
"Kapan kamu kembali?" Tanya Arina
"Kemarin pagi aku baru pulang" Jawab Aris
"Kenapa kau tidak mau katakan padaku kalau kau sudah kembali?" Kata Dedi teriak
"Ya.. Aku tidak ingin mengganggu pelajaran kalian" Kata Aris
"Baiklah, semuanya. Hari ini kita mulai pelajarannya" Kata Ibu Ratna
Tidak berapa lama jam istirahat pun telah tiba. Resti dan Dinda datang ke mejanya Aris.
"Kemana saja kamu selama ini?" Tanya Dinda
"Aku hanya melaksanakan misi" Jawab Aris
"Kau tahu, pertandingan pedang kemarin itu sangat hebat. Tapi, aku tidak percaya kau memenangkan pertandingan tersebut" Kata Resti
"Mungkin itu hanya keberuntunganku saja" Kata Aris
"Apa benar itu bisa disebut dengan keberuntungan?" Tanya Resti curiga
"Tentu saja. Semua orang juga pernah mendapatkan keberuntungan, kan" Jawab Aris yang sedikit ketakutan
"Mungkin ada benarnya juga" Kata Resti menghela nafas
"Baiklah. Aku ingin keluar dulu sebentar" Kata Aris
"Tunggu, aku ikut" Kata Dinda
"Aku juga" Kata Resti
"Ajaklah aku, temanku" Kata Dedi
"Kalau kau mau ke kantin, aku ikut" Kata Arina
"Tidak. Tidak. Aku ingin bertemu dengan Ketua OSIS. Sendirian" Kata Aris
Mendengar itu semuanya pun bersedih.
"Janganlah pasang wajah bersedih. Lagi pula, ini hanya sebentar" Kata Aris
Aris pun bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar. Ia pun pergi ke ruangan OSIS. Tapi, tidak menemukan satupun anggotanya. Jadi, dia pun memutuskan untuk pergi ke ruangan latihan sihir. Di sana ia bertemu dengan Angela yang sedang berlatih.
"Elemen Air - Bola Air" Rapalan Angela
"Itu bagus. Tapi, sepertinya ada yang kurang" Kata Aris
Mendengar suara itu, Angela pun berbalik. Dan terkejut bahwa Aris sudah pulang. Angela pun langsung berlari dan memeluknya. Dengan senang hati Aris pun menerima pelukannya.
"Aku tidak percaya, kamu benar-benar telah pulang" Kata Angela
"Aku pulang, Angela" Kata Aris bersuara lembut
"Iya, selamat datang" Kata Angela
"Jadi, apa yang sedang kau lakukan sekarang?" Tanya Aris
"Aku sedang mengembangkan elemen airku" Jawab Angela
"Kalau begitu, semangat" Kata Aris
"Oh, iya. Bukankah kamu bisa menggunakan sihir elemen air. Bisakah kamu mengajariku beberapa teknik?" Tanya Angela
"Sihirku lemah, tidak sekuat dirimu. Mungkin lain kali aku akan membawa bukunya" Jawab Aris
Mendengar jawaban itu Angela pun ngambek.
"Kenapa?" Tanya Aris kebingungan
"Tidak ada!!" Jawab Angela cemberut
__ADS_1
"Baik. Baik. Aku akan mengajarimu. Tapi, lain kali, ya. Setelah itu kita akan keluar untuk jalan-jalan, ya" Kata Aris
"Benarkah? Kita akan jalan-jalan? Janji, ya" Kata Angela menyodorkan jari kelingking
"Ya. Aku janji" Kata Aris menyilangkan jari kelingkingnya
"Hore.. Aku senang sekali hari ini" Kata Angela
"Begitu, ya. Aku juga ikut senang" Kata Aris
"Hey, setelah ini apa yang akan kau lakukan?" Tanya Angela
"Aku harus kembali ke kelas dan aku ingin minta maaf" Kata Aris
"Meminta maaf? Kenapa memangnya?" Tanya Angela
"Kepala sekolah sudah banyak cerita. Bahwa kamu sudah menutup absenku. Aku benar-benar minta maaf dan juga terima kasih" Jawab Aris
"Kalau begitu, sebagai permintaan maaf kau harus mengajakku ke kantin hari ini sampai jam pelajaran dimulai" Kata Angela
"Seperti biasa, ya. Kau tidak pernah berubah. Selalu mengancam orang lain" Kata Aris
"Katanya mau meminta maaf. Minta maaf pun harus ada gantinya, kan" Kata Angela sambil mengedipkan matanya
"Baiklah. Baiklah. Tapi, hari ini saja, ya" Kata Aris
"Baik, sayang" Kata Angelia
"Anu.. Tolong jangan memanggilku begitu. Itu membuatku malu, apalagi aku sudah memasuki awal sekolah. Tolong dengan sangat jangan membuat masalah di awal sekolahku ini" Kata Aris
"Baiklah. Baiklah. Tapi, nanti kita jalan keluar aku manggilmu begitu, ya" Kata Angela
"Terserah saja. Ayo kita ke kantin sekarang" Kata Aris mengangkat tangannya
"Baik" Kata Angela meraih tangannya
Pada saat berjalan di lorong, semua siswa-siswi berbicara padanya. Hal itu pun membuat risih Aris.
