
Aris dan Alan duduk di bangku sesuai tiket.
"Alan awasi sekitar sini, aku ingin istirahat sebentar. Bangunkan aku jika sudah sampai" Kata Aris
"Baik, Tuanku" Kata Alan
Setelah kereta berjalan cukup lama, akhirnya tibalah mereka di stasiun. Di sekitar stasiun terdapat banyak sekali hutan.
"Tuan, ayo bangun. Kita sudah sampai" Kata Alan membangunkan Aris
"Baiklah Alan, turunlah terlebih dahulu. Nanti ku susul" Kata Aris
"Baik, Tuan. Aku sarankan jangan lama-lama karena kereta ini sebentar lagi menuju stasiun utama" Kata Alan
"Iya, aku mengerti" Kata Aris
Alan pun turun dari kereta seorang diri dan menunggu Aris. Tidak menunggu cukup lama akhirnya Aris turun dari kereta.
"Mohon maafkan hamba jika saya lancang Tuan. Tapi, apa yang anda lakukan di sana?" Tanya Alan
"Aku hanya sedang mengawasi apakah yang ada peserta lain di kereta ini" Jawab Aris
"Jadi menurut Tuan ada peserta lain selain kita di sini?" Tanya lagi Alan
"Iya. Tidak mungkin juga, ya 'kan? Jika aku bertarung dengan dia sendiri" Kata Aris
"Anda memang selalu benar Tuanku. Baiklah, waktunya kita pergi menemui orang tua dari nona Angelia" Kata Alan
"Ya. Kau benar" Kata Aris
"Tapi, apa tidak apa-apa jika kita berangkat pada malam hari? Aku udah percaya dari kerajaan Ayus sampai ke tempat seperti ini memakan waktu cukup lama. Bukankah lebih baik kita mencari penginapan?" Tanya Alan
"Sepertinya kau mengkhawatirkan sesuatu, ya?" Tanya Aris
"Tidak. Saya hanya khawatir dengan Tuan saja" Jawab Alan
"Baiklah, aku ikuti sesuai perkataanmu. kita akan mencari penginapan di sekitar sini" Kata Aris
Tidak jauh dari stasiun, mereka berdua menemukan penginapan yang cukup bagus. Dirasa aman, mereka berdua pun memasuki penginapan tersebut dan sesampainya di sana. Ternyata penginapan itu sangat ramai.
"Bagaimana menurutmu, Alan?" Tanya Aris
"Aku rasa kita benar-benar aman di sini" Jawab Alan
"Baiklah kalau begitu, kita akan bertanya dengan resepsionisnya" Kata Aris
Mereka berdua pun pergi ke meja resepsionis untuk bertanya tentang penginapan ini.
"Ada yang bisa dibantu, Tuan?" Tanya resepsionis
"Kami ingin menginap selama satu malam di sini. Berapa harganya?" Tanya Aris
"Untuk dua orang sekitaran 10 keping perunggu. Kami juga menyediakan pemandian panas dan juga makan malam" Jawab resepsionis itu
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan memesan satu kamar untuk 2 orang dan juga kirimkan kami makanan hangat" Kata Aris sambil mengeluarkan 10 keping perunggu
"Baik Terima kasih banyak. Ini kuncinya dan tunggu di kamar. Nanti akan kami kirimkan makanannya" Jawab resepsionis itu
"Alan, mari kita pergi" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Alan
Setelah sampai di depan pintu kamar, Aris langsung membuka kuncinya dan di dalam kamarnya sangat bersih dan juga rapi.
"Bersih sekali. Mungkin di kamar ku tidak akan sebersih ini" Kata Aris
"Tuan, silahkan mandi terlebih dahulu. Saya akan mengawasi sekitar sini" Kata Alan
"Benarkah? Terimakasih banyak. kalau begitu, aku tidak akan sungkan" Kata Aris pergi ke kamar mandi
Setelah mandi, giliran Alan yang mandi. Setelah itu tidak lama datanglah resepsionis membawa makanan. Aris pun membuka pintunya dan menerima makanan tersebut.
"Alan, mari kita makan" Kata Aris
"Tidak, Tuan. Terima kasih" Kata Alan
"Kenapa? Padahal aku sudah memesannya untukmu juga" Kata Aris
"Baiklah, kalau begitu. Aku terima" Kata Alan
Setelah makan, waktu pun sudah berlarut malam. Mereka pun memutuskan untuk tidur. Keesokan harinya, mereka pun keluar dari penginapan tersebut dan pergi menuju orang tuanya Angelia. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka berdua menemukan alamat yang sesuai diberikan oleh Angelia. Mereka pun mengetuk pintunya dan keluarlah Ibu dari Angelia. Aris menjelaskan semuanya kepada ibundanya dan ibundanya pun mengerti tentang kondisinya saat ini. Dia pun mengizinkan Aris dan Alan untuk masuk ke rumahnya.
