
"Namaku adalah Bekti Ahmad" Kata orang itu memakai baju merah biru dan berkacamata
"Bekti? Salah satu anggota pengguna elemen pemanggil? Kau salah satu anggota asosiasi sihir, kan?" Tanya Aris
"Oh.. kau tahu? Berarti kau salah satu anggota asosiasi sihir juga? Tapi aku tidak pernah melihatmu selama di kantor itu" Jawab Bekti
"Apa tujuanmu?" Tanya Aris
"Tidak ada. Aku hanya ingin bersenang-senang saja" Jawab Bekti
"Dengan menghancurkan hidup semua orang?" Tanya Aris kesal
"Tentu saja. Bila itu cukup membuatku senang mengapa tidak" Jawab Bekti
"Kau..!!" Kata Aris kesal
"Tenanglah tuan, dia hanya ingin memprovokasi mu saja" Kata Quester
"Oh.. jadi ini peliharaanmu? Manis juga tapi wajahnya yang manis akan hancur seketika" Kata Bekti
"Kau..!! Elemen Api - Bola Api" Rapalan Aris
Aris mengeluarkan bola apinya tetapi salah satu serigala pemanggilnya mengorbankan dirinya.
"Dia..!! Benar-benar terburuk" Kata Aris kaget
"Kenapa? Bukankah wajar jika hewan peliharaannya berkorban untuk tuannya" Kata Bekti
"Cih!! Seharusnya mereka diperlakukan seperti manusia, kan?" Tanya Aris
"Sepertinya hanya kau yang berpikiran begitu. Tetapi, sebentar lagi aku akan menguasai kerajaan ini" Jawab Bekti
"Kau sialan. Elemen Petir - Lighting Thunder" Rapalan Aris
"Elemen pemanggil - Wolfburg" Rapalan Bekti
Muncul monster serigala dari lingkaran sihir tetapi lagi-lagi monster itu mengorbankan dirinya untuk tuannya.
"Bagaimana? Apa kau sudah tahu kemampuanku? Selagi penggunanya belum terbunuh maka lingkaran sihir itu akan selalu ada dan terus menerus memanggil monster" Kata Bekti
"Jadi kau ingin menguasai desa ini terlebih dahulu?" Tanya Aris kesal
"Tentu saja bocah, lebih baik kau kembali ke rumah dan pergi tidur" Jawab Bekti
"Jangan bercanda aku akan menghentikan mu dan juga menyelamatkan desa ini" Kata Aris
"Apa yang bisa dilakukan bocah sepertimu? Jangan kau merasa hebat gara-gara kau bisa menggunakan elemen petir. Apa yang kau lakukan hanyalah sia-sia" Kata Bekti
"Elemen Petir - .." Rapalan Aris terhenti
"Tunggu tuan, tenanglah" Kata Quester
"Benar tuh bocah kau harus tenang. Kau hebat bisa memiliki peliharaan yang pengertian" Kata Bekti
"Kau!!!" Kata Aris kesal
"Maaf aku harus pergi sekarang. Aku tidak bisa terus-terusan berbicara denganmu" Kata Bekti sambil menghilang
"Tunggu..!! Sialan!!" Kata Aris kesal
__ADS_1
"Nampaknya kita harus membunuh dia" Kata Quester
"Tidak semudah itu. Dia berada di kantor asosiasi sihir aku yakin pasti mereka melindungi dia" Kata Aris
"Tapi bukankah hanya dia yang bisa mengendalikan hewan-hewan pemanggil itu" Kata Quester
"Kau benar kita harus melaporkan ini kepada ketua OSIS dan sisanya kita serahkan kepadanya" Kata Aris
Saat ingin pergi lingkaran sihir mengeluarkan monster serigala dan Aris langsung mengalahkan monster itu tetapi jika lingkaran sihir itu tidak dihancurkan maka monster-monster itu akan selalu keluar.
"Kalau begitu kita tutup saja pintu masuknya" Kata Quester
"Baiklah ayo kita lakukan" Kata Aris
Tidak berapa lama akhirnya Aris menggunakan elemen tanahnya untuk menutup pintu gua dan langsung kembali ke pengungsian. Saat di pengungsian Ida dan kawanannya belum pulang, Aris dan Quester langsung disambut oleh para lelaki-lelaki itu.
"Anak muda, kau selamat?" Tanya lelaki itu
"Tentu saja, aku kembali dengan selamat tanpa ada luka sedikitpun" Jawab Aris
"Jadi bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya lelaki itu
"Ternyata penyebab datangnya monster-monster ini dari dalam gua yang ada di lereng gunung. Dan ternyata ada orang yang bisa memanggil para monster tersebut" Jawab Aris
"Apa dia salah satu pengguna elemen?" Tanya lagi laki-laki itu
"Ya.. Elemen pemanggil" Jawab Aris
Mendengar itu para lelaki kaget dan menatap satu sama lain.
