
Setelah makan bersama, Aris pergi duluan untuk kembali ke kelasnya.
"Aris, darimana saja kau? Aku sudah menunggumu cukup lama" Tanya Dedi
"Mohon maafkan aku. Aku tadi kebetulan bertemu dengan ketua OSIS dan malah diajak makan bersama. Bahkan aku sampai lupa punya janji denganmu" Jawab Aris dengan penuh kepasrahan
"Baiklah. Kalau kau bilang begitu. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi" Kata Dedi
"Mohon maafkan aku" Kata Aris
Bel pun berbunyi menandakan bahwa pelajaran sudah dimulai kembali. Pada saat tengah-tengah pelajaran, Aris merasakan sakit yang luar biasa. Guru yang melihatnya, langsung menyuruh murid lain untuk dibawa ke UKS. Sesampainya disana, ada guru Ika yang sedang menjaga ruang UKS. Saat Aris dibawa ke ruangannya Ia sedikit terkejut.
"Cepat, baringkan dia di kasur" Kata Guru Ika
Mereka semuanya membawa Aris ke kasur dan Aris masih merasakan sakit yang amat sangat.
"Aku akan pergi ke kantor kepala sekolah untuk melaporkan ini. Kalian tunggu disini. Jangan kemana-mana" Kata Guru Ika
"Baik" Kata mereka
Tidak berapa lama datanglah Guru Ika bersama dengan kepala sekolah.
"Apa dia masih belum datang?" Tanya Guru Ika
"Aku rasa pahlawan saat ini masih dalam keadaan sibuk. Sepertinya kita masih menunggu waktu lagi" Jawab kepala sekolah
"Tapi..." Kata guru Ika
"Aku tahu. Jarak ibukota kerajaan Eurlars ke kerajaan kita sangat jauh, apalagi jika menggunakan kereta api. Kita harus menunggu sampai itu tiba" Kata kepala sekolah
"Kita tahan dulu sementara sampai itu tiba. Aku juga merasa kasian padanya" Kata guru Ika
"Maaf, aku tidak bisa melakukan banyak hal. Tapi, aku sudah melakukan apa yang kubisa. Aku harus pergi" Kata kepala sekolah pergi meninggalkan ruangan UKS
"Kalian kembali lah, biar aku yang menjaganya" Kata guru Ika
"Baik" Kata para murid
Setelah cukup lama pingsan, akhirnya Aris sudah siuman.
"Kau sudah bangun?" Tanya guru Ika
"Bu Guru, apa yang terjadi padaku?" Tanya balik Aris
"Penyakitmu kambuh lagi. Aku sudah melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah. Katanya pahlawan itu datangnya agak telat. Apa kau bisa menahannya sampai waktunya tiba?" Tanya guru Ika
"Begitu, ya. Aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan atau tidak. Tapi, aku merasa penyakit ini adalah penyakit yang paling serius" Jawab Aris
__ADS_1
"Tenang saja, aku sudah memberimu pengobatan. Seharusnya bisa menahannya sampai minggu depan" Kata guru Ika
"Begitu. Terimakasih banyak guru Ika. Aku harus kembali ke kelas. Aku tidak mau ketinggalan pelajaran di hari pertama ini" Kata Aris bangun dari tempat tidurnya
"Menyerahlah, sekarang sudah sore. Lebih baik kau pulang dan istirahat. Aku rasa itu cukup untuk membuatmu bisa bertahan" Kata guru Ika
"Baiklah. Sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya. Aku pergi dulu" Kata Aris beranjak pergi
Saat berjalan di lorong yang sepi. Muncul cahaya yang sangat terang dari perut Aris. Keluarlah Quester dari tubuh Aris dengan rasa yang sangat khawatir.
"Tuan, Tuan. Tidak apa-apa? Aku sangat khawatir padamu. Katakan sesuatu, jangan membuatku sedih. Aku tidak mau kau pergi. Tidak. TIDAK!!!" Kata Quester sangat khawatir
"Tenanglah, aku tidak akan kemana-mana. Penyakitku hanya kambuh. Kau jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu. Penyakit ini memang tidak bisa membunuhku. Tapi, jika kambuh rasanya sangat menyakitkan" Kata Aris sambil mengusap kepala Quester
Mereka berdua pun pulang ke kamarnya. Aris langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu mereka memutuskan untuk segera tidur.
