Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Masuk Kembali Ke Sekolah


__ADS_3

"Hey, Quester. Aku ingin ke kantin sekolah. Jadi, tolong jaga kamar, ya?" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester


Aris pun keluar dari asrama dan penjaga asrama pun menanyai apa keperluannya.


"Mau ke mana kamu?" Tanya penjaga asrama


"Aku ingin ke kantin sekolah. Aku lapar sekali" Jawab Aris


"Begitu, ya. Boleh saja. Lagi pula ini jam istirahat" Kata penjaga asrama tersebut


"Terima kasih banyak" Kata Aris


Aris pun pergi ke kantin. Saat memasuki gerbang sekolah, ia terkejut karena banyak orang yang istirahat di sekitaran area sekolah.


"Aku harus berhati-hati agar tidak ketahuan dengan Dedi dan Arina bahwa aku sudah pulang" Kata Aris


Aris pun melewati lorong-lorong sekolah dan menghindari para siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut. Tidak berapa lama, akhirnya Aris sampai di depan pintu kantin, ia melihat sekitaran sepertinya sudah tidak ada orang. Aris pun sampai di depan kedai tukang roti dan membeli beberapa roti. Setelah membeli roti, Aris harus kembali ke asramanya dan juga jangan sampai ada siswa-siswa yang mengetahuinya.


"Sepertinya aman. Dan juga, kenapa jam istirahat kosong, ya? Oh, benar. Aku harus bertemu dengan kepala sekolah" Kata Aris melihat lorong yang kosong


Aris pun pergi ke kantor kepala sekolah. Di depan pintu, ia merasa gugup. Karena, sudah beberapa lama ini dia selalu absen dari pelajaran. Jadi, dengan sedikit keberanian ia pun memutuskan untuk segera masuk.


"Permisi" Kata Aris sambil mengetuk pintu


"Masuklah" Kata ibu kepala sekolah


Mendengar itu, Aris pun masuk ke dalam kantornya dan ia pun terdiam sejenak.


"Ada apa, Aris?" Tanya Ibu kepala sekolah


"Sebenarnya.. Pertama-tama, aku ingin minta maaf. Karena, aku sudah absen dari pelajaran selama ini" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Begitu. Kalau untuk itu. Sudah ditangguhkan oleh Ketua OSIS" Kata ibu kepala sekolah


"Kak Angela?" Tanya Aris yang terkejut


"Ya, dia mengatakan untuk jangan membuatnya tinggal kelas. Karena, dia juga sudah banyak membantuku. Begitulah katanya. Jadi, seharusnya kau minta maaf padanya bukan padaku" Kata ibu kepala sekolah


"Baiklah, kalau begitu. Saya permisi" Kata Aris


"Silahkan" Kata ibu kepala sekolah


"Baiklah. Sekarang, aku harus kembali ke asrama. Besok saja aku akan menemuinya" Kata Aris


Akhirnya setelah sekian lama, Aris pun kembali dan memberikan dua buah roti kepada penjaga asrama tersebut.


"Kalau begitu, aku terima. Terima kasih, ya" Kata penjaga selama tersebut


"Aku pulang" Kata Aris yang cukup kelelahan


"Selamat datang. Eh? Kamu kenapa, Tuan?" Tanya Quester sedikit terkejut


"Sepertinya aku sedikit kelelahan" Kata Aris


"Kalau begitu. Bagaimana jika aku memberimu pijatan tangan?" Tanya Quester menawarkan diri

__ADS_1


"Apa boleh?" Tanya Aris


"Tentu saja, Tuan" Jawab Quester


"Kalau begitu, silahkan" Kata Aris


Aris pun dipijat dengan sangat lembut oleh Quester. Sehingga ia tidak sadar bahwa pijatannya akan membuatnya sampai ketiduran dan pada saat bangun, ia tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan sore hari.


"Kau sudah bangun, Tuan?" Tanya Quester


"Pukul berapa saat ini?" Tanya Aris dengan sedikit nyawa yang berada dalam tubuhnya


"Sekarang sudah pukul 5 sore, Tuan" Jawab Quester


"Kalau begitu. Aku ingin segera mandi" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Quester


Setelah mandi, Aris pun duduk di bangku yang dekat dengan jendela.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Quester yang sedang duduk di ranjang


"Tidak ada. Eh, Quester. Bagaimana rasanya tidur di atas ranjang itu?" Tanya Aris


"Rasanya? Agak kasar dan tidak nyaman. Dibandingkan tidur didalam tubuhmu aku lebih suka di sana daripada disini" Jawab Quester


"Begitu, ya. Maaf, jika aku tidak bisa membuatmu nyaman" Kata Aris dengan wajah yang menyesal


"Tidak apa-apa, Tuan. Justru yang membuatku nyaman adalah bersamamu" Kata Quester