"apa kita bisa menghentikan dia?" Tanya lelaki satunya
"Kalau begitu kita harus minta tolong kepada Ida dan lainnya" Kata lelaki itu
"Tapi dia belum pulang dari pagi" Kata lelaki satunya
"Kalau begitu saya permisi dulu, saya ingin istirahat" Kata Aris
"Baik anak muda silahkan" Jawab lelaki itu
Saat ingin istirahat Aris dikagetkan dengan Dinda. Dinda sedih karena Aris tidak mengatakan apapun dan dia pergi begitu saja.
"Maaf. Tapi ini adalah tugasku. Sudahlah jangan sedih" Kata Aris menghibur sedikit
"(menganggukan kepalanya).. Iya" Kata Dinda
"Sudah ya aku istirahat dulu" Kata Aris
"Baik, sayang" Jawab Dinda
Saat terbangun Aris mendengar auman monster dan saat ingin mengintip ia dikagetkan dengan monster yang muncul di dalam pengungsian.
"Monster? Bagaimana? Kemana semua orang?" Tanya Aris dalam nada kecil
"Sayang, semuanya telah pergi" Kata Dinda
"Pergi? Bagaimana dengan Ida dan yang lainnya?" Tanya Aris
"Mereka kembali ke kantor untuk meminta bantuan dan para pengungsi sudah di evakuasi" Jawab Dinda
__ADS_1
"Dan kenapa kau masih disini?" Tanya Aris
"Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja" Jawab Dinda
"Baiklah aku paham, tapi seharusnya kau tidak usah memaksakan dirimu dalam bahaya" Kata Aris
"Tapi.." Kata Dinda sedih
"Baiklah. Tetap bersamaku dan juga jangan terlalu banyak bersuara" Kata Aris
"Baik" Kata Dinda
Saat ingin keluar dari pengungsian Dinda tidak sengaja menendang guci yang ada disampingnya karena pada saat itu semua lampu padam dan suasananya pada malam hari. Pada saat itu juga ada satu monster yang mendengar suara tersebut dan langsung mengeceknya. Saat mendekat Aris mengeluarkan pedangnya dan langsung menusukkan bagian matanya.
"Tenanglah" Kata Aris
"Maafkan aku.." Kata Dinda
"Sudahlah kita lanjut saja" Kata Aris
Dan pada akhirnya mereka berdua langsung keluar dari pengungsian tetapi salah satu monster itu sudah ada yang bermutasi dan bisa langsung mencium keberadaannya serigala itu langsung mengaum dan mengejar Aris dan Dinda mendengar itu Aris langsung menyuruh Dinda untuk lari secepatnya.
"Larilah secepat mungkin" Kata Aris
"Baik" Kata Dinda
Mereka berdua langsung lari secepatnya hingga masuk ke hutan. Saat berlari Aris sempat menghambat monster itu tetapi itu sia-sia. Aris menyuruh Dinda untuk naik ke pohon dan saat menaiki pohon monster itu pun juga bisa menaiki pohon dan juga bisa loncat antar batang pohon. Saat dikira lolos mereka berdua langsung beristirahat sejenak.
"Maafkan aku jika aku penghambat kau bisa membuatku menjadi umpan" Kata Dinda pasrah
"Tenanglah aku ada disini" Kata Aris
"Tapi mereka sangat banyak" Kata Dinda sedih
"Aku tidak perduli dengan mereka yang kau lakukan hanyalah berjuang untuk hidupmu. Karena aku ingin selalu bersamamu" Kata Aris
"Tapi aku lemah" Kata Dinda mulai menangis
"(berdiri).. Apa ada yang kau sukai?" Tanya Aris
"(terdiam) .. Yang kusukai? Dari dulu aku ingin bertemu dengan Darma. Dia adalah manusia yang kusukai aku sangat menyukai ilmu pedangnya, bela dirinya, dan juga sihirnya. Menurutku itu sangat indah dan juga hewan peliharaannya yaitu Quester naga berwarna emas" Jawab Dinda
"Baiklah kalau begitu biarkan aku akan kabulkan permintaanmu itu" Kata Aris
"Tapi kau tidak bisa menjadi dia" Kata Dinda
"Sudahlah kau diam saja disini dan hapus air matamu biarkan aku yang mengalahkan mereka semua" Kata Aris
"Tuan? Apa kau yakin? Membocorkan rahasia mu padanya?" Tanya Quester lewat telepati
"Mungkin aku akan menghapus ingatannya tenang saja" Jawab Aris lewat telepati
"Dinda apa kau siap untuk melihat Darma?" Tanya Aris
"Benarkah?" Tanya Dinda
"Quester!!!" Kata Aris teriak
Muncul cahaya yang terang benderang didalam tubuh Aris dan muncullah naga emas yang besar. Melihat itu Dinda kaget dan terdiam bahwa yang ia lihat adalah sosok yang selama ini dikagumi.
__ADS_1
...END...