"Aku lelah sekali. Rasanya sangat nyaman di kasur ini" Kata Aris
"Tuan, aku ingin tidur bersamamu. Apa boleh?" Tanya Quester
"Silahkan saja. Aku tidak keberatan. Jika sudah pagi kau bangunkan aku, ya. Aku tidak mau terlambat ke sekolah" Jawab Aris
"Baik" Kata Quester senang sambil menaiki kasur bersama Aris
Mereka berdua pun tertidur hingga pagi hari. Yang bangun terlebih dahulu adalah Aris. Aris melihat Quester sedang tertidur sambil memegang tangannya.
"Kau ini, kalau tidur jangan sampai memegang tangan seseorang. Nanti orang itu yang malah khawatir padamu" Kata Aris bersuara pelan
"Selamat pagi. Tidurmu sepertinya sangat nyenyak" Kata Aris
"Ya, selamat pagi. Aku sepertinya tertidur cukup lama. Tuan, bagaimana dengan keadaanmu?" Tanya Quester
"Ternyata dia masih memikirkan itu. Aku tidak apa-apa, ayo bangun waktunya kita ke sekolah" Kata Aris
Aris pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Aris langsung merasa kelelahan.
"Kau ini, tumben-tumbenan seperti orang kelelahan. Apa terjadi sesuatu tadi malam?" Tanya Dedi
"Tidak terjadi apa-apa. Hanya saja gara-gara kemarin penyakitku kambuh, itu saja. Aku merasa efeknya masih terasa hingga saat ini. Makanya aku terlihat seperti orang kelelahan" Jawab Aris
"Begitu, ya. Yah, aku tidak bisa menyalahkan itu sih. Tapi, kau tahu sepertinya aku tidak bisa menahannya lagi" Kata Dedi
"Memangnya ada apa?" Tanya Aris kebingungan
"Kau tahu, para gadis-gadis itu. Mereka menanyakan tentang bekalnya. Kau tahu kan maksudku" Kata Dedi sedikit khawatir
"Begitu, ya. Bilang pada mereka, aku sedang sakit. Nanti jika sudah sembuh aku akan memasaknya untuk mereka dengan porsi yang banyak" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan pergi untuk menemui mereka" Kata Dedi
"Apa tidak apa-apa kalau sekarang? Bukankah sebentar lagi jam pelajaran dimulai?" Tanya Aris
"Tidak apa-apa. Dan juga, tadi ketua OSIS datang mencarimu. Dia mengatakan bahwa kau harus datang ke kantornya. Kalau begitu, aku pergi dulu. Dadah" Kata Dedi sambil pergi meninggalkan Aris
"Dia itu tidak mengerti keadaanku, ya" Kata Aris dalam hati
Tidak lama bel sekolah berbunyi.
"Baiklah, anak-anak. Waktunya duduk" Kata guru yang mengajar
"Baik" Kata semua murid
"Aris, apa kau sudah tidak apa-apa?" Tanya guru yang mengajar
"Entahlah. Aku mungkin baik-baik saja" Jawab Aris
"Jika kau masih merasa sakit, aku sarankan untuk beristirahat di asrama" Kata guru yang mengajar
"Aku tidak mau ketinggalan pelajaran, itu saja. Sungguh" Kata Aris
"Baiklah. Tapi, jika kau masih merasa sakit. Kau bisa keluar dari kelas ini kapanpun. Aku hanya tidak mau ada siswaku yang sakit" Kata guru yang mengajar
"Baik. Terimakasih sarannya" Kata Aris
Bel istirahat sudah berbunyi, sebagian siswa ada yang pergi ke kantin dan ada juga yang membawa bekalnya untuk dimakan dikelas.
"Baiklah, kalian ulangin pelajarannya, ya" Kata guru yang mengajar
"Baik" Kata semua murid
"Kau mau pergi?" Tanya Dedi yang melihat Aris berdiri
"Ya, aku mau ke kantor OSIS. Mungkin mereka butuh bantuan denganku" Jawab Aris
"Begitu. Apa kau tidak ingin mengobrol sedikit dengan mereka?" Tanya Dedi menunjukkan ke arah Arina
"Kau saja wakilkan. Aku sangat berterimakasih. Tapi, aku sedikit urusan. Maukah kau menggantikan posisiku sebentar?" Tanya Aris
"Baiklah. Aku akan berusaha. Sebagai gantinya, porsiku agak banyakan, ya?" Kata Dedi
"Setuju" Kata Aris memberikan jempolnya
Aris pun pergi ke kantor OSIS dan tibalah ia di depan pintunya.
"Angelia, saat ini kondisiku sedang tidak baik-baik saja. Bisakah kau meminta bantuannya ke yang lain" Kata Aris sambil membuka pintunya
__ADS_1
"Aris, tolong aku" Kata Angelia
...END...