Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Kesalahpahaman


__ADS_3

Keesokan harinya tiba-tiba kelas mereka mendapatkan murid baru. Banyak murid lelaki dan perempuan yang antusias mendengar itu.


"Aris, menurutmu dia perempuan atau laki-laki?" Tanya Dedi


"Aku harap dia laki-laki" Jawab Aris


"Kenapa berkata begitu?" Tanya Aris


"Aku hanya menebaknya saja, kan?" Jawab Aris


Dan tidak beberapa lama akhirnya murid baru itu masuk ke ruangan kelas. Melihat itu Aris kaget dan panik dia pun langsung menutup mukanya menggunakan buku, Dedi yang melihat pun kebingungan.


"Hay selamat pagi, semuanya. Namaku Dinda aku adalah seorang putri dari kerajaan Ruhyus" Kata Dinda


"Wah.. dia seorang putri kerajaan" Kata murid perempuan


"Dia cantik sekali" Kata murid laki-laki


"Aris bukan di kelas ini, ya?" Tanya Dinda kebingungan


"Aris? Ah.. dia ada di sana" Kata guru menunjukkan jarinya


"Ah... ketemu!" Kata Dinda


"Kau punya hubungan apa dengannya, Aris?" Tanya Dedi


"Tidak tahu" Jawab Aris semakin panik


"Apa, kalian memiliki hubungan?" Tanya guru itu


"Iya.. kami sudah bertunangan" Kata Dinda


Mendengar itu seluruh kelas hanya bisa terdiam dan hanya Aris seorang yang paniknya tidak karuan. Dan beberapa saat semua orang yang ada di kelas teriak frustasi karena murid baru itu sudah memiliki hubungan dengan Aris. Aris pun semakin panik dan yang bisa dia lakukan hanyalah menutup mukanya menggunakan buku.


"Aris, aku iri sekali denganmu. Untuk sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi" Kata Dedi


"Tolong jangan mengatakan itu!!" Kata Aris kaget


Saat bel jam istirahat berbunyi Aris langsung pergi meninggalkan kelas dan juga Dinda, ia takut akan diamuk massa. Dan ia bersembunyi di belakang sekolah yang terdapat bangku dan juga sebuah pohon besar. Rupanya dia sudah ditunggu oleh Arina. Melihat itu Aris semakin panik dan panik.


"Hey Aris, bisa kau jelaskan lebih detail hubunganmu dengan putri itu?" Tanya Arina dengan tatapan kosong


"Tolong arina sadarlah. Woy!!!" Kata Aris


"Bisa jelaskan detailnya?" Tanya arina


"Baiklah, aku akan menjelaskannya" Jawab Aris


"Begitu ya.. baiklah aku akan mendengarkan" Kata Arina langsung tersadar


"Dia hanya temanku saat aku melakukan misi" Kata Aris


"Benarkah?" Tanya Arina masih curiga

__ADS_1


"Percayalah!!" Kata Aris


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Senang sekali mendengarnya" Kata Arina sambil tersenyum dan pergi


"Ternyata dia lebih menakutkan dari pada yang aku kira" Kata Aris ketakutan


Saat ingin memasuki sekolah Aris hanya bisa mengendap-endap menuju ke kantin. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan seseorang yang memanggil namanya dari belakang dan ternyata dia adalah Resti.


"Aris, ada apa?" Tanya Resti


"Ah.. Resti, tidak ada apa-apa" Jawab Aris kaget dan bicaranya tidak karuan


"Kau aneh sekali? Apa ada orang yang ingin kau temui?" Tanya Resti


"Itu.. tidak ada. Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku mau ke kantin" Jawab Aris sambil pergi


"Tapi kan kantin disebelah sana kenapa dia lewat sebelah sini" Kata Resti dalam hati curiga


"Aku harap dia tidak mengetahui apapun" Kata Aris


Tiba-tiba kerumunan orang datang mencari Aris dan ia panik disebelahnya ada toilet wanita tanpa pikir panjang dia pun langsung masuk dan saat masuk dia dikagetkan dengan seorang wanita berkacamata yang sedang mencuci tangan. Tidak berapa lama wanita pun teriak dan dengan cepatnya Aris langsung menutup mulutnya dan membawanya ke toilet untuk jangan berisik. Para kerumunan itu mendengar suara dari toilet wanita mereka semua langsung memasuki toilet tersebut dan ternyata tidak ada apa-apa.


