
Setelah berjalan ke pasar, Aris kesulitan mendapatkan tempat berjualan. Tapi, ia melihat ada satu dengan ukuran yang kecil. Tanpa pikir panjang, Aris langsung pergi ke tempat itu dan menggelar dagangannya.
"Sepertinya kali ini, tidak terlalu ramai" Kata Aris
"Sabar, Tuan. Mungkin akan ada beberapa orang yang kemari" Kata Quester
Muncullah dua orang perempuan paruh baya datang ke tempatnya Aris.
"Berapa ini harganya? Sepertinya kelihatan bagus" Tanya pembeli itu
"Semuanya harganya 5 keping perunggu saja" Jawab Aris
"Benarkah? Murah sekali. Kalau begitu berikan aku kol dan cabainya" Kata pembeli itu
"Baik. Quester, bantu aku ya" Kata Aris
"Baik, Tuan" Kata Quester
Mereka pun bertransaksi dan setelah selesai. Mereka mengucapkan terimakasih dan pergi.
"Pembeli pertama, Tuan" Kata Quester
"Kau benar. Kau bisa jaga daganganku tidak?" Tanya Aris
"Memangnya kau pergi kemana?" Tanya Quester
"Aku ingin pergi ke rumah kepala desa. Aku yakin mereka bisa membantuku" Jawab Aris
"Baiklah. Hati-hati di jalan. Serahkan urusan disini padaku" Kata Quester
"Baik. Terimakasih banyak" Kata Aris
Aris pun untuk menemui kepala desa setempat. Saat hendak mencarinya, ia bertemu dengan perempuan yang pernah membeli dagangannya.
"Kamu.." Kata wanita itu
"Ah, iya. Namaku Aris Dharmayudha. Salam kenal" Kata Aris
"Jika kau disini, pasti kau sedang berjualan. Hei, katakan padaku dimana kau berjualan?" Tanya wanita itu
"Tempatku ada disana. Adikku yang sedang menjaganya" Jawab Aris sambil menunjukkan arahnya
"Bisa kau antarkan aku kesana? Aku suka sayuran dan buah-buahannya juga" Kata wanita itu
"Tapi, aku harus mencari kepala desa" Kata Aris
"Sudahlah, biarkan aku yang akan mengantarkanmu padanya" Kata wanita itu sambil mendorong Aris
"Baiklah. Tapi, jangan mendorongku" Kata Aris
Setelah berjalan tidak cukup lama, akhirnya mereka sampai di tempatnya Aris.
"Anu, dia siapa?" Tanya Quester
"Dia adalah pelangganku yang selalu membeli daganganku" Jawab Aris
"Salam kenal, adik manis. Kau pasti adiknya. Adiknya ternyata lucu dan manis" Kata wanita itu
__ADS_1
"Ya, terimakasih banyak. Aku adalah Alice dan aku adalah adiknya" Kata Quester tersipu malu
"Baiklah. Langsung saja. Apa yang ingin kau beli? Waktuku tidak banyak" Kata Aris
"Baik. Baik. Kau galak sekali. Berikan aku apel dan juga beberapa timun" Kata wanita itu bercanda
"Quester, apel 5 dan juga timunnya sekilo saja" Kata Aris
"Baik" Kata Quester
Setelah Quester memenuhi pesanannya dan wanita itu membayar, Aris langsung pergi bersama wanita itu.
"Apa kau yakin tahu tempatnya?" Tanya Aris
"Tenang saja. Aku akan antarkan mu padanya" Jawab wanita itu
Setelah berjalan beberapa lama, Aris melihat rumah yang cukup sederhana.
