Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Petualangan #7


__ADS_3

Setelah bersiap-siap Aris dan Quester langsung pergi ke asosiasi sihir bersama dengan Mifta. Saat di depan gerbang Ronald sang The Master Academy menyadari adanya kekuatan seperti hewan peliharaannya Darma.


"Baiklah, kita sudah sampai di kantor asosiasi sihir" Kata Miftah


"Jadi begini ya.. kantornya" Kata Aris pura-pura tidak tahu


"Kalau begitu mari kita masuk saja" Kata Miftah


Saat hendak masuk tiba-tiba alarm terdengar menandakan bahwa adanya ancaman. Seluruh pasukan asosiasi sihir bersiap mengelilingi Aris dan Miftah dan datanglah pemimpin asosiasi sihir.


"Tangkap manusia berdosa itu" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Elemen Tanah - Borgol Tanah" Rapalan anggota asosiasi sihir


Dan seketika kedua tangan Aris terborgol, melihat itu Miftah kebingungan dan kaget.


"Tuan!!!" Kata Quester


"Tidak apa-apa. Tenanglah" Kata Aris


"Nona, kusarankan kau menjauh darinya karena dia adalah manusia berdosa yang menyelamatkan monster" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Be-benarkah begitu, Aris?" Tanya Miftah


"Apa kau percaya begitu saja?" Tanya balik Aris


"Tidak ada gunanya kau menyelamatkan dia nona. Jika kau membelanya sama saja kau seperti monster diluar sana. Cepat bawa dia dan juga adiknya!!" Kata pemimpin asosiasi sihir


Melihat Aris dibawa oleh para anggota asosiasi sihir, Miftah langsung diam tidak bergerak. Dia tidak percaya bahwa orang yang ia sukai ternyata adalah penjahat.


"Nona, ada keperluan apa datang kemari?" Tanya pemimpin asosiasi sihir


"Katanya aku disuruh membantu mencari manusia berdosa" Jawab Miftah


"Sepertinya itu sudah tidak perlu. Silahkan nona kembali" Kata pemimpin asosiasi sihir


"Baiklah. Aris tunggu aku, aku masih membutuhkan penjelasan mu" Kata Miftah dalam hati


Aris yang dibawa oleh para anggota asosiasi sihir langsung dimasukkan ke penjara sedangkan Quester dibawa untuk di interogasi.


"Masuk sana dasar manusia berdosa" Kata salah satu anggota asosiasi sihir


"Kembalikan, kembalikan adikku!!" Kata Aris teriak


"Tenang saja kami akan menanyainya beberapa pertanyaan" Kata anggota asosiasi sihir


"Karena anak kecil itu kan selalu jujur" Kata anggota asosiasi sihir satunya sambil pergi


Aris pun hanya berdiam diri di penjara menunggu giliran. Tapi, tiba-tiba semua anggota asosiasi sihir pada sibuk. Karena Quester menghilang, melihat anggota asosiasi sihir pada sibuk Aris hanya bisa melihat dengan tenang. Tiba-tiba salah satu anggota asosiasi sihir berlari ke arahnya sambil bertanya tentang keberadaan adiknya.


"Oy.. dimana adikmu?" Tanya anggota asosiasi sihir


"Entahlah, kan dia bersamamu. Aku hanya diam saja disini" Jawab Aris


Mendengar itu anggota asosiasi sihir langsung pergi mencarinya lagi.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Quester lewat telepati

__ADS_1


"Tentu saja, lagian kenapa kamu tidak menjadi manusia saja?" Tanya balik Aris


"Tidak mau, aku lebih suka berada di dekat tuanku" Jawab Quester lewat telepati


"Kalau begitu, terimakasih telah mengkhawatirkan ku" Kata Aris


Setelah kebisingan mereka telah mereda, para anggota asosiasi sihir langsung membawa Aris ke tempat interogasi. Saat berjalan di lorong para anggota asosiasi sihir dan Aris melewati salah satu anggota asosiasi sihir yang lebih hebat. Melihat anggota asosiasi sihir dan Aris yang lewat, dia menoleh ke belakang dan teringat akan anaknya yang sudah lama meninggal. Setelah itu ia memutuskan untuk mengintrogasinya secara langsung.


"Mana pemimpin asosiasi sihir?" Tanya anggota asosiasi sihir


"Entahlah, aku tidak tahu" Jawab anggota asosiasi sihir satunya


"Kalau begitu biar aku saja yang mengintrogasinya" Kata salah satu anggota asosiasi sihir


Melihat anggota asosiasi sihir yang hebat para anggota lainnya langsung kaget dan mempersilakan untuk mengintrogasinya.


