
"Aku tau dia.. dia adalah Rendi Rahman. Dia merupakan sahabatnya The Master Academy" Kata Resti sambil turun
"Rendi ya.. memang sudah lama sekali" Kata Aris dalam hati
"Oh nona muda kau tau ya.. bisa kau bantu temui aku dengannya?" Tanya kakek itu
"Maaf kakek dia sudah lama meninggalkan tempat asosiasi sihir dan katanya dia pergi ke hutan tetapi aku tidak tahu hutan yang mana. Dikatakan dia pergi dari asosiasi sihir karena sahabatnya juga pergi saat acara pelantikan" Kata Resti
"Begitu ya.." Kakek itu sedih
"Tapi jika kakek melihat lelaki muda menggunakan topeng dia diragukan lagi itu pasti dia.. No Open Sword" Kata Resti
"Begitu, ya sepertinya aku akan bertemu dalam waktu yang cepat" Kata Aris dalam hati
Saat besoknya Aris membuat rencana untuk pergi melaksanakan tugas dengan Resti.
"Ini bekal untuk kalian berdua" Kata kakek itu sambil memberikan bekalnya
"Terimakasih kakek jaga kesehatan selalu ya" Kata Resti
"Baik kalau begitu kami pergi dulu ya" Kata Aris sambil melambaikan tangannya
Saat diperjalanan Aris dan Resti melihat pemandangan yang indah dan belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tiba-tiba muncul seekor harimau ganas yang siap menyerang mereka.
"Berhati-hatilah Resti" Kata Aris tegas
"Baik" jawab Resti
"Kelihatannya dia benar-benar akan menyerang kami. Tapi, sepertinya dia akan menyerang Aris duluan" Kata Resti dalam hati
"Resti awas!!!" Kata Aris sambil teriak menyelamatkan Resti
Tangan Aris tergigit. Dia pun langsung membawa pergi Resti dari tempat itu.
"Maafkan aku.. maafkan aku" Kata Resti sambil menangis
"Sudahlah ini bukan apa-apa.. lagipula apakah dia masih mengejar kita?" Tanya Aris sambil mengusap kepala Resti
"Masih.. dia sedang mencium bau dari darahmu.. ini benar-benar salahku.. seandainya aku bisa menebus kesalahanku aku akan melakukan apapun" Kata Resti sambil mengusap air matanya
"Jadi kau ingin menebus kesalahanmu, ya?" Tanya Aris
"Apakah bisa?" Tanya Resti
"Tentu saja.. dengar, kau kan penyihir tingkat SS pasti bisa menggunakan sihir SS .. kau ulurlah waktu agar aku bisa menyerangnya" Kata Aris
"Baiklah aku akan mengulur waktu bahkan aku akan mempertaruhkan nyawaku agar bisa menebus kesalahanku" Kata Resti
"Baiklah .. kalau begitu pergilah" Kata Aris
"Siap!!!" kata Resti tegas
Pertarungan sengit pun terjadi antara Resti dan monster harimau itu. Dan setelah beberapa lama akhirnya Aris sudah siap dengan persiapannya.
"Resti, minggirlah" Kata Aris sambil ancang-ancang mengeluarkan pedang dari sarungnya
"Teknik Pedang - Tebasan Harimau" Rapalan Aris
__ADS_1
Keluarlah tebasan yang panjang yang mampu memotong pohon sekalipun. Resti yang melihatnya kaget dan memuji teknik pedangnya.
"Hebatnya" Kata Resti dalam hati
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Aris
"Iya tentu" Kata Resti
"Sepertinya disini terlalu berbahaya ayo kita pergi" Kata Aris
"Baik" Kata Resti
Saat mereka pergi ada dua monster harimau yang sedang menunggunya tetapi harimau ini lebih besar dan berwarna putih.
"Hati-hati" Kata Aris
"Baik" Kata Resti
Tidak berapa lama keluar pemilik harimau tersebut dan menyuruhnya untuk diam. Pemiliknya menggunakan topeng dan pedang, ia menyarankan kepada petualang tersebut untuk pergi dari tempat ini.
"Tunggu Rendi" Kata Resti
"Hanya teman-temanku yang berada dalam asosiasi sihir lah yang mengetahui namaku" Kata Rendi
Setelah ia berjalan sedikit Rendi terkejut karena yang mengetahui namanya adalah Resti adik dari The Master Academy.
