memanggil temanku apabila aku tersudut" Kata orang itu


"Baiklah, kita mulai saja. Elemen Api - Teknik Api" Rapalan Aris sambil ada api di kedua tangannya


"Hebat juga, akhirnya aku mendapatkan lawan yang setara" Kata orang itu


"Kita mulai saja" Kata Aris


Aris memulai serangannya, orang itu bisa menghindari semua serangannya. Begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


"Hebatnya, sebelumnya tidak ada yang bisa mengimbanginya" Kata temen orang itu


"Kalau begitu, orang itu bukan sembarangan" Kata temen satunya


"Bagaimana? Apa kau sudah merasakan kesakitan?" Tanya orang itu


"Pukulanmu tidak ada rasanya sama sekali, Rasanya seperti bermain api yang kecil" Jawab Aris


"Apa kau bilang?!!" Tanya orang itu marah dan kesal


"Mau kutunjukkan pukulan yang sesungguhnya?" Tanya Aris


"Kalau begitu tunjukkan padaku" Jawab orang itu


Aris pun melakukan serangan dengan cepat dan orang itu tetap bisa menghindarinya. Saat orang itu menghindari serangannya, dengan cepat Aris menyerang bagian perutnya sehingga membuat orang itu kesakitan.


"Itulah teknik yang sesungguhnya" Kata Aris


"K-Kau, bagaimana bisa?" Tanya orang itu yang masih kesakitan


"Teknik menghindarmu memang sangat bagus. Tetapi, teknik kecepatanmu yang kurang" Jawab Aris


"Kau sialan. Kau akan menerimanya" Kata orang itu


"Kalau begitu, bilang padanya jangan pernah dekat-dekat dengan penginapan atau kalian akan menerima akibatnya" Kata orang itu


Mendengar itu, komplotannya pun kabur dengan tergesa-gesa.


"Baiklah, kita kembali sekarang" Kata Aris


"Baik, tuan" Kata Quester tanggal


Tidak berapa lama, akhirnya Aris kembali. Dia sudah ditunggu oleh Nia dan juga Bela.


"Bela, sudah cerita semuanya" Kata Nia


"Terus, apa yang ingin kau katakan?" Tanya Aris


"Kalau kau terlibat dalam masalah, biarkan aku ikut dalam masalahmu" Jawab Nia


"Begitu, ya. Kita lihat langkah dia selanjutnya" Kata Aris


"Anu, terimakasih. Karena telah membantu penginapan kami" Kata Bela sambil menundukkan kepala


"Sudahlah, angkat kepalamu. Aku hanya ingin membantu penginapan ini saja" Kata Aris


"Baik" Kata Bela


"Baiklah, aku ingin memakan sesuatu" Kata Aris


"Ah, kalau begitu aku akan buatkan ikan goreng. Kau pasti akan menyukainya" Kata Bela


"Kalau begitu, biarkan aku juga menyicipinya, ya?" Tanya Nia


"Baik, tentu saja" Kata Bela


Di lain tempat yang gelap dan banyak kandang-kandang.


"A-Aku dimana?" Tanya Yuli


"Tenang saja, kau masih perawan. Pasti hargamu tinggi sama dengan yang disana" Kata orang berbadan besar dan gemuk


"Kau.." Kata Yuli kaget


"Yuli.." Kata seorang wanita muda

__ADS_1


__ADS_2