Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Perjalanan Menuju Kemenangan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Aris dan yang lainnya masuk ke dalam. Mereka disana bertemu dengan Maya dan juga Tasya berserta yang lainnya.


"Permisi" Kata Elfa


"Tuan pahlawan, mari duduk. Aku sudah memasak makanan yang banyak. Mari silahkan" Kata Maya


"Te-Terimakasih. Maaf menyinggung, apakah anda adalah kekasih dari The Master Academy yaitu Si Sabit Psikopat?" Tanya Elfa


Mendengar itu Maya terkejut dan melihat ke arah Aris.


"Aris, apa kau sudah memberitahu mereka bahwa siapa diriku?" Tanya Maya


"Aku sudah memberitahunya" Jawab Aris


"Apa tidak apa-apa?" Tanya balik Maya sedikit sedih


"Tenang saja. Ya" Jawab Aris sambil mengedipkan sebelah matanya


"Oh, begitu. Aku paham. Semuanya, mari kita makan" Kata Maya


Mereka semua pun makan bersama dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan tengah siang.


"Sudah jam segini. Sebaiknya kita kembali ke sekolah" Kata Aris


"Kau benar, Tuan. Seharusnya kita sekarang juga berangkat ke tempat tunangannya nona Angelia" Kata Alan


"Kau benar, Alan. Kita harus bergegas" Kata Aris


"Apa kalian menerima misi darinya?" Tanya Elfa


"Ya, dia tidak ingin dijodohkan dengan pemilik tanah disana. Makanya ia melawan dengan menyuruhku untuk membatalkan pertunangan ini" Jawab Aris


"Begitu, ya. Ngomong-ngomong, apa kau sudah membaca surat dariku?" Tanya Elfa


"Surat itu, ya. Aku belum membukanya sama sekali. Mungkin aku akan membacanya bersama dengan kepala sekolah" Jawab Aris


"Baiklah. Kalau itu keputusanmu" Kata Elfa


"Maya, ikutlah bersamaku. Aku ingin menunjukkan sekolahku padamu. Mengerti, kan?" Tanya Aris sambil mengedipkan mata


"Baiklah" Jawab Maya mengedipkan matanya juga


Mereka pun berteleport ke dalam ruangan kelas yang kosong. Sesampainya disana, Aris melakukan sihir penghilang ingatan. Dan seketika Elfa dan pengawalnya pingsan.


"Itu, kan.." Kata Maya terkejut


"Ya. Itu adalah sihir penghilang ingatan dari elemen cahaya. Tuan Darma melakukan untuk menghilangkan identitas aslinya" Jawab Alan


"Jadi begitu, alasannya mengajakku" Kata Maya


"Mereka semua belum siap untuk mengetahui identitas asliku. Tenang saja, identitasmu juga kuhilangkan. Jadi, aku menghapus bagian saat kita dikelas kosong bersama Alan" Kata Aris


"Begitu, ya. Aku paham" Kata Maya


"Alan, bawa mereka ke kantor kepala sekolah" Kata Aris


"Baik, Tuan" Kata Alan sambil pergi membawa Elfa dan juga pengawalnya


"Maya, aku akan mengembalikanmu ke hutan Ecber. Terimakasih karena memenuhi permintaanku ini" Kata Aris

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku juga senang bila kamu meminta bantuan kepadaku" Kata Maya


"Baiklah. Hati-hati disana" Kata Aris mengeluarkan sihir teleportasinya


"Ya" Kata Maya sedikit demi sedikit menghilang


"Baiklah. Aku juga harus pergi ke kantor kepala sekolah" Kata Aris


Aris pun pergi. Sesampainya disana, ia terkejut karena Elfa dan juga pengawalnya sudah sadar.


"Cepat sekali sadarnya" Kata Aris dalam hati


"Mumpung kau disini, apa kau bisa ceritakan apa yang terjadi pada mereka berdua?" Tanya kepala sekolah


"Mereka pingsan saat menyembuhkanku dan pada saat itu juga Ibu Ika sedang keluar. Aku rasa Tuan pahlawan hanya kelelahan karena penyakit ini" Jawab Aris


"Begitu, ya" Kata kepala sekolah


"Tuan pahlawan, terimakasih telah menyembuhkankan penyakitku. Aku sangat sangat berterimakasih padamu" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Tidak apa-apa. Ini tugasku" Kata Elfa sedikit cuek


"Jadi, ada keperluan apa sampai datang kesini?" Tanya kepala sekolah


"Ah, benar. Tuan pahlawan memberikanku surat. Maaf jika tersinggung, aku ingin kau membacakannya untukku" Kata Aris