"Disini rumahnya. Ayo masuk" Kata wanita itu
"Terimakasih banyak. Tapi, kenapa kau ikutan masuk juga?" Tanya Aris
"Kenapa, katamu? Inikan rumahku juga. Kepala desa adalah suamiku. Akhirnya aku menemukanmu. Setelah pertemuan terakhir kita, suamiku selalu menanyakan tentangmu. Dan aku yakin dia juga ingin bertemu denganmu" Kata wanita itu
"Baiklah. Kebetulan ada juga yang ingin kubicarakan" Kata Aris
Setelah didalam, Aris duduk meja tamu. Wanita itu langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
"Jadi, ini rumahnya. Kukira seorang kepala desa besar rumahnya" Kata Aris
"Iya. Ada yang ingin kubicarakan padamu" Jawab Aris
"Apapun itu katakan saja. Selagi aku bisa membantumu" Kata kepala desa
"Aku ingin menjual barang-barangku kepada penjual lain. Apa kau bisa membantuku?" Tanya Aris
"Tentu saja. Aku punya beberapa kenalan yang berprofesi sebagai pedagang. Nanti akan ku kabari mereka. Kau datanglah kembali nanti sore" Kata kepala desa
"Baiklah. Ah, aku lupa. Terimakasih sudah membeli daganganku. Aku senang sekali punya langganan tetap seperti anda" Kata Aris
"Tentu saja. Barangmu kualitasnya sangat bagus. Sampai-sampai aku bingung darimana kau mendapatkan barang itu" Kata kepala desa
"Sekarang aku sedang mencari bibit nya. Bibit ku sudah habis kutanam semua. Apakah kau tahu tempat menjual berbagai bibit?" Tanya Aris
"Tentu saja. Setelah keluar dari sini. Kau tinggal pergi ke arah kanan setelah itu ada toko bunga disamping toko buku. Disitulah tempatnya" Jawab kepala desa
"Baik. Terimakasih banyak. Kalau begitu, aku pergi dulu" Kata Aris
"Ya. Jangan lupa sore kembali lagi kesini" Kata kepala desa
"Ya" Kata Aris sambil pergi
Setelah itu, Aris pergi ke toko bunga. Ia melihat banyak sekali bunga-bunga yang indah dan juga sangat terawat.
"Permisi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita penjual bunga itu
"Ah, iya. Apakah anda mempunyai bibit untuk sayuran dan buah-buahan?" Tanya Aris
__ADS_1
"Bibit, ya. Ada. Silahkan kesini, Tuan" Kata wanita penjual itu
Aris pun mengikuti arahan wanita itu.
"Silahkan, Tuan. Pilih saja. Kami mempunyai bibit yang cepat tumbuh bahkan yang sangat lama" Kata penjual itu
"Berikan aku. Nanas, Timun, Cabai, Tomat, Jagung, Strawberry, Kentang dan juga Wortel. Dan untuk buah Jeruk, Leci, lemon dan juga Mangga. Masing-masing satu" Kata Aris
"Baik, tunggu sebentar. Akan saya ambilkan. Silahkan, Tuan duduk saja disana" Kata penjual itu
Setelah duduk cukup lama dan menunggu. Akhirnya pesanan Aris datang.
"Silahkan, Tuan. Semuanya 3 perak 50 perunggu" Kata penjual itu
"Baik. Ini dia" Kata Aris sambil memberikan uangnya
Terimakasih banyak, Tuan. Silahkan datang lagi" Kata penjual itu
"Ya. Akhirnya aku dapat bibitnya" Kata Aris
"Tuan, maaf. Dagangan kita sudah habis. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester lewat telepati
"Tunggu aku disana" Jawab Aris lewat telepati
"Baik, Tuan" Kata Quester lewat telepati
Aris pun bergegas kembali ke lapaknya. Setelah sampai, ia terkejut karena dagangannya benar-benar habis.
"Aku tidak percaya daganganku sudah habis" Kata Aris terkejut
"Ya, Tuan. Padahal belum siang. Sekarang, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Quester
"Quester, maukah kau mengambil lagi?" Tanya Aris
"Serahkan padaku, Tuan. Jadi, apa yang harus kubawa?" Tanya balik Quester
"Buah dan sayuran saja. Minta bantuan kepada Riana. Soalnya, dia yang paling tahu di gudang itu" Jawab Aris
"Baik, Tuan. Kalau begitu, aku pergi dulu" Kata Quester
"Hati-hati, ya" Kata Aris sambil teriak
Tidak berapa lama, datanglah seorang gadis cantik.
"Permisi, apa kau masih memiliki sayuran?" Tanya gadis itu
"Mohon maaf, dagangan sudah ha..." Jawab Aris terkejut melihat kecantikan gadis itu
"Maaf?" Tanya gadis itu
"Ah, maaf. Barangnya sudah habis. Tapi, jika kau menunggu maka barangnya akan ada lagi" Jawab Aris
"Kalau begitu, aku nanti balik lagi" Kata gadis itu
"Ya. Cantik sekali. Tidak, tidak. Apa yang kukatakan. Fokus, fokus" Kata Aris dalam hati
...END...
__ADS_1