"Jadi ini orangnya?" Tanya ayahnya Angelia
"Kalau begitu tolong bantuannya, ya. Nak Aris" Kata ayahnya Angelia
"Memangnya kalian tidak ingin anak kalian menikah dengan orang ternama di daerah sini?" Tanya Aris penasaran
"Bukannya kami tidak ingin. Soalnya anak itu tidak baik dan dia suka main kasar dengan orang sekitar sini. Maka dari itu, kami tidak ingin memberikan anak kami kepada dia" Jawab ayahnya Angelia
"Kami mohon nak Aris bantu kami. Kami tidak ingin memberikan anak kami kepada dia. Tolong" Kata ibunda Angelia sambil menundukkan kepalanya
"Baiklah. Lagi pula dia yang menyuruhku ke sini, jadi aku akan membantunya untuk mengalahkannya. Sekarang angkatlah kepala kalian" Kata Aris
"Terima kasih, anak muda" Kata ayahanda Angelia
"Silakan gunakan kamar ini untuk kalian beristirahat" Kata ibunda Angelia sambil menunjukkan kamarnya
"Baiklah. Aku terima. Alan, rapikan semua barang-barang kita" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Aris
"Kalau begitu, kami akan mempersiapkan makan siang. Silakan tunggu sebentar" Kata ibunda Angelia
"Maaf merepotkan" Kata Aris
"Tidak apa-apa. Ini hanya sebagian dari imbalan kami karena telah membantu anak kami" Kata ibunda Angelia
__ADS_1
Tidak lama makanan pun jadi dan mereka semua berkumpul di meja makan.
"Jika boleh bertanya, kapan diadakannya turnamen tersebut?" Tanya Aris
"Tidak lama lagi, kemungkinan dua hari lagi" Jawab ayahnya Angelia
"Kukira waktunya masih satu minggu lagi" Tanya Aris terkejut
"Tidak. Dia mempercepat waktunya. Aku rasa dia ingin segera memulainya dan mengurangi peserta yang berhadapan dengannya" Jawab ayahanda Angelia
"Begitu, ya. Alan, setelah ini ikut aku sebentar, ada yang ingin ku bicarakan padamu" Kata Aris
"Baik, Tuan. Dimengerti" Jawab Alan
Setelah selesai makan, Aris dan Alan pun pergi ke kamarnya untuk membicarakan hal penting. Setelah di dalam kamar, Aris menggunakan sihir pelenyap suara agar orang luar tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.
"Jadi. Ada apa, Tuanku?" Tanya Alan
"Aku ingin kau mengalah pada saat melawan dia. Karena bagaimanapun yang dia incar harusnya aku bukan kamu" Jawab Aris
"Baik, Tuan" Kata Alan
"Kau tidak menanyakan apa alasannya?" Tanya Aris yang masih penasaran
"Tidak perlu. Karena kamu adalah Tuanku maka aku akan selalu mengikuti apa kata-katamu" Jawab Alan
"Begitu, ya. Ternyata kau bawahan yang setia" Kata Aris
"Terima kasih banyak atas pujiannya Tuan. Oh iya, ada yang ku bicarakan padamu juga" Kata Alan
"Apa itu?" Tanya Aris
"Cucuku, Ratna. Akan datang ke sini. Dia adalah salah satu penyihir dengan 4 elemen dan juga menguasai sihir tingkat tinggi. Dia akan menjadi bawahanmu dan setia. Aku harap Tuan mau menerimanya" Kata Aris
"Jadi maksudmu, dia akan menjadi pelayanku?" Tanya Aris
"Ya. Silakan gunakan dia sesukamu. Dan ku beritahu padamu dia masih perawan saat ini. Jika Tuan menginginkannya, maka dia tidak akan segan-segan" Jawab Alan
"Cucumu? Aku baru dengar" Kata Aris
"Iya, selama kepergianmu. Dia sangat sedih dan merasa terpukul saat itu juga dia mengatakan kepadaku ingin menjadi kuat dan aku pun menerimanya" Kata Alan
"Baiklah aku akan menerimanya" Kata Aris
"Terima kasih banyak Tuan kamu memang sangat bijaksana kata Alan
"Kau memberitahu identitasku?" Tanya Aris
"Ya. Mohon maafkan aku. Aku hanya tidak tega melihatnya yang selalu terpuruk" Jawab Alan
"Baiklah. Apa boleh buat" Kata Aris
Alan hanya membungkukkan badannya.
__ADS_1
...END...