Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Rencana Kedua


__ADS_3

"Apa kamu yakin?" Tanya wanita itu


"Tentu saja" Jawab Aris


"Tapi, bagaimana caramu bisa keluar dari hutan itu" Tanya wanita itu


"Aku hanya biasa mengikuti jalan" Jawab Aris


"Bukankah di sana banyak monster?" Tanya wanita itu


"Memang benar. Tapi, menurutku monster di sana tidak terlalu kuat" Jawab Aris


"Sebenarnya siapa kau ini?" Tanya wanita itu


"Aku hanya seorang pedagang. Memangnya ada yang salah?" Jawab Aris itu


"Kau mengerikan" Kata wanita itu


"Ah, tidak juga" Jawab Aris


"apa kau masih memiliki orang tua?" Tanya wanita itu


"Tentu saja. Mereka sudah lama tidak pulang" Jawab Aris


"Baiklah, kalau begitu. Terima kasih untuk apelnya. Sampai jumpa" Kata wanita itu


"Iya. Sama-sama. Sampai jumpa" Kata Aris sambil melambaikan tangan


"Baiklah, apelku sudah habis. Sekarang tinggal menghabiskan sayuran ini" Kata Aris


Setelah menunggu lama, akhirnya ada beberapa orang yang membeli sayuran milik Aris. Dan tidak sampai siang hari dagangan Aris habis. Aris pun pulang dengan senang. Sesampainya di hutan Ecber, Aris bertemu dengan beberapa monster. Dengan mudahnya Aris mengalahkan monster tersebut. Akhirnya Aris sampai ke rumah. Sesampainya di rumah Aris bertemu dengan Tasya dan yang lainnya.


"Bagaimana penjualan hari ini?" Tanya Tasya


"Di desa sebelah sana pembelinya cukup ramai dan tidak sampai siang ini daganganku telah habis" Jawab Aris


"Syukurlah" Kata Tasya sambil tersenyum


"Kak Aris hari ini mau makan apa?" Tanya Melani


"Apa, ya? Aku rasa ikan dan sayuran" Jawab Aris


"Ikan? kita tidak memiliki" Kata Melani


"Tenang saja, aku sudah membelinya. Dan aku membelinya cukup banyak untuk kita semua" Kata Aris


"Kalau begitu, hari ini kita makan ikan dan sayuran" Kata Ririn


"Kau dengar itu Yuli, hari ini kita akan makan ikan dan sayuran" Kata Yuni


"Aku jadi tidak sabar" Kata Yuli


"Ada apa Septi? Kamu seperti terlihat ketakutan?" Tanya Aris yang kebingungan


"Bisa tidak, ikan diganti dengan yang lain? Aku tidak bisa makan ikan karena aku takut tulangnya?" Tanya Septi


"Baiklah, apa yang kau inginkan?" Tanya Aris


"Jika boleh, aku ingin makan daging" Jawab Septi

__ADS_1


"Daging, ya? Kalau boleh tahu kamu ingin daging apa?" Tanya lagi Aris


"Ayam atau sapi. Antara dua itu saja" Jawab Septi


"Begitu, ya. Baiklah aku akan membelinya sekarang. Kalian apa ada yang ingin kalian beli?" Kata Aris sambil berdiri dari bangkunya


"Kalau boleh, aku ingin cemilan" Kata Tasya


"Aku tidak perlu apa-apa lagi, ini saja sudah cukup" Kata Melani


"Aku juga tidak perlu. Yuni apa kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Yuli


"Tidak. Ini saja sudah cukup" Jawab Yuni


"Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dulu" Kata Aris


Aris pun keluar dari rumahnya dan berdiam sejenak.


"Cemilan, ya? Apa yang harus aku beli, ya?" Kata Aris


"Tuan, di sana masih banyak monster. Kenapa kamu tidak menggunakan aura itu untuk menakuti para monster yang ada di sekitarmu?" Tanya Quester


"Kau benar, kenapa selama ini aku tidak memikirkannya, ya?" Jawab Aris


"Bagaimanapun kau tetap masih manusia bisa lupa akan sesuatu" Kata Quester


"Baik. Aku akan aktifkan aura itu" Kata Aris


Aris pun mengaktifkan aura itu. Di sekitaran tubuhnya mengeluarkan aura berwarna merah dan saat ia berjalan, para monster pun melihatnya seperti ketakutan. Tidak cukup lama, akhirnya Aris sampai di desa sebelah.