"Tolonglah, jangan berisik. Aku tidak akan menyakitimu" Kata Aris


"(mengangguk).. Baiklah" Kata wanita itu


Aris pun melepaskan tangannya dari mulutnya dan terkejut dia memukul perut Aris dengan sangat cepat sehingga membuat dia kesakitan.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Aris sambil mengeluarkan dia dari toilet


"Aku sedang bersembunyi tahu" Jawab Aris


"Kenapa kau malah bersembunyi di toilet wanita?" Tanya lagi wanita itu


"Hanya ini pintu yang bisa dibuka" Jawab Aris


"Mesum" Kata wanita itu


"Tolong jangan memanggil namaku dengan sebutan itu" Kata Aris sedih


"Sepertinya mereka sudah pergi. Kalau begitu aku pergi semoga kita bisa bertemu lagi. Bye bye" Kata Aris sambil mendengarkan suara dari dalam toilet


"Ah.. kamu...!!!" Kata wanita itu teriak


Terdengar bel berbunyi menandakan bahwa sudah waktunya jam masuk sekolah. Aris yang masih panik hanya bisa pasrah saat memasuki kelas. Saat memasuki kelas tiba-tiba Dinda langsung melompat ke arah Aris dan memeluknya. Seketika para murid yang berada di kelas pun kesal dan iri padanya.


"Aris, nanti saat pulang sekolah jangan kabur" Kata murid laki-laki


"Kita perlu bicara sedikit" Kata murid laki-laki satunya


"Kita harus membahas tentang pertemanan kita" Kata Dedi


"Kau juga ikutan!!!" Kata Aris teriak

__ADS_1


Tiba-tiba guru masuk sekolah dan menyuruh mereka untuk diam dan duduk di tempatnya masing-masing. Saat waktunya jam pulang Dinda langsung ketempat nya Aris untuk mengajaknya pulang bersama. Para laki-laki yang melihatnya langsung marah dan tidak bisa berbuat apa-apa didepan Dinda.


"Hari ini kau selamat!!" Kata para lelaki dengan nada menyeramkan


"Kenapa mereka jadi beringas begini" Kata Aris


"Baiklah sayang, kita pulang yuk" Kata Dinda


"Baiklah" Kata Aris


Saat jam pulang Dinda ingin menghabiskan waktunya bersama Aris sebelum pulang ke asramanya.


"Sayang, kita jalan-jalan dulu yuk?" Tanya Dinda


"Tapi sebentar lagi malam" Jawab Aris


"Kau tidak mau, ya?" Tanya Dinda sedih


"Baiklah, aku terima. Sudahlah jangan membuat wajah menyedihkan" Jawab Aris dengan nada pasrah


"Baik sayang. Pertama kita pergi ke cafe" Kata Dinda meraih tangan Aris


"Woy.. pelan-pelan" Kata Aris sambil tersenyum


Setelah bermain dan bersenang-senang Aris menyarankan untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan malam.


"Baiklah, besok kita lakukan lagi ya. Sa-ya-ng" Kata Dinda


"Baiklah kalau kau maunya begitu" Kata Aris sambil tersenyum


"Itu dia orangnya" Kata monster yang berada di atas gedung


"Apa kau yakin?" Tanya monster satunya


"Ya.. dia yang mengalahkan kami semua saat di hutan Hergurol" Jawab monster itu


"Baiklah pertama-tama kita serang kelemahannya dulu" Kata monster itu


"Maksudmu wanita itu?" Tanya monster itu


"Kau ikuti wanita itu dan culik saat tidak ada dia lalu tulis surat pengancaman padanya" Kata monster itu


Tidak berapa lama akhirnya mereka berdua sudah sampai di asrama perempuan dan mereka berdua pun melakukan salam perpisahan.


"Kalau begitu aku pergi dulu, ya" Kata Aris


"Iya.. hati-hati" Kata Dinda


Saat hendak berjalan beberapa langkah dia mendengar suara. Saat di lihat ternyata Dinda sudah menghilang dan meninggalkan surat pengancaman.


"Jika kau ingin nyawanya selamat datanglah ke taman kota" Kata isi surat itu


"(terdiam).. Aku tidak suka dengan orang yang mainnya sembunyi. Tunggulah Dinda" Kata Aris sambil meremas surat itu

__ADS_1


...END...


__ADS_2