"Untukmu? Untuk apa aku melakukan ini?" Tanya lagi Kepala sekolah


"Itu..." Kata Aris merasa tidak enak


"Baiklah. Berikan padaku" Kata kepala sekolah


"Apa yang ditulis di situ?" Tanya Aris


"Kepala sekolah dari kerajaan Eurlars memintaku untuk mengirim siswa yang bernama Aris Dharmayudha" Jawab kepala sekolah


"Ada apa dia memintaku ke sana?" Tanya Aris


"Mana kutahu. Pokoknya kau harus datang ke sana" Jawab lagi kepala sekolah


"Baiklah. Aku akan pergi ke sana setelah menyelesaikan misi yang diberikan oleh ketua OSIS" Kata Aris


"Misi yang diberikan oleh ketua OSIS? Memangnya misi apa yang diberikan olehnya?" Tanya kepala sekolah


"Dia menyuruhku untuk menyelesaikan masalah keluarganya. Dia tidak suka dijodohkan dengan anak dari pemilik tanah di kampung halamannya. Jadi untuk membatalkan pernikahan ini, anak dari pemilik tanah tersebut mengadakan turnamen yang memperebutkan ketua OSIS. Maka dari itu, aku dipaksa turut serta untuk mengalahkan anak dari pemilik tanah tersebut" Jawab Aris


"Kasihan, ya dirimu. blBaiklah kau boleh pergi setelah misimu selesai" Kata kepala sekolah


"Baik. Terima kasih banyak, kepala sekolah. Kalau begitu, saya permisi dulu" Kata Aris


"Baiklah. Hati-hati di jalan" Kata kepala sekolah


"Ya" Kata Aris sambil pergi meninggalkan kantor kepala sekolah


Aris pun pergi ke kantor OSIS untuk bertemu dengan Alan dan juga ketua OSIS. Setelah sampai di sana, Debi memberikan jubah yang sesuai dengan permintaan Aris. Setelah mendapatkan jubahnya, Aris langsung mengenakannya.


"Bagaimana?" Tanya Aris


"Itu bagus l, Tuan" Jawab Alan

__ADS_1


"Anda hebat sekali, Aris" Kata Debi


"Kau keren sekali" Kata Angelia


"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi" Kata Aris


"Aris, silakan cek kembali keperluan yang akan dibawa. Aku akan menunggu di depan gerbang sekolah" Kata Debi


"Baiklah" Kata Aris


"Mohon maaf. Aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai stasiun. Sisanya kalian urus sendiri" Kata Debi sambil menundukkan kepalanya


"Bagi kita itu sudah cukup. Terima kasih, Debi" Kata Aris


"Baiklah kalau begitu. Aku permisi" Kata Debi sambil pergi meninggalkan ruangan OSIS


Setelah semua persiapannya selesai Aris dan Alan pergi ke gerbang sekolah. Mereka di sana bertemu dengan Debi yang sedang membawa satu kereta kuda.


"Kau sendiri yang menyewa kereta kuda ini?" Tanya Aris


"Tentu saja ini demi kebaikan nona Angelia maka dari itu akan menyiapkan semua kebutuhanmu agar nona Angelia tidak sampai menikah dengan orang itu" Jawab Debi


"Keluarga bangsawan memang hebat, ya" Kata Aris


"Baiklah, silakan masuk" Kata debi


Mereka bertiga pun menaiki kereta kuda tersebut dan berangkat menuju stasiun. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka tiba di stasiun. Debi memberikan sebuah tiket dan juga bekal makanan untuk di jalan.


"Terima kasih banyak, Debi, aku sangat tertolong nanti di sana" Kata Aris


"Alan, mari kita pergi" Kata Aris


"Baik, Tuanku" Kata Alan


Saat hendak pergi Debi menahan mereka berdua.


"Ada apa?" Tanya Aris


"Nona Angelia menitipkan uang ini padamu katanya kau pernah memasuki kamarnya yang berada di lantai 3 dan mendorongnya ke kasur" Kata Debi memberikan sekantung uang


"Kau dengar semuanya, ya?" Tanya Aris dengan sedikit sedih


"Mohon maafkan aku. Memang begitulah nona Angelia bercerita kepadaku" Kata Debi


"Dasar kau Angelia. Baiklah, aku terima uang ini dan aku akan membalasnya dengan kemenangan" Kata Aris


"Aku harap begitu. Baiklah, sampai jumpa minggu depan" Kata Debi


"Jangan lupa, ya. Tentang absenku" Kata Aris


"Oh kau masih kepikiran tentang itu? Jangan khawatir, aku akan membantumu" Kata Debi


"Terima kasih banyak" Kata Aris


"Baiklah. Sepertinya waktu kita sudah habis, sampai jumpa" Kata Debi


"Sampai jumpa" Kata Aris


...END...

__ADS_1


__ADS_2