"Aku ingat. Memangnya kenapa?" Tanya Quester yang sedikit kebingungan


"Hari ini adalah saatnya" Jawab Aris tersenyum


"Benarkah?" Tanya lagi Quester yang bersemangat


"Ya, tentu saja" Kata Aris sambil berdiri menuju ranjangnya


"Aku tidak sabar" Kata Quester bersemangat


"Ya. Ya. Jaga sikapmu, ya?" Kata Aris


"Ya, Tuan" Kata Quester senang sekali


"Kalau begitu, selamat malam. Quester" Kata Aris yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut


"Selamat malam juga, Tuan" Kata Quester


Keesokan paginya, Aris pun bangun dan tanpa sadar bahwa cahaya matahari sudah terasa panas. Ia pun terkejut karena kesiangan. Segera setelah itu, ia pun langsung berpakaian rapi menuju sekolah.


"Selamat pagi" Kata Aris sambil berlari


"Selamat pagi. Itu kan Aris. Apa dia kesiangan?" Tanya penjaga asrama tersebut


"Kenapa bisa-bisanya aku kesiangan? Woi, Quester. Kenapa kau tidak membangunkanku?" Tanya Aris yang sangat panik


"Eh Tuan, kau sudah bangun" Kata Quester yang sedikit mengigau

__ADS_1


"Kenapa kau tidak membangunkanku? Dan juga, kenapa kau bisa berada di dalam? Bukankah kita tidur bersama?" Tanya Aris yang teriak


"Oh begitu. Semalam aku terbangun. Jadi, aku memutuskan untuk tidur di dalam tubuhmu Tuan. Di ranjang itu tidak nyaman semua badanku pegal-pegal. Jadi, aku memutuskan untuk tidur di dalam tubuhmu saja, di sana lebih nyaman dan hangat" Jawab Quester


"Setidaknya kau bangunkan aku dulu" Kata Aris terus berlari


"Semangat, Tuan" Kata Quester masih mengigau


"Jangan membuat aku seolah-olah sedang berolahraga" Kata Aris teriak


Beberapa lama, akhirnya Aris sampai di depan gerbang sekolah. Ia pun kelelahan karena terus berlari. Ia pun sadar bahwa tidak ada siswa-siswi yang berada di area sekolah. Dan dia pun berlari lagi menuju ruang kelas.


"Sial, kenapa ini terjadi pada saat awal sekolah" Kata Aris dalam hati


Saat berlari di lorong, ia bertemu dengan ibu kepala sekolah. Kakinya yang berlari pun terhenti oleh ibu kepala sekolah.


"Hei Aris, tolong ikut aku ke ruang guru" Kata ibu kepala sekolah


"Baik, ibu kepala sekolah" Kata Aris


Setibanya dia di sana, Aris dipertemukan dengan wali kelas yang baru. Namanya adalah ibu guru KausaRatna.


"Oh jadi kau siswa yang bernama Aris Dharmayudha. Ibu kepala sekolah sudah banyak cerita tentangmu. Salam kenal, aku adalah ibu guru KausaRatna. Panggil saja ibu Ratna" Kata Ibu Ratna menyodorkan tangannya


"Salam kenal. Namaku Aris Dharmayudha. Seperti yang ibu tahu, semua yang diceritakan oleh ibu kepala sekolah adalah kebenaran" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya dan menyalami tangannya


"Begitu, ya. Baiklah. Saatnya kita masuk kelas" Kata ibu Ratna


"Ya, apakah ada yang bisa kubawakan?" Tanya Aris


"Tidak. Tidak ada" Jawab ibu Ratna


Saat perjalanan menuju ke ruang kelas, ibu Ratna dan Aris mengobrol tentang pelajaran yang pernah ia pelajari sebelumnya.


"Saat ini aku jarang mengikuti pelajaran" Kata Aris mengekspresikan wajahnya sedih


"Kenapa memangnya?" Tanya ibu Ratna


"Aku selalu melakukan misi guild oleh ibu kepala sekolah. Padahal aku ini masih pelajar" Jawab Aris


"Jika sampai melakukan misi guild berarti kau itu hebat" Kata ibu Ratna kagum


"Apa ibu tidak terkejut?" Tanya Aris


"Tentu saja aku terkejut. Soalnya ibu kepala sekolah tidak mengatakan itu padaku" Jawab ibu Ratna


Akhirnya mereka sampai di depan kelas. Aris mengatakan bahwa ia harus merapikan pakaiannya terlebih dahulu.


"Kalau begitu. Aku duluan" Kata ibu Ratna


Setelah merapikan pakaiannya, Aris pun memasuki ruang kelas dengan percaya diri.


"Maaf semuanya, aku terlambat" Kata Aris tersenyum


Semua siswa-siswi yang ada di sana pun terkejut karena kedatangan Aris, begitupun dengan Dedi dan Arina.


...END...

__ADS_1


__ADS_2