"Pak Ade?" Kata salah satu anggota asosiasi sihir


"Sepertinya dia sibuk jadi biarkan aku saja yang menggantinya" Kata Ade


"Baiklah, silahkan lewat sini" Kata anggota asosiasi sihir


"Oh iya.. tolong kalian semuanya pergi aku akan mengintrogasinya secara pribadi jika ada apa-apa aku yang akan bertanggungjawab" Kata Ade saat ingin masuk ke ruangan


Saat Ade masuk Aris yang melihatnya langsung kaget dan tidak percaya karena yang akan mengintrogasinya adalah ayahnya sendiri.


"Baiklah, kita mulai dengan perkenalan dulu. Namaku Ade Putra aku adalah anggota asosiasi sihir. Senang berkenalan denganmu" Kata Ade


"Namaku Aris Darmayudha. Senang berkenalan denganmu juga" kata Aris


"Dia masih tidak berubah ya. Aku senang sekali" Kata Aris dalam hati


"Baiklah, kita akan memasuki pertanyaan pertama. Apakah benar kau menyelamatkan monster itu?" Tanya Ade


"Aku menyuruhnya untuk menangkapnya dan mengintrogasinya tetapi pemimpin itu malah menyerang ku dengan alasan yang tidak jelas" Jawab Aris


"Jadi menurutmu dia yang menyerang duluan?" Tanya Aris


"Ya" Jawab Aris


"Apakah kau juga yang mengalahkan semua anggota asosiasi sihir selain pemimpinnya?" Tanya Ade


"Ya" Jawab Aris


"Sihir apa yang kau gunakan untuk mengalahkan mereka semua?" Tanya Ade


"Hanya sihir api" Jawab Aris


"Tapi data yang kudapat dari Fera kau tidak bisa menggunakan sihir sama sekali. Bagaimana kau bisa menggunakan sihir?" Tanya Ade


Mendengar pertanyaan itu Aris langsung kaget dan tenang.


"Aku.. hanya.. belajar sedikit" Jawab Aris


Mendengar jawaban itu Ade pun langsung tersenyum.


"Baiklah kita sudahi pembicaraan ini. Dan tentu saja kau tidak bersalah" Kata Ade

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Aris


"Pergilah, aku yang akan bertanggungjawab" Jawab Ade


Mendengar itu Aris langsung pergi ke kerajaan Ruhyus untuk menyelesaikan misinya yaitu memberikan surat kepada raja. Saat ingin keluar dari gerbang Ade melihat Aris yang kebingungan dan Ade berinisiatif untuk membantunya.


"Ada apa? Sepertinya kau kebingungan?" Tanya Ade


"Mungkin miftah sudah kembali. Jadi aku tidak bisa kembali" Kata Aris


"Memangnya kau kemana?" Tanya Ade


"Aku ingin ke kerajaan Ruhyus, tapi sepertinya aku ketinggalan kereta kuda nya" Jawab Aris


"Begitu ya.. kerajaan Ruhyus. Baiklah aku akan membantumu" Kata Ade


"Membantu? Bagaimana caranya?" Tanya Aris


"Tenang saja, yang perlu kau lakukan adalah persiapkan dirimu" Jawab Ade


"Baiklah aku akan menurutimu" Kata Aris


"Terimakasih.. kalau begitu, Dimension - Teleportation" Rapalan Ade


Seketika sekeliling Aris dan Ade muncul aura berwarna biru yang menandakan bahwa teleport sedang bekerja.


"Apa ini?" Tanya Aris


"Ini adalah teleport perpindahan tempat. Ngomong-ngomong kau mirip sekali dengan anakku" Jawab Ade


"Benarkah?" Tanya Aris


Seketika cahayanya semakin terang dan terus menerang hingga akhirnya mereka sudah sampai di gerbang kerajaan Ruhyus.


"Baiklah kita sudah sampai" Kata Ade


"Cepat sekali, jadi ini kekuatan mu?" Tanya Aris


"Aku juga bisa menggunakan sihir" Jawab Ade


"Hebatnya" kata Aris


"Yah tidak terlalu hebatlah.." Kata Ade sambil tertawa


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" Kata Ade


"Ya.. terimakasih atas bantuannya" Kata Aris


"Dimension - Teleportation" Rapalan Ade


Saat Ade pergi Aris langsung menuju ke kerajaan Ruhyus untuk bertemu dengan raja. Tetapi, Aris dihadang oleh para pasukan kerajaan.


"Diam disana!!" Kata salah satu penjaga pintu sambil mengancam dengan tombaknya


"Ada apa ini?" Tanya Aris


...END...

__ADS_1


__ADS_2