"Ternyata kau Resti pantas saja kau mengetahui namaku" Kata Rendi sambil membuka topengnya
"Sudah lama tidak bertemu Rendi" Kata Resti
"Ya.. sudah 5 tahun" Kata Rendi
"Siapa kau? Dan kenapa kau dekat dengannya?" Tanya Rendi dengan wajah tidak suka
"Ah.. saya hanya penyihir biasa" Jawab Aris
"Begitu, ya.. Resti mari kita pergi aku akan mengantarkanmu" Kata Rendi
"Tidak.. aku tidak akan pergi dengannya" Kata Resti menolak ajakan rendi
"Kenapa? Katanya kau ingin batu merah itu" kata Rendi
"Tapi yang memiliki misi ini adalah aku dan dia bukan dirimu" Kata Resti
"Oy Resti.. biarkan kau ikut dia saja daripada kau membuatnya marah" Kata Aris bisik-bisik ke Resti
"Woy kau... sebenarnya aku tidak suka denganmu jadi jangan dekat-dekat dengannya atau kau ingin adu pedang bersamaku?" Tanya Rendi
"Adu pedang? Sepertinya boleh untuk sahabatnya The Master Academy. Lagipula aku juga ingin melawan pendekar pedang terkuat" Kata Aris
"Aris apa yang kau lakukan?" Tanya Resti
"Tidak ada.. hanya ingin menguji kemampuannya" Kata Aris
"Baiklah.. peraturannya sederhana siapa yang sudah tidak bisa bertarung dia yang kalah" Kata Rendi
"Lebih baik kau mundur dari sini" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah.. tapi biarkan aku memberitahumu sesuatu. Dia merupakan No Open Sword karena dia tidak pernah membuka pedangnya dari sarungnya tetapi sihirnya itu dari pedangnya" Kata Resti
"Begitu ya.. kau duduk saja disana aku akan memenangkan pertandingan ini" Kata Aris
"Sombong sekali kau penyihir kecil, kau tahu aku dulu pernah 1 tim dengan The Master Academy dan juga membuatku kuat dengannya" Kata Rendi
"Hebatnya tapi bagaimana kalau kita coba" Kata Aris sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya
Pertarungan sengit terjadi antara dua pengguna pedang tetapi Aris masih lebih unggul dari Rendi.
"Elemen Api - Bola Api" Rapalan Rendi sambil membuka seperempat pedang dan memasukkan pedangnya dengan cepat
"Baiklah.. Teknik Pedang - Tebasan Angin" Rapalan teknik Aris
"Kau hebat juga sesuai omonganmu" Kata Rendi
"ini pertama kalinya aku melihat orang membuka seperempat dari pedangnya dan bisa mengeluarkan sihir" Kata Aris memuji
"Bagaimana kalau kita sedikit serius?" Tanya Rendi
"Boleh" Jawab Aris
Secepat kilat Rendi langsung teleport ke belakang Aris dan mengeluarkan teknik pedangnya.
"Kena kau.. Teknik Pedang - Pembunuh Monster" Rapalan teknik pedang Rendi
"Aris awas!!!" Kata Resti teriak
"Teknik Pedang - Penahan Tanah" Teknik pedang Aris
Pedang Rendi ditahan oleh pedang Aris dan Rendi yang melihatnya kaget bagaimana dia bisa menggunakan teknik pedangnya tanpa melihat ke belakang.
"Kau, bagaimana bisa menahan teknikku?" Tanya Rendi
"Mudah saja. Kebanyakan pendekar pedang pasti akan pindah kebelakang, kan?" Tanya balik Aris
"Alasan yang bagus. Tetapi bagaimana dengan ini" Kata Rendi
Rendi berteleport kesana-kemari dengan cepat agar Aris tidak dapat melihat gerakannya. Dan disaat sudah lengah baru ia menyerangnya
"Elemen Air - Tebasan Air" Rapalan teknik pedang Rendi sambil mengeluarkan seperempat pedangnya
"Teknik Pedang - Penghapusan Energi" Rapalan teknik pedang Aris
"Apa?" Rendi bingung dan kaget
"Ada apa pendekar pedang terkuat?" Tanya Aris
"Bagaimana kau bisa menggunakan penghapusan energi?Teknik itu seharusnya sudah lama hilang" Tanya Rendi
"Benarkah aku juga tidak tahu" Kata Aris
"Teknik itu adalah teknik yang hanya dimiliki oleh dia seorang, yaitu Darma.. yang merupakan seorang The Master Academy. Kalau kau tidak mau mengatakan sebenarnya, maka aku akan membuat kau mengatakannya" Kata Rendi sambil mengeluarkan pedangnya dari sarungnya
Rendi mengeluarkan pedangnya dan seketika merubah tubuhnya menjadi lebih kuat dan memiliki tanduk di kepalanya.
"Aku baru tahu wujud asli dari sahabat kakakku" Kata Resti kaget
__ADS_1
"Jadi ini dirimu yang sebenarnya, Rendi" Kata Aris sambil serius menatapnya
...END...