"Bisakah kamu tidak terlalu dekat padaku?" Tanya Aris berbisik pada Angela
"Pokoknya, lepaskan aku dulu" Kata Aris sedikit teriak
"Tidak mau!!" Kata Angela makin mengeratkan tangannya
"Hey, apa kau tidak mau ada rumor di antara kita?" Tanya Aris
"Tidak masalah. Karena menurutku itu hal yang benar dan juga aku benar-benar mencintaimu" Jawab Angela
"Bukankah cintamu hanya pada The Master Academy?" Tanya Angela
"Memang benar. Tapi, itu hanya masa lalu. Dan juga, aku ingin membuat kenangan yang baru denganmu" Jawab Angela
"Angela..." Kata Aris bersuara kecil
"Maka dari itu. Aku ingin mendapatkan cintamu dan aku ingin mendengarkan jawabanmu" Kata Angela
"Mungkin lain kali, aku akan memberikan jawabannya" Kata Aris
"Kalau begitu, kamu buatku makin cinta, sayangku" Kata Angela
"Pokoknya, kita harus segera ke kantin dan juga, semoga cepat jam pelajarannya dimulai" Kata Aris
Akhirnya, mereka tiba di kantin dan banyak siswa-siswi yang makan di sana.
"Tumben ramai sekali hari ini, ada apa?" Tanya Aris kebingungan
"Kau tidak tahu? Kantin ini mulai ramai sejak sebulan lalu" Jawab Angela
"Begitu, ya" Kata Aris
"Ayo. Ayo. Waktunya kita cari makan sebelum jam pelajaran dimulai" Kata Angela
__ADS_1
"Baiklah. Baiklah. Jangan mendorongku" Kata Aris
Tidak berapa lama, mereka pun memesan makanan dan makan. Setelah memakan makanan, mereka pun berpisah di kantin.
"Sampai jumpa, ya" Kata Angela
"Ya, sampai jumpa lagi" Kata Aris
"Aku tahu di kelasmu banyak perempuan yang manis-manis. Tapi, kau tidak akan selingkuh dariku, kan?" Tanya Angela dengan senyuman jahat
"I-Iya" Kata Aris ketakutan
"Baiklah. Kalau begitu, selamat tinggal" Kata Angela pergi
"Dia menyeramkan sekali" Kata Aris
Akhirnya jam istirahat pun telah selesai dan jam pelajaran pun dimulai.
"Hei, Dedi" Kata Aris menyaut
"Ada apa, kawanku?" Kata Dedi
"Setelah ini, maukah kau menemaniku ke kota?" Tanya Aris
"Baik kawanku, setelah pulang sekolah, ya" Jawab Dedi
Tidak lama terdengar bel pulang.
"Kalau begitu, aku tunggu di luar, ya?" Kata Dedi pergi meninggalkan Aris
"Baiklah, terimakasih" Kata Aris sambil berbenah-benah
"Sepertinya kalian akan pergi, ya. Bolehkah kami ikut?" Tanya Resti dan Dinda
"Yahh.. itu..." Kata Aris gugup
"Boleh, kan? Hey, boleh, kan?" Kata Arina yang memaksa
"Anu.. Jika boleh, biarkan kami ikut denganmu" Kata Dinda memelas
"Baiklah. Baiklah. Kalian ikut" Kata Aris terpaksa
"Hore.." Kata mereka berdua sambil bertepuk tangan
"Tapi, ini bawaanku sangat berat, loh. Aku tidak yakin kalian bisa membantu mengangkatnya" Kata Aris
"Hei, jangan pernah meremehkan wanita. Biarpun kami begini, kami itu sangat kuat, loh" Kata Arina
"baiklah. Baiklah. Tapi, aku sudah peringatan kalian, ya. Jangan tanya aku lagi, ya" Kata Aris
Dedi yang sudah menunggu di luar terkejut. Karena Aris membawa dua wanita.
"A-Apa maksudnya ini?" Tanya Dedi yang kebingungan
"Mereka berdua terus memaksaku. Mau gimana lagi, kita ajak saja mereka" Jawab Aris
"Begitu, ya. Sebenarnya, aku tidak tahu kalau kamu mengajakku ke mana. Tapi, baiklah. Ayo semuanya, kita berangkat!" Kata Dedi semangat
"Ayo!!" Kata Arina dan Dinda bersamaan
"Yo.." Kata Aris lemas
"Baiklah. Kalau begitu, kita berpisah di sini" Kata Dedi
"Ya, setelah ini langsung, ya" Kata Arina
"Hey, Aris, sebenarnya kita mau ke mana?" Tanya dedi
"Kita akan pergi ke kota. Aku kan sudah memberitahumu" Jawab Aris
"Ke kota? Memangnya kita akan membeli sesuatu?" Tanya Dinda
__ADS_1
"Ya, sesuatu yang sangat berat" Jawab Aris
...END ...