"Seperti biasa tempat ini masih selalu terlihat ramai, padahal sudah mau menjelang sore hari" Kata Aris


"Aku rasa kamu barangnya berkualitas dan aku juga yakin pasti di sini tanahnya sangat subur. Apa ada yang ingin kau beli, Quester?" Tanya Aris


"Aku ingin daging" Jawab quester


"Sama seperti Septi, ya. Baiklah kalau begitu kita akan membelinya" Kata Aris


Aris pun masuk ke dalam desa tersebut dan membeli beberapa daging. Ia melihat di sekitaran terlihat sangat ramai, ia pun memberanikan diri bertanya kepada penjual daging tersebut.


"Tolong daging ayamnya 2, ya" Kata Aris


"Daging ayam dua, ya? Baik akan saya laksanakan" Kata pedagang daging tersebut


"Permisi, kenapa di sini selalu terlihat ramai padahal sudah waktunya menjelang sore hari?" Tanya Aris


"Banyak dari pelanggan kami mengatakan bahwa barang di sini kualitasnya sangat bagus dan juga sangat murah. Makanya tempat ini terlihat sangat ramai" Jawab pedagang daging tersebut


"Apa di sekitaran sini suka ada pengganggu?" Tanya Aris


"Pengganggu? Aku tidak menemukan satupun pengganggu. Karena aku sudah lama di sini" Jawab pedagang daging tersebut


"Bagaimana jika terjadi suatu gangguan? Apakah di sini ada pengamanan?" Tanya Aris lagi


"Jika memang benar ada gangguan, maka kami harus menutup toko lebih awal dan menunggu sampai situasi mereda. Karena di sini tidak ada satupun pengamanan jadi kami hanya bisa menunggu waktu untuk kembali berjualan" Jawab tukang daging tersebut


"Begitu, ya" Kata Aris


"Ini dia anak muda" Kata pedagang daging tersebut sambil memberikan beberapa kantong daging

__ADS_1


"Jadi berapa semuanya, pak?" Tanya Aris sambil mengambil kantong daging


"Semuanya jadi 50 keping perunggu saja, anak muda" Jawab pedagang daging tersebut


"Ini dia uangnya pak" Kata Aris sambil memberikan uang kepingan perunggu


"Terima kasih anak muda" Kata pedagang daging tersebut sambil mengambil koin perunggu


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu, ya" Kata Aris


"Ya, hati-hati di jalan" Kata pedagang daging tersebut


Aris pun pergi meninggalkan kios pedagang daging tersebut. Ia pun mencari cemilan untuk Tasya. Setelah berjalan cukup lama, Quester melihat salah satu kios dan Aris pun langsung menghampirinya.


"Apa yang aku cari, ya. untuk Tasya" Tanya Aris yang sedang kebingungan


"Tuan, apa itu?" Tanya Quester


"Oh itu. Itu adalah kios daging ayam. Hanya saja dagingnya dipotong kecil-kecil" Jawab Aris


"Apa itu cocok untuk Tasya?" Tanya quester


"Aku tidak tahu. Sepertinya aku akan membelinya saja" Jawab Aris


"Ada apa anak muda?" Apa kau ingin membeli daging ayam?" Tanya pedagang daging ayam tersebut


"Tolong dong 2 bungkus daging potongnya" Jawab Aris


"Dua potong, ya? Baiklah. Akan segera saya laksanakan" Kata pedagang daging ayam tersebut


Tidak beberapa lama akhirnya pesanan Aris pun selesai.


"Jadi berapa semua totalnya pak?" Tanya Aris


"Semuanya 10 keping perunggu saja nak" Jawab pedagang daging ayam tersebut


"Ini dia" Kata Aris sambil memberikan uang kepingan perunggu


"Baik, terima kasih. Hati-hati di jalan, ya" Kata pedagang daging ayam tersebut


"Baiklah. Setelah ini kita apa lagi?" Tanya Aris


"Aku ingin pulang saja. Aku jadi tidak sabar ingin memakan potongan daging tersebut" Jawab Quester


"Kalau begitu, kita pulang saja hari ini" Kata Aris


Di lain tempat.


"Desa yang sangat indah. Tapi, keindahan itu akan hancur dalam sekejap mata" Kata Bekti


"Apa kau yakin ingin menghancurkan desa ini?" Tanya Vera


"Tentu saja. Tempatnya banyak jiwa-jiwa yang cukup untuk membangunkan raja iblis" Kata Bekti


"Memang sih, tempatnya agak jauh dari kerajaan Ketral tapi pasukannya cukup cepat untuk sampai ke sini. Apa kau tahu itu?" Kata Vera


"Tenang saja, Pasukan cukup banyak. Itu tidak akan bisa menghentikan rencanaku" Kata Bekti


...END...

__ADS_1


__ADS_2