
Saat didalam kamar, Aris sedang kebingungan.
"Ada apa, tuan?" Tanya Quester
"Aku sedang bingung" Jawab Aris
"Apa yang sedang kau bingungkan?" Tanya lagi Quester
"Aku sedang mencari seseorang untuk berjaga di penginapan ini. Kira-kira siapa yang cocok untuk tugas ini, ya?" Tanya Aris
"Lebih baik tuan istirahat untuk sekarang. Karena waktunya sudah malam. Untuk ini bisa dipikirkan besok hari" Jawab Quester
"Kau benar. Sepertinya aku harus beristirahat. Kalau begitu, mohon pertolongannya, Quester" Kata Aris
"Baik, tuan" Kata Quester
Keesokan harinya, Aris kebawah dan pergi menemui Ririn.
"Ririn, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Aris
"Eh?" Kata Ririn hanya terkejut
Di meja makan.
"Jadi, ada apa?" Tanya Ririn yang sedikit gugup
"Apa kau mau bertemu dengan yang lainnya?" Tanya Aris
"Apa maksudmu, aku bisa bertemu dengan yang lainnya?" Tanya Ririn
"Kenapa kamu mengatakan bisa?" Tanya balik Aris
"Aku berpikir selama ini aku tidak bisa melihat mereka berdua karena aku takutnya kamu tidak mengizinkan" Jawab Ririn
"Jadi begitu, baiklah. Sebelum kamu menemui mereka, apa kamu tahu cara bertarung?" Tanya Aris
"Aku bisa menggunakan sihir. Tapi, untuk pertarungan jarak dekat aku sangat payah" Jawab Ririn
"Begitu, ya. Baiklah, sebelum menemui mereka aku akan mengajarkan pertarungan jarak dekat dan kamu akan memulai tugas yang sudah aku siapkan" Kata Aris
"Baiklah. Apapun perintahmu akan saya laksanakan" Kata Ririn
"Kita akan latihan siang ini" Kata Aris
"Baik" Kata Ririn
Siangnya di tanah terbuka.
"Kenapa kita disini?" Tanya Ririn
"Kita akan latihan disini. Karena tempatnya yang luas dan juga anginnya yang sejuk" Jawab Aris
"Baik. Sekarang, apa latihannya?" Tanya Ririn
"Kita akan memulai latihan dengan menangkis" Jawab Aris
"Baik, mohon bimbingannya" Kata Ririn
Aris dan Ririn berlatih seharian hingga waktu sudah menunjukkan makan siang.
"Hari ini lelah sekali. Maaf jika kurang sopan, memang tugas apa yang harus aku lakukan sehingga kita berlatih pertarungan jarak dekat?" Tanya Ririn
"Tugasmu hanyalah menjaga. Tapi, biarpun kau bisa menguasai sihir jika tidak bisa menguasai pertarungan jarak dekat itu sama saja dengan kau menjadi umpan yang akan memancing musuh" Jawab Aris
"Oh begitu" Kata Ririn
__ADS_1
"Karena setiap dari tim petualang, mereka harus memiliki orang yang ahli dalam menggunakan sihir dan sihir adalah orang yang sangat penting dalam tim karena kerusakan yang ditimbulkan oleh ahli sihir sangat besar" Kata Aris
"Tapi, tim kita juga akan membantu kita saat dalam kesusahan, kan?" Tanya Ririn
"Jika temanmu sedang sibuk melawan yang lain dan musuhmu hanya 1 yang siap menyerangmu dengan pertarungan jarak dekat. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya balik Aris
"Tentu saja, sebelum dia menyerang kita bisa menggunakan sihir. Aku benarkan?" Tanya Ririn
"Biar kuberi tahu, manusia umumnya merapalkan sihir membutuhkan waktu 2-3 detik. Apabila lawanmu yang jarak dekat bisa menggunakan kemampuan kecepatan. Bagaimana menurutmu?" Tanya balik Aris
"Dia akan dikalahkan sebelum menggunakan sihir" Jawab Ririn
"Tepat sekali. Dan untuk itulah kita perlu latihan jarak dekat. Setidaknya, bisa menahan serangan dan juga memukul mundur" Kata Aris
"Aku mengerti sekarang. Kenapa setiap tim selalu memiliki orang yang bisa menggunakan sihir" Kata Ririn
"Dan lebih hebat lagi ialah ahli sihir yang bisa menggunakan pertarungan jarak dekat. Karena mereka memiliki kemampuan lebih daripada 1 tim yang lainnya. Meraka hanya memiliki pertarungan jarak dekat dan tidak bisa menggunakan sihir yang notabenenya serangan jarak jauh" Kata Aris
"Baiklah. Aku akan bersemangat agar bisa menjadi ahli sihir yang hebat dan juga memiliki kemampuan jarak dekat" Kata Ririn
"Itu bagus. Sepertinya kau kelelahan, ini silahkan diminum" Kata Aris sambil memberikan botol ramuan
"Apa ini?" Tanya Ririn sambil mengambil botol ramuan itu
"Ini adalah ramuan penyembuh yang bisa menghilangkan rasa lelah. Aku membelinya dari temanku. Silahkan diminum" Kata Aris
"Baiklah" Kata Ririn
Tanpa pikir panjang. Ririn langsung meminum ramuan itu hingga habis. Pada saat setelah dia merasa rasa lelahnya telah hilang.
"Minuman apa ini? Aku merasa tidak ada yang sakit" Kata Ririn
"Benarkan kataku. Dia itu hebat dalam meracik bahannya" Kata Aris
"Baiklah. Kalau begitu, kita latihan lagi" Kata Ririn
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari.
"Baiklah, kita sudahi latihannya" Kata Aris
"Tunggu, aku masih sanggup. Beri aku ramuan itu lagi" Kata Ririn
"Aku mengerti. Tapi, penggunaan obat itu sangat berbahaya jika digunakan terus-menerus" Kata Aris
"Baiklah" Kata Ririn berwajah sedih
"Tenang saja. Besok kita akan latihan lagi. Maka, jangan bersedih. Waktumu banyak kok sebelum bertugas" Kata Aris
"Baik. Kalau begitu, mari kita pulang" Kata Ririn
"Ya. Aku harap mereka menunggu sedikit saja" Kata Aris dalam hati
Malam hari di penginapan.
"Hari ini kita makan apa, ya?" Tanya Aris
"Aku membuat ikan goreng dan juga sayuran" Jawab Bela
"Wah, sepertinya enak. Nia, bisa kau panggilkan mereka?" Tanya Aris
"Baiklah" Jawab Nia sambil berdiri menuju ke kamarnya
Tidak berapa lama Ririn dan juga Yuni turun dari tangga dan menuju meja makan.
"Apa yang akan kita makan, ya?" Tanya Yuni
__ADS_1
"Kalian berdua, besok ikut aku, ya" Kata Aris
"Eh? Ada apa?" Tanya Yuni yang kebingungan
"Baiklah" Kata Ririn
"Kau ingin membawa mereka kemana?" Tanya Nia
"Rahasia" Kata Aris
Keesokan harinya. Aris membawa Ririn dan juga Yuni ke tempat tanah terbuka yang biasa Ririn latihan.
"Jadi, kemana kita?" Tanya Ririn
"Kak Aris, apakah masih jauh tempatnya?" Tanya Yuni
"Tidak, tempatnya sudah sampai" Jawab Aris
"Tapi, disini tempat aku berlatih kemarin" Kata Ririn
"Memang begitu tempatnya. Kalian, peganglah tanganku" Kata Aris
"Baiklah" Kata Ririn langsung memegang tangan Aris
"Aku tidak mengerti. Tapi, kalau Kak Aris ingin maka aku akan melakukannya" Kata Yuni sambil memegang tangan Aris
"Kalian berdua, tutuplah mata kalian karena kita akan pergi ke tempat yang sangat jauh" Kata Aris
Mereka berdua pun menurut saja apa perkataan Aris. Tidak berapa lama akhirnya mereka bertiga berada di sebuah hutan dan hanya ada satu rumah yang sepertinya masih layak untuk ditinggali.
"Kenapa kita disini? Dan rumah siapa itu?" Tanya Ririn
"Dan juga sepertinya ada yang tinggal di sana" Kata Yuni
"Itu adalah rumahku. Rumah pertama yang aku tinggali sebelum aku melarikan diri" Jawab Aris
"Melarikan diri dari apa?" Tanya lagi Ririn
"Dari para monster yang menyerang desa ini" Jawab Aris
"Tuan, kau berbohong" Kata Quester lewat telepati
"Desa? Aku melihat sekitaran tidak ada rumah lain selain ini" Kata Ririn
"Itu karena pemilik sebelumnya punya masalah dengan warga sekitar. Maka dari itu, dia membuat rumahnya sendiri menjauh dari warga sekitar. Tapi, nasib sial menimpanya, monster itu juga menyerang rumah pemilik ini dan tidak diketahui kemana tubuhnya" Kata Aris
"Ceritamu semakin kemana-mana, Tuan" Kata Quester lewat telepati
"Baiklah, lebih baik kita kesana saja" Kata Aris
"Baiklah" Kata Ririn
"Ayo!!!" Kata Yuni
Tidak berapa lama terdengar suara Yuni memanggil nama Yuli. Merespon suara Yuni, Yuli langsung kaget dan keluar.
"Yuli!!!" Kata Yuni teriak
"Yuni!!!" Kata Yuli teriak juga
"Kak Aris!!" Kata Melani
"Kakak!!!" Kata Tasya
"Kalian sudah kembali" Kata Riana
__ADS_1
"Oy.. Kalian" Kata Aris melambaikan tangan
...END...